Vihara Thay Hin Bio
di Bandar Lampung, Lampung
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Asal-Usul dan Periode Pendirian
Vihara Thay Hin Bio memiliki sejarah yang berakar sejak pertengahan abad ke-19. Meskipun beberapa catatan lisan menyebutkan aktivitas religius di lokasi ini sudah ada sebelumnya, secara administratif dan fisik, pembangunan vihara ini secara formal dikaitkan dengan kedatangan migran Tionghoa yang menetap di kawasan pesisir Teluk Betung. Berdasarkan catatan sejarah lokal, vihara ini didirikan sekitar tahun 1850 oleh seorang tokoh bernama Poey Khoen.
Nama "Thay Hin Bio" sendiri memiliki makna filosofis yang mendalam: "Thay" berarti besar atau agung, "Hin" berarti kejayaan atau makmur, dan "Bio" berarti kuil. Secara harfiah, nama ini mencerminkan doa dan harapan agar tempat tersebut menjadi pusat kejayaan yang agung bagi umatnya. Sejak awal berdirinya, tempat ini telah berfungsi sebagai pusat komunitas bagi warga Tionghoa yang bekerja sebagai pedagang dan nelayan di sekitar pelabuhan Teluk Betung.
Arsitektur dan Detail Konstruksi
Dari segi arsitektur, Vihara Thay Hin Bio menampilkan gaya tradisional Tiongkok Selatan yang kental, dengan dominasi warna merah dan emas yang melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran. Struktur bangunannya mengikuti kaidah simetris yang umum pada kuil-kuil Tionghoa kuno.
Salah satu fitur yang paling mencolok adalah bagian atapnya yang melengkung (tipe Ngou-Hian-Ang) dengan ornamen naga (Liong) dan burung feniks (Fenghuang) yang saling berhadapan di atas bubungan. Naga melambangkan kekuatan maskulin (Yang) dan perlindungan, sementara feniks melambangkan keanggunan feminin (Yin). Di pintu masuk utama, pengunjung disambut oleh sepasang patung singa penjaga (Cishi) yang terbuat dari batu, yang dipercaya berfungsi untuk menolak bala dan energi negatif.
Interior vihara terbagi menjadi beberapa altar. Altar utama didekasikan kepada Dewi Kwan Im (Avalokitesvara), yang merupakan dewi welas asih. Kayu-kayu penyangga bangunan merupakan kayu jati berkualitas tinggi yang telah bertahan selama lebih dari satu setengah abad. Ukiran pada dinding dan pilar menceritakan kisah-kisah legenda Tiongkok kuno serta ajaran moralitas yang tetap dipertahankan keasliannya meskipun telah melalui beberapa kali pemugaran.
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting
Vihara Thay Hin Bio memiliki kaitan sejarah yang sangat erat dengan peristiwa alam paling katastropik di Indonesia, yaitu letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883. Ketika tsunami raksasa yang dipicu oleh ledakan Krakatau menyapu pesisir Teluk Betung, kawasan di sekitar vihara hancur lebur. Namun, menurut catatan sejarah dan tradisi lisan setempat, struktur utama Vihara Thay Hin Bio tetap berdiri kokoh di tengah puing-puing bangunan lainnya yang rata dengan tanah.
Keajaiban bertahannya vihara ini dari amukan tsunami Krakatau menjadikannya tempat perlindungan bagi warga sekitar, tanpa memandang latar belakang etnis maupun agama. Peristiwa ini memperkuat posisi Thay Hin Bio bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai simbol ketahanan dan persaudaraan masyarakat Lampung di masa krisis. Fakta unik lainnya adalah keberadaan lonceng besar dan perlengkapan ritual di dalam vihara yang kabarnya merupakan barang asli yang selamat dari peristiwa 1883 tersebut.
Tokoh dan Periode Terkait
Selain Poey Khoen sebagai pendiri awal, vihara ini dikelola secara turun-temurun oleh yayasan yang berdedikasi menjaga warisan budaya Tionghoa di Lampung. Selama masa kolonial Belanda, vihara ini berada di bawah pengawasan Majoor der Chinezen atau Kapitein der Chinezen yang bertugas mengatur urusan komunitas Tionghoa di wilayah Karesidenan Lampung.
Pada masa Orde Baru, vihara ini sempat mengalami pembatasan aktivitas budaya sebagaimana situs-situs Tionghoa lainnya di Indonesia. Namun, pasca-reformasi tahun 1998, Vihara Thay Hin Bio kembali menjadi pusat perayaan keagamaan yang semarak, seperti Imlek dan Cap Go Meh, yang kini telah menjadi bagian dari agenda wisata tahunan Kota Bandar Lampung.
Status Pelestarian dan Restorasi
Sebagai salah satu bangunan tertua di Bandar Lampung, Vihara Thay Hin Bio telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya oleh pemerintah daerah. Meskipun telah mengalami beberapa kali renovasi—terutama pada bagian lantai dan pengecatan ulang—struktur inti bangunan tetap dijaga sesuai bentuk aslinya.
Upaya restorasi dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan bahwa material baru tidak merusak nilai historis bangunan. Misalnya, ubin lantai yang digunakan kini tetap mengikuti pola klasik, dan pembersihan artefak-artefak kuno dilakukan oleh ahli untuk mencegah kerusakan pada patina atau lapisan sejarah yang menempel pada benda-benda ritual tersebut.
Nilai Budaya dan Keagamaan
Bagi masyarakat Lampung, Vihara Thay Hin Bio adalah simbol toleransi. Lokasinya yang terletak di kawasan yang heterogen menunjukkan bagaimana nilai-nilai spiritual dapat berdampingan dengan dinamika perkotaan yang modern. Secara religius, vihara ini tetap menjadi pusat peribadatan utama bagi umat Buddha di Lampung, terutama saat hari raya besar seperti Waisak.
Keberadaan vihara ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap identitas "Teluk Betung" sebagai kawasan kota tua di Bandar Lampung. Keunikan historisnya, mulai dari penyintas letusan Krakatau hingga menjadi pusat akulturasi budaya, menjadikan Vihara Thay Hin Bio sebagai objek studi penting bagi para sejarawan dan arsitek yang ingin mempelajari jejak diaspora Tionghoa di Pulau Sumatera.
Sebagai kesimpulan, Vihara Thay Hin Bio bukan sekadar bangunan tua dengan arsitektur yang megah. Ia adalah pemegang memori kolektif masyarakat Lampung tentang ketabahan menghadapi bencana, keindahan dalam keberagaman, dan keteguhan dalam menjaga tradisi di tengah arus zaman yang terus berubah. Mengunjungi vihara ini adalah upaya merajut kembali helai-helai sejarah yang membentuk identitas Bandar Lampung hari ini.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Bandar Lampung
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Bandar Lampung
Pelajari lebih lanjut tentang Bandar Lampung dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Bandar Lampung