Makam Sunan Giri
di Gresik, Jawa Timur
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Makam Sunan Giri: Episentrum Dakwah dan Simbol Kejayaan Islam di Gresik
Makam Sunan Giri bukan sekadar kompleks pemakaman kuno, melainkan sebuah monumen sejarah yang merekam jejak transisi spiritual dan politik di Nusantara. Terletak di Bukit Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, situs ini merupakan peristirahatan terakhir Raden Paku, yang lebih dikenal dengan gelar Sunan Giri atau Prabu Satmata, salah satu anggota Wali Songo yang paling berpengaruh dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara.
#
Asal-usul Historis dan Pendirian Giri Kedaton
Sejarah Makam Sunan Giri tidak dapat dipisahkan dari berdirinya Giri Kedaton pada tahun 1487 Masehi. Raden Paku, putra dari Syekh Maulana Ishak dan Dewi Sekardadu (putri Kerajaan Blambangan), mendirikan pusat pendidikan agama Islam yang berkembang menjadi sebuah kedatuan (kerajaan kecil). Lokasi bukit dipilih berdasarkan petunjuk gurunya, Sunan Ampel, yang meminta Raden Paku mencari tanah yang memiliki kemiripan dengan tanah di tempat kelahirannya.
Setelah wafat pada tahun 1506 Masehi, Sunan Giri dimakamkan di lokasi yang kini menjadi inti dari kompleks situs tersebut. Seiring berjalannya waktu, kompleks ini berkembang tidak hanya sebagai tempat peristirahatan, tetapi juga sebagai simbol otoritas spiritual yang diakui oleh kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara, mulai dari Demak, Pajang, hingga Mataram, bahkan mencapai pengaruh hingga ke wilayah Maluku dan Ternate.
#
Arsitektur: Perpaduan Estetika Hindu-Jawa dan Islam
Keunikan utama Makam Sunan Giri terletak pada arsitekturnya yang mencerminkan akulturasi budaya. Situs ini dibangun di atas bukit yang bertingkat-tingkat, sebuah konsep yang menyerupai punden berundak dari era megalitikum atau struktur candi Hindu.
1. Gapura Bentar dan Paduraksa: Akses menuju makam utama harus melewati deretan gapura. Penggunaan Gapura Bentar (tanpa atap) dan Gapura Paduraksa (beratap) menunjukkan kesinambungan seni bangunan dari era Majapahit yang diadaptasi dalam konteks Islam. Ukiran pada gapura menampilkan motif flora (tumbuh-tumbuhan) dan geometris yang rumit, menghindari bentuk makhluk hidup sesuai dengan prinsip seni Islam masa itu.
2. Cungkup Utama: Bangunan inti atau cungkup yang menaungi makam Sunan Giri terbuat dari kayu jati berkualitas tinggi dengan atap tumpang khas Nusantara. Di dalamnya terdapat ukiran tembus (relief) yang sangat halus. Pintu masuk cungkup dibuat rendah, yang mengharuskan setiap peziarah menundukkan kepala sebagai simbol penghormatan dan kerendahan hati kepada Sang Pencipta.
3. Batu Nisan dan Jirat: Makam Sunan Giri sendiri memiliki nisan yang dihiasi dengan ukiran khas bertanda tahun serta motif bunga. Di sekitar makam utama, terdapat makam istri beliau, Dewi Murtasiyah, serta putra dan kerabat dekatnya.
#
Signifikansi Sejarah dan Peran Politik
Makam Sunan Giri memegang posisi yang unik dalam historiografi Jawa. Sunan Giri tidak hanya dipandang sebagai pemimpin agama, tetapi juga sebagai "Paus dari Timur" (sebutan dari laporan kolonial Belanda) karena pengaruhnya dalam melegitimasi kekuasaan raja-raja Islam.
Salah satu peristiwa sejarah yang krusial adalah peran Giri Kedaton sebagai penentu suksesi di Kesultanan Demak. Setiap calon raja di Jawa pada masa itu merasa kurang sah kekuasaannya jika tidak mendapatkan restu atau penobatan dari penguasa Giri. Hal ini menjadikan situs Makam Sunan Giri sebagai simbol kedaulatan politik Islam yang mandiri dari pengaruh kekuasaan feodal lama.
#
Tokoh-tokoh Terkait dan Peninggalan Unik
Selain Sunan Giri sendiri, di kompleks ini juga dimakamkan tokoh-tokoh penting seperti Sunan Prapen (cucu Sunan Giri) yang membawa Giri Kedaton pada puncak kejayaan politik dan kebudayaan. Salah satu fakta unik yang jarang diketahui adalah keberadaan "Telaga Pegat" di kaki bukit, yang menurut legenda tercipta dari sisa air wudu Sunan Giri dan memiliki kaitan erat dengan tata ruang situs sebagai elemen kehidupan.
Di dalam kompleks ini juga tersimpan benda-benda bersejarah seperti Bedug asli peninggalan masa silam dan beberapa prasasti kecil yang mencatat renovasi situs pada masa lalu. Penggunaan ubin porselen asal Tiongkok dan Eropa pada beberapa bagian dinding menunjukkan luasnya jaringan perdagangan dan hubungan diplomatik yang dijalin oleh otoritas Giri pada masa itu.
#
Upaya Pelestarian dan Restorasi
Sebagai Situs Cagar Budaya nasional, Makam Sunan Giri dikelola dengan pengawasan ketat dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI. Restorasi dilakukan secara berkala untuk menjaga keaslian struktur kayu jati pada cungkup yang rentan terhadap pelapukan dan serangan rayap.
Pemerintah Kabupaten Gresik juga telah melakukan penataan kawasan, termasuk pembangunan museum di sekitar lokasi untuk menyimpan artefak-artefak yang ditemukan di situs Giri Kedaton. Upaya konservasi tidak hanya menyasar pada bangunan fisik, tetapi juga pada tata kelola lingkungan perbukitan untuk mencegah longsor yang dapat mengancam struktur bangunan di puncak bukit.
#
Makna Religius dan Budaya Masyarakat
Hingga saat ini, Makam Sunan Giri tetap menjadi magnet spiritual utama di Jawa Timur. Setiap tahun, ribuan orang menghadiri ritual "Malam Selawe" yang jatuh pada malam ke-25 bulan Ramadan. Tradisi ini berawal dari kebiasaan para santri Sunan Giri yang meningkatkan ibadah di hari-hari terakhir Ramadan, yang kemudian berkembang menjadi fenomena budaya dan ekonomi bagi masyarakat Gresik.
Selain itu, terdapat tradisi "Rebo Wekasan" yang juga berkaitan dengan penghormatan terhadap leluhur di Giri. Bagi masyarakat setempat, keberadaan makam ini adalah pengingat akan konsep Manunggaling Kawula Gusti dalam konteks pengabdian sosial dan penyebaran agama yang damai melalui pendekatan budaya, seperti melalui media wayang kulit dan tembang dolanan (seperti Lir-Ilir dan Cublak-Cublak Suweng) yang diyakini sebagai ciptaan Sunan Giri.
#
Kesimpulan
Makam Sunan Giri adalah kesaksian bisu dari sebuah era di mana agama, politik, dan seni menyatu dalam harmoni yang sempurna. Situs ini bukan hanya tempat ziarah, melainkan sebuah laboratorium sejarah yang memperlihatkan bagaimana Islam merasuk ke dalam relung kebudayaan Jawa tanpa menghancurkan kearifan lokal yang telah ada. Dengan arsitekturnya yang megah di atas bukit dan sejarahnya yang mendalam, Makam Sunan Giri akan terus menjadi identitas tak terpisahkan dari Gresik dan sejarah besar Indonesia.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Gresik
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Gresik
Pelajari lebih lanjut tentang Gresik dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Gresik