Kuliner16 Februari 2026

Oleh-Oleh Khas Nusa Tenggara Barat yang Paling Diburu

Pendahuluan

Nusa Tenggara Barat (NTB), sebuah provinsi kepulauan yang memesona di Indonesia, bukan hanya surganya pantai-pantai eksotis dan budaya yang kaya, tetapi juga destinasi kuliner yang tak kalah memukau. Bagi para pelancong yang berkesempatan menjelajahi keindahan Lombok dan Sumbawa, membawa pulang oleh-oleh khas NTB yang autentik adalah sebuah keharusan. Pengalaman berwisata akan terasa kurang lengkap tanpa mencicipi kelezatan lokal dan memboyong pulang kenangan dalam bentuk suvenir yang unik. Dari cita rasa rempah yang kuat hingga kerajinan tangan yang penuh makna, NTB menawarkan ragam pilihan yang memanjakan lidah dan mata. Artikel ini akan membawa Anda menyelami dunia oleh-oleh NTB paling dicari, menggali sejarahnya, menampilkan daya tarik utamanya, serta memberikan tips praktis agar perburuan suvenir Anda berjalan lancar. Bersiaplah untuk menemukan harta karun kuliner dan kerajinan yang akan membuat perjalanan Anda ke NTB semakin berkesan dan tak terlupakan.

Sejarah & Latar Belakang

Sejarah oleh-oleh khas NTB sangat erat kaitannya dengan kekayaan alam dan tradisi masyarakat setempat yang telah berlangsung turun-temurun. Kepulauan ini, yang meliputi Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, memiliki sejarah panjang sebagai jalur perdagangan penting di Nusantara. Interaksi dengan berbagai budaya, mulai dari pedagang Nusantara, India, Tiongkok, hingga Eropa, telah membentuk lanskap kuliner dan seni kerajinan NTB menjadi sangat unik.

Di Lombok, tradisi Sasak yang kuat memengaruhi lahirnya berbagai kerajinan tangan. Kain tenun tradisional seperti songket Lombok dan ikat Sasak bukan sekadar pakaian, melainkan cerminan filosofi hidup, status sosial, dan cerita leluhur. Pembuatan kain-kain ini memerlukan ketelitian luar biasa, menggunakan alat tenun tradisional (geringgan) dan pewarna alami yang diambil dari tumbuhan. Proses ini bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun untuk satu helai kain yang kompleks, menjadikannya karya seni yang sangat berharga. Sejarah pembuatan tenun ini diperkirakan telah ada sejak abad ke-17, dipengaruhi oleh tradisi tenun dari daerah lain di Nusantara.

Sementara itu, di Sumbawa, budaya Samawa juga memiliki kontribusi signifikan. Kerajinan perak Sumbawa, yang terkenal dengan motif-motif khasnya yang terinspirasi dari alam dan kepercayaan lokal, memiliki akar sejarah yang dalam. Dulu, perhiasan perak tidak hanya berfungsi sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai simbol kekayaan, status, dan bahkan perlindungan spiritual. Teknik pembuatan perhiasan perak ini diwariskan dari generasi ke generasi, dengan para pengrajin yang menguasai teknik patri dan ukir yang rumit.

Dalam ranah kuliner, oleh-oleh makanan khas NTB lahir dari hasil bumi melimpah ruah yang didukung oleh iklim tropis. Rempah-rempah seperti cabai, bawang, kunyit, jahe, dan ketumbar tumbuh subur, menjadi bumbu dasar berbagai masakan lezat. Pengaruh budaya Mataram, Bugis, dan Bali juga terlihat dalam beberapa hidangan, menciptakan perpaduan cita rasa yang kaya. Misalnya, Ayam Taliwang yang pedas dan gurih, dipercaya berasal dari daerah Taliwang di Sumbawa Barat, menjadi ikon kuliner NTB. Seiring waktu, teknik pengolahan dan penyajian terus berkembang, namun esensi rasa otentik tetap terjaga.

Perkembangan pariwisata di NTB, terutama sejak booming pariwisata Lombok pasca-gempa 2018 dan persiapan MotoGP di Sirkuit Mandalika, semakin mendorong popularitas oleh-oleh lokal. Pemerintah daerah dan masyarakat berupaya melestarikan dan mempromosikan produk-produk unggulan ini agar tidak hanya dinikmati oleh wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi para pengrajin dan petani. Oleh karena itu, setiap oleh-oleh yang Anda bawa pulang dari NTB bukan hanya sekadar barang, melainkan sebuah cerita panjang tentang sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang patut dihargai.

Main Attractions

Nusa Tenggara Barat (NTB) menawarkan pesona yang luar biasa melalui ragam oleh-olehnya yang unik dan autentik. Bagi para pencari oleh-oleh khas NTB, destinasi ini menyajikan harta karun yang tak terhitung jumlahnya, mulai dari cita rasa kuliner yang menggugah selera hingga karya seni kerajinan tangan yang memukau.

1. Kuliner Khas NTB yang Menggoda Selera

  • Ayam Taliwang: Ini adalah ikon kuliner NTB yang paling terkenal. Terbuat dari ayam kampung muda yang dibakar dengan bumbu pedas manis kaya rempah, Ayam Taliwang memiliki cita rasa otentik yang sulit dilupakan. Bumbu utamanya meliputi cabai merah, bawang merah, bawang putih, terasi, dan sedikit gula merah. Biasanya disajikan dengan plecing kangkung dan sambal tette (sambal tomat segar). Oleh-oleh makanan NTB ini sangat cocok untuk dibawa pulang dalam bentuk bumbu instan atau ayam yang sudah diolah ringan (vacum pack) jika memungkinkan, namun paling nikmat disantap langsung di tempat asalnya.
  • Plecing Kangkung: Sayuran kangkung segar yang direbus dan disiram dengan sambal plecing yang khas. Sambal ini terbuat dari cabai rawit, tomat, terasi bakar, bawang putih, dan kencur, memberikan sensasi pedas segar yang luar biasa. Meskipun sulit dibawa pulang dalam bentuk segar, bumbu plecing siap pakai bisa menjadi pilihan oleh-oleh NTB yang menarik.
  • Sate Ikan Tanjung: Berasal dari Desa Tanjung di Lombok Utara, sate ikan ini menggunakan ikan segar yang dibalut bumbu khas sebelum dibakar. Teksturnya lembut dan rasanya gurih, berbeda dari sate pada umumnya. Sate ini seringkali menjadi pilihan oleh-oleh makanan NTB yang dicari wisatawan yang berkunjung ke daerah pantai.
  • Ronggeng (Singkong Goreng): Camilan renyah dari singkong yang digoreng dan diberi taburan bumbu gurih atau manis. Sangat cocok sebagai teman minum kopi atau teh. Oleh-oleh NTB ini mudah ditemukan di pasar tradisional dan sangat disukai oleh berbagai kalangan.
  • Kue Cincin: Kue tradisional berbentuk cincin dengan rasa manis legit, terbuat dari tepung beras, gula merah, dan kelapa parut. Kue ini seringkali menjadi hidangan pelengkap saat perayaan adat. Keunikan bentuk dan rasanya menjadikannya oleh-oleh NTB yang menarik.
  • Dodol Rumput Laut: Produk inovatif dari budidaya rumput laut yang melimpah di NTB. Dodol ini memiliki tekstur kenyal dan rasa manis yang khas, serta kaya akan manfaat kesehatan. Ini adalah salah satu oleh-oleh NTB yang menyehatkan dan unik.

2. Kerajinan Tangan Berkualitas Tinggi

  • Tenun Ikat dan Songket Lombok: Ini adalah mahakarya seni tekstil NTB. Kain tenun ikat Sasak menampilkan motif-motif geometris dan simbolis yang dibuat dengan teknik ikat sebelum ditenun. Sementara itu, songket Lombok terkenal dengan benang emas atau peraknya yang diselipkan di antara benang katun, menciptakan kemilau mewah. Motif-motifnya sangat beragam, mulai dari motif tradisional seperti patola, subahnale, hingga motif kontemporer. Harga bervariasi tergantung kerumitan motif dan kualitas bahan. Ini adalah oleh-oleh NTB yang paling berharga dan sarat makna.
  • Kerajinan Perak Sumbawa: Terkenal dengan kualitasnya yang halus dan desain yang unik, perhiasan perak Sumbawa menjadi incaran banyak wisatawan. Motif-motif seperti 'kopak langi' (langit), 'bunga' (bunga), dan 'burung' (burung) seringkali diaplikasikan pada gelang, kalung, cincin, dan anting. Para pengrajin di Seketeng, Sumbawa, telah menguasai teknik patri dan ukir yang mendunia. Ini adalah oleh-oleh NTB yang elegan dan tahan lama.
  • Batik Sasambo: Perpaduan unik antara batik dari tiga suku besar di NTB: Sasak, Samawa, dan Mbojo. Motif-motifnya menggabungkan elemen budaya dari ketiga suku tersebut, menciptakan desain yang khas dan menarik. Batik Sasambo hadir dalam berbagai produk, mulai dari kain, pakaian, hingga aksesoris. Pilihan oleh-oleh NTB yang menampilkan keberagaman budaya.
  • Lentera Bambu: Dibuat dari anyaman bambu dengan desain artistik, lentera bambu seringkali dihiasi dengan ukiran atau lukisan tangan. Lentera ini tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga sebagai elemen dekoratif yang indah untuk rumah. Ini adalah oleh-oleh NTB yang memberikan sentuhan alami dan artistik.
  • Gerabah Lombok: Produk kerajinan dari tanah liat yang dibuat secara tradisional oleh para pengrajin di berbagai desa di Lombok, seperti Desa Banyumulek. Gerabah ini hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari vas bunga, peralatan makan, hingga pajangan dekoratif. Motif ukiran atau lukisannya sangat khas. Oleh-oleh NTB yang ramah lingkungan dan bernilai seni tinggi.

Setiap oleh-oleh khas NTB ini menawarkan cerita dan keunikan tersendiri, menjadikannya lebih dari sekadar suvenir, melainkan pengingat berharga akan kekayaan budaya dan keindahan alam Nusa Tenggara Barat.

Travel Tips & Logistics

Merencanakan perjalanan untuk mencari oleh-oleh khas NTB memerlukan strategi agar Anda mendapatkan barang-barang terbaik dengan harga yang sesuai dan pengalaman yang menyenangkan. Berikut adalah tips perjalanan dan logistik yang dapat membantu Anda:

1. Waktu Terbaik untuk Berburu Oleh-Oleh:

  • Musim Kemarau (April - Oktober): Cuaca cenderung cerah dan kering, memudahkan mobilitas. Ini adalah waktu yang ideal untuk mengunjungi pasar tradisional dan pusat kerajinan. Namun, ini juga merupakan puncak musim liburan, sehingga harga barang mungkin sedikit lebih tinggi dan tempat-tempat ramai.
  • Musim Peralihan (Maret, November): Jumlah wisatawan mungkin lebih sedikit, memberikan kesempatan untuk bernegosiasi harga yang lebih baik. Cuaca masih relatif bersahabat.
  • Hindari Musim Hujan (Desember - Februari): Meskipun NTB tetap indah, hujan lebat dapat mengganggu aktivitas perjalanan dan berburu oleh-oleh, terutama jika Anda berencana mengunjungi daerah terpencil.

2. Lokasi Berburu Oleh-Oleh:

  • Pasar Tradisional: Untuk oleh-oleh makanan NTB seperti makanan ringan, kue, dan hasil bumi, pasar tradisional adalah tempat terbaik. Coba kunjungi Pasar Tradisional Sayang (Lombok), Pasar Mandalika (Mataram), atau pasar lokal di setiap kota di Sumbawa. Di sini Anda bisa merasakan suasana lokal dan mendapatkan harga yang paling terjangkau.
  • Pusat Kerajinan:
  • Lombok: Desa Banyumulek (gerabah), Desa Sukarare (tenun ikat & songket), Desa Sade (budaya Sasak & tenun), Desa Pringgasela (tenun ikat), dan Sekarbela (perhiasan perak, meskipun lebih banyak di Mataram).
  • Sumbawa: Desa Seketeng dan Pekat di Sumbawa Besar (kerajinan perak).
  • Toko Oleh-Oleh Modern: Terdapat banyak toko oleh-oleh di area wisata utama seperti Senggigi, Kuta Mandalika, dan pusat kota Mataram. Toko-toko ini menawarkan pilihan yang lebih terorganisir dan terkadang harga yang lebih tetap, namun seringkali lebih mahal dibandingkan pasar tradisional atau langsung ke pengrajin.
  • Bandara Internasional Lombok (BIL): Tersedia beberapa toko oleh-oleh di bandara, namun harganya cenderung lebih tinggi. Cocok jika Anda lupa membeli atau kehabisan waktu.

3. Tips Berbelanja dan Negosiasi:

  • Lakukan Riset: Sebelum membeli, ketahui kisaran harga pasaran untuk produk yang Anda inginkan, terutama untuk tenun dan perak. Tanyakan kepada pemandu lokal atau staf hotel.
  • Jangan Takut Menawar: Terutama di pasar tradisional dan toko-toko kecil. Tawar dengan sopan dan cerdas. Mulailah dari separuh harga yang ditawarkan, lalu naik perlahan. Jika penjual tidak mau menurunkan harga, jangan memaksa, cari penjual lain.
  • Periksa Kualitas: Untuk tenun, periksa kerapatan benang, kehalusan bahan, dan keaslian pewarna (gosokkan sedikit pada kain putih). Untuk perak, periksa tanda kadar perak (biasanya 925) dan kehalusan ukirannya.
  • Beli Langsung dari Pengrajin: Jika memungkinkan, kunjungi langsung desa pengrajin. Ini tidak hanya memberikan harga terbaik tetapi juga mendukung langsung komunitas pengrajin.
  • Bawa Uang Tunai: Meskipun beberapa toko menerima kartu, pasar tradisional dan pengrajin kecil lebih banyak bertransaksi tunai. Sediakan pecahan kecil untuk memudahkan pembayaran.

4. Transportasi & Logistik:

  • Sewa Kendaraan: Menyewa mobil dengan sopir atau motor adalah cara paling fleksibel untuk menjelajahi NTB dan mengunjungi berbagai lokasi oleh-oleh, terutama yang berada di desa-desa.
  • Taksi & Ojek: Tersedia di kota-kota besar, berguna untuk perjalanan jarak pendek.
  • Akomodasi: Pesan akomodasi Anda jauh-jauh hari, terutama saat musim liburan. Pilihlah yang lokasinya strategis dekat dengan area wisata atau pusat oleh-oleh yang ingin Anda kunjungi.
  • Pengemasan Oleh-Oleh:
  • Makanan: Pastikan makanan yang Anda beli dikemas dengan baik, terutama jika Anda akan membawanya dalam penerbangan. Untuk makanan basah atau yang mudah basi, pertimbangkan untuk membeli mendekati waktu keberangkatan.
  • Barang Pecah Belah (Gerabah): Minta penjual untuk mengemasnya dengan baik menggunakan bubble wrap atau kardus tebal. Jika Anda khawatir, Anda bisa membeli bubble wrap sendiri.
  • Tenun & Perak: Kemas dengan hati-hati agar tidak kusut atau rusak selama perjalanan.

Dengan perencanaan yang matang dan tips ini, berburu oleh-oleh khas NTB akan menjadi pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan, membawa pulang kenangan tak ternilai dari keindahan dan keunikan Nusa Tenggara Barat.

Cuisine & Local Experience

Menjelajahi oleh-oleh khas NTB bukan hanya tentang membeli barang, tetapi juga menyelami kekayaan kuliner dan pengalaman budaya yang otentik. Interaksi dengan masyarakat lokal dan mencicipi hidangan langsung di tempat asalnya akan memberikan perspektif yang lebih mendalam tentang arti sebuah oleh-oleh.

1. Mencicipi Kelezatan Langsung di Sumbernya:

  • Ayam Taliwang di Taliwang: Jika Anda berkunjung ke Sumbawa, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi Ayam Taliwang langsung di daerah asalnya, Taliwang. Rasanya cenderung lebih otentik dan bumbunya lebih meresap. Pengalaman makan di warung pinggir jalan atau restoran lokal di Taliwang akan memberikan sensasi yang berbeda.
  • Sate Ikan Tanjung di Pantai Tanjung: Nikmati sate ikan segar sambil menikmati pemandangan laut di Pantai Tanjung, Lombok Utara. Suasana santai dan aroma laut berpadu dengan cita rasa sate yang gurih akan menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
  • Wisata Kuliner Mataram: Jelajahi pusat kuliner di Mataram, seperti Taman Udayana atau area pecinan, untuk mencicipi berbagai jajanan pasar, kue tradisional seperti kue bangket, dan hidangan lokal lainnya. Ini adalah cara terbaik untuk menemukan oleh-oleh makanan NTB yang mungkin tidak Anda temukan di tempat lain.
  • Makan di Warung Lokal: Berani mencoba makan di warung-warung kecil yang ramai dikunjungi penduduk lokal. Di sinilah Anda akan menemukan cita rasa NTB yang sesungguhnya, seringkali dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

2. Pengalaman Budaya di Balik Oleh-Oleh:

  • Mengunjungi Desa Pengrajin Tenun: Di Desa Sukarare atau Sade, Anda bisa menyaksikan langsung proses pembuatan kain tenun ikat dan songket. Anda bahkan bisa mencoba menenun sendiri di bawah bimbingan para pengrajin. Berinteraksi dengan mereka, mendengar cerita tentang motif-motif yang mereka buat, dan memahami filosofi di baliknya akan membuat Anda lebih menghargai setiap helai kain yang Anda beli. Ini adalah cara autentik untuk memahami mengapa songket Lombok begitu istimewa.
  • Workshop Perak di Mataram/Sumbawa: Beberapa tempat menawarkan workshop singkat pembuatan perhiasan perak. Meskipun hanya membuat desain sederhana, pengalaman ini akan memberikan apresiasi yang lebih besar terhadap kerumitan teknik yang digunakan oleh para pengrajin perak Sumbawa.
  • Melihat Pembuatan Gerabah: Di Desa Banyumulek, Anda dapat menyaksikan bagaimana tanah liat diubah menjadi gerabah yang indah hanya dengan tangan dan alat sederhana. Membeli gerabah langsung dari pengrajinnya memberikan nilai tambah tersendiri.
  • Festival dan Upacara Adat: Jika jadwal perjalanan Anda bertepatan dengan festival atau upacara adat, jangan lewatkan kesempatan ini. Anda bisa melihat penggunaan pakaian adat lokal, mencicipi makanan khas yang disajikan, dan merasakan denyut nadi budaya NTB yang sesungguhnya. Seringkali, barang-barang yang dijual saat festival adalah produk lokal terbaik.

3. Menghargai Keaslian dan Keberlanjutan:

Saat membeli oleh-oleh khas NTB, penting untuk memilih produk yang asli dan mendukung praktik yang berkelanjutan. Hindari membeli barang yang jelas-jelas merupakan tiruan atau produk yang dibuat secara massal dengan mengorbankan kualitas dan kesejahteraan pengrajin. Dengan membeli secara langsung dari pengrajin atau melalui koperasi dan organisasi yang mendukung mereka, Anda turut berkontribusi pada pelestarian warisan budaya NTB dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Pengalaman kuliner dan budaya ini akan mengubah cara Anda memandang oleh-oleh. Setiap suvenir yang Anda bawa pulang bukan hanya objek, melainkan cerita, keterampilan, dan warisan yang terjalin erat dengan keindahan Nusa Tenggara Barat.

Conclusion

Nusa Tenggara Barat (NTB) menyajikan kekayaan yang luar biasa bagi para pelancong, tidak hanya dalam bentuk pemandangan alam yang menakjubkan, tetapi juga melalui ragam oleh-oleh khas NTB yang memikat hati. Dari cita rasa kuliner yang autentik seperti Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung, hingga mahakarya kerajinan tangan seperti songket Lombok dan perak Sumbawa, setiap oleh-oleh membawa cerita dan keunikan tersendiri.

Memilih dan mendapatkan oleh-oleh NTB paling dicari adalah bagian integral dari pengalaman berwisata. Dengan memahami sejarahnya, mengetahui daya tarik utamanya, serta menerapkan tips perjalanan dan logistik yang cerdas, Anda dapat memaksimalkan kesempatan untuk membawa pulang kenangan berharga. Lebih dari sekadar suvenir, oleh-oleh dari NTB adalah cerminan dari kekayaan budaya, kearifan lokal, dan kerja keras masyarakatnya. Bawalah pulang bukan hanya barang, tetapi juga cerita dan apresiasi mendalam terhadap warisan Nusa Tenggara Barat yang patut dilestarikan.

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?