Pendahuluan
Kalimantan Selatan, permata tersembunyi di jantung Borneo, menyimpan kisah kejayaan masa lalu yang seringkali terlewatkan oleh gemerlap destinasi wisata populer. Di antara kekayaan alamnya yang memesona, terbentang jejak-jejak megah Kerajaan Banjar, sebuah entitas politik dan budaya yang pernah berjaya dan membentuk identitas unik masyarakat Dayak dan Banjar. Bagi para penjelajah yang haus akan pengalaman otentik, mencari destinasi yang kaya akan sejarah, dan ingin menyelami warisan budaya yang mendalam, Kalimantan Selatan menawarkan sebuah petualangan tak terlupakan. Artikel ini akan membawa Anda menelusuri jejak-jejak Kerajaan Banjar, dari istana-istana megah yang kini menjadi saksi bisu, hingga tradisi-tradisi luhur yang masih lestari hingga kini. Bersiaplah untuk terpukau oleh warisan budaya Kalimantan Selatan yang tersembunyi, sebuah permata yang menunggu untuk ditemukan.
Sejarah & Latar Belakang
Kerajaan Banjar, yang berdiri kokoh selama berabad-abad di wilayah yang kini dikenal sebagai Kalimantan Selatan, merupakan salah satu kerajaan maritim terpenting di Nusantara. Didirikan pada awal abad ke-16, sekitar tahun 1520 Masehi, oleh Pangeran Samudera yang merupakan keturunan dari Kerajaan Majapahit, kerajaan ini tumbuh pesat berkat lokasinya yang strategis di tepi sungai dan kekayaan sumber daya alamnya, terutama intan dan hasil hutan.
- Asal-Usul dan Pendirian: Sejarah Kerajaan Banjar seringkali dikaitkan dengan migrasi dan perpaduan antara suku Dayak asli dan pendatang dari Jawa. Pangeran Samudera, yang diyakini sebagai raja pertama, berhasil menyatukan berbagai wilayah di sekitar Sungai Banjar (kini Sungai Barito) dan memproklamirkan diri sebagai Sultan Banjar. Ibukota kerajaan berpindah-pindah beberapa kali, namun yang paling terkenal adalah di Banjarmasin, yang didirikan pada tahun 1595 oleh Pangeran Antasari.
- Masa Kejayaan: Puncak kejayaan Kerajaan Banjar terjadi pada abad ke-17 hingga abad ke-18. Kerajaan ini memiliki sistem pemerintahan yang terorganisir dengan baik, dengan struktur kesultanan yang kuat dan hierarki bangsawan yang jelas. Aktivitas perdagangan menjadi tulang punggung perekonomian, dengan pelabuhan-pelabuhan seperti Banjarmasin menjadi pusat pertemuan pedagang dari berbagai penjuru, baik dari Nusantara maupun dari luar negeri. Komoditas utama yang diperdagangkan meliputi intan, emas, lada, rotan, dan hasil hutan lainnya. Pengaruh agama Islam semakin kuat seiring waktu, membentuk corak budaya dan sosial masyarakat Banjar.
- Peran Strategis: Lokasi geografis Kerajaan Banjar yang menghadap Laut Jawa dan Selat Makassar menjadikannya pemain kunci dalam jaringan perdagangan maritim. Kekayaan alamnya, terutama intan Martapura yang terkenal hingga ke mancanegara, menarik perhatian kekuatan kolonial Eropa, terutama Belanda. Hal ini memicu berbagai konflik dan perjanjian yang pada akhirnya mempengaruhi kedaulatan kerajaan.
- Perjuangan Melawan Kolonialisme: Sejak abad ke-17, Belanda mulai menunjukkan minat untuk menguasai perdagangan di wilayah Banjar. Berbagai perjanjian dagang yang tidak seimbang dan campur tangan politik mulai terjadi. Puncak perlawanan terjadi pada abad ke-19 di bawah kepemimpinan Pangeran Antasari. Perang Banjar (1859-1863) merupakan bukti nyata semangat juang masyarakat Banjar untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan mereka dari cengkeraman kolonial Belanda. Meskipun akhirnya kerajaan ini terpecah dan wilayahnya dimasukkan ke dalam Hindia Belanda, semangat perlawanan dan warisan budaya Banjar tetap membekas kuat.
- Warisan Budaya: Kerajaan Banjar meninggalkan warisan budaya yang kaya dan beragam, mulai dari sistem sosial, hukum adat, kesenian (musik, tarian, sastra), hingga arsitektur. Bahasa Banjar sendiri memiliki kekhasan tersendiri. Tradisi lisan, seperti hikayat dan syair, menjadi media penting dalam penyebaran nilai-nilai dan sejarah kerajaan. Jejak-jejak fisik seperti makam raja-raja, sisa-sisa benteng, dan bangunan bersejarah lainnya masih dapat ditemukan, menjadi saksi bisu kejayaan dan perjuangan Kerajaan Banjar. Memahami sejarah ini adalah kunci untuk mengapresiasi kekayaan budaya Kalimantan Selatan yang sesungguhnya.
Main Attractions
Menelusuri jejak Kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan berarti membuka pintu ke berbagai situs bersejarah dan budaya yang menawarkan pengalaman mendalam. Dari pusat-pusat kekuasaan hingga situs-situs spiritual, setiap tempat menyimpan cerita dan warisan yang berharga.
1. Masjid Sultan Suriansyah & Makam Raja-Raja Banjar
- Lokasi: Jl. Kuin Utara, Banjarmasin.
- Deskripsi: Ini adalah jantung spiritual dan sejarah Kerajaan Banjar. Masjid Sultan Suriansyah, yang diyakini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah (raja pertama yang memeluk Islam), adalah salah satu masjid tertua di Banjarmasin. Arsitekturnya yang khas dengan atap tumpang kayu dan tanpa menara menjadikannya unik. Tepat di sebelah masjid terdapat kompleks pemakaman raja-raja Banjar, termasuk makam Sultan Suriansyah, Sultan Mustain Billah, dan tokoh-tokoh penting lainnya. Makam-makam ini menjadi tempat ziarah dan refleksi sejarah.
- Pengalaman: Pengunjung dapat merasakan aura spiritual yang kental, mengagumi arsitektur masjid yang bersejarah, dan merenungkan kejayaan serta perjalanan panjang Kerajaan Banjar. Ini adalah tempat yang sempurna untuk memulai penjelajahan Anda.
2. Museum Lambung Mangkurat
- Lokasi: Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 3.5, Banjarmasin.
- Deskripsi: Museum ini menyimpan koleksi artefak dan benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan kebudayaan Banjar dan Kalimantan Selatan secara umum, termasuk peninggalan dari masa Kerajaan Banjar. Anda akan menemukan berbagai macam benda seperti perlengkapan kerajaan, senjata tradisional, naskah-naskah kuno, kerajinan tangan, hingga pakaian adat.
- Pengalaman: Museum ini memberikan gambaran komprehensif tentang kehidupan masyarakat Banjar di masa lalu, termasuk aspek sosial, ekonomi, dan seni. Ini adalah sumber informasi yang sangat baik untuk memahami konteks sejarah dari situs-situs lain yang akan Anda kunjungi.
3. Kawasan Martapura (Daerah Penghasil Intan)
- Lokasi: Martapura, Kabupaten Banjar (sekitar 45 km dari Banjarmasin).
- Deskripsi: Martapura dikenal sebagai "Kota Intan" karena merupakan pusat pengolahan dan perdagangan intan terbesar di Kalimantan Selatan, sebuah warisan ekonomi yang berakar dari masa Kerajaan Banjar. Di sini Anda bisa mengunjungi sentra-sentra pengolahan intan, melihat langsung proses pemotongan dan pemolesan batu mulia, serta berburu intan dengan berbagai ukuran dan kualitas.
- Pengalaman: Pengalaman yang sangat unik adalah mengunjungi pasar intan, melihat para pedagang berinteraksi, dan merasakan denyut nadi ekonomi yang telah berlangsung selama berabad-abad. Anda juga bisa mengunjungi toko-toko perhiasan lokal untuk melihat karya seni intan yang memukau.
4. Sungai Barito dan Rumah Tradisional Banjar (Rumah Bubungan Tinggi)
- Lokasi: Sepanjang aliran Sungai Barito, terutama di daerah seperti Alalak, Banjarmasin, dan beberapa desa lainnya.
- Deskripsi: Sungai Barito adalah urat nadi kehidupan Kerajaan Banjar. Menjelajahi sungai ini dengan perahu klotok (perahu motor kecil) memberikan perspektif yang berbeda tentang bagaimana masyarakat Banjar hidup berdampingan dengan sungai. Di sepanjang tepian sungai, Anda dapat melihat rumah-rumah tradisional Banjar yang khas, terutama Rumah Bubungan Tinggi. Rumah ini memiliki ciri khas atap tinggi melengkung seperti bubungan perahu, terbuat dari kayu ulin (kayu besi) yang kuat, dan dibangun tanpa menggunakan paku.
- Pengalaman: Naik perahu klotok menyusuri Sungai Barito adalah pengalaman klasik Kalimantan Selatan. Anda akan melihat aktivitas masyarakat di tepi sungai, pasar terapung (jika beruntung dan pada waktu yang tepat), serta keindahan arsitektur Rumah Bubungan Tinggi yang mencerminkan kearifan lokal dan adaptasi terhadap lingkungan.
5. Kompleks Makam Sultan Adam
- Lokasi: Martapura, Kabupaten Banjar.
- Deskripsi: Kompleks makam ini merupakan situs penting lainnya yang berkaitan dengan dinasti Banjar. Sultan Adam adalah salah satu sultan yang memerintah pada masa yang cukup krusial dalam sejarah kerajaan. Makamnya yang megah dan dikelilingi oleh suasana yang tenang, menjadi tempat yang layak untuk dikunjungi bagi mereka yang ingin mendalami silsilah dan sejarah para penguasa Banjar.
- Pengalaman: Mengunjungi kompleks makam ini memberikan wawasan lebih lanjut tentang struktur kekuasaan dan tradisi pemakaman bangsawan Banjar. Suasananya yang damai sangat kondusif untuk refleksi sejarah.
6. Sisa-sisa Benteng dan Situs Sejarah
- Deskripsi: Meskipun banyak yang telah hilang dimakan waktu dan perubahan zaman, masih ada beberapa sisa-sisa benteng atau situs yang terkait dengan pertempuran dan pertahanan Kerajaan Banjar, terutama yang berkaitan dengan Perang Banjar. Peneliti sejarah dan arkeolog kadang menemukan situs-situs baru. Mencari informasi dari penduduk lokal atau pemandu wisata dapat membantu menemukan lokasi-lokasi yang kurang dikenal ini.
- Pengalaman: Menemukan dan menjelajahi sisa-sisa benteng memberikan gambaran nyata tentang perjuangan kerajaan dalam mempertahankan wilayahnya. Ini adalah pengalaman "off-the-beaten-path" yang sesungguhnya.
Fakta Menarik:
- Intan yang ditemukan di Martapura seringkali memiliki kualitas dan kejernihan yang luar biasa, menjadikannya komoditas ekspor berharga bagi Kerajaan Banjar.
- Rumah Bubungan Tinggi tidak hanya indah tetapi juga fungsional, dirancang untuk tahan terhadap banjir dan cuaca tropis.
- Banjarmasin sendiri didirikan di atas rawa-rawa, menunjukkan kemampuan adaptasi masyarakat Banjar terhadap lingkungan yang unik.
Dengan mengunjungi situs-situs ini, Anda tidak hanya melihat bangunan atau tempat bersejarah, tetapi juga terhubung langsung dengan denyut nadi kehidupan dan kejayaan Kerajaan Banjar, sebuah warisan budaya yang kaya di Kalimantan Selatan.
Travel Tips & Logistics
Merencanakan perjalanan untuk menelusuri jejak Kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan memerlukan persiapan yang matang agar pengalaman Anda berjalan lancar dan maksimal. Berikut adalah beberapa tips dan informasi logistik yang penting:
Transportasi
- Menuju Kalimantan Selatan: Bandara Syamsudin Noor (BDJ) di Banjarbaru adalah gerbang udara utama. Penerbangan tersedia dari kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Denpasar. Anda juga bisa menggunakan kapal laut menuju Pelabuhan Trisakti di Banjarmasin.
- Di Banjarmasin dan Sekitarnya:
- Taksi & Ojek: Tersedia taksi konvensional dan aplikasi ride-hailing (Gojek/Grab) untuk mobilitas di dalam kota Banjarmasin.
- Perahu Klotok: Ini adalah moda transportasi ikonik di Kalimantan Selatan, terutama untuk menyusuri sungai. Anda bisa menyewanya untuk mengunjungi pasar terapung atau rumah tradisional di sepanjang sungai. Harga bervariasi tergantung durasi dan jarak tempuh, negosiasikan sebelum berangkat.
- Mobil Sewa: Jika Anda berencana menjelajahi Martapura dan area yang lebih luas, menyewa mobil dengan sopir adalah pilihan yang nyaman. Banyak agen perjalanan lokal menawarkan paket ini.
- Angkutan Kota (Angkot): Untuk rute-rute tertentu, angkot masih beroperasi meskipun kurang nyaman untuk turis.
Akomodasi
Banjarmasin menawarkan beragam pilihan akomodasi, mulai dari hotel berbintang hingga penginapan yang lebih terjangkau.
- Hotel Berbintang: Cari hotel di pusat kota Banjarmasin untuk akses mudah ke berbagai fasilitas dan tempat wisata.
- Penginapan Lokal: Tersedia beberapa penginapan dan wisma yang lebih sederhana, seringkali menawarkan harga yang lebih ramah di kantong.
- Homestay: Untuk pengalaman yang lebih otentik, pertimbangkan menginap di homestay di desa-desa pinggiran sungai, meskipun ketersediaannya mungkin terbatas dan perlu riset lebih lanjut.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
- Musim Kemarau (Juni - September): Periode ini umumnya paling disukai wisatawan karena curah hujan relatif rendah, memudahkan aktivitas luar ruangan dan penjelajahan sungai.
- Musim Hujan (Oktober - Mei): Meskipun hujan cukup sering, Kalimantan Selatan tetap menarik dikunjungi. Pasar terapung mungkin lebih ramai, dan suasana sungai lebih hidup. Siapkan perlengkapan hujan.
- Festival Budaya: Cek kalender acara lokal. Jika beruntung, Anda bisa menyaksikan festival adat atau perayaan keagamaan yang menambah kekayaan pengalaman Anda.
Tips Praktis
- Pakaian: Kenakan pakaian yang nyaman, ringan, dan menyerap keringat karena cuaca tropis yang panas dan lembap. Bawa juga pakaian sopan saat mengunjungi tempat ibadah seperti masjid.
- Perlengkapan: Bawa tabir surya, topi, kacamata hitam, obat nyamuk, dan perlengkapan P3K pribadi. Jika berencana naik perahu, pastikan membawa jaket pelampung yang disediakan oleh penyedia jasa atau gunakan pelampung pribadi jika perlu.
- Bahasa: Bahasa Indonesia adalah bahasa utama. Bahasa Banjar juga digunakan secara luas, namun sebagian besar penduduk, terutama di kota, mengerti dan bisa berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia.
- Mata Uang: Rupiah (IDR).
- Etiket Lokal: Hormati adat istiadat setempat, terutama saat mengunjungi situs-situs keagamaan dan pemakaman. Mintalah izin sebelum mengambil foto orang, terutama wanita.
- Kesehatan: Pastikan Anda dalam kondisi sehat. Minum air mineral kemasan untuk menghindari masalah pencernaan. Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum bepergian.
- Negosiasi Harga: Di pasar tradisional atau saat menyewa perahu, negosiasi harga adalah hal yang umum. Lakukan dengan sopan dan ramah.
- Keamanan: Kalimantan Selatan umumnya aman untuk wisatawan. Namun, tetaplah waspada terhadap barang bawaan Anda, terutama di tempat-tempat ramai.
- Pemandu Lokal: Sangat disarankan untuk menyewa pemandu lokal, terutama saat mengunjungi situs-situs bersejarah atau menjelajahi sungai. Mereka dapat memberikan wawasan mendalam yang tidak akan Anda dapatkan dari buku panduan.
Perkiraan Biaya (Estimasi Kasar per Orang)
- Akomodasi: Rp 150.000 - Rp 500.000 per malam (tergantung pilihan).
- Transportasi Lokal: Rp 50.000 - Rp 150.000 per hari (tergantung intensitas penggunaan).
- Sewa Perahu Klotok: Rp 200.000 - Rp 500.000 per hari (tergantung durasi dan tujuan).
- Tiket Masuk & Donasi: Umumnya terjangkau, sekitar Rp 5.000 - Rp 20.000 per situs.
- Makanan: Rp 50.000 - Rp 150.000 per hari.
Catatan: Biaya ini adalah perkiraan dan dapat bervariasi tergantung gaya perjalanan Anda, pilihan akomodasi, serta aktivitas yang dipilih. Selalu siapkan anggaran lebih untuk keperluan tak terduga.
Dengan perencanaan yang baik, penjelajahan jejak Kerajaan Banjar akan menjadi pengalaman yang kaya dan berkesan, membuka wawasan Anda tentang sejarah dan budaya Kalimantan Selatan yang unik.
Kuliner & Pengalaman Lokal
Perjalanan menelusuri jejak Kerajaan Banjar tidak akan lengkap tanpa merasakan kekayaan kuliner dan pengalaman lokal yang ditawarkan Kalimantan Selatan. Budaya kuliner di sini sangat dipengaruhi oleh sumber daya alam melimpah dan tradisi masyarakat Banjar yang kuat.
1. Cita Rasa Khas Sungai
Karena kehidupan masyarakat Banjar sangat erat kaitannya dengan sungai, hidangan laut air tawar menjadi primadona. Ikan-ikan segar seperti gabus, patin, nila, dan haruan (gabus) diolah menjadi berbagai masakan lezat.
- Ikan Gabus Masak: Terutama gangan asam banjar, sup ikan gabus dengan kuah asam segar yang kaya rempah, seringkali ditambah belimbing wuluh untuk rasa asamnya yang khas. Ini adalah hidangan yang wajib dicoba.
- Sate Ikan: Berbeda dari sate pada umumnya, sate ikan Banjar menggunakan ikan gabus yang dihaluskan, dibumbui, dibentuk seperti bakso, lalu dibakar. Disajikan dengan bumbu kacang atau bumbu khas lainnya.
2. Pengaruh Rempah dan Tradisi
Penggunaan rempah-rempah dalam masakan Banjar sangat kaya, mencerminkan jalur perdagangan masa lalu. Masakan cenderung gurih, sedikit manis, dan kaya aroma.
- Nasi Kuning Banjar: Nasi yang dimasak dengan santan dan kunyit ini memiliki aroma dan rasa yang khas. Disajikan dengan berbagai lauk seperti ayam goreng, telur dadar, ikan kering, dan sambal.
- Ayam Masak Habang: Ayam yang dimasak dengan bumbu khas berwarna merah kecoklatan (dari penggunaan cabai merah dan kayu manis), memberikan rasa manis gurih yang unik.
- Sasirangan: Ini bukan makanan, melainkan kain tradisional Banjar yang diwarnai dengan teknik ikat celup tradisional. Mengunjungi pengrajin sasirangan dan melihat proses pembuatannya adalah pengalaman budaya yang berharga.
3. Jajanan Pasar dan Minuman Segar
- Apam: Kue tradisional yang terbuat dari tepung beras, gula, dan santan, dimasak dengan cara dikukus atau dipanggang. Ada berbagai variasi apam, termasuk apam barabai yang terkenal.
- Bingka: Kue legit berbentuk bunga dengan tekstur lembut, terbuat dari tepung, santan, dan gula. Seringkali disajikan pada acara-acara khusus.
- Cendol Banjar: Minuman segar yang terbuat dari tepung beras, santan, gula merah, dan es. Sangat cocok untuk melepas dahaga di cuaca tropis.
4. Pengalaman Lokal yang Unik
- Pasar Terapung: Mengunjungi pasar terapung (seperti Pasar Terapung Lok Baintan atau Siring Tendean) adalah pengalaman yang tak terlupakan. Anda bisa melihat aktivitas jual beli di atas perahu, mencicipi makanan lokal langsung dari pedagang, dan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Pagi hari adalah waktu terbaik untuk mengunjunginya.
- Rumah Tradisional Banjar: Mengunjungi atau bahkan menginap di Rumah Bubungan Tinggi memberikan gambaran langsung tentang arsitektur dan gaya hidup tradisional masyarakat Banjar.
- Belajar Kerajinan: Ikut serta dalam workshop singkat membuat kerajinan tangan khas Banjar, seperti sasirangan atau ukiran kayu, bisa menjadi pengalaman edukatif yang menyenangkan.
- Menonton Pertunjukan Seni: Jika ada kesempatan, saksikan pertunjukan seni tradisional Banjar seperti tari-tarian (misalnya Tari Baksa Kembang) atau musik Panting.
Tips Kuliner:
- Jangan ragu mencoba hidangan lokal di warung-warung pinggir jalan atau pasar tradisional, seringkali di situlah cita rasa otentik berada.
- Tanyakan kepada penduduk lokal rekomendasi tempat makan terbaik.
- Jika Anda memiliki alergi makanan atau pantangan, sampaikan dengan jelas saat memesan.
Menikmati kuliner dan berinteraksi dengan masyarakat lokal adalah cara terbaik untuk benar-benar merasakan denyut nadi budaya Kerajaan Banjar dan Kalimantan Selatan.
Kesimpulan
Kalimantan Selatan lebih dari sekadar kekayaan alamnya; ia adalah gudang sejarah dan budaya yang mempesona, di mana jejak-jejak kejayaan Kerajaan Banjar masih dapat dirasakan. Dari masjid-masjid bersejarah dan makam raja-raja yang sakral, hingga sungai-sungai yang menjadi urat nadi kehidupan dan rumah-rumah tradisional yang artistik, setiap sudut provinsi ini menawarkan kesempatan untuk terhubung dengan masa lalu. Menelusuri warisan Kerajaan Banjar bukan hanya tentang mengunjungi situs-situs fisik, tetapi juga tentang memahami semangat, tradisi, dan kearifan lokal yang terus hidup. Bagi para pelancong yang mencari pengalaman otentik, mendalam, dan sedikit berbeda, Kalimantan Selatan adalah destinasi yang sempurna untuk menemukan permata tersembunyi dan merayakan kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa. Petualangan Anda menanti untuk mengungkap kisah-kisah tersembunyi dari tanah Banjar.