Pusat Kebudayaan

Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Bengkalis

di Bengkalis, Riau

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Filosofi dan Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

LAMR Bengkalis berdiri di atas pondasi filosofi "Adat Bersendikan Syarak, Syarak Bersendikan Kitabullah". Di Kabupaten Bengkalis, lembaga ini berfungsi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang berwawasan budaya. Perannya melampaui seremoni formal; LAMR menjadi rujukan utama dalam penyelesaian konflik sosial melalui pendekatan adat (restorative justice) serta menjadi kurator utama dalam memastikan pembangunan fisik di Bengkalis tetap mempertahankan estetika arsitektur Melayu.

Keberadaan Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja Di Laut yang menjadi markas LAMR Bengkalis merupakan simbol kedaulatan budaya. Di tempat inilah, kebijakan adat dirumuskan untuk menjaga marwah masyarakat Melayu agar tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan.

Pelestarian Seni Pertunjukan dan Sastra Lisan

Salah satu pilar utama kegiatan di LAMR Bengkalis adalah revitalisasi seni pertunjukan tradisional yang mulai langka. Bengkalis memiliki kekayaan seni yang unik karena letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan Selat Melaka, menciptakan percampuran budaya yang khas.

1. Zapin Api dan Zapin Tradisional: LAMR Bengkalis secara rutin memfasilitasi pembinaan sanggar-sanggar Zapin. Khusus untuk Zapin Api yang berasal dari Desa Rupat Utara, LAMR berperan dalam dokumentasi dan perlindungan agar kesenian mistis-religius ini tetap terjaga orisinalitasnya sebagai warisan budaya takbenda.

2. Teater Bangsawan: Sebagai upaya menghidupkan kembali kejayaan panggung Melayu, LAMR menyelenggarakan pelatihan teater bangsawan bagi generasi muda. Program ini mencakup pelatihan vokal, gerak khas, hingga penguasaan naskah-naskah klasik yang sarat akan pesan moral dan heroik.

3. Sastra Lisan (Gurindam dan Pantun): LAMR Bengkalis memastikan bahwa tradisi berbalas pantun tetap hidup dalam setiap prosesi adat, mulai dari pernikahan hingga penyambutan tamu agung. Mereka secara berkala mengadakan sayembara penulisan Gurindam Dua Belas dan lomba berpantun tingkat kabupaten untuk menjaring bakat-bakat muda "pujangga" Melayu.

Kerajinan Tangan dan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

Di dalam kompleks pusat kebudayaan ini, terdapat ruang khusus untuk pengembangan kerajinan tangan khas Bengkalis. LAMR mendorong pemberdayaan pengrajin lokal melalui program-program konkret:

  • Tenun Legetan dan Pucuk Rebung: Bengkalis dikenal dengan motif tenun selerang yang khas. LAMR bekerja sama dengan kelompok penenun untuk memastikan motif-motif pakem tetap dilestarikan sambil melakukan inovasi pada pewarnaan alami.
  • Anyaman Pandan dan Kerajinan Tekat: Tradisi menyulam dengan benang emas (tekat) yang biasa digunakan untuk perlengkapan pelaminan dan tepak sirih menjadi fokus pelatihan. Hal ini bertujuan agar kebutuhan alat prosesi adat dapat dipenuhi oleh pengrajin lokal, bukan produk pabrikan.

Program Edukasi dan Kaderisasi Pemuda Adat

Menyadari bahwa tantangan terbesar adalah regenerasi, LAMR Bengkalis meluncurkan program "Sekolah Adat". Program ini bukan pendidikan formal, melainkan serangkaian lokakarya intensif bagi pelajar dan mahasiswa. Materi yang diajarkan meliputi:

  • Tata Cara Berpakaian Melayu: Mengedukasi masyarakat mengenai perbedaan penggunaan kain samping, jenis tanjak (destar), dan baju kurung sesuai dengan strata sosial dan jenis acara.
  • Protokoler Adat: Melatih pemuda untuk menjadi "Pemandu Adat" atau pembawa acara dalam upacara tradisi, sehingga nilai-nilai kesantunan Melayu tetap terjaga dalam setiap helat (pesta).
  • Literasi Jawi: Upaya mengembalikan kemampuan membaca dan menulis aksara Arab-Melayu di kalangan generasi z, sebagai kunci untuk membuka naskah-naskah kuno sejarah Bengkalis.

Helat Budaya dan Festival Tahunan

LAMR Bengkalis menjadi motor penggerak dalam berbagai festival kebudayaan berskala besar. Salah satu yang paling menonjol adalah perayaan Festival Lampu Colok pada malam ke-27 Ramadan. Meskipun merupakan tradisi masyarakat, LAMR memberikan standarisasi nilai estetika dan filosofi pada desain gerbang lampu colok agar tetap memuat pesan-pesan keislaman dan kemelayuan.

Selain itu, LAMR aktif dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dalam sisi syiar budaya, serta upacara adat Tepuk Tepung Tawar bagi tokoh-tokoh masyarakat atau pejabat yang baru dilantik sebagai bentuk doa restu dan penerimaan secara adat di tanah Bengkalis.

Pelestarian Warisan Takbenda dan Dokumentasi Sejarah

Bengkalis memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Kesultanan Siak dan peran Datuk Laksamana Raja Di Laut. LAMR Bengkalis secara aktif melakukan riset dan pendokumentasian situs-situs sejarah di Bukit Batu dan sekitarnya. Mereka mengumpulkan naskah-naskah lama dan tradisi lisan (folklore) untuk dibukukan agar tidak hilang ditelan zaman.

Upaya ini juga mencakup standarisasi "Adat Perkawinan Melayu Bengkalis". Mengingat banyaknya variasi, LAMR berupaya merumuskan pakem yang menjadi acuan bagi masyarakat umum agar prosesi seperti merisik, meminang, hantar tanda, hingga bersanding tetap sesuai dengan alur adat yang benar.

Peran dalam Pengembangan Budaya Lokal dan Harmoni Sosial

Sebagai daerah yang heterogen, LAMR Bengkalis juga menjalankan peran sebagai "Payung Negeri". Meskipun fokus pada kebudayaan Melayu, lembaga ini aktif menjalin komunikasi dengan paguyuban etnis lain (Jawa, Tionghoa, Bugis, Batak, dll) yang ada di Bengkalis. LAMR memposisikan diri sebagai penengah dan pengayom, memastikan bahwa di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kebudayaan Melayu dijadikan sebagai budaya inti yang inklusif, merangkul perbedaan untuk menciptakan stabilitas daerah.

LAMR juga terlibat dalam pemberian gelar adat kepada tokoh-tokoh yang dianggap berjasa besar bagi kemajuan Kabupaten Bengkalis. Pemberian gelar ini bukan sekadar penghormatan, melainkan amanah untuk ikut serta menjaga marwah dan martabat daerah dalam kancah nasional maupun internasional.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Di era digital, LAMR Bengkalis mulai merambah platform media sosial untuk menyebarkan konten-konten edukasi budaya. Video pendek tentang cara melipat tanjak atau makna di balik hidangan bolu kemojo dan lempuk durian menjadi cara efektif untuk menjangkau audiens muda.

Harapannya, Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Bengkalis terus bertransformasi menjadi lembaga yang modern secara manajerial namun tetap tradisional secara substansi. Dengan komitmen yang kuat, LAMR akan memastikan bahwa cahaya peradaban Melayu di Selat Melaka akan terus bersinar, menjadikan Bengkalis bukan hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kaya secara spiritual dan berwibawa secara budaya. Melalui sinergi antara ulama, umaro (pemerintah), dan pemuka adat, LAMR Bengkalis tetap menjadi benteng terakhir penjaga nilai-nilai luhur di Negeri Junjungan.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Sungai Gergaji, Kota Bengkalis, Kabupaten Bengkalis
entrance fee
Gratis
opening hours
Senin - Jumat, 08:00 - 16:00

Tempat Menarik Lainnya di Bengkalis

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Bengkalis

Pelajari lebih lanjut tentang Bengkalis dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Bengkalis