Atraksi16 Februari 2026

Menelusuri Jejak Islam Pertama: Makam Datuk Ri Bandang di Makassar

Pendahuluan

Makassar, kota metropolitan di pesisir barat daya Pulau Sulawesi, bukan hanya pusat ekonomi dan budaya yang dinamis, tetapi juga menyimpan jejak sejarah panjang yang membentuk identitasnya. Di antara berbagai peninggalan bersejarah, Makam Datuk Ri Bandang berdiri sebagai simbol penting penyebaran agama Islam di Nusantara, khususnya di wilayah Sulawesi. Terletak di jantung kota, situs ini menawarkan sebuah perjalanan spiritual dan edukatif yang mendalam bagi siapa saja yang ingin memahami akar keislaman di tanah Bugis-Makassar. Lebih dari sekadar makam, tempat ini adalah saksi bisu dari interaksi budaya, keberanian para ulama awal, dan bagaimana keyakinan baru diterima serta berkembang di tengah masyarakat yang kaya akan tradisi.

Makam Datuk Ri Bandang bukan hanya destinasi ziarah bagi umat Muslim, tetapi juga menjadi daya tarik budaya yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Keberadaannya mengingatkan kita pada sosok-sosok pionir yang gigih membawa ajaran Islam, menghadapi tantangan, dan akhirnya menancapkan pengaruhnya secara permanen. Mengunjungi situs ini adalah kesempatan untuk merenungkan sejarah, menghargai warisan leluhur, dan merasakan atmosfer spiritual yang kental. Artikel ini akan membawa Anda menelusuri lebih dalam tentang Makam Datuk Ri Bandang, mulai dari sejarahnya yang kaya, daya tarik utamanya, hingga tips praktis untuk mengunjunginya, serta pengalaman kuliner lokal yang tak boleh dilewatkan di Makassar. Bersiaplah untuk sebuah perjalanan yang mempesona ke masa lalu, di mana jejak Islam pertama kali terukir di Sulawesi.

Sejarah & Latar Belakang

Sejarah penyebaran Islam di Indonesia merupakan narasi panjang yang melibatkan peran para pedagang, ulama, dan cendekiawan dari berbagai penjuru dunia. Di Sulawesi, khususnya wilayah Makassar dan sekitarnya, proses ini tidak terlepas dari kedatangan tokoh-tokoh penting yang membawa ajaran Islam. Salah satu sosok yang paling dihormati dan diakui sebagai pembawa serta penyebar Islam pertama di Sulawesi adalah Datuk Ri Bandang. Beliau diperkirakan tiba di Makassar pada awal abad ke-17, sekitar tahun 1603 Masehi, meskipun beberapa sumber menyebutkan kedatangannya lebih awal. Kedatangan Datuk Ri Bandang bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari gelombang dakwah yang lebih luas yang diprakarsai oleh para ulama dari Gujarat, India, yang memiliki jaringan perdagangan kuat dengan Nusantara.

Datuk Ri Bandang, yang nama aslinya diyakini adalah Abdul Makmur Khatib Tunggal atau Syekh Abdul Makmur, berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Namun, misi dakwahnya membawanya jauh melintasi lautan hingga ke tanah Sulawesi. Beliau tidak datang sendirian, melainkan bersama dua orang rekannya yang juga ulama terkemuka, yaitu Datuk Patimang (Syekh Nurul Haq) dan Datuk Tiro (Syekh Abdul Jawad). Ketiga tokoh ini dikenal sebagai tiga serangkai penyebar Islam di Sulawesi. Datuk Ri Bandang fokus berdakwah di wilayah Makassar dan sekitarnya, sementara Datuk Patimang menyebarkan ajaran Islam di Luwu, dan Datuk Tiro di Tanette.

Kedatangan mereka disambut dengan berbagai reaksi. Masyarakat Sulawesi pada masa itu memiliki sistem kepercayaan animisme dan dinamisme yang kuat, serta pengaruh Hindu-Buddha yang telah lama tertanam. Namun, ajaran Islam yang dibawa Datuk Ri Bandang, yang menekankan pada keesaan Tuhan (tauhid), kesederhanaan, dan keadilan, perlahan namun pasti mulai menarik perhatian. Datuk Ri Bandang dikenal sebagai sosok yang bijaksana, berilmu luas, dan memiliki karisma yang kuat. Beliau tidak hanya mengajarkan ritual ibadah, tetapi juga nilai-nilai moral dan etika yang sesuai dengan ajaran Islam. Pendekatannya yang santun dan penuh kasih sayang, serta kemampuannya berdialog dengan para pemimpin lokal, menjadi kunci keberhasilannya.

Proses Islamisasi tidak terjadi dalam semalam. Datuk Ri Bandang dan para rekannya menghadapi tantangan, termasuk penolakan dari sebagian masyarakat dan para pemuka adat. Namun, dengan ketekunan, kesabaran, dan dukungan dari beberapa tokoh yang telah menerima Islam, ajaran ini terus menyebar. Pengaruh kerajaan-kerajaan lokal, seperti Kerajaan Gowa-Tallo, juga memainkan peran penting dalam percepatan penyebaran Islam. Ketika Raja Gowa, Sultan Alauddin, memeluk Islam pada tahun 1605 Masehi, hal ini menjadi momentum besar yang mendorong lebih banyak rakyatnya untuk mengikuti jejak sang raja. Masuknya Islam ke dalam struktur kekuasaan kerajaan memberikan legitimasi dan memfasilitasi penyebaran ajaran Islam ke seluruh pelosok negeri.

Setelah masa dakwahnya yang panjang dan penuh pengabdian, Datuk Ri Bandang akhirnya wafat di Makassar. Makam beliau kemudian didirikan sebagai penghormatan atas jasa-jasanya yang luar biasa dalam membawa cahaya Islam ke Sulawesi. Makam ini menjadi pusat spiritual dan sejarah yang penting, mengingatkan generasi penerus akan perjuangan para pendahulu dalam membangun peradaban Islam di tanah ini. Hingga kini, Makam Datuk Ri Bandang tetap menjadi salah satu situs paling bersejarah dan sakral di Makassar, menarik ribuan peziarah dan wisatawan setiap tahunnya untuk mengenang dan belajar dari kisah hidupnya. Keberadaan makam ini adalah bukti nyata dari warisan Islam yang kaya dan mendalam di Sulawesi Selatan.

Daya Tarik Utama

Makam Datuk Ri Bandang di Makassar menawarkan pengalaman yang kaya dan berlapis, menggabungkan aspek spiritual, sejarah, dan budaya. Situs ini bukan hanya sekadar tempat peristirahatan terakhir seorang tokoh penting, tetapi juga sebuah pusat ziarah yang hidup dan menjadi saksi bisu perkembangan Islam di Sulawesi. Pengunjung yang datang ke sini akan menemukan beberapa daya tarik utama yang membuat kunjungan mereka berkesan dan bermakna.

1. Makam Datuk Ri Bandang

Inti dari situs ini tentu saja adalah makam Datuk Ri Bandang sendiri. Makam ini terletak di dalam sebuah kompleks yang tenang dan terawat. Arsitektur makamnya mencerminkan kesederhanaan namun tetap memberikan kesan sakral. Batu nisan yang ada diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir beliau, menjadi fokus utama bagi para peziarah yang datang untuk berdoa, membaca Surah Yasin, dan mengirimkan doa kepada sang ulama. Suasana khidmat yang menyelimuti area makam memungkinkan pengunjung untuk merenung dan merasakan kedekatan spiritual. Keberadaan makam ini adalah pengingat visual yang kuat akan peran sentral Datuk Ri Bandang dalam sejarah Islam di Sulawesi.

2. Kompleks Makam dan Lingkungan Sekitar

Makam Datuk Ri Bandang berada dalam sebuah kompleks yang lebih luas, yang seringkali juga menjadi tempat peristirahatan bagi tokoh-tokoh penting lainnya atau kerabat beliau. Lingkungan sekitar makam biasanya dijaga kebersihannya dan dirawat dengan baik, menciptakan suasana yang damai dan kondusif untuk beribadah dan refleksi. Pengunjung dapat berjalan-jalan di area kompleks, mengamati detail-detail arsitektur, dan merasakan ketenangan yang ditawarkan oleh tempat ini. Seringkali, terdapat area terbuka atau taman kecil di sekitar makam yang menambah keasrian dan kenyamanan.

3. Nilai Sejarah dan Edukasi

Bagi para penggemar sejarah, Makam Datuk Ri Bandang adalah harta karun. Situs ini memberikan kesempatan langka untuk terhubung langsung dengan masa lalu dan memahami bagaimana Islam pertama kali diperkenalkan dan diterima di Sulawesi. Kisah perjuangan Datuk Ri Bandang, tantangan yang dihadapi, dan strategi dakwahnya dapat dipelajari melalui informasi yang tersedia di lokasi atau melalui cerita dari para penjaga makam. Ini adalah tempat belajar yang hidup, di mana sejarah tidak hanya dibaca dari buku, tetapi juga dirasakan melalui kehadiran fisik di situs bersejarah tersebut. Pengunjung dapat membayangkan bagaimana kehidupan di masa lalu, peran para ulama, dan bagaimana masyarakat berinteraksi dengan ajaran baru.

4. Pusat Ziarah dan Spiritual

Makam ini adalah destinasi ziarah yang sangat penting bagi umat Muslim, terutama di Makassar dan sekitarnya. Banyak pengunjung datang untuk menunaikan ibadah, memohon keberkahan, dan menghormati jasa-jasa Datuk Ri Bandang. Suasana spiritual yang kental terasa, terutama pada momen-momen keagamaan atau hari-hari tertentu. Kehadiran peziarah lain yang khusyuk beribadah menambah kedalaman pengalaman spiritual bagi pengunjung.

5. Arsitektur dan Seni Tradisional

Meskipun kesederhanaan seringkali menjadi ciri khas situs makam, terkadang terdapat elemen arsitektur atau seni tradisional yang menarik untuk diamati. Ini bisa berupa ukiran pada batu nisan, desain pagar makam, atau bangunan pendukung di sekitarnya yang mencerminkan gaya arsitektur lokal pada masanya. Memperhatikan detail-detail ini dapat memberikan wawasan tentang seni dan budaya masyarakat setempat pada periode tersebut.

6. Interaksi dengan Masyarakat Lokal

Mengunjungi Makam Datuk Ri Bandang juga memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal, termasuk para penjaga makam atau pedagang kecil di sekitar area. Mereka seringkali memiliki cerita menarik dan pengetahuan lokal yang dapat memperkaya pemahaman pengunjung tentang situs ini dan budayanya. Interaksi ini menambah dimensi otentik pada pengalaman perjalanan Anda.

7. Lokasi Strategis di Makassar

Situs ini berlokasi di area yang relatif mudah diakses di Makassar, membuatnya menjadi bagian yang menarik dari itinerary perjalanan kota. Keberadaannya yang strategis memungkinkan pengunjung untuk dengan mudah menggabungkannya dengan kunjungan ke objek wisata lain di Makassar, baik itu situs sejarah, pusat perbelanjaan, maupun kuliner khas. Hal ini menjadikan Makam Datuk Ri Bandang sebagai titik awal atau akhir yang ideal untuk menjelajahi kekayaan Makassar.

Secara keseluruhan, Makam Datuk Ri Bandang menawarkan lebih dari sekadar kunjungan singkat. Ini adalah sebuah pengalaman komprehensif yang menyentuh berbagai aspek, mulai dari keimanan, sejarah, budaya, hingga interaksi sosial. Pengunjung dipersilakan untuk datang dengan hati terbuka, siap untuk belajar, merenung, dan menghargai warisan berharga yang telah ditinggalkan oleh para pendahulu.

Tips Perjalanan & Logistik

Mengunjungi Makam Datuk Ri Bandang di Makassar memerlukan sedikit perencanaan agar perjalanan Anda berjalan lancar dan menyenangkan. Sebagai situs bersejarah dan keagamaan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait etiket, waktu kunjungan, aksesibilitas, dan persiapan lainnya. Berikut adalah panduan lengkap untuk membantu Anda merencanakan kunjungan:

Waktu Kunjungan Terbaik

  • Hari Biasa vs. Akhir Pekan: Makam ini terbuka untuk umum setiap hari. Namun, pada akhir pekan (Sabtu dan Minggu) serta hari libur nasional, situs ini cenderung lebih ramai dikunjungi oleh peziarah lokal. Jika Anda menginginkan suasana yang lebih tenang untuk beribadah dan merenung, disarankan untuk datang pada hari kerja.
  • Jam Operasional: Umumnya, situs makam terbuka dari pagi hingga sore hari. Namun, karena ini adalah tempat ziarah, seringkali tidak ada jam tutup yang ketat, terutama bagi peziarah yang datang di luar jam normal. Tetap disarankan untuk datang pada jam-jam yang dianggap sopan, biasanya antara pukul 08:00 hingga 17:00.
  • Momen Keagamaan: Jika Anda tertarik untuk merasakan suasana keagamaan yang lebih kental, pertimbangkan untuk berkunjung pada bulan Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, atau malam-malam khusus seperti Nuzulul Quran. Namun, perlu diingat bahwa keramaian akan sangat meningkat pada periode ini.

Cara Menuju Lokasi

  • Lokasi: Makam Datuk Ri Bandang terletak di Jalan Datuk Ri Bandang, Kelurahan Barrang Lompo, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Lokasinya cukup sentral dan mudah dijangkau dari berbagai area di Makassar.
  • Transportasi Publik: Anda bisa menggunakan angkutan umum lokal (petepete atau bemo) yang melewati area tersebut. Tanyakan kepada sopir angkutan umum mengenai rute yang menuju Jalan Datuk Ri Bandang.
  • Taksi/Ojek Online: Cara paling nyaman dan efisien adalah menggunakan taksi atau layanan ojek online (seperti Gojek atau Grab). Cukup masukkan alamat "Makam Datuk Ri Bandang" di aplikasi, dan Anda akan diantar langsung ke lokasi.
  • Kendaraan Pribadi: Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi (mobil atau motor), ikuti petunjuk arah navigasi menuju Jalan Datuk Ri Bandang. Perhatikan area parkir yang tersedia di sekitar makam.

Etiket dan Pakaian

  • Pakaian Sopan: Mengingat ini adalah situs keagamaan, sangat penting untuk mengenakan pakaian yang sopan dan tertutup. Hindari pakaian yang terlalu ketat, pendek, atau terbuka. Disarankan mengenakan celana panjang atau rok panjang, serta atasan yang menutupi bahu.
  • Lepas Alas Kaki: Saat memasuki area makam atau bangunan di sekitarnya, Anda diwajibkan untuk melepas alas kaki. Sediakan kaus kaki jika Anda merasa tidak nyaman berjalan tanpa alas kaki di permukaan yang mungkin terasa dingin atau kurang bersih.
  • Menjaga Ketenangan: Hargai suasana sakral tempat ini. Hindari berbicara terlalu keras, tertawa terbahak-bahak, atau membuat keributan yang dapat mengganggu peziarah lain.
  • Izin Foto: Jika Anda ingin mengambil foto, pastikan untuk selalu meminta izin terlebih dahulu, terutama jika ada peziarah lain yang sedang beribadah. Hindari memotret orang tanpa izin.

Akomodasi

Karena Makam Datuk Ri Bandang berada di pusat kota Makassar, Anda memiliki banyak pilihan akomodasi di sekitarnya. Mulai dari hotel berbintang, hotel budget, hingga penginapan sederhana. Cari akomodasi di area pusat kota atau dekat dengan Pantai Losari untuk kemudahan akses ke berbagai tempat wisata.

Biaya Masuk dan Donasi

  • Gratis Masuk: Umumnya, tidak ada biaya masuk resmi untuk mengunjungi Makam Datuk Ri Bandang. Tempat ini terbuka untuk umum sebagai situs bersejarah dan keagamaan.
  • Sumbangan Sukarela: Terdapat kotak donasi yang disediakan di area makam. Sumbangan ini digunakan untuk perawatan dan pemeliharaan situs. Anda dapat memberikan donasi seikhlasnya jika merasa terbantu atau ingin berkontribusi.

Fasilitas

  • Toilet: Biasanya tersedia fasilitas toilet umum di sekitar area makam, meskipun kondisinya bisa bervariasi. Sebaiknya bawa tisu basah atau hand sanitizer.
  • Tempat Wudhu: Bagi peziarah yang ingin menunaikan shalat, biasanya tersedia tempat wudhu.
  • Warung Kecil: Di sekitar area makam, seringkali terdapat warung-warung kecil yang menjual makanan ringan, minuman, air mineral, serta perlengkapan ziarah seperti bunga atau kain penutup.

Hal yang Perlu Dibawa

  • Air Minum: Bawa air minum sendiri, terutama jika Anda berkunjung pada siang hari yang terik.
  • Kamera: Untuk mengabadikan momen, namun ingat untuk selalu menghargai etiket pemotretan.
  • Payung/Topi: Untuk melindungi diri dari terik matahari atau jika hujan.
  • Uang Tunai: Untuk keperluan donasi, membeli makanan/minuman di warung, atau transportasi lokal.

Keamanan

Jaga barang bawaan Anda dengan baik, terutama di tempat yang ramai. Seperti di destinasi wisata lainnya, kewaspadaan selalu penting.

Mengikuti tips ini akan membantu Anda mendapatkan pengalaman yang lebih baik saat mengunjungi Makam Datuk Ri Bandang. Nikmati kunjungan Anda yang penuh makna ke salah satu situs paling bersejarah di Makassar!

Kuliner & Pengalaman Lokal

Mengunjungi Makam Datuk Ri Bandang tidak hanya memberikan pengalaman spiritual dan sejarah, tetapi juga kesempatan emas untuk menyelami kekayaan kuliner dan budaya masyarakat Makassar. Sebagai kota pelabuhan yang dinamis, Makassar dikenal dengan hidangan lautnya yang segar dan cita rasa khasnya yang kuat. Setelah merenungi sejarah di makam, saatnya memanjakan lidah dengan berbagai sajian lezat yang ditawarkan kota ini.

1. Coto Makassar

Tidak ada kunjungan ke Makassar yang lengkap tanpa mencicipi Coto Makassar. Hidangan sup daging sapi ini adalah ikon kuliner kota. Terbuat dari campuran rempah-rempah khas yang kaya, daging sapi (biasanya campur dengan jeroan seperti babat, usus, dan otak), kuahnya yang kental dan gurih disajikan panas mengepul. Coto Makassar biasanya disantap dengan ketupat atau nasi dan ditambahkan dengan taburan seledri, bawang goreng, dan perasan jeruk nipis. Jangan lupa cocolannya, yaitu burasa (sejenis lontong yang dibungkus daun pisang).

2. Pallubasa

Mirip dengan Coto Makassar, Pallubasa juga merupakan sup daging sapi yang kaya rasa. Perbedaan utamanya terletak pada penggunaan kelapa sangrai yang dihaluskan sebagai salah satu bumbu utamanya, memberikan aroma dan tekstur yang khas. Pallubasa juga disajikan dengan nasi atau ketupat dan seringkali dilengkapi dengan telur rebus atau irisan daging.

3. Konro

Bagi pecinta iga sapi, Konro adalah pilihan yang wajib dicoba. Iga sapi yang dimasak dengan kuah kaya rempah ini memiliki cita rasa yang gurih dan sedikit pedas. Konro bisa dinikmati dalam dua varian: sup konro yang disajikan berkuah, atau konro bakar yang dibakar setelah direbus lalu disiram bumbu kacang yang lezat. Keduanya sama-sama nikmat.

4. Ikan Bakar dan Seafood Segar

Makassar berbatasan langsung dengan laut, sehingga hasil lautnya selalu segar. Anda bisa menemukan banyak restoran atau warung makan yang menyajikan ikan bakar dengan berbagai bumbu, mulai dari bumbu kuning, bumbu rica-rica, hingga bumbu kecap. Selain ikan bakar, cumi bakar, udang, dan kepiting juga menjadi menu favorit.

5. Pisang Epe

Sebagai hidangan penutup atau camilan, Pisang Epe adalah pilihan yang unik dan lezat. Pisang kepok yang dibakar atau digoreng, kemudian dipipihkan (disebut 'epe'), lalu disiram dengan saus gula merah kental yang ditambahkan sedikit rasa pandan atau durian. Rasanya manis legit dan sangat cocok untuk mengakhiri santapan Anda.

6. Kopi Toraja

Sulawesi Selatan juga terkenal dengan hasil kopinya, terutama Kopi Toraja. Nikmati secangkir kopi Toraja yang kaya aroma dan rasa di kafe-kafe lokal. Kopi ini memiliki cita rasa yang kuat dan sedikit earthy, menjadikannya pendamping sempurna untuk bersantai setelah seharian beraktivitas.

Pengalaman Lokal Lainnya

  • Pasar Tradisional: Kunjungi pasar tradisional seperti Pasar Terong atau Pasar Sentral untuk merasakan denyut nadi kehidupan lokal. Di sini Anda bisa menemukan berbagai macam hasil bumi, bumbu-bumbu segar, makanan khas yang dijual oleh pedagang kaki lima, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.
  • Warung Kopi (Warkop): Warkop adalah bagian tak terpisahkan dari budaya Makassar. Tempat ini tidak hanya menjual kopi, tetapi juga menjadi pusat berkumpulnya warga untuk berbincang, bertukar informasi, dan menikmati jajanan ringan. Suasana di warkop sangat khas dan otentik.
  • Interaksi dengan Penduduk: Masyarakat Makassar dikenal ramah. Jangan ragu untuk bertanya atau berinteraksi dengan penduduk lokal. Mereka seringkali dengan senang hati memberikan rekomendasi tempat makan terbaik atau menceritakan tentang budaya mereka.

Dengan menjelajahi kuliner dan pengalaman lokal di sekitar Makam Datuk Ri Bandang, Anda tidak hanya memuaskan rasa lapar, tetapi juga memperkaya pemahaman Anda tentang warisan budaya dan gaya hidup masyarakat Makassar yang unik dan menarik.

Kesimpulan

Makam Datuk Ri Bandang di Makassar adalah lebih dari sekadar sebuah situs bersejarah; ia adalah monumen hidup yang menceritakan kisah penting tentang bagaimana Islam pertama kali berakar kuat di tanah Sulawesi. Mengunjungi tempat ini menawarkan kesempatan unik untuk terhubung dengan masa lalu, merenungkan nilai-nilai spiritual, dan menghargai dedikasi para ulama pendahulu seperti Datuk Ri Bandang, Datuk Patimang, dan Datuk Tiro yang telah membawa cahaya ajaran Islam hingga ke pelosok Nusantara. Dengan atmosfernya yang khidmat, nilai edukasinya yang tinggi, dan lokasinya yang strategis di kota Makassar, situs ini menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bagi para peziarah, pecinta sejarah, dan wisatawan budaya.

Perjalanan ke Makam Datuk Ri Bandang akan semakin lengkap dengan menikmati kekayaan kuliner khas Makassar yang menggugah selera, mulai dari Coto Makassar yang legendaris hingga hidangan laut segar yang tak tertandingi. Pengalaman bersantap ini, ditambah dengan interaksi dengan masyarakat lokal yang ramah, akan memberikan gambaran utuh tentang keunikan budaya Sulawesi Selatan. Dengan perencanaan yang matang dan sikap menghargai, kunjungan Anda ke Makam Datuk Ri Bandang akan menjadi pengalaman yang tidak hanya berkesan tetapi juga mencerahkan, meninggalkan jejak mendalam di hati dan pikiran Anda tentang warisan Islam yang kaya di Indonesia.

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?