Kuliner16 Februari 2026

3 Hari di Medan: Nikmati Sejarah Melayu dan Kelezatan Kuliner

Pendahuluan

Selamat datang di Medan, ibu kota Sumatera Utara dan sebuah kota yang kaya akan perpaduan budaya, sejarah yang memikat, dan surga kuliner yang tak tertandingi. Medan bukan sekadar kota besar; ia adalah mosaik kehidupan, tempat tradisi Melayu kuno berpadu harmonis dengan pengaruh Tionghoa, India, dan Eropa, menciptakan sebuah permadani budaya yang unik. Dalam panduan 3 hari ini, kita akan menjelajahi jantung kota Medan, menelusuri jejak sejarah kesultanan Melayu, mengagumi arsitektur kolonial yang megah, dan yang terpenting, memanjakan lidah dengan kelezatan kuliner khas yang hanya bisa ditemukan di sini. Medan menawarkan pengalaman yang otentik, jauh dari keramaian destinasi wisata yang umum, menjadikannya pilihan ideal bagi para pelancong yang mencari petualangan yang mendalam dan berkesan. Bersiaplah untuk terpesona oleh keramahan penduduknya, keindahan arsitekturnya, dan tentu saja, cita rasa luar biasa dari setiap gigitan. Mari kita mulai perjalanan kuliner dan sejarah yang tak terlupakan di Medan!

Sejarah & Latar Belakang

Medan, yang terletak di pantai timur Sumatera Utara, memiliki sejarah yang kaya dan kompleks, yang sangat dipengaruhi oleh perdagangan dan migrasi. Awalnya, wilayah ini hanyalah sebuah desa kecil bernama 'Medan Putri' yang didirikan oleh seorang tokoh Melayu bernama Guru Patimpus pada abad ke-16. Namun, titik balik signifikan dalam sejarah Medan terjadi pada akhir abad ke-19 ketika Kesultanan Deli, yang berpusat di Labuhan Deli, mulai memindahkan pusat pemerintahannya ke kawasan ini. Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah, Sultan Deli ke-9, memainkan peran krusial dalam mentransformasi Medan dari sebuah perkampungan menjadi pusat administrasi dan ekonomi yang penting.

Perkembangan pesat Medan tidak lepas dari penemuan cadangan batu bara di sekitar kota pada tahun 1880-an dan kemudian minyak bumi di Pangkalan Brandan. Hal ini mendorong kedatangan perusahaan-perusahaan perkebunan besar dari Eropa, terutama Belanda, yang mendirikan perkebunan tembakau, karet, dan kelapa sawit di wilayah Sumatera Timur. Medan pun berkembang menjadi pusat administrasi kolonial dan pusat perdagangan internasional. Arsitektur kolonial yang megah, yang masih bisa kita lihat hingga kini, adalah saksi bisu dari masa kejayaan perkebunan ini. Bangunan-bangunan seperti Istana Maimun, Masjid Raya Al-Mashun, dan berbagai kantor pemerintahan kolonial dibangun pada periode ini, mencerminkan kekayaan dan kekuatan asing yang menguasai wilayah tersebut.

Pengaruh budaya asing juga sangat terasa. Kedatangan para pekerja dari Tiongkok (terutama suku Hokkien dan Tionghoa-Medan) dan India (terutama suku Tamil) untuk bekerja di perkebunan-perkebunan tersebut, membawa serta tradisi, bahasa, dan tentu saja, kuliner mereka. Perpaduan inilah yang akhirnya membentuk identitas budaya Medan yang unik dan pluralistik. Setelah kemerdekaan Indonesia, Medan terus berkembang menjadi kota metropolitan yang dinamis, pusat pendidikan, dan pintu gerbang ke berbagai destinasi wisata alam yang menakjubkan di Sumatera Utara, seperti Danau Toba dan Pulau Weh. Sejarah Medan adalah cerminan dari perjalanan panjang sebuah wilayah yang bertransformasi dari desa kecil menjadi kota multikultural yang hidup, dengan warisan sejarah yang kaya dan budaya yang terus berkembang.

Daya Tarik Utama

Medan menawarkan beragam daya tarik yang memadukan keindahan sejarah, kekayaan budaya, dan keunikan arsitektur. Dalam tiga hari kunjungan, Anda dapat merasakan esensi kota ini melalui destinasi-destinasi berikut:

1. Istana Maimun (Maimun Palace)

  • Deskripsi: Sebuah mahakarya arsitektur yang menjadi simbol Kesultanan Deli. Dibangun pada tahun 1888, istana bergaya Melayu dengan sentuhan Moor, India, dan Eropa ini memancarkan kemegahan. Dindingnya berwarna kuning cerah, membedakannya dari istana-istana lain di Nusantara. Jelajahi ruangan-ruangan megah, ruang singgasana, dan amati detail ukiran yang rumit.
  • Sejarah Singkat: Dibangun oleh Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah, istana ini menjadi pusat kehidupan kesultanan hingga tahun 1946, sebelum akhirnya dijadikan museum.
  • Tips: Kenakan pakaian sopan, karena ini adalah situs bersejarah. Siapkan kamera untuk mengabadikan keindahan interior dan eksteriornya. Harga tiket masuk terjangkau.
  • Lokasi: Jl. Brigadir Jenderal Katamso, Medan.
  • Jam Buka: Sekitar pukul 08:00 - 17:00.

2. Masjid Raya Al-Mashun (Great Mosque of Medan)

  • Deskripsi: Berdiri megah berdampingan dengan Istana Maimun, Masjid Raya Al-Mashun adalah salah satu masjid tertua dan terbesar di Indonesia. Dibangun pada tahun 1906, masjid ini menampilkan perpaduan arsitektur Moor, India, dan Spanyol yang memukau. Menara utamanya yang tinggi dan kubah-kubahnya yang indah menjadi ciri khasnya. Interiornya luas dengan pilar-pilar kokoh dan lampu gantung kristal yang menawan.
  • Sejarah Singkat: Dibangun bersamaan dengan masa keemasan Kesultanan Deli di bawah Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah, masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan kebudayaan masyarakat Melayu.
  • Tips: Masuklah dengan khidmat, kenakan pakaian sopan dan tertutup. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat tidak sedang waktu salat agar dapat mengagumi arsitektur dengan lebih leluasa.
  • Lokasi: Jl. Sisingamangaraja, Medan.
  • Jam Buka: Terbuka untuk umum di luar waktu salat.

3. Tjong A Fie Mansion

  • Deskripsi: Sebuah bukti nyata dari kekayaan dan pengaruh komunitas Tionghoa di Medan. Mansion bergaya Tiongkok-Selatan ini dibangun oleh Tjong A Fie, seorang saudagar Tionghoa kaya raya yang berpengaruh di awal abad ke-20. Rumah besar ini menampilkan perpaduan arsitektur Tiongkok, Eropa, dan Melayu, dengan interior yang kaya akan furnitur antik dan artefak sejarah.
  • Sejarah Singkat: Dibangun pada tahun 1906, mansion ini menjadi saksi bisu kehidupan Tjong A Fie dan keluarganya, serta perannya dalam pembangunan Medan.
  • Tips: Disarankan untuk mengikuti tur berpemandu untuk memahami cerita dan sejarah di balik setiap ruangan. Biaya masuk berlaku dan biasanya sudah termasuk tur.
  • Lokasi: Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 105, Medan.
  • Jam Buka: Sekitar pukul 09:00 - 17:00.

4. Merdeka Walk & City Hall

  • Deskripsi: Merdeka Walk adalah pusat kuliner dan hiburan modern di jantung kota Medan. Di sekitarnya terdapat Gedung Balai Kota (City Hall) yang merupakan bangunan bersejarah dengan arsitektur kolonial yang anggun. Area ini menjadi tempat yang populer bagi warga lokal dan wisatawan untuk bersantai, menikmati makanan, dan merasakan denyut kehidupan kota.
  • Sejarah Singkat: Area ini dulunya adalah pusat pemerintahan kolonial Belanda dan menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah Medan.
  • Tips: Kunjungi Merdeka Walk di sore atau malam hari untuk suasana yang lebih hidup. Cobalah berbagai jajanan lokal yang dijajakan di sini.
  • Lokasi: Jl. Balai Kota, Medan.

5. Kuil Shri Mariamman

  • Deskripsi: Kuil Hindu tertua di Medan, didedikasikan untuk Dewi Mariamman. Kuil ini menampilkan arsitektur Dravida yang khas dengan menara gerbang (Gopuram) yang dihiasi patung-patung dewa-dewi Hindu yang berwarna-warni. Suasana di dalam kuil sangat sakral dan penuh ketenangan.
  • Sejarah Singkat: Dibangun oleh komunitas India Tamil di Medan pada akhir abad ke-19, kuil ini menjadi pusat keagamaan dan budaya mereka.
  • Tips: Kunjungi kuil saat ada perayaan keagamaan untuk menyaksikan ritual dan tradisi yang unik. Kenakan pakaian sopan.
  • Lokasi: Jl. Teuku Umar, Medan.
  • Jam Buka: Terbuka untuk umum.

6. Graha Bunda Maria Annai Velangkanni

  • Deskripsi: Sebuah gereja Katolik unik yang didedikasikan untuk Bunda Maria dari Velankanni, India. Arsitekturnya menarik, memadukan gaya India dengan sentuhan modern. Gereja ini menjadi tempat ziarah bagi umat Katolik dan juga menarik perhatian wisatawan karena keunikannya.
  • Sejarah Singkat: Dibangun untuk menghormati Bunda Maria dari Velankanni, tempat suci yang terkenal di India.
  • Tips: Cocok untuk kunjungan singkat bagi yang tertarik dengan arsitektur religius yang unik.
  • Lokasi: Jl. Sakura Raya, Medan.

Travel Tips & Logistics

Untuk memastikan perjalanan 3 hari Anda di Medan berjalan lancar dan menyenangkan, berikut adalah beberapa tips penting terkait logistik dan perjalanan:

Transportasi

  • Bandara: Bandara Internasional Kualanamu (KNO) adalah gerbang utama menuju Medan. Dari bandara, Anda bisa menggunakan Kereta Api Bandara (Airport Rail Link) yang merupakan opsi tercepat dan paling nyaman menuju pusat kota (Stasiun Medan), memakan waktu sekitar 30-40 menit. Alternatif lain adalah taksi bandara atau layanan ride-sharing.
  • Dalam Kota: Di dalam kota Medan, Anda memiliki beberapa pilihan transportasi:
  • Taksi dan Ride-Sharing: Layanan seperti Gojek dan Grab sangat populer dan mudah diakses. Ini adalah cara yang nyaman dan relatif terjangkau untuk berkeliling.
  • Becak Motor: Ikon transportasi Medan yang lebih tradisional. Negosiasikan harga sebelum naik. Cocok untuk jarak pendek dan merasakan suasana lokal.
  • Angkutan Umum (Angkot): Jaringan angkot yang luas melayani berbagai rute di kota. Namun, ini bisa menjadi pilihan yang sedikit menantang bagi wisatawan yang tidak familiar dengan rutenya.
  • Menuju Destinasi Luar Kota (Opsional): Jika Anda berencana mengunjungi tempat-tempat seperti Berastagi atau Danau Toba dari Medan, Anda bisa menyewa mobil dengan sopir atau menggunakan bus antarkota dari Terminal Pinang Baris.

Akomodasi

Medan menawarkan berbagai pilihan akomodasi, mulai dari hotel mewah hingga penginapan yang lebih terjangkau. Untuk memaksimalkan waktu Anda, pertimbangkan untuk menginap di area yang strategis, seperti:

  • Pusat Kota: Dekat dengan Merdeka Walk, Istana Maimun, dan Masjid Raya. Akses mudah ke berbagai restoran dan pusat perbelanjaan.
  • Area Sekitar Ringroad/Gatsu: Menawarkan pilihan hotel yang lebih modern dan seringkali dengan fasilitas yang lengkap, namun mungkin memerlukan waktu tempuh lebih lama ke beberapa situs bersejarah.

Waktu Terbaik Berkunjung

Medan memiliki iklim tropis dengan suhu hangat sepanjang tahun. Musim kemarau biasanya berlangsung dari Juni hingga September, yang bisa menjadi waktu yang menyenangkan untuk berkunjung. Namun, hujan bisa turun kapan saja, jadi selalu siapkan payung atau jas hujan. Hindari musim liburan besar seperti Idul Fitri atau Natal jika Anda tidak menyukai keramaian.

Keamanan & Kesehatan

  • Keamanan: Medan umumnya aman bagi wisatawan, namun tetaplah waspada terhadap barang bawaan Anda, terutama di tempat ramai. Hindari berjalan sendirian di area yang sepi pada malam hari.
  • Kesehatan: Pastikan Anda minum air kemasan. Untuk makanan, pilihlah tempat yang terlihat bersih dan ramai. Jangan lupa membawa obat-obatan pribadi jika diperlukan.

Mata Uang & Pembayaran

Mata uang yang digunakan adalah Rupiah (IDR). Kartu kredit diterima di hotel-hotel besar dan beberapa restoran, namun uang tunai sangat penting untuk transaksi di pasar tradisional, becak motor, dan warung makan kecil.

Bahasa

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi. Namun, banyak penduduk lokal juga berbicara bahasa Melayu dan Tionghoa (terutama Hokkien). Bahasa Inggris cukup dipahami di hotel dan tempat-tempat wisata utama.

Etiket & Budaya

  • Pakaian: Kenakan pakaian sopan saat mengunjungi tempat ibadah (masjid, gereja, kuil). Di tempat umum, pakaian santai namun sopan lebih disukai.
  • Interaksi: Penduduk Medan umumnya ramah. Senyum dan sapaan sederhana akan sangat dihargai.

Tips Tambahan

  • Fleksibilitas: Rencana perjalanan ini adalah panduan. Jangan ragu untuk menyesuaikannya dengan minat dan kecepatan Anda.
  • Cicipi Kuliner Lokal: Jadikan kuliner sebagai bagian penting dari petualangan Anda. Jangan takut mencoba hidangan yang belum pernah Anda dengar sebelumnya!
  • Beli Oleh-oleh: Medan terkenal dengan manisan buah salak, bika ambon, dan kopi Sidikalang. Cari di toko oleh-oleh terpercaya.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

  • Berapa biaya masuk ke Istana Maimun? Biaya masuk sangat terjangkau, biasanya di bawah Rp 15.000.
  • Apakah saya bisa berfoto di dalam Istana Maimun? Ya, namun mungkin ada biaya tambahan untuk penggunaan kamera profesional.
  • Bagaimana cara terbaik menuju Tjong A Fie Mansion dari Istana Maimun? Anda bisa menggunakan taksi online atau becak motor, jaraknya tidak terlalu jauh.
  • Apakah Medan aman untuk turis solo? Ya, dengan kewaspadaan standar seperti di kota besar lainnya.

Kuliner & Pengalaman Lokal

Medan adalah surga bagi para pencinta kuliner, sebuah kota di mana cita rasa berpadu dari berbagai budaya, menciptakan hidangan yang unik dan tak terlupakan. Tiga hari di Medan tidak akan lengkap tanpa menjelajahi kekayaan kulinernya. Perpaduan Melayu, Tionghoa, India, dan Batak telah menciptakan sebuah tapestry rasa yang luar biasa.

**Kelezatan Wajib Coba:

  • Soto Medan: Berbeda dari soto di daerah lain, Soto Medan memiliki kuah santan kental berwarna kuning dengan aroma rempah yang kaya. Isiannya biasanya daging ayam atau sapi, disajikan dengan perkedel, emping, dan sambal. Coba di Soto Sinar Pagi atau Soto Lamak.
  • Mie Gomak: Mi lidi yang disajikan dengan kuah kari kental atau digoreng. Bumbu karinya sangat khas, gurih dan sedikit pedas. Nikmati di warung-warung lokal atau restoran yang menyajikan masakan Batak.
  • Lontong Medan: Lontong yang disajikan dengan berbagai lauk pauk khas Medan, seperti sayur nangka, tauco, rendang, dan telur balado, disiram dengan kuah santan kental. Seringkali disajikan dengan kerupuk.
  • Nasi Padang Khas Melayu: Meskipun Nasi Padang identik dengan Sumatera Barat, Medan memiliki varian Nasi Padang yang dipengaruhi cita rasa Melayu, seringkali lebih ringan dan menggunakan bumbu yang berbeda. Coba di restoran Melayu seperti Restoran Garuda atau Sederhana.
  • Babi Panggang Karo (BPK): Bagi yang non-Muslim, BPK adalah hidangan wajib coba. Daging babi yang dipanggang dengan bumbu khas Karo, menghasilkan rasa gurih, sedikit manis, dan aroma smokey yang khas. Cari di rumah makan Karo yang otentik.
  • Martabak: Baik martabak manis maupun martabak telur, Medan memiliki martabak yang legendaris. Martabak manis seringkali lebih tebal dan padat, sementara martabak telur memiliki isian daging cincang yang melimpah. Coba di Martabak Gapa atau Martabak Mesir.
  • Durian: Jika Anda pecinta durian, Medan adalah tempatnya. Dikenal dengan duriannya yang manis, legit, dan beraroma kuat, terutama durian dari daerah Sidikalang. Nikmati langsung di pedagang durian pinggir jalan atau di restoran khusus durian.
  • Kopi: Medan juga terkenal dengan kopinya, terutama kopi Sidikalang yang memiliki rasa kuat dan aroma khas. Nikmati secangkir kopi panas di kedai kopi tradisional atau kafe modern.

**Pengalaman Lokal:

  • Jalan-jalan di Pasar Malam: Kunjungi pasar malam seperti di sekitar Lapangan Merdeka atau Jalan Gomo untuk mencicipi berbagai jajanan kaki lima, mulai dari sate, bakso, hingga minuman segar.
  • Mengunjungi Kafe Kopi Tradisional: Rasakan suasana santai di kedai kopi tua yang menyajikan kopi tubruk dan roti panggang selai srikaya.
  • Eksplorasi Pecinan: Jelajahi kawasan Pecinan Medan untuk menemukan berbagai toko kelontong, restoran Tionghoa, dan kuil-kuil bersejarah.
  • Berinteraksi dengan Pedagang Lokal: Jangan ragu untuk bertanya tentang makanan atau budaya setempat. Penduduk Medan umumnya ramah dan senang berbagi informasi.

Medan bukan hanya tentang melihat, tetapi juga tentang merasakan dan mencicipi. Biarkan indra Anda memimpin Anda dalam petualangan kuliner yang akan membuat Anda kembali lagi.

Kesimpulan

Medan adalah permata tersembunyi di Indonesia, sebuah kota yang menawarkan perpaduan memukau antara sejarah yang mendalam, budaya yang kaya, dan kuliner yang menggugah selera. Tiga hari di kota ini adalah undangan untuk menelusuri jejak kejayaan Kesultanan Melayu di Istana Maimun, mengagumi keindahan arsitektur kolonial di Masjid Raya dan Tjong A Fie Mansion, serta merasakan denyut kehidupan kota di Merdeka Walk. Lebih dari sekadar destinasi wisata, Medan adalah pengalaman. Dari aroma rempah yang menggoda di setiap sudut jalan hingga keramahan penduduknya yang hangat, setiap momen di Medan meninggalkan kesan yang tak terlupakan. Baik Anda seorang penggemar sejarah, penjelajah kuliner, atau sekadar mencari petualangan baru, Medan memiliki sesuatu yang istimewa untuk ditawarkan. Bersiaplah untuk terpesona, terpuaskan, dan jatuh cinta pada pesona Medan yang otentik. Sampai jumpa di Medan!

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?