Wisata Alam

Gunung Api Purba Nglanggeran

di Gunungkidul, Yogyakarta

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Menjelajahi Pesona Geologi Gunung Api Purba Nglanggeran: Permata Purba di Jantung Gunungkidul

Gunung Api Purba Nglanggeran bukan sekadar destinasi pendakian biasa. Terletak di Desa Wisata Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, situs ini merupakan monumen alam yang menyimpan sejarah geologi bumi dari puluhan juta tahun yang lalu. Sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark Gunung Sewu, Nglanggeran menawarkan perpaduan langka antara edukasi geologi, petualangan fisik, dan keasrian budaya lokal yang terjaga.

#

Warisan Geologi: Sang Gunung yang Tak Lagi Membara

Secara geologis, Gunung Api Purba Nglanggeran adalah gunung berapi aktif sekitar 60 hingga 70 juta tahun yang lalu (Zaman Tersier). Berbeda dengan Gunung Merapi yang berbentuk kerucut sempurna dengan material pasir dan abu, Nglanggeran didominasi oleh batuan beku andesit dan batuan sedimen klastik berupa breksi gunung api.

Keunikan visual utama destinasi ini adalah gugusan batuan raksasa yang menjulang tinggi dengan bentuk yang eksotis. Batuan-batuan ini merupakan hasil dari pembekuan magma di masa lampau yang kemudian tersingkap ke permukaan akibat proses tektonik dan erosi selama jutaan tahun. Di sini, pengunjung tidak akan menemukan kawah aktif, melainkan lorong-lorong sempit di antara tebing batu, gua-gua vertikal, dan puncak-puncak karst yang menawarkan panorama lembah hijau dari ketinggian.

#

Ekosistem dan Biodiversitas yang Unik

Meskipun didominasi oleh batuan cadas, ekosistem di Gunung Api Purba Nglanggeran sangatlah hidup. Kawasan ini merupakan rumah bagi berbagai jenis flora asli, termasuk tanaman langka seperti Termas (sejenis tumbuhan obat yang hanya tumbuh di area tertentu di pegunungan karst). Vegetasi di sini beradaptasi dengan kondisi tanah yang tipis di atas lapisan batu, menciptakan pemandangan hutan sekunder yang rimbun di sela-sela formasi batuan.

Dari sisi fauna, pengunjung yang beruntung dapat menjumpai monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang mendiami tebing-tebing curam. Pada pagi hari, kicauan burung kutilang dan elang yang melayang di angkasa menambah kesan liar dan alami dari situs geowisata ini.

#

Aktivitas Luar Ruangan dan Pengalaman Menantang

Nglanggeran adalah surga bagi para pencinta aktivitas luar ruangan. Jalur pendakian di sini telah dikelola dengan baik namun tetap mempertahankan tantangan alaminya.

1. Hiking dan Trekking: Perjalanan menuju Puncak Gede (puncak tertinggi sekitar 700 mdpl) memakan waktu sekitar 50 hingga 90 menit. Jalurnya unik karena melewati celah batuan sempit yang hanya bisa dilalui satu orang (dikenal sebagai Lorong Sempit), di mana pendaki harus sedikit memiringkan badan di antara dua dinding batu raksasa.

2. Panjat Tebing (Rock Climbing): Tebing-tebing andesit yang vertikal dan kokoh menjadi lokasi favorit bagi para pemanjat tebing profesional maupun amatir.

3. Camping: Terdapat area perkemahan di dekat puncak yang memungkinkan pengunjung menikmati malam bertabur bintang (stargazing) dengan latar belakang kerlap-kerlip lampu kota Yogyakarta di kejauhan.

4. Menikmati Sunset dan Sunrise: Nglanggeran adalah salah satu titik terbaik di Yogyakarta untuk menyaksikan matahari terbit yang muncul dari balik perbukitan seribu, serta matahari terbenam yang membiaskan warna oranye di permukaan batuan purba.

#

Embung Nglanggeran: Oase di Atas Bukit

Hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari gerbang pendakian, terdapat Embung Nglanggeran. Ini adalah danau buatan yang berada di atas bukit, yang awalnya berfungsi sebagai sarana irigasi kebun buah durian dan kelengkeng milik warga. Keberadaan embung ini menambah keindahan lanskap dengan pantulan langit di permukaan air yang tenang, dilingkari oleh gugusan batu purba yang megah di latar belakangnya.

#

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Untuk pengalaman maksimal, waktu terbaik mengunjungi Nglanggeran adalah pada musim kemarau (Mei hingga September). Pada periode ini, jalur pendakian cenderung kering dan tidak licin, serta peluang untuk mendapatkan pemandangan langit yang bersih sangat besar. Jika ingin mengejar matahari terbit, pendakian sebaiknya dimulai pukul 04.30 WIB. Sebaliknya, jika ingin menikmati suasana yang lebih sejuk dan hijau, awal musim penghujan memberikan pemandangan vegetasi yang sangat segar, meski pendaki harus lebih waspada karena batuan menjadi lebih licin.

#

Konservasi dan Perlindungan Lingkungan

Sebagai bagian dari Geopark Dunia, Gunung Api Purba Nglanggeran dikelola dengan prinsip pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism). Pengelola setempat menerapkan aturan ketat untuk menjaga kelestarian alam, seperti larangan melakukan vandalisme pada batuan, larangan membuang sampah sembarangan, serta pembatasan jumlah pendaki pada waktu-waktu tertentu untuk mencegah kerusakan ekosistem.

Kesadaran lingkungan di sini sangat tinggi. Masyarakat lokal tidak hanya berperan sebagai pemandu, tetapi juga sebagai penjaga hutan dan batuan purba tersebut. Wisatawan diajak untuk menghargai warisan bumi ini sebagai situs pendidikan, bukan sekadar tempat berfoto.

#

Aksesibilitas dan Fasilitas Pendukung

Gunung Api Purba Nglanggeran terletak sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam menggunakan kendaraan bermotor. Jalurnya searah dengan objek wisata Bukit Bintang, melalui jalan raya Jogja-Wonosari yang berkelok namun beraspal mulus.

Fasilitas yang tersedia sudah sangat memadai bagi wisatawan, antara lain:

  • Area parkir yang luas.
  • Pusat informasi dan loket tiket.
  • Toilet dan kamar mandi yang bersih.
  • Warung-warung makan tradisional yang menyajikan kuliner lokal seperti Thiwul dan belalang goreng.
  • Homestay yang dikelola penduduk setempat bagi pengunjung yang ingin merasakan kehidupan pedesaan.
  • Pusat pengolahan cokelat (Griya Cokelat Nglanggeran) di mana pengunjung bisa membeli oleh-oleh khas berupa olahan kakao asli desa setempat.

Gunung Api Purba Nglanggeran adalah bukti nyata betapa dahsyatnya kekuatan alam di masa lalu. Mengunjungi tempat ini tidak hanya memberikan kesegaran fisik melalui aktivitas trekking, tetapi juga memberikan perspektif baru tentang sejarah panjang pembentukan Pulau Jawa. Dengan segala keunikan geologi dan kearifan lokalnya, Nglanggeran tetap menjadi destinasi wajib bagi siapa pun yang mendambakan petualangan alam yang otentik di Yogyakarta.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Nglanggeran Wetan, Nglanggeran, Patuk, Kabupaten Gunungkidul
entrance fee
Rp 15.000 - Rp 20.000
opening hours
Setiap hari, 24 jam

Tempat Menarik Lainnya di Gunungkidul

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Gunungkidul

Pelajari lebih lanjut tentang Gunungkidul dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Gunungkidul