Benteng Portugis
di Jepara, Jawa Tengah
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Jejak Strategis di Pesisir Utara: Sejarah Lengkap Benteng Portugis Jepara
Benteng Portugis merupakan salah satu situs cagar budaya paling ikonik yang terletak di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Berdiri kokoh di atas sebuah bukit batu di tepi pantai yang berhadapan langsung dengan Pulau Mandalika, benteng ini menyimpan narasi panjang mengenai diplomasi militer, perebutan jalur perdagangan rempah, hingga strategi pertahanan laut di masa lampau.
#
Asal-Usul dan Konteks Sejarah Pendirian
Meskipun menyandang nama "Portugis", sejarah pendirian benteng ini sebenarnya melibatkan konstelasi politik yang kompleks antara Kesultanan Mataram, bangsa Portugis, dan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) Belanda. Benteng ini dibangun pada tahun 1632, pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo, penguasa terbesar Kesultanan Mataram.
Latar belakang pembangunannya didasari oleh kepentingan bersama antara Mataram dan Portugis untuk membendung dominasi VOC yang semakin menguat di Batavia (Jakarta). Sultan Agung, yang memiliki ambisi besar untuk mengusir Belanda dari Pulau Jawa, melihat Portugis sebagai mitra taktis. Meskipun Portugis adalah bangsa Eropa, pada saat itu posisi mereka mulai terdesak oleh Belanda di berbagai wilayah Nusantara. Melalui perjanjian kerja sama, Portugis diizinkan membangun benteng pertahanan di wilayah kekuasaan Mataram sebagai pangkalan pemantau lalu lintas kapal di perairan utara Jawa.
#
Arsitektur dan Detail Konstruksi
Secara arsitektural, Benteng Portugis menunjukkan karakteristik pertahanan militer abad ke-17 yang diadaptasi dengan kondisi topografi lokal. Situs ini dibangun di atas bukit batu terjal yang memberikan keuntungan strategis berupa jarak pandang yang luas ke arah Laut Jawa.
Struktur utama benteng terbuat dari bongkahan batu andesit dan batu karang yang diperkuat dengan campuran kapur serta perekat tradisional. Tidak seperti benteng-benteng besar di Eropa yang memiliki bastion berbentuk bintang (trace italienne) yang sempurna, Benteng Portugis di Jepara lebih mengutamakan fungsi pengintaian. Dinding-dindingnya dirancang cukup tebal untuk menahan gempuran meriam dari kapal laut.
Di dalam kompleks benteng, terdapat beberapa sisa fondasi bangunan yang diyakini sebagai barak prajurit dan gudang logistik. Salah satu ciri khas yang masih dapat ditemui adalah penempatan lubang-lubang pengintai dan dudukan meriam (embrazure) yang diarahkan tepat ke Selat Mandalika. Posisi ini dipilih karena arus laut di antara daratan Jepara dan Pulau Mandalika dikenal sangat deras dan membentuk pusaran air, sehingga kapal-kapal yang melintas harus melambat dan menjadi sasaran empuk bagi meriam benteng.
#
Signifikansi Historis dan Peristiwa Penting
Benteng Portugis berfungsi sebagai pusat deteksi dini (early warning system) bagi Kesultanan Mataram. Setiap kapal VOC yang berlayar dari timur (Maluku) menuju Batavia pasti melewati perairan ini. Keberadaan benteng ini sempat membuat jalur logistik Belanda terganggu.
Namun, masa kejayaan benteng ini relatif singkat. Seiring dengan melemahnya kekuatan Portugis di Asia dan perubahan kebijakan politik dalam internal Mataram setelah wafatnya Sultan Agung, benteng ini mulai ditinggalkan. Pada abad ke-18 dan ke-19, lokasi ini lebih sering digunakan sebagai pos pengamatan kecil oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda untuk memantau aktivitas bajak laut yang sering bersembunyi di balik Pulau Mandalika.
Satu fakta unik yang jarang diketahui adalah keterkaitan situs ini dengan masa pendudukan Jepang. Pada periode 1942-1945, tentara Jepang sempat memanfaatkan kembali lokasi strategis ini sebagai pos pertahanan udara dan pengintaian laut untuk mengantisipasi serangan sekutu dari arah utara. Hal ini membuktikan bahwa secara geografis, lokasi Benteng Portugis memiliki nilai militer yang abadi melintasi berbagai zaman.
#
Tokoh dan Periode Terkait
Tokoh sentral di balik keberadaan situs ini adalah Sultan Agung. Visi beliau tentang kedaulatan maritim tercermin dari pemilihan lokasi ini. Selain itu, catatan kolonial menyebutkan keterlibatan teknisi militer Portugis yang dikirim dari Goa (India) atau Malaka untuk membantu perancangan struktur pertahanan tersebut. Periode pembangunan benteng ini juga menandai fase transisi penting dalam sejarah Jawa, di mana kekuatan darat (Mataram) mencoba bersinergi dengan kekuatan laut asing untuk menghadapi ancaman kolonialisme baru yang dibawa oleh Belanda.
#
Nilai Budaya dan Mitos Lokal
Selain nilai sejarahnya, Benteng Portugis juga memiliki dimensi kultural dan religius bagi masyarakat sekitar. Keberadaan Pulau Mandalika yang berada tepat di depan benteng sering dikaitkan dengan legenda lokal. Masyarakat setempat mempercayai adanya "pusaran air gaib" di selat tersebut yang konon dihuni oleh sosok supranatural.
Bagi sebagian masyarakat, kawasan ini dianggap sebagai tempat yang memiliki energi spiritual tinggi. Hal ini menciptakan perpaduan unik antara situs sejarah militer dan lokasi wisata religi/budaya. Setiap tahunnya, pada waktu-waktu tertentu, masyarakat nelayan di sekitar benteng melakukan ritual sedekah laut sebagai bentuk syukur dan penghormatan terhadap alam.
#
Pelestarian dan Restorasi
Saat ini, Benteng Portugis berstatus sebagai Situs Cagar Budaya yang dilindungi di bawah pengawasan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X. Upaya restorasi telah dilakukan beberapa kali untuk memperkuat struktur dinding yang mulai tergerus abrasi dan faktor cuaca.
Pemerintah Kabupaten Jepara telah mengembangkan kawasan ini menjadi destinasi wisata sejarah yang terintegrasi. Meskipun beberapa bagian benteng kini hanya menyisakan reruntuhan dan fondasi, penataan taman, pembangunan akses jalan, dan pengadaan museum mini di sekitar lokasi membantu pengunjung memahami kronologi sejarah tempat ini. Beberapa meriam asli peninggalan masa lalu juga tetap dipertahankan di posisinya sebagai bukti bisu keberanian para penjaga pantai di masa silam.
#
Kesimpulan dan Relevansi Masa Kini
Benteng Portugis di Jepara bukan sekadar tumpukan batu tua. Ia adalah representasi dari sejarah panjang perlawanan bangsa terhadap penjajahan dan bukti kecerdasan strategi leluhur dalam memanfaatkan bentang alam. Sebagai situs sejarah, benteng ini memberikan pelajaran tentang pentingnya menjaga kedaulatan wilayah pesisir. Bagi para pelancong dan peneliti, mengunjungi Benteng Portugis menawarkan pengalaman imersif; di satu sisi menikmati keindahan panorama Laut Jawa, dan di sisi lain meresapi narasi kepahlawanan yang terkubur dalam dinding-dinding batunya yang kokoh. Tetap tegaknya benteng ini hingga sekarang menjadi pengingat bagi generasi muda akan kejayaan maritim Nusantara yang pernah disegani di mata internasional.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Jepara
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Jepara
Pelajari lebih lanjut tentang Jepara dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Jepara