Situs Sejarah

Masjid Keramat Pulau Tengah

di Kerinci, Jambi

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Masjid Keramat Pulau Tengah: Saksi Bisu Kejayaan Islam dan Keteguhan Arsitektur di Ranah Kerinci

Kabupaten Kerinci di Provinsi Jambi tidak hanya dianugerahi keindahan alam yang memukau melalui Gunung Kerinci dan Danau Gunung Tujuh, tetapi juga menyimpan pusaka peradaban Islam yang luar biasa. Salah satu landmark sejarah yang paling ikonik adalah Masjid Keramat Pulau Tengah. Berlokasi di Desa Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau, masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol perlawanan, keajaiban arsitektur, dan identitas budaya masyarakat Kerinci yang telah bertahan selama berabad-abad.

#

Asal-Usul dan Periodisasi Pembangunan

Masjid Keramat Pulau Tengah dibangun pada abad ke-18, tepatnya dimulai sekitar tahun 1770-an. Nama "Pulau Tengah" sendiri merujuk pada letak geografis desa tersebut yang dahulu dikelilingi oleh rawa dan air, menyerupai sebuah pulau di tengah daratan. Pembangunan masjid ini tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui gotong royong masyarakat setempat selama bertahun-tahun.

Keberadaan masjid ini erat kaitannya dengan penyebaran Islam di wilayah dataran tinggi Kerinci. Berdasarkan silsilah dan tradisi lisan penduduk setempat, pembangunan masjid diprakarsai oleh para ulama dan pemuka adat yang ingin mendirikan pusat syiar Islam sekaligus tempat bermusyawarah bagi masyarakat "Lempur Danau". Nama "Keramat" disematkan oleh masyarakat karena serangkaian peristiwa ajaib yang menyertai sejarah bangunan ini, terutama ketahanannya terhadap berbagai bencana besar yang melanda wilayah tersebut.

#

Keunikan Arsitektur dan Detail Konstruksi

Secara visual, Masjid Keramat Pulau Tengah merepresentasikan perpaduan harmonis antara arsitektur Islam dengan kearifan lokal Nusantara. Struktur bangunannya didominasi oleh kayu, mengikuti prinsip bangunan tahan gempa yang telah dipahami oleh leluhur masyarakat Kerinci.

1. Atap Tumpang: Masjid ini memiliki atap berbentuk piramida bertingkat tiga (tumpang), yang merupakan ciri khas masjid kuno di Indonesia sebelum masuknya pengaruh kubah gaya Timur Tengah. Atap ini melambangkan tingkatan dalam tasawuf: Syariat, Tarekat, dan Hakikat.

2. Tiang Penyangga (Soko Guru): Keunikan utama terletak pada tiang-tiang kayunya yang berjumlah puluhan. Tiang utama atau tiang macu berada di tengah, terbuat dari kayu pilihan yang konon diambil dari hutan di sekitar Kerinci dengan prosesi adat tertentu. Pemasangan tiang-tiang ini dilakukan tanpa menggunakan paku besi, melainkan memanfaatkan sistem pasak kayu dan teknik sambungan tradisional yang sangat presisi.

3. Ukir-ukiran Khas: Pada bagian dinding, kusen jendela, dan mimbar, pengunjung dapat menemukan motif ukiran khas Kerinci yang disebut "Pucuk Rebung" dan motif flora lainnya. Ukiran ini tidak hanya berfungsi sebagai estetika, tetapi juga mengandung filosofi tentang kesuburan, kerendahan hati, dan hubungan manusia dengan alam.

4. Lantai dan Dinding: Meskipun telah mengalami beberapa kali renovasi, sebagian besar struktur asli kayu masih dipertahankan. Lantai masjid ditinggikan dari permukaan tanah (sistem panggung) untuk menghindari kelembapan tanah dan risiko banjir.

#

Peristiwa Bersejarah dan Signifikansi "Keramat"

Penyematan gelar "Keramat" pada masjid ini berakar dari dua peristiwa besar yang menguji ketangguhan bangunan ini secara fisik maupun spiritual.

Pertama, pada masa penjajahan Belanda, Desa Pulau Tengah menjadi salah satu pusat perlawanan rakyat Kerinci yang dipimpin oleh para ulama dan pejuang lokal. Dalam sebuah upaya penumpasan, tentara Belanda mencoba membakar masjid ini karena dianggap sebagai tempat persembunyian para pejuang. Namun, menurut catatan sejarah dan kesaksian turun-temurun, api yang disulut oleh tentara Belanda berulang kali gagal membakar bangunan kayu tersebut. Masjid ini tetap berdiri kokoh di saat rumah-rumah penduduk di sekitarnya hangus menjadi abu.

Kedua, keterkaitannya dengan aktivitas seismik. Wilayah Kerinci berada di jalur patahan Sumatera yang sangat aktif. Pada tahun 1942, 1995, dan 2009, gempa bumi dahsyat mengguncang Kerinci dan meratakan banyak bangunan permanen modern. Namun, Masjid Keramat Pulau Tengah secara ajaib hanya mengalami kerusakan minor. Kelenturan struktur kayu dan kecerdasan konstruksi pasak terbukti jauh lebih unggul dalam meredam gelombang seismik dibandingkan struktur beton modern.

#

Peran Tokoh dan Ulama Lokal

Pembangunan dan kemakmuran Masjid Keramat Pulau Tengah tidak lepas dari peran para ulama kharismatik. Salah satu nama yang sering dikaitkan adalah para leluhur dari klan atau Luhak yang ada di Pulau Tengah. Masjid ini menjadi tempat di mana hukum adat dan hukum syara' diselaraskan melalui prinsip "Adat Bersendi Syara', Syara' Bersendi Kitabullah". Di sini, para ulama besar Kerinci kerap berkumpul untuk membahas strategi dakwah maupun strategi menghadapi tekanan kolonialisme Belanda.

#

Upaya Pelestarian dan Status Situs Sejarah

Saat ini, Masjid Keramat Pulau Tengah telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya di bawah perlindungan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V. Pemerintah pusat dan daerah secara berkala melakukan upaya restorasi untuk mengganti bagian kayu yang mulai lapuk dimakan usia tanpa mengubah bentuk aslinya.

Restoran besar terakhir dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menjaga otentisitas material. Atap seng yang sempat digunakan beberapa dekade lalu kini telah dipertahankan sedemikian rupa agar tetap selaras dengan bentuk aslinya, sementara bagian interior tetap menunjukkan kegagahan kayu-kayu tua yang telah menghitam namun tidak keropos.

#

Fungsi Sosial dan Religius Saat Ini

Bagi masyarakat Pulau Tengah dan Kerinci pada umumnya, masjid ini bukan sekadar museum. Hingga saat ini, Masjid Keramat tetap aktif digunakan sebagai tempat ibadah shalat lima waktu, shalat Jumat, dan peringatan hari besar Islam seperti Maulid Nabi dan Isra' Mi'raj.

Selain fungsi religius, masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi dan sejarah yang penting di Jambi. Para peneliti arsitektur dan sejarawan sering mengunjungi situs ini untuk mempelajari teknik konstruksi kayu kuno yang mampu bertahan lebih dari dua abad. Keberadaan masjid ini juga menjadi pengingat bagi generasi muda Kerinci tentang kejayaan peradaban nenek moyang mereka yang mampu memadukan iman, seni, dan ilmu pengetahuan.

Sebagai salah satu masjid tertua di Provinsi Jambi, Masjid Keramat Pulau Tengah berdiri sebagai monumen keteguhan. Ia adalah bukti bahwa bangunan yang didirikan dengan landasan keikhlasan, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam akan mampu melampaui ujian zaman, baik dari serangan api penjajah maupun guncangan hebat dari dalam bumi.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Desa Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci
entrance fee
Sukarela / Gratis
opening hours
Setiap hari, 04:00 - 20:00

Tempat Menarik Lainnya di Kerinci

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Kerinci

Pelajari lebih lanjut tentang Kerinci dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Kerinci