Toponimi Nusantara: Mengungkap Sejarah di Balik Nama Daerah
Arti di balik nama Jakarta, Surabaya, hingga Balikpapan. Nama sebuah tempat adalah fosil linguistik yang merekam sejarah.
Toponimi Nusantara: Mengungkap Sejarah Nama Daerah
Setiap nama daerah—Jakarta, Surabaya, Bandung—bukanlah label acak, melainkan artefak sejarah yang merekam peristiwa dan legenda.
1. Jakarta: Kemenangan Gemilang
Berasal dari "Jayakarta" (Sanskerta: Jaya = kemenangan, Karta = dicapai). Nama yang diberikan Fatahillah setelah merebut Sunda Kelapa pada 1527.
2. Surabaya: Sura ing Bhaya
Secara populer dikaitkan dengan mitos Hiu (Sura) dan Buaya (Baya). Namun secara historis berarti "Keberanian menghadapi bahaya" (Sura ing Bhaya).
3. Bandung: Bendungan Purba
Diambil dari kata "Bendung", merujuk pada bendungan alami lava Gunung Sunda Purba yang menciptakan danau raksasa di masa lalu di cekungan Bandung.
4. Semarang: Pohon Asam yang Jarang
Menurut legenda, berasal dari "Asem yang Arang-arang" (Pohon asam yang tumbuh jarang/berjarak), ditemukan oleh Ki Ageng Pandan Arang.
5. Makassar: Karakter yang Terbuka
Berasal dari "A'Maka-sara'" yang berarti "menampakkan diri", mencerminkan karakter masyarakatnya yang terbuka, jujur, dan pemberani.
6. Balikpapan: Papan yang Kembali
Ada legenda kepingan papan upeti yang hilang diterjang badai namun muncul kembali di pesisir pantai tersebut, sehingga dinamai Balikpapan.
Kesimpulan
Toponimi membuat kita sadar bahwa setiap nama di peta GeoKepo memiliki jiwa dan cerita. Mempelajarinya adalah cara menghargai identitas bangsa kita sendiri.
Tantang Pengetahuan Geografimu!
Setelah membaca artikel, uji pengetahuanmu dengan bermain GeoKepo