Kuliner Legendaris

Warung Kopi Akywen (Kopi Manggar)

di Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Menghirup Warisan Leluhur di Warung Kopi Akywen: Jantung Budaya Ngopi Manggar

Kabupaten Belitung Timur, khususnya Kota Manggar, telah lama menyandang predikat sebagai "Kota Seribu Satu Warung Kopi". Di balik julukan tersebut, terdapat satu nama yang menjadi pilar sejarah sekaligus penjaga cita rasa autentik kopi Belitung: Warung Kopi Akywen. Terletak di pusat keramaian Manggar, warung ini bukan sekadar tempat melepas dahaga, melainkan sebuah institusi budaya yang telah merekam jejak sosial masyarakat Belitung Timur selama puluhan tahun.

#

Akar Sejarah dan Filosofi Budaya Ngopi

Berdiri sejak era kejayaan timah di Belitung, Warung Kopi Akywen didirikan oleh keluarga keturunan Tionghoa yang membawa tradisi kopitiam dari daratan Tiongkok namun beradaptasi dengan lidah dan hasil bumi lokal. Nama "Akywen" sendiri merujuk pada sosok sang pendiri yang merintis usaha ini dengan kesederhanaan.

Bagi masyarakat Manggar, "ngopi" bukan sekadar aktivitas konsumsi kafein. Ini adalah ritual sosial yang disebut dengan istilah ngupi. Di Warung Kopi Akywen, tradisi ini membaurkan sekat-sekat kelas sosial. Di sini, buruh timah, pejabat pemerintah, nelayan, hingga wisatawan duduk di meja kayu yang sama, berdiskusi tentang politik lokal hingga masalah ekonomi keluarga, semuanya ditemani oleh kepulan asap kopi hitam yang pekat.

#

Karakteristik Kopi Manggar: Teknik dan Rahasia Dapur Akywen

Apa yang membuat Kopi Akywen berbeda dari kopi di kota-kota besar? Jawabannya terletak pada metode pengolahan tradisional yang dipertahankan secara turun-temurun. Warung Kopi Akywen tidak menggunakan mesin espresso modern yang canggih, melainkan teknik tarik manual yang menghasilkan tekstur kopi yang sangat lembut.

Bahan Baku Pilihan:

Kopi yang digunakan adalah jenis Robusta berkualitas tinggi yang didatangkan khusus dari Lampung atau Palembang, namun dipanggang (roasted) sendiri dengan teknik rahasia keluarga. Proses pemanggangan kopi di Akywen seringkali melibatkan campuran sedikit mentega atau gula untuk memberikan aroma karamel yang khas dan mengurangi rasa asam yang tajam, menciptakan profil rasa yang bold, nutty, dan sedikit manis meski tanpa gula.

Teknik Penyeduhan "Kopi Tarik":

Keunikan utama terletak pada penggunaan ceret kuno berleher panjang dan saringan kain berbentuk kaos kaki. Sang barista—yang biasanya merupakan anggota keluarga atau staf senior yang telah bekerja puluhan tahun—akan mengangkat ceret tinggi-tinggi dan menuangkan air mendidih ke dalam saringan kain berisi bubuk kopi halus. Proses "menarik" ini dilakukan berulang kali hingga sari kopi terekstrak sempurna dan menghasilkan buih halus di permukaannya. Teknik ini memastikan suhu air tetap terjaga dan oksigen masuk ke dalam seduhan, sehingga aroma kopi terlepas secara maksimal.

#

Warung Kopi Akywen memiliki menu yang ringkas namun legendaris. Dua primadona utamanya adalah:

1. Kopi O (Kopi Hitam): Kopi hitam pekat dengan sedikit gula di dasar gelas. Kopi ini memiliki karakteristik body yang tebal dan rasa pahit yang bersih, sangat cocok untuk membangkitkan semangat di pagi hari.

2. Kopi Susu: Ini adalah menu yang paling dicari. Berbeda dengan latte modern, kopi susu di Akywen menggunakan susu kental manis yang dituangkan di dasar gelas kaca kecil, kemudian disiram dengan ekstrak kopi panas hasil tarikan. Cara menikmatinya adalah dengan mengaduk perlahan hingga warna hitam pekat berubah menjadi cokelat karamel yang menggoda. Rasanya sangat gurih dengan keseimbangan antara pahit kopi dan legitnya susu.

#

Pendamping Kuliner: Camilan Tradisional Belitong

Pengalaman di Warung Kopi Akywen tidak akan lengkap tanpa mencicipi kudapan pendamping yang khas. Warung ini menyediakan berbagai jajanan pasar yang diletakkan di piring-piring kecil di atas meja:

  • Roti Bakar Selai Srikaya: Roti putih yang dipanggang di atas bara api hingga renyah, kemudian diolesi selai srikaya buatan sendiri yang kental, harum daun pandan, dan kaya akan telur.
  • Pisang Goreng: Pisang kepok yang digoreng dengan tepung tipis, memberikan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.
  • Singkong Goreng: Sederhana namun menjadi teman setia Kopi O pahit.
  • Mie Rebus Belitung: Seringkali pedagang di sekitar warung akan mengantarkan pesanan mie kuning dengan kuah udang kental yang gurih untuk melengkapi sarapan pengunjung Akywen.

#

Atmosfer dan Arsitektur: Mesin Waktu di Manggar

Memasuki Warung Kopi Akywen seperti melangkah kembali ke masa lalu. Interiornya mempertahankan estetika kopitiam klasik. Dindingnya yang mulai kusam justru menambah kesan antik, dihiasi dengan kalender dinding lama dan foto-foto hitam putih yang menggambarkan suasana Manggar tempo dulu.

Meja-meja bundar dengan permukaan marmer atau kayu jati tua dikelilingi oleh kursi kayu yang kokoh. Suara denting sendok yang beradu dengan gelas kaca kecil menciptakan musik latar yang khas. Tidak ada pendingin ruangan; hanya kipas angin tua yang berputar lambat, namun sirkulasi udara yang terbuka membuat suasana tetap sejuk meski cuaca Manggar sedang terik.

#

Nilai Warisan dan Keberlanjutan

Warung Kopi Akywen bukan sekadar bisnis kuliner; ia adalah penjaga warisan tak benda. Di tengah gempuran coffee shop kekinian yang menawarkan konsep minimalis dan biji kopi arabika dari berbagai belahan dunia, Akywen tetap teguh dengan identitasnya. Mereka membuktikan bahwa keaslian (authenticity) memiliki pangsa pasarnya sendiri.

Keluarga Akywen menjaga kualitas dengan tetap turun tangan langsung dalam proses produksi. Resep selai srikaya dan rasio campuran biji kopi tetap dijaga kerahasiaannya, hanya diwariskan kepada garis keturunan keluarga. Hal inilah yang membuat pelanggan setia tetap kembali, bahkan mereka yang sudah merantau jauh ke Jakarta atau luar negeri akan selalu menyempatkan diri "pulang" ke Akywen saat kembali ke Belitung.

#

Tradisi "Cangkir Kosong" dan Etika Lokal

Ada keunikan dalam etika makan di sini. Pengunjung biasanya tidak akan langsung diusir meski kopi mereka sudah habis. Budaya "duduk lama" sangat dihargai. Seringkali, gelas kopi yang sudah kosong akan tetap berada di meja selama berjam-jam sebagai tanda bahwa diskusi belum berakhir. Pelayan di Akywen sangat memahami ritme sosial ini dan jarang sekali menanyakan "ingin pesan apa lagi?" secara agresif, memberikan ruang privasi bagi setiap percakapan yang terjadi.

#

Kesimpulan

Warung Kopi Akywen adalah mikrokosmos dari kehidupan Belitung Timur. Ia adalah tempat di mana rasa pahit kopi bertemu dengan manisnya persaudaraan. Bagi siapa pun yang berkunjung ke Negeri Laskar Pelangi, singgah di Warung Kopi Akywen bukan sekadar untuk minum kopi, melainkan untuk menghirup napas sejarah dan merasakan detak jantung budaya lokal yang masih berdenyut kuat hingga hari ini. Di setiap tegukan Kopi Manggar racikan Akywen, terdapat cerita tentang ketekunan, tradisi, dan kehangatan masyarakat Belitung yang tidak akan pernah pudar oleh waktu.

📋 Informasi Kunjungan

address
Kawasan Pasar Manggar, Kecamatan Manggar, Belitung Timur
entrance fee
Gratis (Harga kopi mulai Rp 10.000)
opening hours
Setiap hari, 06:00 - 22:00

Tempat Menarik Lainnya di Belitung Timur

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Belitung Timur

Pelajari lebih lanjut tentang Belitung Timur dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Belitung Timur