Perekonomian Regional Indonesia
Setiap wilayah Indonesia memiliki sektor ekonomi dominan yang berbeda. Dari pertambangan hingga pariwisata.
Perekonomian Regional Indonesia
Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan produk domestik bruto (PDB) yang terus bertumbuh. Di balik angka nasional tersebut, terdapat keragaman ekonomi regional yang mengikuti karakteristik geografis masing-masing wilayah.
Jawa sebagai Pusat Industri
Jawa adalah pusat industri dan jasa Indonesia. DKI Jakarta menyumbang porsi terbesar terhadap PDB nasional melalui sektor keuangan, perdagangan, dan jasa. Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi basis manufaktur nasional, mulai dari tekstil hingga otomotif.
Sumatera dan Kalimantan: Kekayaan Sumber Daya
Sumatera dan Kalimantan dikenal sebagai pilar komoditas nasional. Sumatera unggul dalam produk perkebunan seperti kelapa sawit dan karet, serta pertambangan minyak bumi. Kalimantan menjadi produsen batu bara utama yang mengisi pasar energi global.
Sulawesi dan Maluku: Kelautan dan Pertambangan Baru
Sulawesi berkembang pesat melalui sektor agroindustri dan perikanan. Selain itu, industri pengolahan nikel di Sulawesi Tengah dan Tenggara kini menjadi pemain kunci global. Maluku tetap menjadi pusat rempah-rempah dan perikanan tangkap yang melimpah.
Bali dan Nusa Tenggara: Gerbang Pariwisata
Bali adalah tulang punggung pariwisata Indonesia yang menyumbang devisa besar. Nusa Tenggara mengikuti dengan pengembangan destinasi super prioritas seperti Labuan Bajo dan Mandalika, mengandalkan keindahan alam yang unik untuk menarik investasi.
Papua: Potensi Masa Depan
Papua memiliki kekayaan mineral yang sangat besar, terutama emas dan tembaga. Selain sektor ekstraktif, pengembangan infrastruktur di Papua diharapkan dapat membuka potensi ekonomi baru di bidang perikanan dan energi terbarukan.
Pelajari ekonomi regional Indonesia di GeoKepo!
Tantang Pengetahuan Geografimu!
Setelah membaca artikel, uji pengetahuanmu dengan bermain GeoKepo