Kuliner Legendaris

Dodol Picnic Garut

di Garut, Jawa Barat

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Akar Sejarah dan Visi Sang Pionir

Kisah Dodol Picnic tidak dapat dipisahkan dari sosok H. Iton Damiri. Berdiri secara resmi pada tahun 1949, tak lama setelah kemerdekaan Indonesia, Dodol Picnic lahir dari tangan dingin seorang wirausahawan yang ingin mengangkat derajat penganan lokal menjadi produk berkelas internasional. Sebelum tahun 1940-an, dodol di Garut hanyalah industri rumahan skala kecil yang dijual tanpa kemasan khusus.

Nama "Picnic" dipilih bukan tanpa alasan. H. Iton Damiri menginginkan sebuah nama yang universal, mudah diingat, dan diasosiasikan dengan kegembiraan serta perjalanan. Pada masa itu, membawa bekal saat bertamasya adalah tradisi yang kuat, dan Dodol Picnic dirancang sebagai camilan praktis yang tahan lama tanpa bahan pengawet kimia, menjadikannya teman perjalanan yang sempurna.

Keberhasilan Dodol Picnic kemudian diteruskan oleh generasi berikutnya, di bawah bendera PT Herlinah Cipta Pratama. Transformasi dari industri dapur menjadi pabrik modern tetap mempertahankan esensi tradisionalnya, menjadikan brand ini sebagai standar emas bagi industri dodol di Garut.

Anatomi Kelezatan: Bahan Baku dan Filosofi Rasa

Apa yang membedakan Dodol Picnic dengan dodol lainnya? Jawabannya terletak pada rigoritas pemilihan bahan baku. Dodol Picnic konsisten menggunakan bahan-bahan alami premium yang menjadi kunci tekstur kenyal dan rasa manis yang tidak "nyegrak" (terlalu tajam) di tenggorokan.

1. Tepung Ketan Murni: Menggunakan beras ketan pilihan yang digiling sendiri untuk memastikan kadar pati yang tepat, memberikan elastisitas yang khas.

2. Santan Kental: Diperas dari kelapa tua pilihan yang memberikan rasa gurih (creamy) dan minyak alami yang membuat dodol mengkilap.

3. Gula Merah Tebu dan Gula Kelapa: Perpaduan berbagai jenis gula alami memberikan kedalaman rasa karamel dan warna cokelat gelap yang menggoda.

4. Lemak Nabati dan Susu: Salah satu rahasia kelembutan Dodol Picnic adalah penambahan lemak nabati dan susu berkualitas tinggi yang tidak ditemukan pada resep dodol tradisional biasa.

Ritual Pembuatan: Tradisi yang Terjaga

Proses pembuatan Dodol Picnic adalah sebuah bentuk kesabaran yang dimanifestasikan dalam seni kuliner. Meskipun saat ini sudah menggunakan mesin pengaduk modern untuk kapasitas besar, prinsip dasarnya tetap mengikuti pakem tradisional "kawah" (wajan raksasa).

Proses dimulai dengan pencampuran santan dan gula yang direbus hingga mendidih. Setelah itu, tepung ketan dimasukkan secara bertahap. Inti dari pembuatan dodol adalah pengadukan terus-menerus selama minimal 4 hingga 6 jam. Pengadukan ini bertujuan agar adonan tidak gosong di bagian bawah dan mencapai tingkat kekentalan yang sempurna (disebut "tanak").

Dodol dianggap matang sempurna jika adonannya sudah tidak lengket di tangan dan memiliki kilauan berminyak yang berasal dari santan yang telah pecah. Setelah matang, adonan panas ini didinginkan dalam nampan-nampan besar selama semalam sebelum masuk ke tahap pemotongan dan pengemasan.

Variasi Rasa: Dari Klasik hingga Inovasi Modern

Meskipun varian Classic (rasa original cokelat) tetap menjadi primadona dan paling dicari sebagai buah tangan, Dodol Picnic terus berinovasi untuk mengikuti zaman. Beberapa varian yang menjadi favorit pelanggan antara lain:

  • Dodol Picnic Rasa Buah: Menggunakan ekstrak buah asli seperti durian, sirsak, nanas, dan strawberry.
  • Dodol Picnic Mocca dan Cokelat: Memberikan sentuhan modern yang disukai generasi muda.
  • Dodol Wijen: Menambahkan tekstur renyah dan aroma kacang yang kuat pada setiap gigitan.
  • Choco Dot: Inovasi terbaru yang menggabungkan cokelat batang dengan isian dodol di dalamnya, sebuah perpaduan antara kuliner Barat dan Timur.

Makna Budaya dan Simbolisme Lokal

Di Garut, dodol bukan sekadar makanan; ia adalah simbol perekat sosial. Dalam tradisi masyarakat Sunda, dodol sering disajikan dalam acara-acara penting seperti pernikahan (hajatan) dan hari raya Idul Fitri. Sifat dodol yang lengket melambangkan harapan agar silaturahmi antar keluarga dan tetangga tetap erat dan tidak terputus.

Bagi warga Garut, Dodol Picnic adalah kebanggaan identitas. Perusahaan ini tidak hanya menyerap ribuan tenaga kerja lokal, tetapi juga menjadi duta budaya. Setiap kotak Dodol Picnic yang dibawa wisatawan ke luar kota atau luar negeri membawa cerita tentang keramahan dan kreativitas masyarakat Garut.

Pengalaman Wisata Belanja di Toko Pusat

Mengunjungi Garut belum lengkap tanpa mendatangi showroom pusat Dodol Picnic. Terletak di jalan strategis di pusat kota Garut, toko ini menawarkan pengalaman belanja yang unik. Pengunjung tidak hanya bisa membeli produk segar yang baru keluar dari pabrik, tetapi juga seringkali dapat melihat diorama atau penjelasan mengenai sejarah perusahaan.

Kemasannya yang ikonik—kotak berwarna merah dan kuning dengan gambar keluarga yang sedang berpiknik—telah menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Indonesia. Desain visual ini hampir tidak berubah secara drastis selama puluhan tahun, memberikan kesan nostalgia yang kuat bagi para pelanggan setia.

Warisan yang Tak Lekang oleh Waktu

Di tengah gempuran tren kuliner kekinian dan makanan impor, Dodol Picnic Garut tetap berdiri kokoh. Rahasianya terletak pada konsistensi. Mereka tidak mengorbankan kualitas bahan demi menekan biaya produksi. Penggunaan mentega berkualitas dan teknik pengolahan yang higienis membuat Dodol Picnic memiliki masa simpan yang cukup lama (sekitar 6 bulan) meski tanpa pengawet buatan, sebuah pencapaian teknis dalam pengolahan pangan tradisional.

Dodol Picnic juga telah mengantongi sertifikasi halal dan standar keamanan pangan internasional, memungkinkan produk ini menembus pasar ekspor ke Singapura, Malaysia, hingga Timur Tengah. Ini membuktikan bahwa kuliner tradisional Garut mampu bersaing di panggung global tanpa kehilangan jati dirinya.

Penutup: Lebih dari Sekadar Manis

Menikmati sepotong Dodol Picnic Garut adalah menikmati sejarah panjang sebuah ketekunan. Ada keringat para pengaduk adonan, ada ketelitian para pemilih kelapa, dan ada visi besar dari keluarga H. Iton Damiri di dalamnya. Teksturnya yang kenyal, rasa manisnya yang legit, dan aroma santannya yang harum menjadikannya maestro di dunia penganan tradisional Indonesia.

Bagi siapa pun yang berkunjung ke Jawa Barat, Dodol Picnic bukan sekadar oleh-oleh, melainkan sebuah artefak kuliner yang menceritakan bagaimana sebuah tradisi lokal mampu bertransformasi menjadi legenda yang dicintai lintas generasi. Ia adalah mahakarya dari Garut untuk dunia, sebuah bukti nyata bahwa rasa yang autentik akan selalu menemukan jalannya untuk tetap relevan di hati para penikmatnya.

📋 Informasi Kunjungan

address
Jl. Pasirwangi No.1, Tarogong Kaler, Kabupaten Garut
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 20:00

Tempat Menarik Lainnya di Garut

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Garut

Pelajari lebih lanjut tentang Garut dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Garut