Pulau Lengkuas
di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Konteks Historis dan Pembangunan
Mercusuar Pulau Lengkuas didirikan pada tahun 1882 oleh pemerintahan kolonial Hindia Belanda di bawah kepemimpinan Raja Willem III. Pembangunannya merupakan bagian dari proyek strategis infrastruktur maritim untuk mengamankan jalur perdagangan kapal-kapal Belanda yang melintasi Selat Karimata. Jalur ini merupakan rute vital yang menghubungkan Laut Tiongkok Selatan dengan Laut Jawa.
Pembangunan mercusuar ini melibatkan kontraktor Chance Brothers & Co, sebuah perusahaan pembuat kaca dan mercusuar ternama dari Birmingham, Inggris. Keterlibatan perusahaan internasional ini menunjukkan betapa pentingnya standar keamanan pelayaran saat itu bagi pemerintah Belanda. Meskipun dibangun di wilayah terpencil, material dan teknologi yang digunakan adalah yang terbaik pada masanya, menjadikannya salah satu struktur paling modern di Kepulauan Bangka Belitung pada akhir abad ke-19.
Karakteristik Arsitektur dan Desain
Secara arsitektural, Mercusuar Pulau Lengkuas mengadopsi gaya fungsionalis kolonial dengan sentuhan neoklasik yang sangat kental pada proporsinya. Bangunan ini memiliki tinggi sekitar 50 hingga 60 meter, menjadikannya bangunan tertinggi di wilayah tersebut pada masanya.
Struktur utamanya berbentuk silinder yang mengecil secara bertahap ke arah atas (tapered column). Prinsip desain ini bukan semata-mata untuk estetika, melainkan untuk memberikan stabilitas aerodinamis terhadap angin laut yang kencang. Permukaan luar bangunan dicat putih bersih, yang berfungsi sebagai tanda visual (daymark) bagi pelaut di siang hari, kontras dengan birunya air laut dan hijaunya vegetasi pulau.
Salah satu elemen desain yang paling menonjol adalah penggunaan jendela-jendela kecil yang melingkari tubuh mercusuar secara vertikal. Jendela ini berfungsi sebagai ventilasi alami untuk mengatur kelembapan di dalam menara serta memberikan pencahayaan alami pada tangga melingkar di dalamnya.
Inovasi Struktural dan Material
Keunikan utama Mercusuar Pulau Lengkuas terletak pada material konstruksinya. Berbeda dengan banyak bangunan kolonial di daratan yang menggunakan batu bata atau beton, mercusuar ini dibangun menggunakan panel besi tuang (cast iron) yang disambung dengan sistem baut dan keling (riveted). Penggunaan besi tuang ini merupakan inovasi canggih pada abad ke-19 karena sifatnya yang tahan terhadap korosi air laut jika dirawat dengan benar, serta kemampuannya untuk menahan beban lateral akibat angin kencang.
Di bagian dalam, terdapat tangga besi melingkar yang merupakan keajaiban teknik tersendiri. Tangga ini terdiri dari ratusan anak tangga yang terhubung langsung ke dinding besi luar, menciptakan struktur yang kaku namun fleksibel. Di bagian puncak, terdapat ruang lentera (lantern room) yang dilindungi oleh kaca tebal dan kerangka besi yang kokoh, tempat lampu utama berada.
Lampu mercusuar ini pada awalnya menggunakan sistem sumbu minyak, namun seiring perkembangan teknologi, sistemnya telah diperbarui menjadi elektrik. Keberadaan lensa Fresnel asli yang masih terawat di puncaknya menjadi bukti keunggulan optik masa lalu yang mampu memproyeksikan cahaya hingga puluhan mil laut.
Signifikansi Budaya dan Sosial
Bagi masyarakat Belitung, Mercusuar Pulau Lengkuas adalah identitas daerah. Keberadaannya telah menjadi saksi bisu transformasi Belitung dari pulau tambang timah menjadi destinasi wisata global. Secara sosial, mercusuar ini melambangkan ketangguhan dan panduan. Dalam budaya lokal, gambar mercusuar ini sering muncul dalam berbagai karya seni, batik motif Belitung, hingga logo-logo institusi lokal.
Struktur ini juga menciptakan ekosistem sosial yang unik. Selama puluhan tahun, penjaga mercusuar (Lighthouse Keepers) tinggal di pulau terpencil ini dalam isolasi, menjalankan tugas mulia menjaga keselamatan pelaut. Kehidupan para penjaga ini telah menjadi bagian dari narasi lisan masyarakat setempat tentang dedikasi dan kesunyian di tengah laut.
Elemen Unik dan Integrasi Lanskap
Yang membedakan Mercusuar Pulau Lengkuas dari mercusuar lainnya di dunia adalah integrasi arsitekturnya dengan lanskap alam sekitar. Bangunan ini dikelilingi oleh tumpukan batu granit raksasa yang artistik, menciptakan kontras antara struktur buatan manusia yang geometris dengan bentuk alam yang organik.
Keberadaan bangunan pendukung di kaki mercusuar, seperti rumah penjaga dan gudang logistik, mempertahankan gaya arsitektur Indische Empire. Bangunan-bangunan ini memiliki atap tinggi dan selasar yang luas, dirancang untuk beradaptasi dengan iklim tropis yang panas dan lembap.
Pengalaman Pengunjung dan Pemanfaatan Saat Ini
Saat ini, Mercusuar Pulau Lengkuas berada di bawah pengelolaan Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tanjung Pandan. Meskipun fungsi utamanya tetap sebagai alat bantu navigasi yang aktif, mercusuar ini telah menjadi ikon pariwisata utama di Kepulauan Bangka Belitung.
Pengunjung yang mendatangi pulau ini akan disuguhi pemandangan megah menara putih yang menjulang di antara pasir putih dan air laut yang jernih. Meski saat ini akses untuk naik hingga ke puncak menara dibatasi untuk alasan konservasi dan keselamatan struktur, keindahan eksteriornya tetap menjadi daya tarik fotografi yang luar biasa. Berjalan di sekitar fondasi mercusuar memberikan perspektif tentang skala masif konstruksi besi abad ke-19 ini.
Upaya pelestarian terus dilakukan untuk menjaga integritas struktur besi dari ancaman karat dan penuaan. Mercusuar Pulau Lengkuas bukan hanya sekadar bangunan tua; ia adalah monumen sejarah maritim, pencapaian teknik sipil masa lalu, dan simbol kebanggaan masyarakat Belitung yang terus bersinar di tengah Selat Karimata. Sebagai bangunan ikonik, ia mengajarkan bahwa arsitektur yang baik adalah arsitektur yang mampu bertahan melawan waktu, cuaca, dan perubahan zaman tanpa kehilangan fungsinya.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Belitung
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Belitung
Pelajari lebih lanjut tentang Belitung dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Belitung