Masjid Menara Kudus
di Kudus, Jawa Tengah
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Masjid Menara Kudus: Harmoni Arsitektur dan Jejak Dakwah Sunan Kudus
Masjid Menara Kudus, atau secara resmi dikenal sebagai Masjid Al-Aqsha Manarat Qudus, bukan sekadar tempat peribadatan umat Islam di Jawa Tengah. Ia adalah monumen hidup yang merekam salah satu periode paling krusial dalam sejarah Nusantara: era transisi dari dominasi Hindu-Buddha menuju kejayaan Islam. Berlokasi di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, situs ini berdiri sebagai simbol toleransi dan strategi dakwah yang jenius.
#
Asal-Usul dan Fondasi Sejarah
Masjid ini didirikan pada tahun 956 Hijriah atau sekitar tahun 1549 Masehi oleh Jaffar Shadiq, yang lebih dikenal dengan gelar Sunan Kudus. Beliau adalah salah satu dari sembilan wali (Wali Songo) yang menyebarkan Islam di tanah Jawa. Nama "Al-Aqsha" yang disematkan pada masjid ini merujuk pada Masjidil Aqsha di Yerusalem (Palestina), tempat asal Sunan Kudus menimba ilmu sebelum kembali ke Jawa.
Sebuah fakta sejarah yang unik tersimpan pada batu prasasti di atas mihrab masjid. Prasasti tersebut menggunakan bahasa Arab dan menyebutkan bahwa masjid ini didirikan di wilayah yang saat itu dikenal sebagai "Al-Quds". Uniknya, nama Kudus sendiri dipercaya berasal dari kata tersebut, menjadikannya satu-satunya kota di Jawa yang memiliki nama bernuansa Timur Tengah namun dengan karakter lokal yang sangat kuat.
#
Keunikan Arsitektur: Akulturasi di Setiap Sudut
Daya tarik utama Masjid Menara Kudus terletak pada menaranya yang ikonik. Berbeda dengan menara masjid pada umumnya yang berbentuk silinder atau kerucut dengan pengaruh arsitektur Ottoman atau Persia, Menara Kudus justru menyerupai bangunan candi langgam Jawa Timur.
Menara ini memiliki tinggi sekitar 18 meter dengan dasar berukuran 10x10 meter. Material utamanya adalah batu bata merah tanpa semen (sistem gosok), menyerupai teknik pembangunan Candi Jago atau Candi Pari dari era Majapahit. Di sekeliling menara, terdapat hiasan piringan keramik kuno pemberian dari Dinasti Ming (Tiongkok) yang tertanam di dinding, memberikan nuansa kosmopolitan pada masanya.
Struktur menara terbagi menjadi tiga bagian utama: kaki, badan, dan kepala. Pada bagian kepala, terdapat konstruksi kayu jati dengan atap tumpang yang menjadi tempat menggantung bedug. Menara ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengumandangkan azan, tetapi juga sebagai simbol visual bahwa Islam tidak datang untuk menghancurkan tradisi lama, melainkan merangkul dan memberi makna baru di dalamnya.
#
Strategi Dakwah dan Toleransi Beragama
Sunan Kudus dikenal sebagai "Wali Al-Ilmi" (Wali yang berilmu luas). Strategi dakwah beliau sangat menghargai kearifan lokal. Hal ini tercermin dalam keputusan beliau untuk tidak menyembelih sapi di wilayah Kudus. Pada masa itu, masyarakat Kudus mayoritas beragama Hindu yang mensucikan sapi. Sebagai gantinya, Sunan Kudus menganjurkan penyembelihan kerbau saat Idul Adha—sebuah tradisi yang masih dijaga ketat oleh masyarakat Kudus hingga hari ini.
Pendekatan ini membuat Masjid Menara Kudus menjadi titik temu budaya. Gerbang masuk masjid (Gapura Paduraksa) dan pintu-pintu di dalam kompleks masjid menggunakan arsitektur serupa candi bentar. Kehadiran pancuran wudu berjumlah delapan dengan relief arca di atasnya juga mencerminkan pengaruh ajaran Buddha "Asta Sanghika Marga" (Delapan Jalan Utama), yang kemudian dimodifikasi fungsinya menjadi tempat bersuci bagi umat Muslim.
#
Peran Tokoh dan Signifikansi Religius
Selain Sunan Kudus, kompleks ini menjadi pusat gravitasi bagi para pencari ilmu dan peziarah dari seluruh penjuru Nusantara. Di bagian belakang masjid, terdapat kompleks makam Sunan Kudus yang selalu ramai dikunjungi. Makam ini dilingkupi oleh dinding batu bata dengan ukiran yang halus, menunjukkan penghormatan tinggi masyarakat terhadap jasa beliau dalam membangun fondasi sosial-keagamaan di Kudus.
Masjid ini juga menjadi pusat perayaan tradisi "Dandangan", sebuah festival pasar malam yang diadakan setiap tahun untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Tradisi ini telah berlangsung sejak zaman Sunan Kudus, di mana masyarakat berkumpul di depan menara untuk menunggu pengumuman awal puasa.
#
Upaya Pelestarian dan Restorasi
Sebagai Situs Cagar Budaya, Masjid Menara Kudus telah melalui beberapa tahap renovasi. Pada tahun 1918, bangunan utama masjid diperluas karena tidak lagi mampu menampung jemaah yang membludak. Meskipun bangunan utama masjid kini tampak lebih modern dengan pilar-pilar besar, elemen aslinya—seperti mihrab, menara, dan gerbang-gerbang kuno—tetap dipertahankan dengan sangat baik.
Pemerintah Indonesia melalui Balai Pelestarian Kebudayaan secara rutin melakukan perawatan terhadap batu bata merah menara agar terhindar dari pelapukan akibat lumut dan cuaca. Restorasi dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak mengubah nilai autentisitas material aslinya. Penggunaan bahan-bahan alami untuk pembersihan batu bata masih diutamakan guna menjaga ketahanan struktur yang sudah berusia hampir lima abad tersebut.
#
Kesimpulan: Warisan untuk Masa Depan
Masjid Menara Kudus adalah bukti nyata bahwa Islam di Nusantara berkembang melalui jalan damai dan kebudayaan. Ia berdiri tegak menentang waktu, mengingatkan setiap pengunjung bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk perpecahan. Dengan arsitektur yang menggabungkan elemen Hindu, Buddha, Islam, dan Tiongkok, masjid ini adalah mahakarya rekonsiliasi budaya yang tetap relevan sebagai kompas moral dan identitas bagi masyarakat Jawa Tengah dan Indonesia pada umumnya. Keberadaannya menjamin bahwa sejarah toleransi bangsa ini memiliki akar yang sangat dalam dan kokoh, sekuat batu bata yang menyusun menaranya.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Kudus
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Kudus
Pelajari lebih lanjut tentang Kudus dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Kudus