Situs Kerajaan Sendawar
di Kutai Barat, Kalimantan Timur
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Menelusuri Jejak Peradaban Dayak: Situs Kerajaan Sendawar di Kutai Barat
Situs Kerajaan Sendawar bukan sekadar tumpukan artefak atau sisa bangunan kuno; ia adalah episentrum memori kolektif masyarakat Dayak di Kalimantan Timur. Terletak di Kabupaten Kutai Barat, situs ini menjadi bukti bisu eksistensi sebuah peradaban besar yang pernah mendominasi pedalaman Sungai Mahakam jauh sebelum pengaruh kolonial maupun kerajaan pesisir menguat.
#
Asal-Usul Historis dan Periode Pembentukan
Kerajaan Sendawar diyakini sebagai cikal bakal dari rumpun Dayak Tunjung (Rentenuukng) dan Dayak Benuaq. Berdasarkan tradisi lisan dan catatan sejarah lokal, kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya sekitar abad ke-13 hingga ke-15 Masehi. Nama "Sendawar" sendiri merujuk pada sebuah wilayah subur yang menjadi titik temu jalur perdagangan sungai.
Pembentukan Sendawar berakar dari migrasi kelompok-kelompok Dayak yang mencari wilayah dengan sumber daya alam melimpah. Tokoh sentral yang sering dikaitkan dengan pendirian pondasi sosial-politik di wilayah ini adalah Aji Tulur Jejangkat dan istrinya, Mook Manaar Bulat. Pasangan legendaris ini dianggap sebagai leluhur dari tujuh suku besar di Kalimantan Timur, termasuk suku Dayak yang kemudian mendirikan entitas politik di Sendawar.
#
Arsitektur dan Detail Konstruksi Tradisional
Berbeda dengan kerajaan di Jawa yang menggunakan batu andesit atau bata merah, Situs Kerajaan Sendawar menampilkan karakteristik arsitektur khas Dayak yang berbasis kayu ulin (Eusideroxylon zwageri). Kayu besi ini dipilih karena ketahanannya terhadap iklim tropis yang ekstrem dan kelembapan tinggi di pinggiran Mahakam.
Di situs ini, sisa-sisa konstruksi menunjukkan penggunaan tiang-tiang pancang raksasa yang menopang Lamin atau rumah panjang. Struktur bangunan di Sendawar dirancang dengan konsep panggung yang sangat tinggi, berfungsi sebagai pertahanan dari serangan binatang buas maupun banjir luapan sungai. Ornamen ukiran pada sisa-sisa kayu menunjukkan motif tali nyawa dan flora-fauna khas Kutai Barat, yang melambangkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan roh leluhur. Penggunaan pasak kayu tanpa paku besi menjadi bukti kecanggihan teknik pertukangan masyarakat Sendawar pada masa itu.
#
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting
Situs Kerajaan Sendawar memiliki signifikansi geopolitik yang krusial pada masanya. Ia berfungsi sebagai gerbang utama perdagangan komoditas pedalaman seperti sarang burung walet, damar, rotan, dan emas. Hubungan diplomatik antara Sendawar dengan Kerajaan Kutai Kartanegara di hilir Mahakam sering kali diwarnai oleh dinamika antara persahabatan dan persaingan kekuasaan.
Salah satu peristiwa sejarah yang paling menonjol adalah perpecahan internal yang menyebabkan migrasi besar-besaran dari Sendawar. Konflik ini memicu lahirnya pemukiman-pemukiman baru yang kelak menjadi cikal bakal kampung-kampung besar di Kutai Barat. Situs ini menjadi titik nol (Ground Zero) bagi penyebaran budaya Dayak Tunjung dan Benuaq ke seluruh pelosok Kalimantan Timur.
#
Tokoh Penting dan Kaitan Periode Sejarah
Selain Aji Tulur Jejangkat, nama-nama seperti Suta Suda dan tokoh-tokoh pemimpin klan lainnya sering muncul dalam narasi sejarah Sendawar. Periode Sendawar juga berkaitan erat dengan transisi kepercayaan masyarakat dari animisme murni menuju pengaruh luar. Meski pengaruh Hindu-Buddha sempat menyentuh wilayah ini melalui jalur perdagangan Mahakam, Sendawar berhasil mempertahankan identitas aslinya yang kental dengan hukum adat.
Dalam kronologi sejarah Kalimantan, periode Sendawar sejajar dengan masa kejayaan Kerajaan Majapahit di Jawa. Beberapa tradisi lisan bahkan menyebutkan adanya kontak tidak langsung antara penguasa Sendawar dengan utusan dari tanah seberang, yang memperkaya khazanah kebudayaan lokal tanpa menghilangkan jati diri Dayak.
#
Pelestarian dan Upaya Restorasi
Saat ini, Situs Kerajaan Sendawar berada di bawah pengawasan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan Balai Pelestarian Kebudayaan. Upaya restorasi terus dilakukan, meskipun tantangan utama adalah pelapukan material kayu ulin yang telah berusia ratusan tahun. Pemerintah daerah telah membangun replika bangunan dan memagari area inti situs untuk mencegah perusakan.
Ekskavasi arkeologi di sekitar situs sering kali menemukan fragmen keramik dari Dinasti Ming dan Song, yang memperkuat bukti bahwa Sendawar adalah pelabuhan sungai yang kosmopolitan. Upaya pelestarian tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada revitalisasi nilai-nilai Adat Sendawar melalui festival budaya tahunan.
#
Signifikansi Budaya dan Religi
Bagi masyarakat lokal, Situs Kerajaan Sendawar adalah tempat yang sakral. Situs ini sering menjadi lokasi upacara adat Laliq atau ritual penghormatan leluhur. Dalam kosmologi Dayak, Sendawar dianggap sebagai tanah asal-usul di mana roh para nenek moyang tetap bersemayam untuk menjaga keturunan mereka.
Keberadaan situs ini juga menjadi dasar identitas bagi Kabupaten Kutai Barat, yang sering dijuluki sebagai "Bumi Tanaa Purai Ngeriman". Nilai-nilai gotong royong dan kearifan lokal dalam mengelola hutan yang dipraktikkan sejak zaman Kerajaan Sendawar kini menjadi warisan budaya takbenda yang terus dipromosikan sebagai bagian dari daya tarik wisata sejarah.
#
Fakta Sejarah Unik: "Mook Manaar Bulat"
Satu fakta unik yang jarang diketahui secara luas adalah bahwa dari rahim kebudayaan Sendawar-lah lahir konsep keragaman suku di Kalimantan Timur. Legenda Mook Manaar Bulat menceritakan bahwa dari keturunannya lahir tujuh etnis berbeda yang menyebar ke berbagai wilayah. Hal ini menjadikan Situs Kerajaan Sendawar bukan hanya milik satu suku, melainkan simbol persatuan bagi masyarakat Dayak dan etnis lainnya di Kalimantan Timur. Selain itu, sistem hukum adat yang disusun di Sendawar pada masa lampau dikenal sangat progresif dalam mengatur hak kepemilikan tanah dan perlindungan hutan, yang jejaknya masih bisa ditemukan dalam praktik hukum adat masyarakat Kutai Barat hingga hari ini.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Kutai Barat
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Kutai Barat
Pelajari lebih lanjut tentang Kutai Barat dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Kutai Barat