Situs Sejarah

Pulau Onrust

di Kepulauan Seribu, Jakarta

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-Usul dan Pendirian: Jantung Logistik VOC

Sejarah Pulau Onrust sebagai pusat aktivitas kolonial dimulai tak lama setelah Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) menancapkan kukunya di Jayakarta. Pada tahun 1610, VOC mulai memanfaatkan pulau ini sebagai tempat perbaikan kapal dan pangkalan logistik. Lokasinya yang strategis—cukup dekat dengan Batavia namun terisolasi dari daratan utama—menjadikannya benteng pertahanan alami sekaligus bengkel maritim yang ideal.

Pembangunan besar-besaran terjadi pada tahun 1615 ketika VOC mendirikan galangan kapal dan gudang-gudang penyimpanan komoditas berharga seperti rempah-rempah. Karena aktivitas perbaikan kapal yang berlangsung siang dan malam tanpa henti, para pelaut Eropa menjulukinya "Onrust". Pada masa puncaknya di abad ke-17 dan ke-18, pulau ini dianggap sebagai salah satu galangan kapal tercanggih di dunia, bahkan diklaim mampu bersaing dengan galangan kapal di Amsterdam.

Arsitektur dan Konstruksi: Benteng di Atas Karang

Secara arsitektural, Pulau Onrust dirancang sebagai kompleks militer dan industri yang sangat efisien. Di tengah pulau, berdiri sebuah benteng berbentuk segi lima (pentagon) dengan bastion di setiap sudutnya yang dikenal sebagai Fort Onrust. Konstruksinya menggunakan kombinasi batu karang, bata merah yang didatangkan dari Belanda sebagai pemberat kapal (ballast), dan kayu jati berkualitas tinggi.

Selain benteng, pulau ini memiliki kincir angin raksasa yang berfungsi untuk menggerakkan mesin penggergajian kayu guna keperluan perbaikan kapal. Struktur bangunan di Onrust mencerminkan gaya fungsionalisme kolonial awal; tembok-tembok tebal yang tahan terhadap korosi air laut dan kelembapan tinggi. Di sisi timur terdapat dermaga-dermaga kokoh tempat kapal-kapal besar bersandar. Sayangnya, sebagian besar struktur megah ini hancur akibat serangan Inggris pada awal abad ke-19 dan bencana alam letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883. Saat ini, sisa-sisa fondasi bata merah dan reruntuhan benteng masih dapat dilihat, memberikan kesan melankolis tentang sebuah kota maritim yang hilang.

Signifikansi Historis dan Peristiwa Penting

Pulau Onrust adalah saksi dari berbagai peristiwa yang mengubah jalannya sejarah Nusantara. Pada tahun 1800-an, pulau ini menjadi target utama blokade angkatan laut Inggris dalam upaya mereka merebut wilayah kekuasaan Belanda di Jawa. Pertempuran sengit terjadi di perairan sekitar Onrust, mengakibatkan kehancuran total instalasi militer di sana.

Setelah masa kejayaan galangan kapal berakhir, fungsi Onrust bergeser secara drastis. Pada awal abad ke-20 (sekitar tahun 1911-1933), pemerintah Hindia Belanda mengubah pulau ini menjadi Sanatorium bagi penderita penyakit menular dan kemudian menjadi Pusat Karantina Haji. Para jamaah haji yang pulang dari Mekkah diwajibkan tinggal di Onrust selama beberapa hari untuk memastikan mereka tidak membawa wabah penyakit ke daratan Jawa. Pada masa ini, dibangun barak-barak besar yang mampu menampung ribuan orang.

Tokoh dan Periode Terkait

Beberapa tokoh sejarah tercatat memiliki kaitan erat dengan pulau ini. Salah satunya adalah James Cook, penjelajah Inggris yang legendaris. Pada tahun 1770, kapal Cook, HMS Endeavour, mengalami kerusakan parah setelah menabrak karang di Australia. Ia memilih Pulau Onrust sebagai tempat perbaikan total kapalnya karena reputasi teknisi Onrust yang sangat mumpuni dalam menangani kapal-kapal kayu besar.

Selain itu, pada masa Perang Dunia II, Onrust berubah menjadi tempat penahanan yang menyeramkan. Pemerintah Hindia Belanda menggunakannya sebagai kamp tawanan bagi orang-orang Jerman yang tinggal di Hindia Belanda (setelah Jerman menginvasi Belanda di Eropa). Kemudian, di bawah pendudukan Jepang, pulau ini digunakan sebagai penjara bagi tahanan politik dan penjahat kelas berat. Salah satu peristiwa kelam yang tercatat adalah eksekusi beberapa tokoh pemberontakan kapal Zeven Provinciën yang terjadi di wilayah ini.

Upaya Konservasi dan Status Saat Ini

Setelah kemerdekaan Indonesia, Pulau Onrust sempat terbengkalai dan menjadi sasaran penjarahan material bangunan. Banyak bata dan batu karang bersejarah diambil oleh penduduk sekitar untuk bahan bangunan. Kesadaran akan pentingnya situs ini baru muncul pada tahun 1970-an. Melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, Pulau Onrust ditetapkan sebagai Cagar Budaya.

Saat ini, Onrust dikelola sebagai Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta. Restorasi dilakukan secara berkala, meskipun fokus utamanya adalah preservasi reruntuhan (ruins) daripada rekonstruksi penuh. Sebuah museum kecil didirikan di dalam bangunan bekas rumah dokter karantina yang masih utuh, menampilkan maket pulau pada masa kejayaannya, sisa-sisa keramik kuno, dan alat-alat navigasi laut.

Fakta Unik dan Misteri

Salah satu fakta unik yang menarik minat wisatawan adalah adanya makam kuno di tengah pulau. Terdapat nisan bertuliskan nama Maria van de Velde, seorang gadis Belanda yang meninggal pada tahun 1721. Legenda lokal sering mengaitkan keberadaan makam ini dengan cerita-cerita mistis, namun secara historis, nisan tersebut adalah bukti nyata dari tingginya tingkat kematian akibat penyakit tropis (seperti malaria dan tipus) yang menghantui penduduk Eropa di Onrust pada masa itu.

Selain itu, sistem drainase dan sumur-sumur tua di Onrust masih menunjukkan kecanggihan teknik hidrolik masa lalu, di mana mereka mampu memproses air payau menjadi air yang dapat digunakan untuk kebutuhan industri perkapalan.

Penutup: Warisan yang Tak Boleh Terlupakan

Sebagai "Situs Sejarah", Pulau Onrust menawarkan narasi yang kaya tentang bagaimana sebuah titik kecil di peta dapat menjadi pusat gravitasi ekonomi dan militer global. Onrust bukan sekadar destinasi wisata bahari, melainkan laboratorium sejarah yang memperlihatkan sisi terang kejayaan teknologi maritim sekaligus sisi gelap kolonialisme dan penderitaan manusia. Melindungi Onrust berarti menjaga memori kolektif bangsa tentang identitas Indonesia sebagai poros maritim dunia yang telah eksis jauh sebelum istilah tersebut populer kembali di era modern.

📋 Informasi Kunjungan

address
Pulau Onrust, Kepulauan Seribu Selatan
entrance fee
Rp 5.000 per orang
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 16:30

Tempat Menarik Lainnya di Kepulauan Seribu

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Kepulauan Seribu

Pelajari lebih lanjut tentang Kepulauan Seribu dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Kepulauan Seribu