Gresik

Epic
Jawa Timur
Luas
1.191,19 km²
Posisi
tengah
Jumlah Tetangga
4 wilayah
Pesisir
Ya

Dipublikasikan: Januari 2025

History

#

Sejarah Kabupaten Gresik: Gerbang Islam dan Sentra Industri Jawa Timur

Gresik, sebuah wilayah seluas 1.268,94 km² di Jawa Timur, memegang peranan krusial dalam lini masa sejarah Nusantara. Terletak di posisi strategis yang menjembatani jalur perdagangan internasional, Gresik dikenal dengan julukan "Kota Santri" dan "Kota Pudak". Secara administratif, wilayah ini berbatasan dengan lima daerah: Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, dan Laut Jawa di sisi utara (meskipun pusat pemerintahannya berada di tengah daratan utama).

##

Akar Kuno dan Penyebaran Islam

Sejarah Gresik tidak dapat dipisahkan dari peran pelabuhan kuno "Jaratan" yang telah dicatat oleh para penjelajah Tiongkok sejak abad ke-11. Namun, titik balik sejarahnya terjadi pada abad ke-14 dengan kedatangan Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) pada tahun 1392 M. Sebagai anggota tertua Wali Songo, beliau memusatkan dakwahnya di Desa Sembalo, yang kini menjadi bagian dari Kecamatan Kebomas.

Kejayaan Gresik sebagai pusat spiritual semakin menguat dengan berdirinya Kerajaan Giri Kedaton pada tahun 1487 oleh Raden Paku (Sunan Giri). Berlokasi di perbukitan pusat Gresik, Giri Kedaton bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan entitas politik yang pengaruhnya menjangkau hingga Maluku dan Ternate. Legenda "Giri Gajah" mencatat bagaimana otoritas spiritual Gresik menjadi penentu legitimasi raja-raja Islam di Jawa.

##

Era Kolonial dan Perlawanan

Pada masa pendudukan Belanda, Gresik menjadi saksi pembangunan infrastruktur vital. Salah satu fakta unik adalah pembangunan Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) oleh Daendels di awal abad ke-19 yang melintasi pusat kota. Pada periode ini, Gresik juga dikenal karena keberadaan komunitas Arab dan Tionghoa yang menetap di kawasan pesisir, menciptakan akulturasi budaya yang unik seperti yang terlihat di Kampung Kemasan.

Secara administratif, berdasarkan Staatblad 1928 No. 497, Gresik sempat berstatus sebagai wilayah otonom di bawah Karesidenan Surabaya sebelum akhirnya menjadi kabupaten mandiri. Selama masa mempertahankan kemerdekaan pasca-1945, para pejuang lokal yang tergabung dalam Laskar Hizbullah Gresik aktif terlibat dalam pertempuran sengit melawan pasukan Sekutu di perbatasan Surabaya-Gresik.

##

Warisan Budaya dan Modernisasi

Gresik memiliki tradisi "Pasar Bandeng" yang dipelopori oleh Sunan Giri untuk menggerakkan ekonomi rakyat, sebuah praktik yang tetap lestari hingga hari ini setiap akhir Ramadan. Secara kuliner, Nasi Krawu dan Pudak menjadi simbol akulturasi budaya pesisir dan agraris.

Memasuki era modern, transformasi besar terjadi pada 7 Agustus 1957 dengan berdirinya Pabrik Semen Gresik, yang diresmikan oleh Presiden Soekarno sebagai tonggak industrialisasi nasional. Kini, Gresik telah berevolusi menjadi pusat industri manufaktur dan energi terbesar di Jawa Timur, sekaligus tetap mempertahankan identitas religiusnya melalui pelestarian situs pemakaman Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim yang menjadi magnet wisata religi nasional. Hubungan historisnya dengan pusat perdagangan dunia di masa lalu kini terwujud dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, menghubungkan masa lalu yang gemilang dengan masa depan industri Indonesia.

Geography

#

Profil Geografis Kabupaten Gresik

Kabupaten Gresik merupakan wilayah strategis di Provinsi Jawa Timur yang memiliki luas wilayah sebesar 1268,94 km². Berdasarkan posisi kardinalnya, wilayah ini terletak di bagian tengah dari provinsi Jawa Timur dan secara geografis berada di tengah Pulau Jawa. Sebagai wilayah dengan kategori kelangkaan Epic, Gresik memiliki karakteristik unik di mana posisinya dikelilingi oleh daratan dan berbatasan langsung dengan lima wilayah administratif yang berbeda, menjadikannya simpul konektivitas daratan yang vital.

##

Topografi dan Bentang Alam

Topografi Kabupaten Gresik didominasi oleh dataran rendah dengan variasi ketinggian yang berkisar antara 0 hingga 500 meter di atas permukaan laut. Meskipun sebagian besar wilayahnya merupakan dataran, terdapat fitur terain berupa perbukitan kapur yang membentang di bagian utara dan tengah, yang merupakan bagian dari Pegunungan Kapur Utara. Lembah-lembah sungai yang subur menyelingi perbukitan ini, menciptakan kontras geomorfologis yang menarik. Salah satu fitur hidrografi utama adalah aliran Sungai Bengawan Solo dan Kali Lamong yang membelah wilayah ini, menyediakan sistem irigasi alami sekaligus membentuk ekosistem bantaran sungai yang khas.

##

Iklim dan Pola Cuaca

Kabupaten Gresik memiliki iklim tropis dengan variasi musiman yang dipengaruhi oleh angin muson. Suhu udara rata-rata berkisar antara 24°C hingga 34°C. Musim kemarau biasanya berlangsung dari Mei hingga Oktober, ditandai dengan intensitas cahaya matahari yang tinggi dan kelembapan yang menurun. Sebaliknya, musim penghujan terjadi antara November hingga April, di mana curah hujan terkonsentrasi pada wilayah lembah dan dataran rendah. Keunikan iklim di sini adalah adanya pengaruh angin lokal yang cukup kuat karena lokasinya yang berada di koridor daratan tengah Jawa Timur.

##

Sumber Daya Alam dan Vegetasi

Kekayaan mineral Gresik sangat bertumpu pada deposit batuan kapur dan dolomit yang melimpah di zona perbukitan, yang menjadi bahan baku utama industri semen dan kimia. Di sektor agraris, lahan-lahan di sekitar aliran sungai dimanfaatkan untuk pertanian padi dan palawija. Selain itu, terdapat potensi kehutanan berupa hutan jati dan hutan produksi yang tersebar di beberapa titik elevasi tinggi. Sumber daya air bawah tanah di wilayah ini juga menjadi aset krusial bagi keberlangsungan domestik dan industri.

##

Ekologi dan Biodiversitas

Secara ekologis, Gresik memiliki zona biodiversitas yang beragam, mulai dari ekosistem air tawar di sepanjang Kali Lamong hingga vegetasi lahan kering di perbukitan kapur. Flora khas yang ditemukan meliputi pohon siwalan dan berbagai jenis semak endemik. Satwa yang menghuni wilayah ini didominasi oleh burung-burung air dan fauna darat kecil yang beradaptasi dengan lingkungan agraris. Upaya konservasi di wilayah ini difokuskan pada perlindungan daerah aliran sungai untuk menjaga keseimbangan ekosistem daratan tengah Jawa Timur.

Culture

#

Jantung Budaya dan Spiritual Gresik: Harmoni Pesisir dan Tradisi Santri

Gresik, yang terletak di posisi strategis Jawa Timur, merupakan wilayah dengan kekayaan sejarah yang mendalam. Dikenal sebagai "Kota Pudak" dan "Kota Santri", Gresik memiliki karakteristik budaya yang unik karena menjadi titik temu antara peradaban Islam awal di Nusantara, pengaruh kolonial, dan dinamika industri modern.

##

Tradisi dan Upacara Adat

Salah satu tradisi paling ikonik di Gresik adalah Rebo Wekasan di Desa Suci, sebuah upacara memohon perlindungan kepada Tuhan yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir bulan Safar. Selain itu, terdapat tradisi Sanggring atau Kolak Ayam di Desa Gumeno yang dilakukan setiap malam ke-23 bulan Ramadhan. Tradisi ini bermula dari kisah penyembuhan Sunan Dalem (putra Sunan Giri) menggunakan ramuan ayam dan gula jawa, yang hingga kini hanya boleh dimasak oleh kaum laki-laki.

##

Kesenian dan Warisan Pertunjukan

Gresik memiliki seni pertunjukan khas bernama Pencak Macan, yang biasanya muncul dalam prosesi pernikahan. Kesenian ini menggambarkan pertarungan antara manusia berkostum macan dan monyet sebagai simbol perlindungan keluarga. Selain itu, Damar Kurung merupakan warisan seni rupa yang luar biasa. Lampion kertas berbentuk segi empat dengan lukisan gaya naif karya mendiang Masmundari ini menceritakan kehidupan sehari-hari masyarakat Gresik dan menjadi simbol cahaya budaya lokal.

##

Kuliner Khas yang Melegenda

Kekayaan kuliner Gresik sangat dipengaruhi oleh hasil laut dan tradisi Arab-Jawa. Nasi Krawu adalah primadona, berupa nasi hangat dengan suwiran daging sapi, serundeng tiga warna, dan sambal terasi pedas yang disajikan di atas daun pisang. Untuk camilan, Pudak yang terbuat dari tepung beras dan santan yang dibungkus pelepah pinang (ope) memberikan aroma wangi yang khas. Tak lupa Bandeng Tanpa Duri dan Otak-otak Bandeng yang menjadi oleh-oleh wajib dari kota ini.

##

Bahasa dan Dialek Lokal

Masyarakat Gresik menggunakan bahasa Jawa dialek Suroboyoan namun dengan intonasi yang lebih mengalun dan beberapa kosakata khas. Salah satu ekspresi yang sering didengar adalah penggunaan kata ganti "Riko" untuk "kamu" di beberapa wilayah tertentu, serta istilah-istilah religius yang melekat kuat dalam percakapan sehari-hari karena pengaruh lingkungan pesantren yang dominan.

##

Busana dan Tekstil Tradisional

Dalam hal busana, Gresik dikenal dengan kerajinan Tenun Wedani. Kain tenun ini memiliki motif geometris yang rapat dan warna-warna berani, sering digunakan sebagai sarung oleh kaum lelaki saat beribadah atau acara formal. Selain itu, penggunaan "Kopyah" atau peci hitam sangat identik dengan identitas pria Gresik sebagai simbol kesantunan dan religisitas.

##

Praktik Keagamaan dan Festival Budaya

Sebagai pusat penyebaran Islam, makam Sunan Giri dan Syekh Maulana Malik Ibrahim menjadi pusat gravitasi spiritual. Setiap malam 25 Ramadhan, diadakan Pasar Bandeng, sebuah festival ekonomi-budaya di mana para petambak memamerkan bandeng raksasa hasil budidaya mereka. Festival ini bukan sekadar pasar, melainkan wujud syukur atas keberkahan alam dan kemenangan spiritual setelah menjalankan ibadah puasa.

Tourism

Menjelajahi Pesona Gresik: Permata Historis di Jantung Jawa Timur

Gresik, sebuah wilayah strategis seluas 1268,94 km² di posisi tengah persimpangan ekonomi Jawa Timur, merupakan destinasi dengan kelangkaan "Epic" yang memadukan spiritualitas, sejarah kolonial, dan keajaiban alam. Berbatasan langsung dengan lima wilayah utama, termasuk Surabaya dan Lamongan, Gresik menawarkan narasi wisata yang jauh lebih mendalam daripada sekadar kota industri.

#

Keajaiban Alam dan Religi

Meskipun dikenal sebagai pusat industri, Gresik menyimpan permata alam yang memukau. Destinasi paling ikonik adalah Pulau Bawean, yang sering dijuluki "Pulau Putri". Di sini, wisatawan dapat menemukan Danau Kastoba yang mistis di puncak bukit serta penangkaran Rusa Bawean yang endemik. Di daratan utama, Bukit Jamur di Bungah menyajikan pemandangan langka berupa batuan terkikis angin yang menyerupai jamur raksasa, memberikan sensasi petualangan luar angkasa bagi para fotografer.

Sebagai pusat penyebaran Islam di Nusantara, wisata religi menjadi pilar utama. Peziarah dapat mengunjungi Kompleks Makam Sunan Giri dan Syekh Maulana Malik Ibrahim. Arsitektur gapura yang khas dan suasana syahdu di perbukitan Giri memberikan pengalaman spiritual yang menenangkan sekaligus edukatif mengenai sejarah penyebaran agama di tanah Jawa.

#

Warisan Budaya dan Arsitektur Kolonial

Gresik memiliki kawasan Kota Tua (Gresik Heritage) yang mempesona. Berjalan kaki di sepanjang Jalan Basuki Rahmat akan membawa Anda melihat deretan bangunan kolonial Belanda dan rumah-rumah bergaya Arab-Tiongkok yang terjaga keasliannya. Kawasan Kampung Kemasan dengan rumah-rumah berwarna merah bata yang artistik menjadi spot wajib bagi pecinta sejarah dan arsitektur kuno.

#

Petualangan Kuliner yang Autentik

Pengalaman ke Gresik tidak lengkap tanpa mencicipi Nasi Krawu, nasi hangat dengan suwiran daging sapi dan serundeng tiga warna yang gurih. Untuk pencuci mulut, Pudak—makanan khas berbahan tepung beras yang dibungkus pelepah pinang (ope)—menawarkan tekstur kenyal dan rasa manis yang unik. Di pesisir, Anda wajib mencoba Otak-otak Bandeng yang durinya telah dihilangkan, mencerminkan keahlian pengolahan hasil tambak lokal yang legendaris.

#

Akomodasi dan Waktu Kunjungan Terbaik

Keramahtamahan warga Gresik tercermin dari menjamurnya hotel berbintang hingga penginapan bernuansa lokal di sekitar pusat kota. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat perayaan Pasar Bandeng menjelang Idul Fitri atau saat ritual Rebo Wekasan, di mana kota berubah menjadi pusat festival budaya yang meriah. Musim kemarau (Mei - September) adalah waktu ideal untuk menyeberang ke Bawean demi ombak yang tenang dan visibilitas menyelam yang jernih.

Gresik bukan sekadar titik singgah, melainkan perpaduan harmoni antara tradisi kuno dan modernitas yang menanti untuk dijelajahi oleh para petualang sejati.

Economy

#

Profil Ekonomi Kabupaten Gresik: Episentrum Industri Jawa Timur

Kabupaten Gresik, yang terletak strategis di posisi tengah pesisir utara Jawa Timur, merupakan wilayah seluas 1.268,94 km² yang memegang peranan krusial dalam konstelasi ekonomi nasional. Meskipun secara administratif dikelilingi oleh lima wilayah tetangga—Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, dan Selat Madura—Gresik telah bertransformasi dari wilayah agraris menjadi pusat kekuatan industri berat yang berdaya saing global.

##

Sektor Industri dan Manufaktur Utama

Gresik dikenal secara internasional melalui keberadaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, pionir industri semen yang meletakkan fondasi industrialisasi di wilayah ini. Selain itu, sektor petrokimia menjadi tulang punggung ekonomi dengan hadirnya PT Petrokimia Gresik, produsen pupuk terlengkap di Indonesia yang menyokong ketahanan pangan nasional. Kehadiran Kawasan Industri Gresik (KIG) dan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) semakin mempertegas statusnya sebagai destinasi investasi utama. JIIPE, sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kini menampung megaproyek strategis seperti smelter tembaga PT Freeport Indonesia, yang diproyeksikan akan mengubah struktur lapangan kerja menuju industri nilai tambah tinggi.

##

Ekonomi Maritim dan Logistik

Walaupun dikelilingi daratan di sisi barat dan selatan, posisi Gresik di tepian laut menjadikannya gerbang logistik laut yang vital. Sektor maritim diwakili oleh Pelabuhan Umum Gresik dan pelabuhan internasional di JIIPE yang melayani bongkar muat komoditas global. Selain itu, industri galangan kapal dan perikanan budidaya (khususnya bandeng dan udang) tetap menjadi motor ekonomi bagi masyarakat pesisir, menjadikan Gresik sebagai salah satu pemasok protein laut utama bagi Jawa Timur.

##

Pertanian, Kerajinan Tradisional, dan UMKM

Di luar sektor pabrikan, Gresik memiliki keunikan ekonomi pada produk kerajinan khas. Kota ini adalah pusat produksi Kopiah (Peci) nasional, khususnya di daerah Bungah, yang produknya telah menembus pasar Asia Tenggara. Sektor kuliner juga memberikan kontribusi signifikan melalui produk Nasi Krawu dan Pudak, yang mendorong pertumbuhan sektor jasa dan pariwisata religi (Makam Sunan Giri dan Syekh Maulana Malik Ibrahim).

##

Infrastruktur dan Tren Ketenagakerjaan

Pembangunan infrastruktur transportasi, seperti Tol Surabaya-Manyar dan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), telah meningkatkan konektivitas logistik antarwilayah. Tren ketenagakerjaan di Gresik saat ini menunjukkan pergeseran dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier. Meski industrialisasi masif, tantangan ke depan adalah penyelarasan kompetensi tenaga kerja lokal dengan kebutuhan industri teknologi tinggi di KEK. Dengan perpaduan antara industri berat, kekuatan maritim, dan warisan budaya, Kabupaten Gresik tetap menjadi pilar ekonomi "Epic" yang tak tergantikan di tengah Pulau Jawa.

Demographics

#

Demografi Kabupaten Gresik: Dinamika Kawasan Industri dan Pesisir

Kabupaten Gresik, yang terletak di posisi tengah koridor ekonomi Jawa Timur dengan luas wilayah 1.268,94 km², memiliki karakteristik demografi yang unik sebagai percampuran antara masyarakat industri modern dan santri tradisional. Per tahun 2023, jumlah penduduk Gresik tercatat melampaui 1,3 juta jiwa, dengan tingkat kepadatan penduduk mencapai rata-rata 1.000 jiwa per km². Distribusi penduduk terkonsentrasi di wilayah "Gresik Kota" dan kecamatan penyangga seperti Manyar serta Kebomas yang menjadi pusat aktivitas ekonomi.

##

Komposisi Etnis dan Keberagaman Budaya

Secara etnis, penduduk Gresik didominasi oleh suku Jawa (sekitar 85%), diikuti oleh suku Madura yang signifikan, terutama di wilayah utara dan pesisir. Keunikan demografis yang menonjol adalah keberadaan komunitas Arab dan Tionghoa yang telah menetap selama berabad-abad di kawasan kota lama, menciptakan struktur masyarakat kosmopolitan yang harmonis. Hal ini tercermin dalam tradisi lokal seperti Pasar Bandeng dan Sanggring yang melibatkan berbagai lapisan sosial.

##

Struktur Usia dan Piramida Penduduk

Gresik memiliki struktur penduduk "Ekspansif" dengan proporsi penduduk usia produktif (15-64 tahun) yang sangat dominan, mencapai lebih dari 68%. Piramida penduduk menunjukkan basis yang luas pada kelompok usia muda, menandakan angka kelahiran yang stabil serta arus masuk tenaga kerja muda. Rasio ketergantungan di Gresik tergolong rendah, yang memberikan peluang bonus demografi bagi pengembangan sektor manufaktur dan jasa.

##

Pendidikan dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tingkat literasi di Gresik hampir menyentuh angka 99%, didukung oleh kombinasi sistem pendidikan formal dan pesantren. Pola pendidikan di Gresik unik karena statusnya sebagai "Kota Santri"; ribuan pemuda menempuh pendidikan di pondok pesantren besar seperti di wilayah Qomaruddin atau Suci, yang bersinergi dengan sekolah kejuruan berorientasi industri. Hal ini menciptakan tenaga kerja yang memiliki keseimbangan antara keterampilan teknis dan nilai religius.

##

Urbanisasi dan Pola Migrasi

Urbanisasi di Gresik didorong oleh perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE. Terjadi pergeseran signifikan dari masyarakat agraris dan nelayan menjadi buruh industri. Pola migrasi bersifat in-migration, di mana Gresik menjadi magnet bagi pencari kerja dari lima wilayah tetangganya (Surabaya, Lamongan, Sidoarjo, Mojokerto, dan Bangkalan melalui jalur laut). Pertumbuhan perumahan di wilayah selatan (Driyorejo dan Menganti) menunjukkan fenomena komuter, di mana penduduk tinggal di Gresik namun bekerja di Surabaya, mempertegas peran Gresik sebagai penyangga utama metropolitan Gerbangkertosusila.

💡 Fakta Unik

  • 1.Wilayah ini merupakan lokasi penandatanganan Piagam Saradan pada tahun 1832 yang menandai berakhirnya kekuasaan bupati-bupati mancanegara di bawah Kesultanan Yogyakarta.
  • 2.Kesenian Dongkrek yang diciptakan oleh Raden Ngabehi Lo Prawirodipuro berfungsi sebagai ritual pengusir wabah penyakit atau pagebluk dengan iringan musik perkusi kayu dan bedug.
  • 3.Bentang alamnya didominasi oleh Pegunungan Kendeng di utara dan lereng Gunung Wilis di selatan, namun wilayah tengahnya merupakan dataran rendah yang menjadi jalur utama penghubung Jawa Tengah dan Jawa Timur.
  • 4.Dikenal sebagai pusat industri kereta api terbesar di Asia Tenggara dan memiliki julukan populer sebagai Kota Gadis, yang merupakan akronim dari Perdagangan dan Industri.

Destinasi di Gresik

Semua Destinasi

Tempat Lainnya di Jawa Timur

Lokasi Serupa

Panduan Perjalanan Terkait

Memuat panduan terkait...

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Uji Pengetahuanmu!

Apakah kamu bisa menebak Gresik dari siluet petanya?