Bangunan Ikonik

Roemah Martha Tilaar

di Kebumen, Jawa Tengah

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Roemah Martha Tilaar: Melodi Arsitektur Indis di Jantung Gombong

Roemah Martha Tilaar bukan sekadar bangunan tua yang berdiri kokoh di Gombong, Kebumen. Ia adalah sebuah narasi visual tentang sejarah keluarga, kejayaan perdagangan di masa kolonial, dan pelestarian nilai budaya yang melampaui zaman. Berlokasi di Jalan Sempor Lama Nomor 28, bangunan ini merupakan representasi sempurna dari gaya arsitektur Indische Empire, sebuah perpaduan estetika Eropa dengan fungsionalitas iklim tropis Nusantara yang berkembang pesat pada abad ke-19 dan awal abad ke-20.

#

Konteks Sejarah dan Akar Konstruksi

Bangunan ini awalnya merupakan kediaman pribadi keluarga Liem, leluhur dari sang maestro kecantikan Indonesia, Martha Tilaar. Dibangun pada tahun 1920-an, rumah ini mencerminkan status sosial keluarga Liem sebagai pedagang sukses pada masa itu. Konstruksinya dilakukan di era transisi, di mana material modern mulai masuk ke Hindia Belanda namun teknik pengerjaan tradisional masih sangat dominan.

Secara struktural, Roemah Martha Tilaar menunjukkan ketahanan luar biasa. Dindingnya dibangun dengan teknik bata tebal tanpa kolom beton bertulang modern, namun mampu meredam panas dan getaran dengan sangat baik. Penggunaan material berkualitas tinggi yang didatangkan langsung dari luar negeri menjadi bukti keseriusan dalam pembangunannya, termasuk ubin lantai bermotif geometris yang masih asli hingga hari ini.

#

Karakteristik Arsitektur Indis dan Adaptasi Tropis

Gaya arsitektur Roemah Martha Tilaar didominasi oleh elemen-elemen Indis yang kental. Hal ini terlihat dari fasad bangunan yang simetris, langit-langit yang menjulang tinggi, dan keberadaan beranda (veranda) yang luas di bagian depan dan samping.

Salah satu inovasi struktural yang menarik adalah sistem ventilasi silang (cross ventilation). Jendela-jendela besar dengan kisi-kisi kayu (krepyak) memungkinkan udara mengalir bebas ke dalam ruangan, menjaga suhu tetap sejuk meski tanpa pendingin udara modern. Plafon yang tinggi, terbuat dari susunan kayu jati berkualitas, berfungsi sebagai ruang isolasi panas dari atap genteng tanah liat khas Kebumen yang tebal.

#

Detail Ornamen dan Keunikan Material

Setiap sudut Roemah Martha Tilaar menyimpan detail artistik yang spesifik. Lantai bangunan ini menggunakan tegel kunci bermotif flora dan geometris yang sangat ikonik. Tegel ini bukan sekadar penutup lantai, melainkan elemen dekoratif yang memberikan karakter berbeda pada setiap ruangan, mulai dari ruang tamu utama hingga kamar tidur pribadi.

Pintu masuk utama memiliki daun pintu ganda yang masif, terbuat dari kayu jati dengan ukiran halus yang menunjukkan pengaruh akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa. Jendela-jendela di bagian depan menggunakan kaca patri (stained glass) berwarna-warni yang menghasilkan permainan cahaya dramatis di dalam ruangan saat matahari terbit maupun terbenam.

#

Tata Ruang dan Signifikansi Sosial

Secara spasial, rumah ini dibagi menjadi beberapa zona yang mencerminkan hierarki sosial masa lalu. Bagian depan adalah area publik untuk menerima tamu, bagian tengah merupakan ruang keluarga yang luas sebagai pusat aktivitas domestik, dan bagian belakang (pawon) berfungsi sebagai area servis.

Keberadaan inner courtyard atau taman tengah memberikan kesan ruang terbuka yang privat. Taman ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber cahaya alami bagi ruangan di bagian tengah, tetapi juga sebagai area resapan air dan pengatur kelembapan udara. Dalam konteks sosial, tata ruang ini menunjukkan bagaimana keluarga Tionghoa-Indonesia pada masa itu menyeimbangkan kehidupan bisnis publik dengan privasi kehidupan berkeluarga.

#

Revitalisasi dan Pelestarian: Dari Hunian Menjadi Ruang Budaya

Setelah sempat tidak terawat selama beberapa dekade, gedung ini mengalami proses restorasi yang sangat teliti di bawah arahan arsitek pelestarian. Tujuan utamanya bukan untuk mengubah, melainkan mengembalikan kejayaan material aslinya. Kayu-kayu yang lapuk diganti dengan jenis yang sama, dan cat dinding dikembalikan ke warna aslinya yang lembut untuk menonjolkan tekstur bangunan.

Kini, Roemah Martha Tilaar berfungsi sebagai museum dan pusat kegiatan budaya. Transformasi ini dilakukan tanpa merusak integritas arsitekturalnya. Pengunjung dapat merasakan pengalaman ruang yang autentik, seolah ditarik kembali ke masa lalu. Ruang-ruang yang dulunya merupakan kamar tidur kini berfungsi sebagai ruang pameran yang menceritakan perjalanan hidup Martha Tilaar serta sejarah lokal Gombong.

#

Inovasi Struktur dan Keberlanjutan

Meskipun dibangun hampir seabad yang lalu, Roemah Martha Tilaar memiliki fitur "arsitektur hijau" yang relevan dengan masa kini. Struktur atapnya menggunakan sistem kuda-kuda kayu yang sangat kompleks namun stabil, menopang beban genteng yang berat dengan distribusi beban yang merata ke dinding pemikul.

Sistem drainase di sekitar bangunan juga dirancang dengan cerdas. Air hujan dialirkan melalui talang-talang tersembunyi menuju sumur resapan, mencegah kelembapan berlebih yang dapat merusak fondasi batu kali. Ketelitian dalam detail teknis inilah yang membuat bangunan ini tetap tegak berdiri tanpa retakan struktural yang berarti, meskipun wilayah Kebumen kerap mengalami aktivitas seismik.

#

Pengalaman Pengunjung dan Nilai Edukasi

Mengunjungi Roemah Martha Tilaar memberikan pengalaman sensorik yang lengkap. Suara langkah kaki di atas ubin tua, aroma kayu jati yang khas, dan kesejukan alami di dalam ruangan menciptakan atmosfer yang kontemplatif. Bagi para mahasiswa arsitektur dan desainer, bangunan ini adalah laboratorium hidup untuk mempelajari bagaimana proporsi, material, dan iklim dapat berpadu secara harmonis.

Lebih dari sekadar objek estetika, Roemah Martha Tilaar adalah simbol identitas bagi warga Gombong. Ia membuktikan bahwa bangunan bersejarah tidak harus menjadi beban kota, melainkan dapat menjadi aset yang menghidupkan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya.

#

Kesimpulan

Roemah Martha Tilaar adalah mahakarya arsitektur Indis di Jawa Tengah yang berhasil melewati ujian waktu. Keberadaannya menegaskan bahwa arsitektur yang baik adalah arsitektur yang mampu berdialog dengan lingkungannya dan menghargai akar sejarahnya. Dengan detail konstruksi yang spesifik, material berkualitas, dan filosofi ruang yang mendalam, gedung ikonik di Kebumen ini akan terus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang tentang pentingnya menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Sempor Lama No. 28, Gombong, Kabupaten Kebumen
entrance fee
Rp 15.000 per orang
opening hours
Selasa - Minggu, 09:00 - 17:00

Tempat Menarik Lainnya di Kebumen

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Kebumen

Pelajari lebih lanjut tentang Kebumen dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Kebumen