Bangunan Ikonik

Taman Budaya Sendawar

di Kutai Barat, Kalimantan Timur

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Kemegahan Arsitektur Taman Budaya Sendawar: Simbol Harmoni Enam Etnis Kutai Barat

Taman Budaya Sendawar (TBS) berdiri bukan sekadar sebagai kompleks bangunan administratif atau pusat kesenian biasa. Terletak di jantung ibu kota Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, kompleks ini merupakan manifestasi fisik dari keberagaman sosiokultural yang membentuk identitas wilayah tersebut. Sebagai bangunan ikonik, TBS merepresentasikan filosofi "Taan Purai Laya" (Membangun Esok yang Lebih Baik) melalui pendekatan arsitektur vernakular yang megah dan terintegrasi.

#

Filosofi Desain: Integrasi Enam Etnis dalam Satu Ruang

Karakteristik utama yang membedakan Taman Budaya Sendawar dengan pusat budaya lainnya di Indonesia adalah struktur spasialnya yang merujuk pada keberagaman etnis lokal. Arsitektur TBS dirancang untuk menampung representasi dari enam etnis besar yang mendiami Kutai Barat: Tunjung (Rethon), Benuaq, Bahau, Kenyah, Aoheng, dan Melayu.

Prinsip desain utamanya adalah "kesetaraan dalam perbedaan". Hal ini diwujudkan melalui pembangunan enam rumah adat (Lamin/Luuq) yang berdiri berdampingan secara melingkar, mengelilingi sebuah panggung utama atau arena terbuka. Setiap bangunan dirancang dengan ketelitian tinggi untuk mencerminkan detail ornamen, struktur atap, dan tata ruang dalam yang sesuai dengan pakem asli masing-masing suku, namun tetap memiliki benang merah arsitektural yang harmonis sebagai satu kesatuan kompleks.

#

Struktur Bangunan dan Material Lokal

Secara struktural, Taman Budaya Sendawar didominasi oleh penggunaan material kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), kayu besi khas Kalimantan yang dikenal karena ketahanannya terhadap cuaca ekstrem dan serangan rayap. Penggunaan kayu ulin bukan hanya soal fungsionalitas, tetapi juga simbol kekuatan dan keabadian budaya Dayak.

Bangunan-bangunan di TBS mengadopsi sistem panggung dengan tiang-tiang penyangga (totem) yang besar dan kokoh. Struktur panggung ini merupakan adaptasi cerdas terhadap kondisi geografis Kalimantan yang berhutan dan lembap, sekaligus berfungsi sebagai perlindungan dari ancaman lingkungan. Inovasi arsitektural terlihat pada penggabungan teknik pertukangan tradisional (sistem sambung kayu tanpa paku besi berlebih) dengan penguatan struktur beton pada bagian fondasi bawah tanah untuk menjamin keamanan bangunan dalam jangka panjang.

#

Detail Ornamen dan Estetika Vernakular

Setiap sudut Taman Budaya Sendawar dipenuhi dengan ukiran dan relief yang memiliki makna spiritual tinggi. Pada Lamin suku Dayak Tunjung dan Benuaq, pengunjung dapat melihat motif Paku Kelakai dan Kait yang melambangkan keterikatan antarmanusia. Sementara itu, pada bagian atap dan dinding Lamin suku Dayak Bahau dan Kenyah, motif naga dan burung enggang mendominasi sebagai simbol perlindungan dan kemuliaan.

Keunikan lain terletak pada pewarnaan. Penggunaan warna-warna khas Dayak—merah, kuning, putih, dan hitam—diaplikasikan secara detail pada ukiran kayu yang menghiasi fasad bangunan. Warna-merah melambangkan keberanian, kuning sebagai simbol kejayaan/kemuliaan, putih untuk kesucian, dan hitam sebagai lambang kekuatan tanah. Detail estetika ini menjadikan TBS bukan sekadar objek arsitektur, melainkan "buku sejarah visual" yang bisa dibaca melalui setiap ukirannya.

#

Konteks Sejarah dan Pembangunan

Pembangunan Taman Budaya Sendawar dimulai pada masa kepemimpinan Bupati Ismail Thomas sebagai upaya untuk memperkuat identitas Kutai Barat setelah pemekaran wilayah dari Kabupaten Kutai. Visi arsitekturalnya adalah menciptakan "Rumah Besar" bagi seluruh masyarakat. Pengerjaannya melibatkan maestro ukir lokal dan ahli konstruksi kayu dari pedalaman Mahakam untuk memastikan bahwa setiap detail bangunan tidak melenceng dari nilai-nilai adat.

Berbeda dengan bangunan modern yang mengejar minimalisme, TBS justru mengejar "maksimalisme simbolik". Setiap dimensi bangunan, mulai dari jumlah anak tangga hingga ketinggian tiang, sering kali disesuaikan dengan angka-angka yang dianggap sakral atau memiliki makna historis bagi masyarakat setempat.

#

Signifikansi Sosial dan Fungsi Ruang

Sebagai pusat kebudayaan, TBS berfungsi sebagai ruang publik yang dinamis. Di tengah kompleks terdapat panggung terbuka (amfiteater) yang sering digunakan untuk upacara adat besar seperti Erau atau festival seni tahunan. Secara sosiologis, tata letak bangunan yang melingkar menciptakan pola interaksi yang inklusif. Tidak ada satu bangunan etnis yang lebih menonjol dari yang lain; semuanya menghadap ke titik pusat yang sama, melambangkan persatuan di bawah payung Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.

Bagi pengunjung, pengalaman ruang di TBS menawarkan perjalanan sensorik. Berjalan di selasar kayu ulin yang menghubungkan satu Lamin ke Lamin lainnya memberikan nuansa seperti berada di perkampungan Dayak masa lalu, namun dengan skala yang lebih monumental dan tertata secara urban.

#

Inovasi dan Keunikan Arsitektural: Totem dan Patung

Salah satu fitur unik yang menjadi daya tarik utama adalah keberadaan patung-patung kayu (Blontang) yang diletakkan di area luar bangunan. Blontang ini merupakan karya seni pahat tinggi yang melambangkan penghormatan kepada leluhur. Dalam konteks arsitektur modern, penempatan elemen-elemen tradisional ini berfungsi sebagai "sculptural landmarks" yang memberikan karakter kuat pada lanskap TBS.

Selain itu, sistem sirkulasi udara di dalam setiap Lamin dirancang secara alami tanpa menggunakan pendingin ruangan berlebih. Langit-langit yang tinggi dengan lubang ventilasi di bawah atap (sirap) memungkinkan udara panas naik dan keluar, sementara celah-celah pada lantai kayu menyalurkan udara sejuk dari kolong bangunan ke dalam ruangan. Ini adalah bentuk kearifan lokal dalam arsitektur berkelanjutan yang diterapkan secara konsisten di TBS.

#

Penutup: Warisan Arsitektur untuk Masa Depan

Taman Budaya Sendawar kini berdiri sebagai ikon pariwisata dan kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur. Keberhasilannya memadukan fungsi sebagai museum hidup, pusat pemerintahan budaya, dan objek wisata arsitektur menjadikannya salah satu kompleks bangunan vernakular terbaik di Indonesia.

Melalui kemegahan kayu ulin dan kerumitan ukirannya, TBS bukan sekadar tumpukan material konstruksi. Ia adalah pernyataan politik-budaya bahwa di tengah arus modernitas, akar tradisi dapat tetap berdiri tegak, megah, dan fungsional. Bagi para arsitek dan pecinta budaya, Taman Budaya Sendawar adalah laboratorium nyata untuk mempelajari bagaimana identitas etnis dapat diterjemahkan ke dalam bentuk bangunan yang harmonis, inklusif, dan abadi.

📋 Informasi Kunjungan

address
Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 18:00

Tempat Menarik Lainnya di Kutai Barat

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Kutai Barat

Pelajari lebih lanjut tentang Kutai Barat dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Kutai Barat