Masjid Istiqlal
di Jakarta Pusat, Jakarta
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Konteks Historis dan Filosofi Pembangunan
Nama "Istiqlal" berasal dari bahasa Arab yang berarti "Kemerdekaan". Gagasan pembangunannya dicetuskan oleh KH Wahid Hasyim dan Anwar Tjokroaminoto pada tahun 1950, tak lama setelah pengakuan kedaulatan Indonesia. Presiden Soekarno kemudian mengambil alih proyek ini sebagai proyek mercusuar (nation building) untuk menunjukkan bahwa bangsa yang baru merdeka mampu membangun struktur megah dengan kekuatan sendiri.
Pemilihan lokasi di bekas benteng Belanda, Fort Prins Frederik, memiliki nilai simbolis yang kuat: mengubah simbol kolonialisme menjadi simbol ketuhanan dan kebebasan. Peletakan batu pertama dilakukan pada 24 Agustus 1961, namun karena gejolak politik dan ekonomi, pembangunan baru selesai dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978.
Arsitek Friedrich Silaban dan Visi Modernisme
Salah satu aspek paling unik dari Masjid Istiqlal adalah perancangnya, Friedrich Silaban, seorang arsitek Kristen Protestan asal Sumatera Utara. Silaban memenangkan sayembara arsitektur dengan desain bertema "Ketuhanan". Kemenangan Silaban mencerminkan semangat inklusivitas dan Bhinneka Tunggal Ika yang diusung oleh Soekarno.
Gaya arsitektur Istiqlal adalah modernisme internasional yang disesuaikan dengan iklim tropis. Berbeda dengan masjid tradisional Jawa yang umumnya beratap tumpang (susun) dari kayu, Silaban memilih menggunakan beton bertulang dan baja. Ia menghindari ornamen yang terlalu rumit, lebih memilih garis-garis geometris yang bersih, pilar-pilar tinggi, dan ruang terbuka yang luas untuk sirkulasi udara alami.
Struktur dan Inovasi Arsitektural
Secara struktural, Istiqlal terdiri dari gedung utama dan gedung pendamping yang dihubungkan oleh selasar luas. Unsur-unsur arsitekturnya sarat dengan simbolisme angka:
1. Kubah Utama: Memiliki diameter 45 meter, yang melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia, 1945. Kubah ini merupakan struktur kerangka baja antikarat (stainless steel) yang sangat modern pada masanya. Interior kubah dihiasi dengan ayat kursi yang dikerjakan dengan teknik kaligrafi yang elegan.
2. Menara Tunggal: Berbeda dengan banyak masjid yang memiliki banyak menara, Istiqlal hanya memiliki satu menara setinggi 66,66 meter (melambangkan jumlah ayat dalam Al-Qur'an menurut perhitungan tertentu). Puncak menara setinggi 30 meter melambangkan 30 juz dalam Al-Qur'an.
3. Pilar Utama: Di dalam ruang salat utama, terdapat 12 pilar raksasa yang menopang kubah. Angka 12 ini melambangkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal.
4. Tujuh Gerbang Utama: Masjid ini memiliki tujuh pintu masuk yang dinamai berdasarkan Asmaul Husna (Nama-nama Allah), yang juga melambangkan tujuh lapis langit dalam kosmologi Islam.
Estetika Material dan Adaptasi Tropis
Material utama yang digunakan adalah marmer putih dari Tulungagung yang melapisi hampir seluruh dinding dan lantai, memberikan kesan dingin dan megah. Penggunaan baja antikarat pada kubah, tiang, dan pagar memberikan sentuhan industri-modern yang membedakannya dari masjid-masjid bersejarah lainnya di dunia.
Kecerdasan Silaban terlihat pada sistem ventilasi alaminya. Masjid ini tidak menggunakan pendingin ruangan (AC) di ruang utamanya, namun tetap terasa sejuk. Hal ini dicapai melalui desain dinding yang tidak masif melainkan berupa kisi-kisi (roster) yang memungkinkan angin berhembus bebas ke dalam ruangan, sekaligus menciptakan permainan cahaya dan bayangan yang dramatis di lantai marmer.
Signifikansi Budaya: Harmoni di Jantung Kota
Salah satu karakteristik paling ikonik dari Masjid Istiqlal adalah lokasinya yang berseberangan langsung dengan Gereja Katedral Jakarta. Penempatan ini bukanlah kebetulan, melainkan keinginan Presiden Soekarno untuk menunjukkan toleransi beragama yang menjadi fondasi Indonesia.
Kedua bangunan ini sering kali berbagi lahan parkir saat hari besar keagamaan masing-masing. Di era modern, hubungan ini diperkuat dengan pembangunan "Terowongan Silaturahmi", sebuah jalur bawah tanah yang menghubungkan lantai dasar Istiqlal dengan area Katedral, menjadi simbol fisik pertama di dunia yang menghubungkan dua tempat ibadah berbeda secara struktural.
Renovasi Besar dan Wajah Baru
Pada tahun 2019-2020, Masjid Istiqlal menjalani renovasi besar pertama sejak diresmikan. Fokus renovasi ini adalah pada aspek pencahayaan (lighting), lansekap, dan peningkatan fasilitas tanpa mengubah struktur asli karya Silaban.
Penerapan teknologi smart lighting memungkinkan kubah berganti warna sesuai momen tertentu, dan penggunaan panel surya menjadikan Istiqlal sebagai salah satu rumah ibadah pertama di dunia yang mendapatkan sertifikat Green Building (EDGE) dari World Bank Group. Area sungai di sekitar masjid juga ditata ulang menjadi ruang publik yang estetis, meningkatkan pengalaman visual bagi pengunjung.
Pengalaman Pengunjung dan Fungsi Sosial
Bagi pengunjung, memasuki Istiqlal adalah pengalaman batin yang menenangkan. Skala ruang yang masif memberikan perasaan kecil di hadapan Sang Pencipta. Selain sebagai tempat salat lima waktu dan salat hari raya yang mampu menampung hingga 200.000 jemaah, Istiqlal berfungsi sebagai pusat pendidikan (madrasah), perpustakaan, dan kantor organisasi Islam.
Wisatawan mancanegara sering terlihat di koridor atas, mengagumi kemegahan arsitektur beton yang berpadu dengan hijaunya taman di sekelilingnya. Istiqlal telah bertransformasi dari sekadar bangunan menjadi landmark global yang merepresentasikan wajah Islam yang moderat, modern, dan selaras dengan nilai-nilai kebangsaan Indonesia.
Dengan segala kemegahan materialnya dan kedalaman filosofisnya, Masjid Istiqlal tetap berdiri sebagai pengingat akan perjuangan bangsa. Ia adalah titik temu antara sejarah, arsitektur visioner Friedrich Silaban, dan semangat religiusitas yang inklusif, menjadikannya permata arsitektur yang tak lekang oleh waktu di tengah hiruk-pikuk Jakarta Pusat.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Jakarta Pusat
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Jakarta Pusat
Pelajari lebih lanjut tentang Jakarta Pusat dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Jakarta Pusat