Situs Sejarah

Replika SD Laskar Pelangi

di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-Usul Historis dan Latar Belakang Pendirian

Sejarah Replika SD Laskar Pelangi berakar pada memoar masa kecil Andrea Hirata, penulis novel fenomenal "Laskar Pelangi" yang diterbitkan pada tahun 2005. Bangunan asli sekolah tersebut sebenarnya sudah runtuh dimakan usia jauh sebelum novelnya meledak. Namun, seiring dengan kesuksesan adaptasi film layar lebar oleh sutradara Riri Riza pada tahun 2008, kebutuhan untuk memvisualisasikan tempat perjuangan sepuluh anak "Laskar Pelangi" menjadi sangat mendesak.

Pemerintah daerah bersama tim produksi film memutuskan untuk membangun kembali sekolah tersebut sesuai dengan deskripsi dalam buku dan ingatan Andrea Hirata. Pembangunannya dilakukan pada masa pra-produksi film sebagai lokasi syuting utama. Setelah proses syuting selesai, bangunan ini tidak dibongkar, melainkan dipertahankan dan diresmikan sebagai situs wisata sejarah dan budaya untuk mengenang jasa para pendidik seperti Ibu Muslimah dan Pak Harfan.

Arsitektur dan Detail Konstruksi: Estetika Keterbatasan

Secara arsitektural, Replika SD Laskar Pelangi mengadopsi gaya bangunan sekolah rakyat era kolonial yang sangat sederhana dan memprihatinkan. Struktur utamanya menggunakan kayu-kayu lokal yang sengaja dipilih untuk memberikan kesan lapuk dan tua. Dindingnya terbuat dari papan kayu yang tidak rata, dengan celah-celah di antara sambungan yang memungkinkan angin dan debu masuk ke dalam ruang kelas.

Salah satu fitur paling ikonik adalah dua batang kayu besar yang dipasang miring sebagai penopang struktur bangunan. Kayu penyangga ini merepresentasikan kondisi asli sekolah pada tahun 1970-an yang nyaris roboh. Atapnya menggunakan seng yang sengaja dibuat berkarat untuk menambah kesan autentik. Di dalamnya, terdapat bangku-bangku kayu panjang dan meja yang sudah kusam, serta sebuah papan tulis hitam yang masih menggunakan kapur. Lantainya bukan ubin atau semen halus, melainkan tanah dan pasir yang mengeras, mencerminkan betapa minimnya fasilitas pendidikan bagi anak-anak buruh tambang timah kala itu.

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Terkait

Situs ini memiliki signifikansi sejarah yang multidimensi. Pertama, ia merekam sejarah pendidikan Islam di Belitung melalui institusi Muhammadiyah yang gigih memberikan akses sekolah bagi kaum papa (kaum dhuafa). Kedua, situs ini menjadi saksi bisu era kejayaan dan keruntuhan industri timah di bawah naungan PN Timah.

Peristiwa sejarah yang paling melekat adalah perjuangan sekolah ini untuk tetap berdiri meskipun hanya memiliki sepuluh murid. Dalam catatan sejarah lokal yang diangkat melalui narasi Laskar Pelangi, sekolah ini nyaris ditutup oleh pengawas sekolah dari Depdikbud karena kekurangan jumlah siswa minimal. Keputusan Ibu Muslimah untuk tetap mengajar meskipun tidak digaji selama bertahun-tahun adalah fakta sejarah yang menginspirasi gerakan pendidikan di seluruh Indonesia.

Tokoh Penting dan Periode Waktu

Nama-nama seperti N.A. Muslimah Hafsari (Ibu Muslimah) dan K.A. Harfan Efendy Noor (Pak Harfan) adalah tokoh sentral yang sejarahnya diabadikan di situs ini. Mereka mewakili periode pendidikan tahun 1970-an hingga 1980-an di Belitung Timur, sebuah masa di mana terjadi kesenjangan tajam antara sekolah milik perusahaan timah yang mewah (SD PN Timah) dengan sekolah rakyat yang kumuh.

Situs ini juga berkaitan erat dengan sosok Andrea Hirata, yang melalui tulisan-tulisannya, berhasil mengubah persepsi dunia terhadap Belitung. Keberadaan replika ini menandai titik balik transformasi ekonomi Belitung dari sektor pertambangan menuju sektor pariwisata berbasis literasi (literary tourism).

Status Pelestarian dan Upaya Restorasi

Saat ini, Replika SD Laskar Pelangi dikelola di bawah pengawasan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur. Mengingat material utamanya adalah kayu yang terpapar cuaca tropis ekstrem dan angin laut, pemeliharaan rutin menjadi tantangan tersendiri. Beberapa kali restorasi kecil telah dilakukan, terutama pada bagian atap seng dan penggantian papan kayu yang mulai keropos karena rayap.

Pemerintah daerah berupaya menjaga keaslian tampilan "kumuh" bangunan ini. Restorasi tidak bertujuan untuk membuat bangunan menjadi baru atau mewah, melainkan untuk memperkuat struktur agar aman dikunjungi wisatawan tanpa menghilangkan nilai historis dan estetika kemiskinan yang menjadi ruh dari situs tersebut. Kawasan di sekitar replika juga telah ditata dengan penambahan fasilitas pendukung seperti Museum Kata Andrea Hirata yang terletak tidak jauh dari lokasi ini.

Makna Budaya dan Nilai Edukasi

Bagi masyarakat lokal, Replika SD Laskar Pelangi adalah simbol harga diri. Ia membuktikan bahwa kemiskinan materi tidak menghalangi pencapaian intelektual. Secara budaya, situs ini menjadi pusat kegiatan literasi dan sering digunakan sebagai lokasi upacara adat atau festival budaya Belitung Timur.

Keunikan sejarah yang jarang diketahui adalah bahwa lokasi pembangunan replika ini sebenarnya berada di atas tanah yang dulunya merupakan kawasan tambang. Hal ini menambah lapisan makna sejarah tentang bagaimana pendidikan tumbuh di atas lahan yang telah dikeruk kekayaannya. Situs ini juga menjadi pengingat akan pentingnya toleransi beragama dan etnis, di mana murid-muridnya terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk etnis Tionghoa yang diwakili oleh tokoh A Kiong dalam cerita tersebut.

Dengan mengunjungi Replika SD Laskar Pelangi, pengunjung tidak hanya melihat sebuah bangunan kayu tua, tetapi sedang berziarah ke sebuah monumen yang merayakan kemenangan mimpi di atas keterbatasan fisik. Situs ini tetap menjadi destinasi paling berpengaruh di Belitung yang membuktikan bahwa pena dan buku mampu mengubah takdir sebuah pulau lebih kuat daripada mesin keruk timah mana pun.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Lenggang, Gantong, Belitung Timur
entrance fee
Rp 5.000 per orang
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 18:00

Tempat Menarik Lainnya di Belitung

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Belitung

Pelajari lebih lanjut tentang Belitung dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Belitung