Pendahuluan: Gerbang Menuju Kejayaan Majapahit
Selamat datang di Trowulan, sebuah nama yang bergema kuat dalam sejarah Nusantara. Terletak di Mojokerto, Jawa Timur, Kompleks Candi Trowulan bukan sekadar kumpulan reruntuhan kuno; ia adalah gerbang menuju pemahaman mendalam tentang salah satu kerajaan terbesar yang pernah menguasai Nusantara: Majapahit. Bayangkan diri Anda berjalan di tanah yang sama tempat para raja, ratu, dan ribuan rakyatnya hidup, berjuang, dan membangun peradaban yang legendaris. Trowulan adalah jantung peradaban Majapahit, pusat politik, ekonomi, dan budaya yang pernah menjadi mercusuar di Asia Tenggara. Di sinilah kisah-kisah epik tentang Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan Sumpah Palapa terukir dalam setiap bata kuno dan sisa arsitektur yang masih berdiri kokoh.
Bagi para pecinta sejarah, arkeologi, dan budaya, Trowulan menawarkan pengalaman yang tak ternilai. Ini bukan hanya tentang melihat batu-batu tua, tetapi tentang merasakan energi masa lalu, membayangkan kemegahan istana, hiruk pikuk pasar, dan kesucian tempat-tempat ibadah. Kompleks ini adalah museum terbuka yang luas, mengundang setiap pengunjung untuk menjadi seorang penjelajah waktu, merangkai kepingan-kepingan sejarah yang hilang. Dengan luas area yang membentang, setiap sudut menyimpan cerita, setiap gundukan tanah bisa jadi menyimpan artefak berharga yang menunggu untuk ditemukan. Bersiaplah untuk terpesona oleh warisan Majapahit yang luar biasa, yang terus hidup dan berbicara kepada kita melalui reruntuhan megah di Trowulan.
Di era digital ini, Trowulan tetap menjadi destinasi yang relevan, menawarkan edukasi sejarah yang otentik dan pengalaman wisata yang mendalam. Artikel ini akan memandu Anda menelusuri kekayaan Kompleks Candi Trowulan, mengungkap sejarahnya yang kaya, daya tarik utamanya, tips perjalanan yang praktis, hingga pengalaman kuliner lokal yang tak boleh dilewatkan. Mari bersama-sama membuka lembaran baru dalam petualangan sejarah Anda di jantung Majapahit.
Sejarah & Latar Belakang: Saksi Bisu Kerajaan Terbesar Nusantara
Kompleks Candi Trowulan adalah bukti nyata kejayaan Kerajaan Majapahit, sebuah imperium maritim yang pernah membentang luas dari Sabang hingga Merauke, bahkan pengaruhnya konon mencapai luar kepulauan Indonesia. Didirikan pada akhir abad ke-13, Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-14 di bawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk dan mahapatih legendarisnya, Gajah Mada. Trowulan, yang saat itu dikenal sebagai Wilwatikta, adalah ibu kota kerajaan tersebut. Lokasinya yang strategis di tepi Sungai Brantas memungkinkannya menjadi pusat perdagangan dan pelayaran yang ramai, menghubungkan Majapahit dengan berbagai kerajaan lain di Asia.
Sejarah penemuan Trowulan sebagai bekas ibu kota Majapahit bukanlah proses yang instan. Selama berabad-abad, wilayah ini hanya dianggap sebagai area pertanian biasa. Namun, pada awal abad ke-20, perhatian para arkeolog mulai tertuju pada banyaknya temuan artefak kuno di sekitar Trowulan. Ekskavasi pertama yang signifikan dilakukan oleh peneliti Belanda, J.L.A. Brandes pada tahun 1907. Penemuan ini memicu penelitian lebih lanjut dan akhirnya mengkonfirmasi bahwa Trowulan adalah situs arkeologi penting yang menyimpan jejak peradaban Majapahit.
Berbagai penggalian arkeologi yang dilakukan sejak saat itu telah mengungkap struktur kota kuno yang kompleks, termasuk sisa-sisa tembok tebal, kanal-kanal irigasi, fondasi bangunan megah, serta ribuan artefak yang kini tersimpan di Museum Trowulan. Artefak-artefak ini meliputi gerabah, patung dewa-dewi, perhiasan, alat-alat rumah tangga, prasasti, hingga koin kuno, yang semuanya memberikan gambaran detail tentang kehidupan sehari-hari, kepercayaan, seni, dan teknologi masyarakat Majapahit.
Keberadaan Trowulan sebagai ibu kota Majapahit didukung oleh catatan sejarah dari berbagai sumber, termasuk naskah kuno seperti Negarakertagama dan Pararaton. Naskah-naskah ini tidak hanya menyebutkan nama Wilwatikta sebagai pusat kekuasaan, tetapi juga memberikan deskripsi tentang tata kota, istana, dan kehidupan sosial di masa itu. Bahkan, catatan dari musafir asing seperti Ma Huan (dari Tiongkok) pada awal abad ke-15 juga memberikan gambaran tentang kemakmuran dan luasnya pengaruh Majapahit.
Kompleks Candi Trowulan saat ini mencakup area yang sangat luas, diperkirakan mencapai sekitar 10 kilometer persegi. Situs ini tidak hanya terdiri dari candi-candi, tetapi juga sisa-sisa pemukiman, jalan kuno, kolam, dan sistem pengairan yang canggih. Penemuan kolam pemandian Segaran yang terbuat dari bata merah, misalnya, menunjukkan betapa majunya teknik konstruksi dan perencanaan kota pada masa Majapahit. Situs ini terus menjadi subjek penelitian arkeologi yang aktif, dengan potensi penemuan baru yang selalu ada, menjadikan Trowulan sebagai warisan budaya yang hidup dan terus memberikan wawasan baru tentang masa lalu Indonesia.
Daya Tarik Utama: Menjelajahi Jejak Arsitektur dan Kehidupan Majapahit
Kompleks Candi Trowulan menawarkan beragam situs arkeologi yang memukau, masing-masing menceritakan aspek berbeda dari kejayaan Majapahit. Berikut adalah beberapa daya tarik utama yang wajib Anda kunjungi:
1. Candi Tikus:

Salah satu candi yang paling ikonik di Trowulan adalah Candi Tikus. Meskipun namanya berarti 'tikus', candi ini bukanlah tempat tinggal hewan pengerat, melainkan sebuah petirtaan atau tempat pemandian suci yang dibangun pada masa Majapahit. Keunikan Candi Tikus terletak pada desainnya yang menyerupai teratai mekar, dengan sebuah kolam di tengahnya yang dikelilingi oleh struktur batu berundak. Di pusat kolam terdapat sebuah candi kecil yang dihiasi relief-relief indah. Konon, candi ini digunakan sebagai tempat ritual penyucian atau sebagai sumber air suci bagi keluarga kerajaan.
- Arsitektur: Desain unik menyerupai teratai mekar, kolam pusat, ukiran kalpa-taru (pohon kehidupan).
- Signifikansi: Dipercaya sebagai tempat ritual penyucian atau sumber air suci.
2. Kolam Segaran:

Kolam Segaran adalah salah satu penemuan arkeologis paling menakjubkan di Trowulan. Ini adalah sebuah kolam besar yang seluruhnya dibangun dari bata merah, dengan ukuran sekitar 375 x 175 meter. Keberadaan kolam raksasa ini menunjukkan keahlian Majapahit dalam rekayasa hidrolik dan perencanaan kota. Para ahli menduga kolam ini berfungsi sebagai tempat rekreasi bagi keluarga kerajaan, tempat upacara kenegaraan, atau bahkan sebagai bagian dari sistem irigasi kota. Tepi kolam yang kokoh dan luasnya area ini memberikan gambaran tentang skala pembangunan yang mampu dicapai oleh Majapahit.
- Ukuran: Sekitar 375 x 175 meter, terbuat dari bata merah.
- Fungsi: Diduga sebagai tempat rekreasi, upacara, atau irigasi.
3. Gapura Bajang Ratu:

Gapura Bajang Ratu adalah gerbang megah yang diperkirakan dibangun untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara. Gapura ini memiliki gaya arsitektur khas Majapahit dengan ukiran-ukiran detail yang mengesankan. Bentuknya yang menyerupai candi bentar (gapura terbelah) dengan atap bertingkat menjadikannya salah satu monumen paling representatif dari seni arsitektur Majapahit. Di sisi gapura terdapat relief yang menggambarkan seorang raja atau dewa yang sedang turun dari langit, yang sering diinterpretasikan sebagai penggambaran Raja Jayanegara yang naik ke surga.
- Arsitektur: Gapura terbelah dengan atap bertingkat, ukiran detail.
- Signifikansi: Diduga sebagai peringatan wafat Raja Jayanegara.
4. Candi Wringin Lawang:

Candi Wringin Lawang, yang berarti 'gerbang beringin', adalah sebuah candi kembar yang kemungkinan berfungsi sebagai gerbang masuk utama ke sebuah kompleks penting pada masa Majapahit. Arsitekturnya mirip dengan Gapura Bajang Ratu, namun dengan ukuran yang lebih besar dan lebih megah. Dinding-dinding candi ini dihiasi dengan pola geometris dan ukiran flora. Keberadaan candi kembar ini menunjukkan simetri dan perencanaan tata ruang yang apik dalam pembangunan Majapahit.
- Arsitektur: Candi kembar, ukiran geometris dan flora.
- Fungsi: Diduga sebagai gerbang utama.
5. Museum Trowulan:

Untuk memahami lebih dalam tentang penemuan-penemuan di Trowulan, kunjungan ke Museum Trowulan adalah suatu keharusan. Museum ini menyimpan ribuan artefak yang ditemukan dari situs-situs arkeologi di Trowulan dan sekitarnya. Anda dapat melihat berbagai macam benda peninggalan Majapahit, mulai dari gerabah, keramik, patung dewa-dewi, perhiasan emas dan perak, prasasti, hingga bagian-bagian arsitektur kuno. Museum ini menjadi pusat informasi yang vital, menyajikan konteks sejarah dan budaya dari setiap situs yang ada di kompleks Trowulan.
- Koleksi: Gerabah, keramik, patung, perhiasan, prasasti, artefak arsitektur.
- Manfaat: Memberikan pemahaman mendalam tentang peradaban Majapahit.
6. Situs Pendopo Agung:
Situs Pendopo Agung adalah area yang dulunya diperkirakan menjadi pusat administrasi atau balai pertemuan penting di Majapahit. Meskipun kini hanya menyisakan fondasi dan beberapa sisa bangunan, luas area ini memberikan gambaran tentang skala bangunan publik yang ada di ibu kota kuno. Penemuan fragmen keramik dan struktur bata di area ini menunjukkan aktivitas yang intens di masa lalu.
- Signifikansi: Diduga sebagai pusat administrasi atau balai pertemuan.
Setiap situs di Kompleks Candi Trowulan menawarkan jendela unik ke masa lalu, memungkinkan pengunjung untuk membayangkan kembali kemegahan dan kompleksitas peradaban Majapahit. Jelajahi setiap sudutnya, rasakan sejarahnya, dan biarkan imajinasi Anda membawa Anda kembali ke era keemasan Nusantara.
Travel Tips & Logistics: Merencanakan Perjalanan Anda ke Trowulan
Untuk memaksimalkan pengalaman Anda menjelajahi Kompleks Candi Trowulan, perencanaan yang matang adalah kunci. Berikut adalah beberapa tips penting mengenai logistik dan saran perjalanan:
Cara Menuju Trowulan:
- Lokasi: Kompleks Candi Trowulan terletak di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Jaraknya sekitar 12 kilometer dari pusat kota Mojokerto dan sekitar 60-70 kilometer dari Surabaya.
- Transportasi dari Surabaya/Malang:
- Mobil/Motor Pribadi: Ini adalah cara paling fleksibel. Gunakan peta digital (Google Maps) untuk navigasi. Jalan menuju Trowulan cukup baik.
- Bus: Anda bisa naik bus dari Terminal Purabaya (Surabaya) atau Terminal Arjosari (Malang) menuju Mojokerto. Dari Terminal Mojokerto, lanjutkan dengan angkutan umum lokal (ojek atau bemo) menuju Trowulan.
- Kereta Api: Naik kereta api dari Surabaya atau Malang menuju Stasiun Mojokerto. Dari stasiun, gunakan ojek atau taksi lokal ke Trowulan.
- Transportasi Lokal di Trowulan:
- Ojek/Motor Sewa: Menyewa ojek adalah cara paling umum dan efisien untuk berpindah antar situs di Trowulan, mengingat jarak antar situs yang cukup berjauhan. Tawar harga sebelum berangkat.
- Sepeda: Jika Anda menyukai petualangan santai, menyewa sepeda bisa menjadi pilihan yang menyenangkan, terutama jika cuaca mendukung.
- Mobil Pribadi/Sewa: Membawa kendaraan pribadi atau menyewa mobil di Mojokerto juga memungkinkan, namun parkir di beberapa situs mungkin terbatas.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung:
- Musim Kemarau (April - Oktober): Cuaca cenderung lebih kering dan cerah, ideal untuk eksplorasi outdoor. Namun, siapkan diri untuk terik matahari.
- Hindari Jam Terik: Kunjungi situs-situs candi di pagi hari (sekitar pukul 08.00 - 11.00) atau sore hari (sekitar pukul 15.00 - 17.00) untuk menghindari panas yang berlebihan.
- Hari Kerja vs. Akhir Pekan: Hari kerja biasanya lebih sepi, memungkinkan Anda menikmati situs dengan lebih tenang. Akhir pekan dan hari libur nasional cenderung lebih ramai.
Akomodasi:
- Di Mojokerto: Pilihan akomodasi lebih banyak tersedia di kota Mojokerto. Anda bisa menemukan hotel dari berbagai kelas, dari penginapan sederhana hingga hotel berbintang.
- Dekat Trowulan: Pilihan akomodasi di dekat Trowulan sendiri masih terbatas, umumnya berupa penginapan sederhana atau homestay. Pertimbangkan untuk menginap di Mojokerto jika Anda mencari kenyamanan lebih.
Tiket Masuk & Jam Operasional:
- Tiket: Setiap situs utama biasanya memiliki tiket masuk tersendiri. Harganya relatif terjangkau. Pembelian tiket terusan mungkin tersedia atau bisa ditanyakan di lokasi.
- Jam Operasional: Umumnya, situs-situs arkeologi buka dari pagi hingga sore hari (sekitar pukul 08.00 - 17.00). Namun, selalu baik untuk memeriksa jam operasional terbaru sebelum berkunjung.
Apa yang Perlu Dibawa:
- Air Minum: Sangat penting untuk tetap terhidrasi, terutama saat cuaca panas.
- Topi/Payung: Melindungi dari sengatan matahari.
- Tabir Surya: Untuk melindungi kulit.
- Sepatu yang Nyaman: Anda akan banyak berjalan kaki, jadi kenakan alas kaki yang nyaman.
- Kamera: Untuk mengabadikan momen bersejarah.
- Uang Tunai: Beberapa pedagang kecil atau penyedia jasa ojek mungkin tidak menerima pembayaran digital.
- Snack Ringan: Untuk menjaga energi di antara kunjungan situs.
Etiket dan Perilaku:
- Hormati Situs Sejarah: Jangan memanjat struktur candi yang rapuh, jangan merusak atau mengambil artefak, dan jangan meninggalkan sampah.
- Berpakaian Sopan: Meskipun tidak ada aturan ketat di semua situs, berpakaian sopan akan lebih menghormati tempat bersejarah.
- Jaga Kebersihan: Buang sampah pada tempatnya.
Tips Tambahan:
- Gunakan Pemandu Lokal: Jika Anda ingin mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam, pertimbangkan untuk menyewa pemandu lokal yang tersedia di beberapa situs utama atau di Museum Trowulan. Mereka dapat memberikan informasi sejarah dan cerita yang menarik.
- Rencanakan Rute: Buat daftar situs yang ingin Anda kunjungi dan rencanakan rute yang efisien untuk menghemat waktu dan tenaga.
- Museum Sebagai Titik Awal: Memulai kunjungan dari Museum Trowulan dapat memberikan gambaran umum dan konteks yang baik sebelum menjelajahi situs-situs arkeologi di lapangan.
Dengan mengikuti tips ini, perjalanan Anda menelusuri jejak Majapahit di Trowulan akan lebih lancar, nyaman, dan berkesan.
Kuliner & Pengalaman Lokal: Merasakan Kelezatan dan Kehidupan Mojokerto
Selain pesona sejarahnya, Trowulan dan Mojokerto menawarkan pengalaman kuliner yang otentik dan kekayaan budaya lokal yang patut dijelajahi. Setelah seharian berkeliling situs-situs bersejarah, memanjakan lidah dengan hidangan khas daerah adalah cara sempurna untuk melengkapi petualangan Anda.
Kuliner Khas Mojokerto:
- Gethuk Goreng: Ini adalah salah satu oleh-oleh paling terkenal dari Mojokerto. Berbeda dengan gethuk pada umumnya yang biasanya dikukus, gethuk goreng diolah dari singkong yang dihaluskan, dibentuk, lalu digoreng hingga renyah di luar dan lembut di dalam. Biasanya disajikan dengan taburan gula pasir atau kelapa parut.
- Ayam Cungur: Hidangan unik ini berasal dari ayam kampung yang dimasak dengan bumbu rempah yang kaya, seringkali menggunakan bagian kepala dan leher ayam. Rasanya gurih, pedas, dan sedikit manis, menjadikannya favorit bagi pencinta kuliner pedas.
- Onde-onde: Mojokerto dikenal sebagai salah satu produsen onde-onde terbesar di Jawa Timur. Onde-onde di sini memiliki tekstur yang renyah di luar berkat lapisan wijen, dengan isian kacang hijau yang manis dan lembut di dalamnya. Cocok dinikmati sebagai camilan atau oleh-oleh.
- Nasi Goreng Jancuk: Meskipun nasi goreng ada di mana-mana, Nasi Goreng Jancuk khas Mojokerto memiliki ciri khasnya sendiri, biasanya disajikan dalam porsi besar dan memiliki rasa pedas yang menggugah selera. Cocok disantap bersama teman atau keluarga.
- Es Pleret: Minuman tradisional yang menyegarkan ini terbuat dari tepung beras dan tepung tapioka yang dibentuk seperti bulatan-bulatan kecil, disajikan dengan santan, gula merah cair, dan es serut. Rasanya manis, gurih, dan dingin, sangat pas untuk melepas dahaga.
Pengalaman Lokal yang Menarik:
- Pasar Tradisional: Kunjungi pasar tradisional di Mojokerto, seperti Pasar Kliwon atau Pasar Tanjung. Di sini Anda bisa merasakan suasana kehidupan sehari-hari masyarakat lokal, melihat beragam hasil bumi, kerajinan tangan, dan tentu saja, mencicipi jajanan pasar tradisional.
- Interaksi dengan Pengrajin Lokal: Di sekitar Trowulan, Anda mungkin menemukan pengrajin yang membuat replika artefak Majapahit atau kerajinan tangan lainnya. Berinteraksi dengan mereka bisa memberikan wawasan tentang keterampilan tradisional yang masih bertahan.
- Menyaksikan Aktivitas Pertanian: Wilayah Trowulan dikelilingi oleh persawahan dan perkebunan. Menyaksikan aktivitas petani lokal bisa memberikan gambaran tentang kehidupan pedesaan Jawa Timur yang masih kental.
- Wisata Religi: Selain situs Majapahit, Mojokerto juga memiliki beberapa situs ziarah atau makam tokoh penting yang bisa menjadi alternatif wisata religi.
Rekomendasi Tempat Makan:
- Warung Makan Lokal: Cari warung-warung makan sederhana di sekitar Trowulan atau di pusat kota Mojokerto. Di sinilah Anda akan menemukan hidangan otentik dengan harga yang bersahabat.
- Pusat Oleh-oleh: Di beberapa titik strategis, terutama di dekat pintu keluar Trowulan atau di pusat kota Mojokerto, terdapat toko-toko oleh-oleh yang menjual Gethuk Goreng, Onde-onde, dan camilan khas lainnya. Sangat disarankan untuk membeli oleh-oleh di sini.
- Rumah Makan Spesialis: Beberapa rumah makan di Mojokerto mengkhususkan diri pada hidangan lokal tertentu, seperti Ayam Cungur atau hidangan olahan singkong. Tanyakan rekomendasi kepada penduduk setempat untuk menemukan permata tersembunyi.
Menjelajahi Trowulan bukan hanya tentang melihat masa lalu, tetapi juga tentang merasakan denyut nadi kehidupan masa kini di sekitarnya. Nikmati setiap suapan dan setiap interaksi lokal untuk pengalaman yang lebih kaya dan otentik.
Kesimpulan: Warisan Abadi Majapahit di Trowulan
Kompleks Candi Trowulan adalah lebih dari sekadar situs arkeologi; ia adalah monumen hidup yang saksi bisu kejayaan Kerajaan Majapahit, salah satu imperium terbesar dalam sejarah Nusantara. Berjalan di antara reruntuhan kuno ini adalah sebuah perjalanan waktu, sebuah kesempatan untuk terhubung langsung dengan peradaban yang telah membentuk identitas Indonesia. Dari arsitektur megah Candi Tikus dan Kolam Segaran hingga keagungan Gapura Bajang Ratu, setiap sudut Trowulan menyimpan cerita yang memukau.
Pengalaman di Trowulan tidak lengkap tanpa mengunjungi Museum Trowulan, yang menjadi gudang harta karun artefak dan memberikan pemahaman mendalam tentang kehidupan, seni, dan kepercayaan masyarakat Majapahit. Dengan perencanaan perjalanan yang baik, tips logistik yang tepat, dan kesiapan untuk menjelajahi kuliner lokal yang lezat, kunjungan Anda ke Trowulan akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Trowulan adalah pengingat akan warisan budaya bangsa yang kaya dan berharga. Ia mengajak kita untuk merenungkan masa lalu, menghargai pencapaian leluhur, dan terus melestarikan jejak sejarah ini untuk generasi mendatang. Jangan lewatkan kesempatan untuk menelusuri jejak Majapahit di Kompleks Candi Trowulan yang megah ini – sebuah destinasi yang wajib dikunjungi bagi setiap pecinta sejarah dan budaya Indonesia.
---