Pendahuluan
Selamat datang di jantung Kalimantan Selatan, sebuah wilayah yang kaya akan budaya, tradisi, dan yang terpenting, cita rasa yang tak terlupakan. Banjarmasin, kota seribu sungai, dan Martapura, denyut nadi permata Indonesia, menawarkan sebuah perjalanan kuliner unik yang berakar kuat pada kekayaan alam dan sejarahnya. Artikel ini akan membawa Anda menyelami warisan kuliner yang menggoda selera, berfokus pada dua pilar utamanya: sambal yang pedas membakar semangat dan masakan sungai yang segar menggugah selera. Dari pasar terapung yang ramai hingga kedai makan sederhana di tepi sungai, setiap suapan bercerita tentang kehidupan masyarakat Banjar, adaptasi mereka terhadap lingkungan, dan kreativitas tanpa batas dalam mengolah hasil bumi. Bersiaplah untuk petualangan rasa yang akan memanjakan lidah Anda dan membuka mata terhadap kekayaan kuliner Indonesia yang belum banyak terjamah. Mari kita jelajahi kelezatan autentik Banjarmasin dan Martapura, di mana tradisi bertemu inovasi dalam setiap hidangan.
Sejarah & Latar Belakang
Warisan kuliner Banjarmasin dan Martapura tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang dan geografis unik kedua kota ini. Banjarmasin, yang didirikan pada tahun 1595, dikenal sebagai "Kota Seribu Sungai" karena jaringan sungai yang luas yang menjadi urat nadi kehidupan dan transportasi. Sungai-sungai ini bukan hanya jalur perdagangan, tetapi juga sumber utama pangan bagi masyarakatnya. Ikan air tawar dari sungai-sungai seperti Sungai Barito dan Sungai Martapura menjadi bahan dasar berbagai masakan khas. Sejak dahulu, masyarakat Banjar telah mengembangkan teknik pengolahan ikan yang beragam, mulai dari dikukus, digoreng, hingga dibakar, seringkali dipadukan dengan bumbu-bumbu lokal yang kaya rempah.
Sementara itu, Martapura, yang lebih dikenal sebagai pusat perdagangan intan dan permata, juga memiliki warisan kuliner yang tak kalah menarik. Lokasinya yang berdekatan dengan Banjarmasin membuatnya saling melengkapi dalam hal kuliner. Sejarah perdagangan intan menarik pedagang dari berbagai daerah, yang turut membawa serta pengaruh kuliner mereka, namun masakan lokal tetap dominan dan berkembang. Konsep "masakan sungai" menjadi identitas kuliner utama di kawasan ini. Sumber daya ikan yang melimpah dari sungai-sungai di sekitarnya, seperti gabus, patin, lele, dan banyak lagi, diolah menjadi hidangan lezat yang mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan alam.
Peran sambal dalam kuliner Banjar sangatlah vital. Sambal bukan sekadar pelengkap, melainkan elemen penting yang memberikan karakter pada setiap hidangan. Sejarah pengembangan sambal di Kalimantan Selatan dipengaruhi oleh ketersediaan cabai dan rempah-rempah lokal, serta adaptasi terhadap iklim tropis. Berbagai jenis sambal lahir dari tangan-tangan terampil ibu-ibu Banjar, masing-masing dengan tingkat kepedasan dan cita rasa yang khas. Ada sambal terasi yang gurih, sambal acan yang unik dengan fermentasi udang, sambal raja yang kaya rempah, hingga sambal cacapan yang segar. Keberagaman sambal ini mencerminkan kekayaan flora dan fauna lokal serta kreativitas masyarakat dalam menciptakan rasa.
Perpaduan antara kekayaan hasil sungai dan ragam sambal pedas inilah yang membentuk identitas kuliner Banjarmasin dan Martapura. Pengaruh budaya Bugis, Melayu, dan Tionghoa juga sedikit banyak mewarnai kuliner ini, terutama dalam teknik memasak dan penggunaan bumbu. Namun, esensi masakan Banjar tetap terjaga, yaitu kesederhanaan dalam pengolahan namun kaya rasa, serta keterikatan erat dengan alam, khususnya sungai-sungai yang menjadi sumber kehidupan.
Main Attractions
Menyelami warisan kuliner Banjarmasin dan Martapura ibarat membuka peti harta karun rasa. Daya tarik utamanya terletak pada keautentikan dan kesegaran bahan-bahan yang berasal langsung dari alam, terutama sungai-sungai yang menjadi urat nadi kehidupan di kedua kota ini. Berikut adalah beberapa daya tarik utama yang wajib Anda jelajahi:
1. Pasar Terapung Lok Baintan & Siring
Tak lengkap rasanya berkunjung ke Banjarmasin tanpa merasakan sensasi pasar terapung. Pasar Terapung Lok Baintan adalah yang paling terkenal, di mana para pedagang menjajakan hasil bumi, terutama ikan segar, sayuran, buah-buahan, dan jajanan lokal dari atas perahu (jukung). Di sini, Anda bisa melihat langsung proses jual beli yang unik dan mencicipi aneka hidangan sungai yang dimasak langsung di atas perahu. Jangan lewatkan kesempatan mencicipi Ikan Bakar Sungai, Soto Banjar yang gurih, atau sekadar menikmati Pisang Goreng hangat sambil menyaksikan aktivitas pasar yang ramai. Selain Lok Baintan, pasar terapung di kawasan Siring Sungai Martapura juga menawarkan pengalaman serupa, lebih mudah diakses dan cocok untuk menikmati suasana sungai di pusat kota.
2. Ragam Sambal Khas Banjar
Ini adalah jantung dari cita rasa pedas Kalimantan Selatan. Sambal di sini bukan hanya sekadar pelengkap, tetapi sebuah mahakarya kuliner tersendiri. Bersiaplah untuk terkejut dengan variasi sambal yang ditawarkan:
- Sambal Acan: Sambal unik yang terbuat dari udang rebon fermentasi (terasi khas Banjar) yang memberikan aroma dan rasa khas yang kuat. Biasanya disajikan mentah atau sedikit dimasak, dengan tambahan cabai, bawang, dan jeruk nipis. Sangat cocok dipadukan dengan ikan bakar atau seafood.
- Sambal Raja: Sambal yang lebih kompleks dengan campuran aneka rempah seperti kemiri, bawang merah, bawang putih, cabai, gula merah, dan kadang-kadang sedikit terasi. Rasanya gurih, manis, pedas, dan sedikit asam.
- Sambal Cacapan: Sambal segar yang terbuat dari cabai, bawang, tomat, terasi, dan diperkaya dengan perasan jeruk nipis atau asam jawa. Seringkali disajikan dengan ikan yang dibungkus daun pisang lalu dikukus atau dibakar (seperti Ikan Pepes).
- Sambal Terasi: Versi klasik sambal terasi yang gurih dan pedas, namun dengan sentuhan khas Banjar.
Anda bisa menemukan berbagai jenis sambal ini di warung-warung makan tradisional, restoran, bahkan di pasar terapung.
3. Ikan Sungai Segar & Olahannya
Sungai-sungai di Kalimantan Selatan kaya akan berbagai jenis ikan air tawar. Kelezatan ikan sungai di sini terletak pada kesegarannya. Beberapa jenis ikan yang populer dan wajib dicoba:
- Ikan Gabus (Haruan): Dikenal memiliki daging yang lembut dan sedikit manis. Sering diolah menjadi Gulai Ikan Gabus, Ikan Gabus Goreng, atau bahkan Sup Ikan Gabus yang bening dan menghangatkan.
- Ikan Patin: Dagingnya yang berlemak memberikan tekstur lembut dan rasa gurih. Sangat lezat diolah menjadi Gulai Patin dengan kuah santan kaya rempah atau Patin Bakar Bumbu Kuning.
- Ikan Lele: Meskipun sering dianggap sederhana, lele diolah dengan bumbu khas Banjar menjadi hidangan yang lezat, terutama Lele Goreng Crispy atau Lele Bakar Sambal Acan.
- Ikan Papuyu (Sepat Siam): Ikan kecil yang sering diolah dengan cara digoreng kering hingga renyah atau dimasak dalam kuah asam pedas.
Cara penyajiannya pun beragam, mulai dari digoreng garing, dibakar dengan bumbu rempah, dikukus dalam daun pisang (pepes), hingga dimasak gulai berkuah santan kental.
4. Soto Banjar
Ini adalah ikon kuliner Banjarmasin yang wajib dicicipi. Soto Banjar memiliki kuah yang khas, berwarna putih kekuningan dan kaya akan rempah seperti kapulaga, cengkeh, kayu manis, dan pala. Berbeda dengan soto daerah lain, soto Banjar biasanya menggunakan daging ayam yang disuwir, dengan tambahan ketupat atau nasi, telur rebus, dan taburan bawang goreng serta seledri. Keunikan lainnya adalah penyajiannya yang seringkali ditemani sambal terasi dan jeruk nipis untuk menambah kesegaran.
5. Kuliner Khas Martapura
Selain masakan sungai yang sama dengan Banjarmasin, Martapura juga memiliki beberapa hidangan khasnya. Salah satunya adalah Nasi Kuning Banjar, yang disajikan dengan lauk pauk seperti telur dadar, ayam goreng, orek tempe, dan tentu saja, sambal acan. Martapura juga terkenal dengan kue-kue tradisionalnya, meskipun fokus utama kita adalah masakan gurih dan pedas.
6. Warung Makan Tepi Sungai & Restoran Lokal
Pengalaman kuliner paling otentik seringkali ditemukan di warung-warung makan sederhana yang berjejer di tepi sungai. Di sinilah Anda bisa menikmati hidangan segar dengan pemandangan sungai yang menenangkan. Restoran-restoran lokal di Banjarmasin dan Martapura juga menyajikan hidangan klasik ini dengan sentuhan yang lebih modern, namun tetap menjaga cita rasa aslinya.
FAQ:
- **Di mana tempat terbaik untuk mencoba sambal acan?
- Coba cari warung makan lokal di sekitar Pasar Terapung Lok Baintan atau restoran seafood di Banjarmasin.
- **Jenis ikan sungai apa yang paling direkomendasikan?
- Ikan gabus dan ikan patin sangat populer karena tekstur dagingnya yang lembut dan rasa yang lezat.
- **Apakah Soto Banjar selalu disajikan dengan nasi?
- Tidak selalu, seringkali disajikan dengan ketupat sebagai pengganti nasi.
Travel Tips & Logistics
Merencanakan perjalanan kuliner ke Banjarmasin dan Martapura membutuhkan sedikit persiapan agar Anda dapat memaksimalkan pengalaman mencicipi kekayaan rasa Kalimantan Selatan. Berikut adalah beberapa tips perjalanan dan logistik yang penting untuk diperhatikan:
1. Waktu Terbaik Berkunjung
- Musim Kemarau (Sekitar Mei - September): Periode ini umumnya lebih kering, sehingga aktivitas di pasar terapung dan perjalanan di sungai lebih nyaman. Namun, beberapa daerah mungkin mengalami kekeringan.
- Musim Hujan (Sekitar Oktober - April): Sungai akan lebih penuh air, yang membuat pemandangan lebih hijau dan segar. Namun, cuaca bisa lebih lembab dan hujan sporadis, yang mungkin sedikit mengganggu aktivitas di luar ruangan. Ketersediaan ikan tertentu juga bisa bervariasi tergantung musim.
- Hindari Hari Libur Nasional Besar: Jika Anda ingin menghindari keramaian dan mendapatkan harga yang lebih stabil, sebaiknya hindari periode libur Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru.
2. Transportasi
- Di Banjarmasin:
- Perahu Jukung: Cara paling ikonik untuk menjelajahi sungai dan mengunjungi pasar terapung. Anda bisa menyewa jukung pribadi atau bergabung dengan tur.
- Ojek & Taksi Online: Tersedia luas untuk mobilitas di darat.
- Becak Motor (Bemo): Masih bisa ditemukan di beberapa area, menawarkan pengalaman lokal yang unik.
- Di Martapura:
- Kota ini lebih kecil dan relatif mudah dijelajahi dengan berjalan kaki atau menggunakan ojek.
- Untuk perjalanan antara Banjarmasin dan Martapura, Anda bisa menggunakan taksi, bus antarkota, atau menyewa mobil.
3. Akomodasi
- Banjarmasin: Menawarkan berbagai pilihan dari hotel berbintang hingga penginapan yang lebih sederhana. Menginap di dekat pusat kota atau tepi Sungai Martapura memberikan akses mudah ke banyak tempat kuliner dan atraksi.
- Martapura: Pilihan akomodasi cenderung lebih sederhana, namun cukup memadai untuk para pelancong yang fokus pada wisata religi atau kuliner.
4. Anggaran & Mata Uang
- Mata Uang: Rupiah (IDR).
- Anggaran: Kunjungan kuliner di Banjarmasin dan Martapura bisa sangat terjangkau. Anda bisa makan enak dengan budget terbatas di warung-warung lokal. Pasar terapung menawarkan harga yang bervariasi, tawar-menawar adalah hal yang umum.
- Perkiraan Biaya Harian (per orang, tidak termasuk akomodasi & tiket pesawat):
- Hemat: IDR 150.000 - 250.000 (fokus pada warung lokal, jajanan)
- Menengah: IDR 250.000 - 500.000 (kombinasi warung dan restoran)
- Nyaman: Di atas IDR 500.000 (termasuk restoran yang lebih baik, sewa perahu)
5. Kesehatan & Keamanan
- Air Minum: Selalu minum air kemasan. Hindari minum air keran atau es batu yang tidak terjamin kebersihannya.
- Makanan: Pastikan makanan yang Anda konsumsi dimasak dengan matang, terutama hidangan laut dan ikan. Di pasar terapung, perhatikan kebersihan pedagang dan cara mereka menyiapkan makanan.
- Gigitan Serangga: Bawa obat nyamuk atau losion anti-nyamuk, terutama jika Anda berencana beraktivitas di luar ruangan pada sore atau malam hari.
- Perlindungan dari Matahari: Gunakan tabir surya, topi, dan kacamata hitam, terutama saat berada di sungai atau di bawah terik matahari.
- Keamanan Pribadi: Jaga barang bawaan Anda, terutama di tempat ramai seperti pasar terapung.
6. Etiket Lokal
- Berpakaian Sopan: Terutama saat mengunjungi tempat ibadah atau berinteraksi dengan masyarakat lokal yang lebih konservatif.
- Sopan Santun: Ucapkan terima kasih dan tunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua atau masyarakat lokal.
- Fotografi: Mintalah izin sebelum memotret orang, terutama jika mereka sedang beraktivitas atau berjualan.
7. Istilah Penting
- Jukung: Perahu tradisional.
- Acil: Panggilan hormat untuk wanita paruh baya atau lebih tua.
- Bapak/Ibu: Panggilan hormat untuk pria/wanita.
- Samudera Rasa: Ungkapan untuk menggambarkan kekayaan rasa kuliner.
FAQ:
- **Berapa lama waktu yang ideal untuk menjelajahi pasar terapung?
- Setidaknya 2-3 jam untuk merasakan suasana pagi dan mencicipi beberapa makanan.
- **Apakah saya bisa menawar harga di pasar terapung?
- Ya, menawar adalah hal yang lazim, namun lakukan dengan sopan.
- **Apakah ada risiko kesehatan saat makan di pasar terapung?
- Risiko minimal jika Anda memilih pedagang yang terlihat bersih dan makan makanan yang dimasak matang.
Cuisine & Local Experience
Menyelami kuliner Banjarmasin dan Martapura bukan hanya tentang mencicipi makanan, tetapi juga tentang merasakan denyut nadi kehidupan lokal. Pengalaman kuliner di sini sangat erat kaitannya dengan budaya dan lingkungan sungai yang unik.
1. Menyantap Ikan Sungai Langsung dari Sumbernya
Pengalaman paling otentik adalah makan ikan segar yang baru ditangkap dari sungai. Di warung-warung makan tepi sungai, Anda bisa memilih ikan hidup dari keramba, lalu meminta juru masak untuk mengolahnya sesuai selera: dibakar, digoreng, atau dimasak gulai. Aroma asap dari ikan bakar yang baru matang, dipadukan dengan segarnya angin sungai, menciptakan suasana yang tak terlupakan. Cobalah Ikan Patin Bakar dengan Sambal Acan, di mana rasa gurih ikan berpadu sempurna dengan pedas dan asamnya sambal.
2. Petualangan Rasa di Pasar Terapung
Pasar Terapung adalah surga kuliner yang bergerak. Di atas perahu-perahu kecil yang berjejer, para pedagang wanita (sering disebut "Acil") dengan cekatan menyiapkan berbagai hidangan. Anda bisa duduk di perahu Anda sendiri atau di perahu pedagang, memesan Soto Banjar yang hangat, Nasi Kuning Banjar dengan lauk lengkap, atau sekadar menikmati aneka jajanan seperti Apam Batil (semacam kue serabi) atau Bingka (kue tradisional manis). Interaksi dengan para pedagang yang ramah menambah kehangatan pengalaman ini.
3. Kekayaan Sambal: Lebih dari Sekadar Pedas
Setiap suapan masakan Banjar akan terasa kurang tanpa kehadiran sambal. Sambal di sini bukan hanya tentang rasa pedas, tetapi juga tentang keseimbangan rasa. Sambal Acan misalnya, menawarkan rasa umami yang mendalam dari terasi udang fermentasi, sedikit asam dari jeruk nipis, dan pedas yang menggigit. Sambal Raja memberikan kompleksitas rasa manis, gurih, dan pedas yang berpadu harmonis. Mencoba berbagai jenis sambal ini adalah cara terbaik untuk memahami kedalaman kuliner Banjar. Beberapa restoran bahkan menyajikan "paket sambal" yang memungkinkan Anda mencicipi beberapa varian sekaligus.
4. Filosofi Masakan Sungai
Masakan sungai mencerminkan filosofi masyarakat Banjar yang hidup harmonis dengan alam. Penggunaan ikan air tawar yang melimpah, dipadukan dengan rempah-rempah lokal dan teknik memasak tradisional, menciptakan hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga bergizi dan berkelanjutan. Kesegaran bahan menjadi kunci utama, sehingga cara pengolahan seringkali sederhana namun mampu menonjolkan rasa asli bahan.
5. Kopi dan Minuman Khas
Selain hidangan utama, jangan lewatkan minuman khas seperti Kopi Banjar yang kuat dan harum, atau berbagai macam jus buah segar. Di beberapa warung, Anda juga bisa menemukan minuman herbal tradisional yang dipercaya memiliki khasiat kesehatan.
6. Pengalaman Kuliner yang Interaktif
Banyak tempat makan yang menawarkan pengalaman interaktif, seperti demonstrasi memasak sederhana atau kesempatan untuk memilih bahan-bahan segar langsung dari pasar atau keramba. Pengalaman ini membuat Anda lebih terhubung dengan makanan yang Anda santap.
FAQ:
- **Apa saja jajanan pasar terapung yang wajib dicoba?
- Apam Batil, Bingka, Lapis Legit Banjar, dan aneka kue basah tradisional lainnya.
- **Bagaimana cara menikmati Soto Banjar dengan benar?
- Tambahkan sambal dan perasan jeruk nipis sesuai selera untuk rasa yang lebih kompleks.
- **Apakah ada hidangan penutup khas yang patut dicoba?
- Ya, seperti Bingka, Kararaban, dan Lapis Legit Banjar.
Conclusion
Warisan kuliner Banjarmasin dan Martapura adalah permata tersembunyi yang menunggu untuk dijelajahi. Perpaduan unik antara kekayaan hasil sungai dan ragam sambal yang menggugah selera menciptakan sebuah simfoni rasa yang tak tertandingi. Dari hiruk pikuk pasar terapung hingga ketenangan warung makan di tepi sungai, setiap pengalaman kuliner di sini menawarkan cerita tentang kehidupan, budaya, dan adaptasi masyarakat Banjar terhadap lingkungan mereka. Mengunjungi kota seribu sungai ini bukan hanya tentang memanjakan lidah, tetapi juga tentang memperkaya jiwa dengan cita rasa otentik Indonesia. Bawalah pulang kenangan rasa yang akan selalu mengingatkan Anda pada kelezatan dan kehangatan Kalimantan Selatan.