Masjid Jami Al-Ikhlas (Masjid Kubah Emas)
di Depok, Jawa Barat
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Kemegahan Arsitektur Masjid Dian Al-Mahri: Ikon Spiritual dan Material di Depok
Masjid Jami Al-Ikhlas, yang lebih dikenal secara luas oleh masyarakat sebagai Masjid Kubah Emas atau Masjid Dian Al-Mahri, merupakan salah satu mahakarya arsitektur Islam kontemporer yang paling mencolok di Indonesia. Terletak di Cinere, Depok, Jawa Barat, kompleks masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol dedikasi spiritual yang dipadukan dengan kemewahan material yang tak tertandingi di Asia Tenggara.
#
Konteks Sejarah dan Visi Pembangunan
Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rashid, seorang pengusaha asal Banten, yang membeli lahan seluas 50 hektar di Depok untuk mewujudkan visinya membangun "Rumah Tuhan" yang megah. Konstruksi dimulai pada tahun 2001 dan selesai pada akhir tahun 2006. Masjid ini diresmikan pada 31 Desember 2006, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.
Filosofi di balik pembangunannya adalah keyakinan bahwa jika rumah manusia bisa dibangun dengan sangat indah, maka rumah Tuhan harus jauh lebih indah dan megah. Nama resmi "Al-Ikhlas" mencerminkan niat tulus sang pendiri, sementara nama populer "Kubah Emas" lahir dari fitur arsitekturalnya yang paling dominan dan ikonik.
#
Gaya Arsitektur dan Prinsip Desain
Secara arsitektural, Masjid Kubah Emas mengadopsi gaya Timur Tengah (Persia dan Arab) yang kental, dengan pengaruh kuat dari desain masjid-masjid di India dan Iran. Desainnya menitikberatkan pada simetri sempurna, geometri yang rumit, dan penggunaan material kelas atas.
Struktur bangunan utama terdiri dari ruang salat yang luas dengan langit-langit tinggi untuk menciptakan sirkulasi udara alami dan kesan transendental. Prinsip desainnya mengikuti tipologi masjid tradisional dengan kubah pusat yang dominan, namun dieksekusi dengan skala yang jauh lebih masif dan material yang lebih eksotis dibandingkan masjid-masjid lain di Jawa Barat.
#
Fitur Unik: Lima Kubah Emas 24 Karat
Fitur yang paling membedakan masjid ini adalah keberadaan lima kubah utama yang seluruh permukaannya dilapisi dengan mozaik emas murni 24 karat. Angka lima ini bukan tanpa makna; ia melambangkan Rukun Islam.
1. Kubah Utama: Memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Bentuknya menyerupai kubah Taj Mahal di India, memberikan siluet yang dramatis pada cakrawala Depok.
2. Kubah Pendamping: Empat kubah kecil yang mengelilingi kubah utama melambangkan keseimbangan dan harmoni.
Pelapisan emas dilakukan dengan teknologi mozaik Italia, di mana lembaran emas tipis (gold leaf) dilapisi kaca untuk memastikan ketahanan terhadap cuaca tropis Indonesia yang ekstrem, sehingga kilau emasnya tetap terjaga tanpa perlu pembersihan manual yang sering.
#
Detail Interior dan Material Eksotis
Memasuki bagian dalam masjid, pengunjung akan disambut oleh kemewahan yang konsisten dengan eksteriornya. Interior masjid didominasi oleh penggunaan marmer yang diimpor langsung dari Italia dan Turki. Marmer ini dipasang dengan presisi tinggi, menciptakan pola visual yang bersih dan sejuk.
Di pusat ruang salat, tepat di bawah kubah utama, tergantung sebuah lampu gantung kristal (chandelier) raksasa seberat 2,7 ton yang diimpor dari Italia. Lampu ini diatur sedemikian rupa sehingga ketika menyala, cahayanya memantul pada ornamen-ornamen emas di sekeliling langit-langit, menciptakan atmosfer yang khusyuk namun megah.
Mimbar masjid dan mihrab (ceruk tempat imam) juga menjadi pusat perhatian arsitektural. Mihrab dilapisi dengan emas 18 karat dan dihiasi dengan kaligrafi yang sangat halus. Relief di atas mihrab dibuat menggunakan teknik handmade yang rumit, memberikan tekstur kedalaman pada dinding utama.
#
Inovasi Struktural dan Menara
Masjid ini memiliki enam menara (minaret) berbentuk segi enam yang menjulang setinggi 40 meter. Angka enam ini melambangkan Rukun Iman. Menara-menara ini dilapisi dengan batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia, dengan detail ornamen melingkar di puncaknya. Di puncak setiap menara, terdapat kubah kecil yang juga dilapisi mozaik emas 24 karat, menyatukan tema estetika bangunan secara keseluruhan.
Struktur bangunan menggunakan beton bertulang dengan fondasi yang sangat dalam untuk menopang beban marmer dan kubah logam yang berat. Sistem ventilasi didesain secara pasif melalui jendela-jendela tinggi dan pintu-pintu kayu jati yang besar, memungkinkan udara mengalir bebas meski tanpa penggunaan pendingin ruangan yang berlebihan di area selasar.
#
Signifikansi Budaya dan Sosial
Masjid Dian Al-Mahri telah mengubah lanskap sosial dan ekonomi di wilayah Cinere, Depok. Dari sebuah lahan kosong, kawasan ini bertransformasi menjadi pusat wisata religi nasional. Setiap akhir pekan, ribuan peziarah dari seluruh Indonesia datang tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk mengagumi keajaiban arsitekturnya.
Keberadaan masjid ini membuktikan bahwa arsitektur dapat menjadi alat dakwah visual. Kemegahan material emas digunakan sebagai metafora bagi kemuliaan agama Islam. Bagi masyarakat Depok, masjid ini telah menjadi identitas kota dan kebanggaan daerah, seringkali disebut sebagai "Taj Mahal-nya Indonesia".
#
Pengalaman Pengunjung dan Penggunaan Saat Ini
Saat ini, Masjid Kubah Emas berfungsi penuh sebagai pusat kegiatan keagamaan, termasuk salat lima waktu, salat Jumat, kajian Islam, dan perayaan hari besar. Pengunjung yang datang akan merasakan pengalaman ruang yang sangat lapang. Area halaman masjid yang luas ditanami pohon kurma dan hamparan rumput hijau yang tertata rapi, memberikan kontras visual antara warna hijau alami dengan kilau keemasan kubah.
Manajemen masjid menerapkan aturan yang ketat terkait etika berpakaian dan kebersihan untuk menjaga kesucian dan keindahan material bangunan. Area selasar luar yang luas sering digunakan jamaah untuk beristirahat dan menikmati angin sepoi-sepoi, sementara area dalam tetap steril bagi mereka yang ingin melakukan ibadah dengan tenang.
#
Penutup: Warisan Arsitektur
Masjid Jami Al-Ikhlas (Masjid Kubah Emas) adalah bukti nyata dari perpaduan antara kekayaan material, kemahiran teknik sipil, dan kedalaman spiritual. Dengan penggunaan emas murni sebagai elemen dekoratif utama dan marmer pilihan dari berbagai belahan dunia, bangunan ini berdiri sebagai monumen arsitektur yang melampaui fungsinya sebagai tempat ibadah, menjadi sebuah warisan seni bina yang akan terus dikagumi oleh generasi mendatang di Jawa Barat dan Indonesia.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Depok
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Depok
Pelajari lebih lanjut tentang Depok dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Depok