Kuliner Legendaris

Pasar Ikan Higienis Sinar Terang

di Bitung, Sulawesi Utara

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Sejarah dan Evolusi: Dari Tradisi ke Higienitas

Pasar Ikan Higienis Sinar Terang tidak muncul begitu saja. Akar sejarahnya bermula dari pasar tradisional di pesisir Bitung yang telah ada sejak dekade silam, tempat para nelayan dari Selat Lembeh mendaratkan hasil tangkapan mereka. Nama "Sinar Terang" sendiri mengandung filosofi harapan akan masa depan yang cerah bagi para pedagang dan kualitas produk yang selalu "terang" atau segar dipandang mata.

Transformasi menjadi pasar "higienis" merupakan langkah revolusioner di Sulawesi Utara. Pemerintah dan komunitas lokal menyadari bahwa kekayaan laut Bitung yang melimpah—mulai dari Tuna, Cakalang, hingga Malalugis—memerlukan penanganan yang memenuhi standar kesehatan tanpa menghilangkan jiwa tradisionalnya. Kini, Sinar Terang menjadi rujukan nasional bagi pengelolaan pasar ikan yang bersih, namun tetap mempertahankan atmosfer kehangatan khas pasar tradisional Sulawesi.

Mahakarya Hidangan: Cakalang Fufu dan Rahasia Pengasapan

Berbicara tentang Sinar Terang tidak lengkap tanpa membahas Cakalang Fufu. Ini adalah ikon kuliner Bitung yang paling dicari. Di kawasan ini, pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pengasapan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Cakalang (Skipjack Tuna) yang baru didaratkan segera dibersihkan, dibelah menjadi dua, dan dijepit dengan kerangka bambu yang disebut gepe. Keunikan Cakalang Fufu Sinar Terang terletak pada jenis kayu yang digunakan untuk pengasapan. Para pengrajin di sini secara konsisten menggunakan sabut kelapa dan kayu keras tertentu untuk menghasilkan asap yang stabil. Proses pengasapan dilakukan selama 4 hingga 5 jam hingga daging ikan berubah warna menjadi kemerahan yang cantik dengan aroma smoky yang meresap hingga ke tulang.

Teknik ini bukan sekadar cara memasak, melainkan metode pengawetan tradisional yang memungkinkan ikan bertahan lama tanpa bahan kimia, mencerminkan kearifan lokal dalam mengelola surplus hasil laut.

Ragam Spesialitas: Dari Rahang Tuna hingga Sashimi Lokal

Pasar Ikan Higienis Sinar Terang adalah surga bagi mereka yang mencari bagian-bagian ikan yang spesifik. Salah satu yang paling legendaris adalah Rahang Tuna Bakar. Di sini, rahang tuna sirip kuning (Yellowfin Tuna) yang berukuran raksasa dibakar di atas bara tempurung kelapa. Daging di area rahang dikenal paling lembut dan memiliki kandungan lemak yang memberikan sensasi juicy.

Selain itu, terdapat tradisi unik yang disebut Sashimi ala Bitung atau sering disebut Gohu Ikan. Berbeda dengan versi Jepang, Gohu Ikan di Sinar Terang menggunakan ikan Tuna atau Cakalang segar yang dipotong dadu, kemudian dibumbui dengan perasan lemon cui (jeruk kunci), garam, cabai rawit (rica), bawang merah, dan yang paling krusial: kacang tanah goreng yang ditumbuk kasar serta siraman minyak kelapa panas. Perpaduan rasa asam, pedas, dan gurih kacang menciptakan ledakan rasa yang tidak ditemukan di tempat lain.

Teknik Memasak Tradisional: Bakar Nyanda Pake Lama

Prinsip utama kuliner di Sinar Terang adalah "Bakar Nyanda Pake Lama" (Bakar tidak pakai lama). Karena ikan yang tersedia sangat segar, bumbu yang digunakan cenderung minimalis agar rasa asli daging ikan tidak tertutup.

Bumbu dasar yang digunakan biasanya disebut Bumbu Kuning atau Bumbu Rica-Rica. Teknik pembakaran menggunakan tempurung kelapa memberikan aroma yang lebih intens dibandingkan arang kayu biasa. Para koki lokal di sekitar pasar memiliki keahlian dalam mengatur jarak antara bara dan ikan, memastikan kulit ikan menjadi garing (crispy) sementara daging di dalamnya tetap lembut dan lembap.

Konteks Budaya dan Kebiasaan Makan Lokal

Makan di Pasar Ikan Higienis Sinar Terang adalah sebuah ritual sosial. Budaya makan di sini sangat dipengaruhi oleh semangat Mapalus (gotong royong). Tidak jarang pengunjung membeli ikan langsung dari lapak pedagang, lalu membawanya ke warung-warung pengolahan di sekitar pasar untuk dimasak sesuai selera.

Hidangan ikan ini selalu ditemani oleh pendamping wajib: Dabu-Dabu. Ada berbagai jenis dabu-dabu yang populer di sini, mulai dari Dabu-Dabu Lilang (irisan tomat hijau, bawang merah, cabai rawit, dan kemangi) hingga Dabu-Dabu Bakar. Kehadiran sayur Kangkung Bunga Pepaya yang dimasak dengan bumbu rupa-rupa (rempah lengkap) memberikan keseimbangan rasa pahit dan segar yang menetralisir kekayaan rasa ikan bakar.

Masyarakat Bitung memiliki kebiasaan makan ikan dengan Milu Siram (sup jagung) atau Ubi Rebus/Pisang Goroho Goreng. Penggunaan karbohidrat selain nasi ini menunjukkan keragaman pangan lokal yang masih terjaga erat di Sinar Terang.

Tokoh dan Warisan Keluarga

Keberlangsungan Sinar Terang tidak lepas dari peran keluarga-keluarga pedagang ikan yang telah berjualan selama tiga generasi. Sosok-sosok seperti "Mama-Mama" pedagang ikan di sini bukan sekadar penjual; mereka adalah kurator kualitas. Mereka mampu membedakan kualitas ikan hanya dengan melihat kejernihan mata atau tekstur sisiknya dari jarak beberapa meter. Pengetahuan ini diwariskan secara lisan kepada anak-cucu mereka, menjaga standar tinggi yang membuat Sinar Terang tetap menyandang status legendaris.

Beberapa kedai di area ini juga telah menjadi institusi kuliner tersendiri, di mana resep sambal rahasia keluarga dijaga ketat, menjamin bahwa rasa yang dinikmati pengunjung hari ini tetap sama dengan rasa yang dinikmati para pelaut puluhan tahun lalu.

Inovasi dalam Tradisi: Menatap Masa Depan

Meskipun menyandang status legendaris, Pasar Ikan Higienis Sinar Terang terus beradaptasi. Penggunaan teknologi pendingin (cold storage) yang modern berdampingan harmonis dengan tungku-tungku pengasapan tradisional. Hal ini memastikan bahwa rantai pasok dari kapal nelayan hingga ke piring konsumen tetap terjaga integritasnya.

Bagi wisatawan, berkunjung ke Sinar Terang adalah pengalaman sensorik yang lengkap. Suara riuh tawar-menawar dalam dialek Manado-Bitung yang khas, aroma asap kayu yang bercampur dengan bau laut yang segar, hingga pemandangan warna-warni ikan karang yang eksotis, semuanya membentuk mozaik kuliner yang tak terlupakan.

Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Pasar

Pasar Ikan Higienis Sinar Terang adalah bukti bahwa kemajuan zaman dan higienitas tidak harus mengorbankan tradisi. Ia tetap menjadi benteng terakhir keaslian rasa bahari Sulawesi Utara. Di setiap potong Cakalang Fufu atau setiap suapan Gohu Ikan, terdapat jejak kerja keras nelayan Bitung dan kearifan para pengolah makanan yang menghargai pemberian alam.

Bagi siapa pun yang menginjakkan kaki di Bitung, Sinar Terang bukan sekadar tempat untuk mengisi perut, melainkan destinasi untuk memahami jiwa Kota Bitung melalui lidah. Ia adalah sebuah monumen hidup bagi kejayaan maritim Indonesia, di mana ikan segar dan rempah pilihan bersatu dalam harmoni rasa yang abadi.

📋 Informasi Kunjungan

address
Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, 06:00 - 21:00

Tempat Menarik Lainnya di Bitung

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Bitung

Pelajari lebih lanjut tentang Bitung dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Bitung