Kuilβ€’16 Februari 2026

Jejak Kejayaan Majapahit: Jelajahi Situs Sejarah Trowulan

Pendahuluan

Selamat datang di Trowulan, jantung spiritual dan politik Kerajaan Majapahit, salah satu imperium maritim terbesar dalam sejarah Nusantara. Terletak di Mojokerto, Jawa Timur, Trowulan bukanlah sekadar reruntuhan kuno, melainkan sebuah kapsul waktu yang menyimpan kisah kejayaan, peradaban maju, dan warisan budaya yang membanggakan Indonesia. Bagi para pecinta sejarah, arkeologi, dan penjelajah budaya, Trowulan menawarkan pengalaman yang tak terlupakan. Di sini, Anda dapat menapaki jejak para raja, bangsawan, dan rakyat jelata yang hidup ribuan tahun lalu, membayangkan kemegahan istana, hiruk pikuk pasar, dan ketenangan candi-candi yang kini hanya menyisakan puing-puing megah.

Artikel ini akan membawa Anda dalam perjalanan menelusuri keajaiban Trowulan, dari sejarah kelam hingga masa keemasannya, mengupas daya tarik utama yang wajib dikunjungi, serta memberikan panduan praktis agar penjelajahan Anda semakin berkesan. Bersiaplah untuk terpesona oleh peninggalan Majapahit yang tersebar di berbagai situs arkeologi, museum, dan monumen yang menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu. Mari kita mulai petualangan kita menyingkap tabir misteri Trowulan, menggali lebih dalam tentang kerajaan yang membentuk identitas bangsa ini.

Sejarah & Latar Belakang

Kerajaan Majapahit berdiri sebagai permata mahkota peradaban Nusantara, mencapai puncak kejayaannya antara abad ke-13 hingga ke-15 Masehi. Berpusat di wilayah yang kini dikenal sebagai Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Majapahit bukan hanya sebuah kerajaan, melainkan sebuah imperium maritim yang pengaruhnya membentang luas dari Sumatera hingga Papua, bahkan hingga ke luar Nusantara. Didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293 M, Majapahit mewarisi semangat dan tradisi kerajaan-kerajaan sebelumnya, namun berhasil mengembangkannya menjadi entitas politik dan budaya yang unik.

Peran Trowulan sebagai ibu kota Majapahit sangatlah krusial. Berdasarkan catatan sejarah dan penemuan arkeologis, Trowulan adalah pusat pemerintahan, ekonomi, dan kebudayaan. Kota ini diperkirakan memiliki tata kota yang teratur, dengan kanal-kanal air yang membelah wilayahnya, istana megah, tempat ibadah, pemukiman penduduk, dan pasar yang ramai. Sungai Brantas menjadi urat nadi kehidupan Trowulan, memfasilitasi perdagangan dan transportasi. Kehidupan di Trowulan pada masa itu digambarkan sebagai masyarakat yang dinamis, religius, dan memiliki tingkat peradaban yang tinggi.

Periode keemasan Majapahit seringkali dikaitkan dengan masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350-1389 M) dan Mahapatih Gajah Mada. Di bawah kepemimpinan mereka, Majapahit mencapai puncak ekspansinya, yang dikenal dengan Sumpah Palapa Gajah Mada yang bertekad menyatukan seluruh Nusantara. Sastra, seni, dan arsitektur berkembang pesat. Kitab-kitab seperti Nagarakretagama karya Mpu Prapanca dan Pararaton mencatat berbagai aspek kehidupan Majapahit, termasuk struktur pemerintahan, sistem sosial, kepercayaan, serta kisah para raja dan tokoh penting.

Namun, kejayaan sebuah kerajaan tidak abadi. Setelah masa keemasan, Majapahit mulai mengalami kemunduran akibat berbagai faktor, seperti perselisihan internal, munculnya kerajaan-kerajaan baru yang lebih kuat, serta perubahan arah perdagangan global. Pada awal abad ke-16, Majapahit diperkirakan telah runtuh dan wilayahnya terpecah belah. Meskipun demikian, warisan Majapahit tetap hidup, memengaruhi perkembangan kerajaan-kerajaan selanjutnya dan menjadi fondasi penting bagi identitas kebangsaan Indonesia.

Penemuan situs-situs arkeologi di Trowulan sejak abad ke-19 hingga kini terus membuka jendela baru untuk memahami lebih dalam tentang Majapahit. Dari reruntuhan candi, patung-patung dewa dan dewi, prasasti, hingga artefak sehari-hari, semuanya memberikan gambaran nyata tentang kehidupan masyarakat Majapahit. Trowulan kini menjadi kawasan cagar budaya yang dilindungi, menjadi bukti nyata bahwa bumi Nusantara pernah menjadi saksi bisu kejayaan salah satu kerajaan terbesar di Asia Tenggara.

Main Attractions

Menjelajahi Trowulan adalah sebuah perjalanan kembali ke masa lalu, menapak tilas jejak kejayaan Kerajaan Majapahit. Kawasan ini kaya akan situs-situs arkeologi yang tersebar, masing-masing menceritakan fragmen kehidupan dan peradaban masa lalu. Berikut adalah beberapa daya tarik utama yang tidak boleh Anda lewatkan:

1. Candi Tikus

Salah satu situs yang paling ikonik di Trowulan adalah Candi Tikus. Ditemukan pada tahun 1936, candi ini memiliki keunikan arsitektur yang menyerupai sebuah petirtaan atau tempat pemandian suci. Dinding candi dihiasi dengan relief-relief hewan dan tumbuhan, serta patung-patung kecil yang menambah keindahan. Nama 'Tikus' konon berasal dari penemuan candi ini yang terpendam di bawah tanah dan ditemukan oleh para petani yang sedang menggali. Candi Tikus diperkirakan berfungsi sebagai tempat pemandian para raja dan bangsawan Majapahit, serta memiliki makna filosofis terkait dengan air suci dan kesucian.

2. Candi Bajang Ratu

Candi Bajang Ratu adalah sebuah gapura megah yang diperkirakan merupakan pintu masuk ke kompleks keraton Majapahit atau sebagai tugu peringatan. Arsitektur candi ini sangat khas dengan ukiran-ukiran detail yang memukau. Relief yang tergambar di dindingnya menceritakan kisah-kisah epik dan mitologi. Candi ini memiliki nilai sejarah yang tinggi karena diperkirakan dibangun untuk menghormati Raja Jayanegara, salah satu raja Majapahit yang memerintah pada abad ke-14. Keberadaan Candi Bajang Ratu menunjukkan kemajuan seni arsitektur dan ukir Majapahit yang sangat tinggi.

3. Candi Brahu

Candi Brahu merupakan salah satu candi tertua di Trowulan, diperkirakan didirikan pada abad ke-15 Masehi. Bangunan candi ini terbuat dari batu bata merah, dengan struktur yang masih cukup utuh. Nama 'Brahu' diyakini berasal dari kata 'Wrahma' atau 'Brahma', yang menunjukkan kemungkinan adanya pengaruh agama Hindu dalam pemujaan di candi ini. Candi Brahu seringkali dianggap sebagai tempat pembakaran jenazah raja-raja Majapahit, sesuai dengan tradisi yang berkembang pada masa itu. Keunikan Candi Brahu terletak pada bentuknya yang menyerupai stupa Buddha, mengindikasikan adanya akulturasi budaya dan agama.

4. Kolam Segaran

Kolam Segaran adalah sebuah kolam buatan yang luas, diperkirakan dibangun pada masa kejayaan Majapahit. Ukuran kolam ini cukup besar, dengan panjang sekitar 375 meter dan lebar 125 meter. Kolam ini diperkirakan berfungsi sebagai sumber air untuk irigasi, tempat rekreasi bagi para bangsawan, atau sebagai bagian dari sistem pertahanan kota. Dinding kolam terbuat dari susunan batu bata merah yang kokoh. Penemuan Kolam Segaran memberikan gambaran tentang kemampuan Majapahit dalam rekayasa hidrolik dan perencanaan kota yang canggih.

5. Museum Trowulan

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, kunjungan ke Museum Trowulan sangatlah penting. Museum ini menyimpan berbagai koleksi artefak yang ditemukan di situs-situs arkeologi Trowulan, seperti gerabah, perhiasan, alat-alat rumah tangga, prasasti, patung-patung, dan replika bangunan. Dengan melihat koleksi ini, pengunjung dapat membayangkan kehidupan sehari-hari masyarakat Majapahit, kepercayaan mereka, serta tingkat teknologi yang mereka miliki. Museum ini menjadi pusat informasi dan edukasi yang vital bagi siapa saja yang ingin mendalami sejarah Majapahit.

6. Situs Pendopo Agung

Situs Pendopo Agung dipercaya sebagai lokasi bekas istana Raja Majapahit. Meskipun kini hanya menyisakan fondasi dan beberapa sisa bangunan, tempat ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Berdiri di sini, Anda dapat membayangkan kemegahan istana tempat para raja berkuasa, mengambil keputusan penting, dan menyelenggarakan berbagai upacara kenegaraan. Situs ini juga seringkali menjadi tempat diadakannya upacara adat dan ritual yang berkaitan dengan pelestarian budaya Majapahit.

7. Situs Sentono

Situs Sentono merupakan salah satu kompleks pemukiman bangsawan Majapahit. Di sini, Anda dapat melihat sisa-sisa bangunan, dinding, dan fondasi rumah yang menunjukkan tata letak pemukiman pada masa itu. Penemuan situs ini memberikan wawasan tentang struktur sosial dan kehidupan keluarga bangsawan Majapahit, termasuk gaya arsitektur rumah mereka.

Setiap situs di Trowulan menawarkan perspektif unik tentang Kerajaan Majapahit. Dengan menjelajahi semuanya, Anda akan mendapatkan gambaran yang utuh tentang kompleksitas dan kejayaan peradaban yang pernah berkuasa di bumi Nusantara ini.

Travel Tips & Logistics

Merencanakan kunjungan ke Trowulan, situs bersejarah Kerajaan Majapahit, memerlukan sedikit persiapan agar penjelajahan Anda berjalan lancar dan menyenangkan. Berikut adalah beberapa tips perjalanan dan logistik yang penting untuk diperhatikan:

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

  • Musim Kemarau (April - Oktober): Cuaca cenderung lebih cerah dan kering, ideal untuk menjelajahi situs-situs terbuka. Hindari tengah hari yang terik.
  • Hindari Hari Libur Nasional & Akhir Pekan: Trowulan bisa sangat ramai pada periode ini. Jika Anda menginginkan pengalaman yang lebih tenang, pilihlah hari kerja.

Cara Menuju Trowulan

  • Dari Surabaya: Trowulan berjarak sekitar 50-60 km dari Surabaya. Anda dapat menggunakan:
  • Kendaraan Pribadi/Sewa: Ikuti jalan tol Surabaya-Mojokerto, lalu keluar menuju Trowulan. Waktu tempuh sekitar 1-1.5 jam.
  • Kereta Api: Naik kereta dari Stasiun Pasar Turi atau Gubeng Surabaya menuju Stasiun Mojokerto, lalu lanjutkan dengan angkutan umum atau taksi ke Trowulan.
  • Bus: Naik bus antarkota dari Terminal Bungurasih Surabaya menuju Terminal Mojokerto, lalu lanjutkan ke Trowulan.
  • Dari Malang: Trowulan berjarak sekitar 60-70 km dari Malang. Cara terbaik adalah menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa mobil.

Transportasi di Trowulan

Kawasan situs Trowulan cukup luas dan tersebar. Untuk berpindah antar situs, Anda memiliki beberapa pilihan:

  • Sewa Sepeda Motor/Mobil: Pilihan paling nyaman jika Anda ingin fleksibel. Banyak penyewaan di sekitar Mojokerto atau Trowulan.
  • Becak/Ojek: Pilihan ekonomis untuk jarak pendek antar situs yang berdekatan. Tawar harga sebelum naik.
  • Jalan Kaki: Jika Anda suka berjalan kaki dan ingin merasakan suasana pedesaan, Anda bisa berjalan kaki antar situs yang berdekatan, namun pastikan Anda memiliki stamina yang cukup dan membawa bekal air minum.

Akomodasi

  • Di Mojokerto: Ada beberapa pilihan hotel dan penginapan di Kota Mojokerto yang dapat Anda jadikan basis.
  • Dekat Trowulan: Pilihan akomodasi di Trowulan sendiri masih terbatas, namun ada beberapa homestay atau penginapan sederhana yang bisa Anda temukan.

Tiket Masuk & Jam Operasional

  • Tiket Masuk: Setiap situs biasanya memiliki tiket masuk yang terjangkau. Harga tiket dapat bervariasi, sekitar Rp 5.000 - Rp 15.000 per situs.
  • Jam Operasional: Umumnya situs-situs terbuka dari pagi hingga sore hari (sekitar pukul 08.00 - 17.00 WIB). Museum Trowulan memiliki jam operasional yang sedikit berbeda, selalu cek informasi terbaru.

Apa yang Perlu Dibawa

  • Air Minum: Sangat penting, terutama saat musim kemarau. Beli atau bawa dari tempat Anda menginap.
  • Topi/Payung: Melindungi dari terik matahari.
  • Sunscreen: Paparan sinar matahari bisa cukup intens.
  • Sepatu yang Nyaman: Anda akan banyak berjalan kaki.
  • Kamera: Abadikan momen-momen bersejarah Anda.
  • Uang Tunai: Beberapa tempat mungkin tidak menerima pembayaran digital.
  • Obat-obatan Pribadi: Jika diperlukan.

Tips Tambahan

  • Gunakan Pemandu Lokal: Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah dan makna setiap situs, pertimbangkan untuk menyewa pemandu lokal yang tersedia di beberapa situs utama.
  • Hormati Situs Sejarah: Jaga kebersihan, jangan membuang sampah sembarangan, dan hindari merusak peninggalan yang ada.
  • Rencanakan Rute: Buat daftar situs yang ingin Anda kunjungi dan susun rute yang efisien untuk menghemat waktu dan tenaga.
  • Nikmati Suasana: Trowulan bukan hanya tentang melihat reruntuhan, tetapi juga merasakan atmosfer sejarah. Luangkan waktu untuk duduk, merenung, dan membayangkan kehidupan di masa Majapahit.
  • Cek Informasi Terbaru: Kondisi objek wisata dapat berubah. Selalu cek informasi terbaru mengenai jam buka, harga tiket, atau akses jalan sebelum Anda berangkat.

Dengan persiapan yang matang, penjelajahan Anda di Trowulan akan menjadi pengalaman yang kaya akan pengetahuan dan sangat berkesan, membawa Anda lebih dekat dengan warisan kejayaan Majapahit.

Kuliner & Pengalaman Lokal

Selain kekayaan sejarahnya, Trowulan dan daerah sekitarnya di Mojokerto juga menawarkan pengalaman kuliner dan lokal yang otentik, melengkapi petualangan Anda menelusuri jejak Majapahit.

Kuliner Khas Mojokerto

Saat berada di Trowulan atau Mojokerto, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi beberapa hidangan lokal yang lezat:

  • Ayam Panggang Mojokerto: Aroma dan cita rasa ayam panggang di Mojokerto memiliki ciri khas tersendiri. Biasanya disajikan dengan bumbu rempah yang meresap dan sambal yang menggugah selera.
  • Nasi Goreng Jowo: Versi nasi goreng yang kaya rasa, seringkali dimasak dengan kecap manis dan bumbu tradisional yang membuatnya berbeda dari nasi goreng pada umumnya.
  • Sate Sapi/Kambing: Seperti di banyak daerah lain di Jawa, sate sapi atau kambing di Mojokerto juga patut dicoba. Dagingnya yang empuk disajikan dengan bumbu kacang atau bumbu kecap.
  • Gethuk Goreng: Camilan manis yang terbuat dari singkong, digoreng hingga renyah di luar dan lembut di dalam. Cocok dinikmati sebagai teman perjalanan.
  • Wedang Ronde: Minuman hangat yang menyegarkan, terbuat dari jahe, berisi bola-bola ketan dan kacang. Sangat cocok untuk menghangatkan badan setelah seharian berkeliling situs bersejarah.

Pengalaman Lokal yang Unik

Selain kuliner, ada beberapa pengalaman lokal yang bisa Anda dapatkan di Trowulan dan sekitarnya:

  • Berinteraksi dengan Penduduk Lokal: Masyarakat di sekitar Trowulan umumnya ramah dan terbuka. Cobalah berbincang dengan mereka untuk mengetahui lebih banyak tentang kehidupan sehari-hari dan cerita-cerita lokal yang mungkin tidak tertulis dalam buku sejarah.
  • Mengunjungi Pasar Tradisional: Pasar tradisional di Mojokerto atau desa-desa di sekitar Trowulan menawarkan pemandangan kehidupan sehari-hari yang otentik. Anda bisa melihat berbagai macam hasil bumi, kerajinan tangan, dan merasakan denyut nadi ekonomi lokal.
  • Melihat Kerajinan Lokal: Tergantung pada musim dan kesempatan, Anda mungkin dapat menemukan pengrajin lokal yang membuat gerabah atau kerajinan lain yang terinspirasi dari masa lalu Majapahit.
  • Menyaksikan Upacara Adat (Jika Beruntung): Terkadang, di situs-situs tertentu atau di desa-desa sekitar Trowulan, diadakan upacara adat yang berkaitan dengan pelestarian budaya Majapahit. Jika jadwal kunjungan Anda bertepatan, ini bisa menjadi pengalaman yang sangat berharga.
  • Menikmati Suasana Pedesaan: Trowulan dikelilingi oleh hamparan sawah dan pedesaan yang tenang. Luangkan waktu untuk menikmati keindahan alam dan ketenangan suasana yang kontras dengan hiruk pikuk kota.

Berbelanja Oleh-oleh

Beberapa oleh-oleh khas yang bisa Anda bawa pulang dari Trowulan atau Mojokerto antara lain:

  • Gerabah: Replika atau kerajinan gerabah yang terinspirasi dari temuan arkeologi Majapahit.
  • Makanan Ringan Lokal: Seperti gethuk goreng, keripik singkong, atau kue tradisional lainnya.
  • Kain Batik (jika tersedia): Meskipun bukan sentra batik utama, terkadang Anda bisa menemukan batik dengan motif lokal.

Menikmati kuliner lokal dan berinteraksi dengan masyarakat setempat akan memberikan dimensi tambahan pada kunjungan Anda ke Trowulan. Ini bukan hanya tentang melihat masa lalu, tetapi juga merasakan kehidupan masa kini yang terus terjalin dengan warisan sejarah.

Kesimpulan

Trowulan adalah destinasi yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang ingin memahami akar sejarah dan kejayaan bangsa Indonesia. Sebagai pusat Kerajaan Majapahit, situs ini menawarkan jendela tak ternilai ke masa lalu, memamerkan arsitektur megah, artefak bersejarah, dan kekayaan budaya yang masih terasa hingga kini. Dari Candi Tikus yang memesona hingga Museum Trowulan yang informatif, setiap sudut Trowulan menyimpan cerita tentang peradaban yang maju dan berpengaruh.

Penjelajahan di Trowulan bukan hanya sekadar melihat reruntuhan, tetapi sebuah pengalaman mendalam yang menghubungkan kita dengan leluhur dan warisan mereka. Dengan perencanaan yang matang, tips perjalanan yang tepat, serta kesediaan untuk merasakan kuliner dan pengalaman lokal, kunjungan Anda ke Trowulan akan menjadi petualangan yang kaya akan pengetahuan, inspirasi, dan kenangan tak terlupakan. Mari jadikan Trowulan sebagai bukti nyata bahwa sejarah adalah guru terbaik, dan warisan Majapahit adalah kebanggaan kita bersama.

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?