Wisata Alam

Fulan Fehan

di Belu, Nusa Tenggara Timur

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Lanskap Geografis dan Fitur Alam yang Unik

Fulan Fehan berdiri kokoh di ketinggian sekitar 800 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Fitur alam yang paling dominan adalah hamparan padang sabana hijau yang seolah tidak berujung, dikelilingi oleh perbukitan karst dan barisan pegunungan yang membentengi wilayah Belu. Berbeda dengan pantai-pantai di NTT yang cenderung panas, udara di Fulan Fehan sangat sejuk dan sering kali diselimuti kabut tebal, menciptakan suasana magis yang menenangkan.

Di tengah lembah ini, pengunjung dapat menemukan kaktus-kaktus liar yang tumbuh subur di antara bebatuan karang. Keberadaan kaktus ini memberikan kontras visual yang unik—perpaduan antara hijaunya rumput dengan karakter tanaman gersang. Selain itu, komposisi tanah di sini banyak dihiasi oleh formasi batu karang tajam yang mencuat ke permukaan, menandakan bahwa wilayah ini kemungkinan besar merupakan dasar laut yang terangkat jutaan tahun lalu melalui proses geologi yang panjang.

Ekosistem dan Biodiversitas: Hunian Para Kuda Liar

Salah satu daya tarik utama yang membedakan Fulan Fehan dengan destinasi lain adalah ekosistemnya yang masih sangat alami. Padang luas ini merupakan rumah bagi ratusan ekor kuda dan sapi milik penduduk lokal yang dilepasliarkan untuk mencari makan. Pemandangan kawanan kuda yang berlarian bebas di tengah kabut memberikan pengalaman visual yang menyerupai lanskap pegunungan di Eropa atau Selandia Baru.

Secara biodiversitas, wilayah ini didominasi oleh jenis rumput pendek yang tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem dan pohon-pohon berbatang keras yang tumbuh sporadis. Burung-burung endemik Timor sering terlihat melintasi kawasan ini, menambah kekayaan fauna yang bisa diamati oleh para pecinta pengamatan burung (birdwatching).

Aktivitas Luar Ruangan dan Pengalaman Wisata

Fulan Fehan menawarkan berbagai aktivitas bagi para petualang dan pencinta ketenangan:

1. Explorasi Sabana dan Fotografi: Luasnya area memungkinkan pengunjung untuk berjalan kaki menyusuri lembah. Setiap sudut menawarkan sudut pandang fotografi yang berbeda, mulai dari kaktus yang ikonik hingga latar belakang Gunung Lakaan yang sering tertutup awan.

2. Wisata Sejarah di Benteng Makes: Tak jauh dari padang sabana, terdapat situs sejarah Benteng Makes. Benteng tujuh lapis ini merupakan situs pertahanan tradisional suku setempat yang terbuat dari susunan batu karang. Di dalamnya terdapat makam-makam kuno dan singgasana batu yang masih dijaga kesakralannya.

3. Mendaki Gunung Lakaan: Bagi mereka yang memiliki stamina lebih, pendakian ke puncak Gunung Lakaan memberikan pemandangan 360 derajat yang mencakup wilayah Timor Leste dan garis pantai utara Belu.

4. Interaksi dengan Ternak: Pengunjung dapat melihat dari dekat kehidupan semi-liar ternak penduduk, namun tetap disarankan untuk menjaga jarak demi keamanan.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Karakteristik visual Fulan Fehan berubah drastis sesuai musim, memberikan alasan bagi wisatawan untuk datang lebih dari sekali:

  • Musim Hujan (Desember - April): Ini adalah waktu terbaik bagi mereka yang ingin melihat "Green Highlands". Seluruh lembah akan berwarna hijau zamrud yang sangat pekat, dengan kabut yang turun hampir sepanjang hari. Suasana akan terasa sangat lembap dan segar.
  • Musim Kemarau (Mei - Oktober): Padang rumput akan berubah warna menjadi kuning keemasan. Meskipun terlihat lebih gersang, pada musim ini akses jalan jauh lebih aman dan pemandangan langit malam biasanya sangat cerah, ideal bagi pecinta astrophotography untuk melihat Galaksi Bima Sakti.

Waktu kunjungan paling ideal adalah pagi hari sebelum pukul 09.00 saat kabut masih menggantung rendah, atau sore hari menjelang matahari terbenam ketika cahaya jingga menyinari sela-sela perbukitan.

Konservasi dan Perlindungan Lingkungan

Sebagai kawasan yang masih murni, kelestarian Fulan Fehan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat adat setempat. Upaya konservasi difokuskan pada perlindungan vegetasi asli dan pemeliharaan situs budaya Benteng Makes. Wisatawan sangat ditekankan untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama karena plastik dapat membahayakan hewan ternak yang mencari makan di sana. Selain itu, pengambilan batu karang atau tanaman kaktus dilarang keras untuk menjaga keseimbangan ekosistem lokal.

Aksesibilitas dan Fasilitas

Menuju Fulan Fehan membutuhkan perjalanan sekitar 1 hingga 1,5 jam dari Atambua, ibu kota Kabupaten Belu. Akses jalan saat ini sudah cukup baik dan beraspal, meskipun terdapat beberapa tanjakan terjal dan tikungan tajam yang menuntut kewaspadaan pengemudi.

Fasilitas di lokasi utama masih tergolong minim untuk menjaga kesan alami, namun sudah tersedia area parkir, beberapa gazebo untuk berteduh, dan toilet umum di dekat pintu masuk utama. Tidak ada penginapan formal di area sabana, sehingga wisatawan biasanya menginap di Atambua atau melakukan camping dengan izin dari tokoh masyarakat setempat.

Fulan Fehan adalah bukti nyata bahwa Nusa Tenggara Timur tidak hanya memiliki pantai yang indah, tetapi juga dataran tinggi yang mampu menyihir siapa pun yang datang. Keheningan yang ditawarkan, berpadu dengan hembusan angin pegunungan dan derap langkah kuda liar, menjadikan tempat ini sebagai destinasi wajib bagi mereka yang mencari pelarian dari hiruk-pikuk kehidupan kota. Mengunjungi Fulan Fehan adalah upaya untuk kembali ke alam dan menghargai warisan bumi yang masih terjaga keasliannya di tapal batas negeri.

📋 Informasi Kunjungan

address
Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu
entrance fee
Gratis / Sukarela
opening hours
24 Jam

Tempat Menarik Lainnya di Belu

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Belu

Pelajari lebih lanjut tentang Belu dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Belu