Kripik Singkong Cimahi (Sentra Industri Keripik)
di Cimahi, Jawa Barat
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Akar Sejarah dan Signifikansi Budaya
Sejarah keripik singkong di Cimahi tidak terlepas dari melimpahnya pasokan singkong dari wilayah perbukitan di sekitar Cimahi Utara dan Cireundeu. Sejak era 1970-an, beberapa keluarga di kawasan Citeureup dan sekitarnya mulai merintis usaha pengolahan singkong skala rumah tangga. Seiring berjalannya waktu, wilayah ini berkembang menjadi pusat produksi massal yang dikenal sebagai Sentra Industri Keripik.
Bagi masyarakat Cimahi, keripik singkong adalah identitas. Ia mencerminkan filosofi "ngoprek" atau kreativitas dalam keterbatasan. Dahulu, singkong dianggap sebagai makanan kelas bawah, namun melalui sentuhan tangan dingin para pengrajin di Cimahi, komoditas sederhana ini naik kelas menjadi camilan premium yang dicari oleh wisatawan dari berbagai daerah. Keberadaannya telah menyatukan komunitas melalui koperasi-koperasi kecil dan pasar tradisional yang menjadi urat nadi ekonomi lokal.
Keunikan Bahan Baku: Rahasia Singkong Pilihan
Apa yang membuat Kripik Singkong Cimahi berbeda dengan produk serupa dari daerah lain? Jawabannya terletak pada pemilihan bahan baku. Para pengrajin legendaris di Cimahi sangat selektif dalam memilih jenis singkong. Mereka biasanya menggunakan Singkong Mentega atau Singkong Gajah yang dipanen pada usia tepat 9 hingga 10 bulan.
Singkong yang terlalu muda akan lembek saat digoreng, sementara yang terlalu tua akan berserat kayu. Tanah vulkanik di sekitar wilayah Bandung Raya memberikan nutrisi unik yang menghasilkan singkong dengan kadar pati yang seimbang, memberikan tekstur "ngepros" (renyah namun empuk) yang menjadi ciri khas utama.
Proses Pembuatan Tradisional: Teknik "Double Frying"
Keunggulan Kripik Singkong Cimahi terletak pada teknik pengolahannya yang masih mempertahankan metode tradisional atau heritage cooking techniques. Proses dimulai dengan pengupasan manual untuk memastikan tidak ada kulit ari yang tersisa, yang bisa menyebabkan rasa pahit.
Setelah dikupas, singkong diiris tipis-tipis menggunakan alat tradisional bernama pasrah. Ketebalan irisan harus konsisten, biasanya sekitar 1 hingga 1,5 milimeter. Langkah krusial berikutnya adalah pencucian berulang kali hingga air rendaman bening, yang bertujuan untuk menghilangkan getah dan kelebihan pati agar keripik tidak lengket satu sama lain saat digoreng.
Teknik penggorengan yang digunakan adalah double frying atau penggorengan dua tahap. Tahap pertama menggunakan api sedang untuk mematangkan bagian dalam singkong, dan tahap kedua menggunakan api besar untuk mengunci kerenyahan dan memberikan warna kuning keemasan yang cantik. Minyak yang digunakan pun harus berkualitas tinggi dan diganti secara berkala untuk menjaga aroma agar tetap segar dan tidak tengik.
Varian Rasa Legendaris dan Inovasi Modern
Meskipun kini banyak varian rasa modern, Kripik Singkong Cimahi memiliki tiga pilar rasa legendaris:
1. Original Asin Gurih: Hanya menggunakan garam dan bawang putih kating yang dihaluskan. Kesederhanaan ini justru menonjolkan rasa asli singkong yang manis dan nutty.
2. Pedas Merah (Bumbu Basah): Ini adalah primadona Cimahi. Menggunakan cabai merah keriting segar, bawang merah, dan sedikit air asam jawa yang dimasak hingga menjadi karamel (karamelisasi bumbu). Teknik ini memastikan bumbu menempel sempurna pada keripik tanpa membuatnya melempem.
3. Kripik Gadung & Singkong Aroma: Variasi yang sering menyertai keripik singkong, menggunakan daun jeruk purut yang diiris halus untuk memberikan aroma segar yang menggugah selera.
Tokoh dan Keluarga Penggerak Industri
Sentra industri ini bertahan berkat dedikasi keluarga-keluarga pengrajin yang telah menurunkan resepnya hingga generasi ketiga. Di kawasan Citeureup, nama-nama seperti Ibu Hajah Siti atau keluarga pemilik merek-merek lokal yang telah berdiri sejak tahun 80-an menjadi penjaga gawang kualitas. Mereka tidak hanya berperan sebagai pengusaha, tetapi juga sebagai edukator bagi para pekerja lokal tentang pentingnya menjaga standar rasa.
Interaksi di sentra ini sangat hangat. Pembeli seringkali dipersilakan masuk ke area produksi untuk melihat langsung proses penggorengan. Budaya "nyicip" (mencicipi) adalah hal yang wajib; pembeli boleh mencoba berbagai varian rasa langsung dari wadah besar sebelum memutuskan untuk membeli.
Konteks Budaya dan Tradisi Makan
Di Jawa Barat, keripik singkong bukan sekadar camilan saat menonton televisi. Ia adalah pelengkap wajib saat makan besar. Masyarakat Cimahi sering menjadikan keripik singkong sebagai pengganti kerupuk saat menyantap Nasi Liwet atau Mie Kocok. Teksturnya yang renyah memberikan dimensi baru pada hidangan yang berkuah atau lembek.
Selain itu, dalam tradisi hantaran atau "nyambungan" di acara pernikahan adat Sunda di Cimahi, keripik singkong dalam kemasan besar sering dijadikan salah satu isi bingkisan. Hal ini menunjukkan bahwa keripik singkong memiliki derajat sosial yang terhormat dalam struktur budaya lokal.
Mengunjungi Sentra Industri: Pengalaman Sensorik
Mengunjungi Sentra Industri Keripik Singkong di Cimahi adalah sebuah pengalaman sensorik yang lengkap. Begitu memasuki kawasan ini, hidung akan disambut oleh aroma harum bawang putih yang digoreng dan wangi pedas dari cabai yang ditumis. Suara gemericik minyak panas dan dentingan spatula logam yang beradu dengan wajan raksasa menciptakan simfoni industri rumahan yang khas.
Para pengunjung biasanya akan melihat deretan kaleng-kaleng besar (blek) berjejer rapi, berisi ribuan keping keripik yang siap dikemas. Keunikan lainnya adalah sistem penjualan yang masih fleksibel; konsumen bisa membeli dalam satuan gram hingga kilogram, atau bahkan membawa wadah sendiri sebagai upaya mendukung keberlanjutan lingkungan yang mulai digalakkan oleh beberapa pengrajin muda di sana.
Penutup: Menjaga Warisan di Tengah Modernisasi
Kripik Singkong Cimahi (Sentra Industri Keripik) adalah bukti nyata bagaimana sebuah komoditas sederhana dapat menjadi legenda jika dikelola dengan cinta, tradisi, dan ketekunan. Di tengah gempuran camilan modern dari luar negeri, keripik singkong Cimahi tetap berdiri teguh. Rahasianya bukan pada teknologi canggih, melainkan pada kesetiaan para pengrajinnya terhadap resep leluhur dan penggunaan bahan baku lokal yang berkualitas.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke Cimahi, singgah di sentra industri ini bukan sekadar perjalanan belanja, melainkan ziarah kuliner untuk menghargai warisan budaya Jawa Barat yang renyah, gurih, dan penuh cerita. Kripik Singkong Cimahi akan terus menjadi kebanggaan, mengingatkan kita bahwa kelezatan sejati seringkali ditemukan dalam kesederhanaan yang diolah dengan ketulusan hati.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Cimahi
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Cimahi
Pelajari lebih lanjut tentang Cimahi dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Cimahi