Labuhanbatu Utara
CommonDipublikasikan: Januari 2025
History
#
Sejarah dan Perkembangan Labuhanbatu Utara: Dari Kesultanan Kualuh hingga Era Otonomi
Labuhanbatu Utara, sebuah kabupaten pesisir yang terletak di bagian utara wilayah induk Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, memiliki akar sejarah yang sangat dalam, membentang dari masa kejayaan kerajaan tradisional hingga pembentukannya sebagai daerah otonom. Dengan luas wilayah mencapai 3.718,8 km², kawasan ini secara historis merupakan titik temu penting antara jalur perdagangan maritim Selat Malaka dan pedalaman Sumatera.
##
Akar Prasejarah dan Era Kesultanan
Jauh sebelum administrasi modern terbentuk, wilayah Labuhanbatu Utara merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kesultanan Kualuh yang didirikan pada tahun 1868. Kesultanan ini merupakan pecahan dari Kesultanan Asahan, dengan sultan pertamanya adalah Sultan Ishak yang bergelar Yang Dipertuan Kualuh. Pusat pemerintahannya berada di Tanjung Pasir. Keberadaan Kesultanan Kualuh memberikan identitas budaya Melayu yang kuat, yang hingga kini masih tercermin dalam adat istiadat dan struktur sosial masyarakat setempat. Hubungan dagang melalui sungai-sungai besar seperti Sungai Kualuh menjadikan kawasan ini sebagai hub penting bagi komoditas hasil bumi.
##
Masa Kolonial dan Perjuangan Kemerdekaan
Pada masa kolonial Belanda, wilayah ini masuk ke dalam administrasi Onderafdeeling Kualuh dan Leidong di bawah Afdeeling Batu Bara. Belanda memiliki kepentingan besar di wilayah ini karena potensi perkebunannya yang subur. Masuknya perusahaan-perusahaan perkebunan Eropa mengubah lanskap ekonomi dan demografi dengan didatangkannya kuli kontrak dari Jawa dan etnis Tionghoa.
Selama masa revolusi kemerdekaan, masyarakat Labuhanbatu Utara terlibat aktif dalam perlawanan. Salah satu peristiwa yang paling membekas adalah dampak dari "Revolusi Sosial" tahun 1946 yang melanda Sumatera Timur, di mana struktur feodal kerajaan-kerajaan lokal mengalami pergolakan hebat sebagai bagian dari konsolidasi menuju Republik Indonesia yang berdaulat. Para pejuang lokal dari daerah Aek Kanopan dan sekitarnya bergabung dalam laskar-laskar rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda.
##
Pembentukan Kabupaten dan Pembangunan Modern
Secara administratif, Kabupaten Labuhanbatu Utara (sering disingkat Labura) resmi terbentuk pada 24 Juni 2008 berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2008. Pembentukan ini merupakan hasil dari aspirasi masyarakat untuk mempercepat pembangunan melalui pemekaran dari Kabupaten Labuhanbatu. Dengan ibukota di Aek Kanopan, kabupaten ini berbatasan langsung dengan tujuh wilayah administratif, termasuk Kabupaten Asahan di utara dan Selat Malaka di timur, yang mempertegas posisinya sebagai daerah pesisir yang strategis.
##
Warisan Budaya dan Identitas Lokal
Warisan budaya Labuhanbatu Utara tidak terlepas dari perpaduan etnis Melayu, Batak, dan Jawa. Musik tradisional Gubano dan tarian khas Melayu pesisir tetap dilestarikan sebagai bagian dari identitas daerah. Salah satu situs bersejarah yang masih menjadi kebanggaan adalah sisa-sisa peninggalan Kesultanan Kualuh dan Masjid Azizi Tanjung Pasir yang menunjukkan kejayaan arsitektur Islam-Melayu di masa lalu.
Kini, Labuhanbatu Utara terus berkembang sebagai pusat perkebunan kelapa sawit dan karet, sambil tetap menjaga nilai-nilai sejarahnya yang kaya. Transformasi dari wilayah kesultanan tradisional menjadi kabupaten modern mencerminkan daya tahan dan dinamika masyarakat Labura dalam arus sejarah Indonesia yang lebih luas.
Geography
#
Profil Geografis Kabupaten Labuhanbatu Utara
Kabupaten Labuhanbatu Utara, yang sering disingkat sebagai Labura, merupakan entitas administratif yang signifikan di Provinsi Sumatera Utara. Terletak pada koordinat antara 1°58'–2°50' Lintang Utara dan 99°10'–100°00' Bujur Timur, wilayah ini mencakup luas daratan sebesar 3.718,8 km². Sebagai daerah yang berada di posisi utara dari induk wilayah asalnya, Labura memiliki karakteristik geografis yang sangat variatif, mulai dari dataran tinggi di bagian barat hingga wilayah pesisir di bagian timur.
##
Topografi dan bentang Alam
Bentang alam Labuhanbatu Utara terbagi menjadi tiga zona utama. Bagian barat didominasi oleh perbukitan dan kaki pegunungan Bukit Barisan yang memiliki elevasi cukup tinggi, menciptakan lembah-lembah subur. Bagian tengah merupakan dataran rendah yang landai, sementara bagian timur merupakan wilayah pesisir yang bersentuhan langsung dengan Selat Malaka (Laut Indonesia). Secara administratif, wilayah ini dikelilingi oleh tujuh wilayah tetangga, termasuk Kabupaten Asahan di utara, Kabupaten Labuhanbatu di selatan dan timur, serta Kabupaten Toba dan Tapanuli Utara di sisi barat.
##
Hidrologi dan Daerah Aliran Sungai
Salah satu fitur geografis paling ikonik di wilayah ini adalah keberadaan Sungai Kualuh. Sungai besar ini membelah kabupaten dan berfungsi sebagai urat nadi transportasi air serta sumber irigasi primer. Aliran Sungai Kualuh bermuara di Tanjung Leidong, menciptakan ekosistem estuari yang kaya. Selain itu, terdapat fenomena alam unik berupa air terjun di kawasan hulu, seperti Air Terjun London di Kecamatan Marbau, yang menunjukkan keragaman elevasi sungai dari pegunungan menuju pesisir.
##
Iklim dan Pola Cuaca
Labuhanbatu Utara memiliki iklim tropis basah dengan curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun. Musim hujan biasanya berlangsung antara bulan Oktober hingga Maret, dipengaruhi oleh angin monsun barat yang membawa massa uap air dari Samudra Hindia. Suhu udara rata-rata berkisar antara 23°C hingga 33°C dengan kelembapan tinggi, yang sangat mendukung vegetasi tropis dan sektor perkebunan.
##
Sumber Daya Alam dan Biodiversitas
Kekayaan alam wilayah ini bertumpu pada sektor agraris dan kehutanan. Tanah podsolik merah kuning di wilayah daratan luas dimanfaatkan untuk perkebunan kelapa sawit dan karet yang menjadi komoditas unggulan. Di sektor kehutanan, wilayah pegunungan di sisi barat menyimpan potensi kayu dan keanekaragaman hayati hutan tropis. Sementara itu, wilayah pesisir di Kecamatan Kualuh Leidong kaya akan sumber daya kelautan dan ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai benteng ekologis dari abrasi air laut sekaligus habitat bagi berbagai spesies krustasea dan ikan ekonomis penting.
Secara keseluruhan, Labuhanbatu Utara merepresentasikan integrasi geografis yang lengkap di Sumatera Utara, menggabungkan potensi pegunungan, aliran sungai yang masif, dan garis pantai yang strategis bagi perdagangan serta perikanan.
Culture
#
Kekayaan Budaya Labuhanbatu Utara: Harmoni Pesisir dan Tradisi Melayu
Labuhanbatu Utara, atau yang sering disingkat sebagai Labura, merupakan sebuah kabupaten di Sumatera Utara yang memadukan karakteristik geografis pesisir dengan kekayaan budaya yang autentik. Dengan luas wilayah mencapai 3.718,8 km², kabupaten ini menjadi titik temu berbagai pengaruh budaya, terutama Melayu pesisir yang menjadi fondasi identitas lokalnya.
##
Tradisi dan Upacara Adat
Kehidupan masyarakat Labura sangat kental dengan adat istiadat Melayu yang bernafas Islami. Salah satu tradisi yang masih terjaga adalah Tepung Tawar. Upacara ini dilakukan dalam berbagai momen penting seperti pernikahan, khitanan, atau pemberangkatan haji. Dengan menggunakan dedaunan khusus dan percikan air mawar, tradisi ini simbol doa keselamatan dan penolak bala. Selain itu, terdapat tradisi Malam Berinai bagi calon pengantin, di mana kuku dan tangan mempelai dihiasi daun pacar sebagai simbol kesiapan memasuki bahtera rumah tangga.
##
Seni Pertunjukan dan Musik
Kesenian di Labuhanbatu Utara didominasi oleh irama Melayu yang mendayu namun dinamis. Musik Zapin dan Ronggeng Melayu sering dipentaskan dalam perayaan rakyat. Alat musik tradisional seperti biola, akordeon, dan gendang rebana menjadi pengiring utama. Selain itu, seni Nasyid sangat populer di wilayah ini, mencerminkan sisi religiusitas masyarakatnya yang tinggi. Pantun juga bukan sekadar sastra lisan, melainkan bagian dari komunikasi sehari-hari dan elemen wajib dalam prosesi adat "Buka Pintu" pada pernikahan.
##
Kuliner Khas Labura
Kekayaan kuliner Labura sangat dipengaruhi oleh lokasinya yang bersinggungan dengan laut dan sungai. Salah satu sajian ikonik adalah Gulai Asam Pedas ikan baung atau ikan patin sungai. Selain itu, terdapat Sate Kerang yang bumbunya meresap hingga ke dalam, sering dijadikan buah tangan dari daerah pesisir seperti Kualuh Leidong. Jangan lupakan Anyang Pakis, sejenis urap dengan kelapa gongseng yang memberikan cita rasa gurih dan aroma yang khas, yang sering muncul sebagai menu wajib saat berbuka puasa.
##
Bahasa dan Dialek
Masyarakat Labura umumnya berkomunikasi menggunakan Bahasa Melayu dialek pesisir Timur, yang memiliki kemiripan dengan dialek Asahan namun dengan intonasi yang lebih tegas. Penggunaan kata "Kekmana" (bagaimana) atau "Cakap" (bicara) sangat umum. Selain Melayu, pengaruh bahasa Batak (terutama Mandailing dan Toba) serta bahasa Jawa juga cukup signifikan karena posisi geografisnya yang bertetangga dengan tujuh wilayah lain, menciptakan asimilasi bahasa yang unik.
##
Busana dan Tekstil Tradisional
Dalam acara resmi dan adat, masyarakat Labura mengenakan Baju Kurung bagi perempuan dan Baju Teluk Belanga bagi laki-laki. Kain samping berupa Songket yang ditenun dengan motif khas pesisir menjadi pelengkap utama. Penggunaan penutup kepala seperti Tengkuluk bagi wanita dan Peci atau Tanjak bagi pria menunjukkan strata sosial dan penghormatan terhadap tamu.
##
Praktik Keagamaan dan Festival
Budaya di Labura tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai Islam. Perayaan hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha dirayakan dengan tradisi Ziarah Kubur dan makan bersama di masjid (kenduri). Selain itu, festival tahunan seperti Lomba Sampan Tradisional di aliran Sungai Kualuh sering diadakan untuk memperingati hari jadi kabupaten, yang menjadi ajang pertemuan budaya sekaligus mempertegas identitas Labura sebagai masyarakat air yang tangguh.
Tourism
#
Menjelajahi Pesona Tersembunyi Labuhanbatu Utara: Gerbang Wisata Alam Sumatera Utara
Labuhanbatu Utara, atau yang akrab disapa Labura, merupakan permata di pesisir timur Sumatera Utara yang membentang seluas 3.718,8 km². Berbatasan langsung dengan Selat Malaka serta tujuh wilayah administratif lainnya, Labura menawarkan perpaduan unik antara ekosistem pesisir, perbukitan yang hijau, dan aliran sungai yang jernih. Bagi pelancong yang mencari keaslian alam yang belum terjamah, Labura adalah destinasi yang menjanjikan petualangan tak terlupakan.
##
Keajaiban Alam: Dari Air Terjun Hingga Pemandian Alami
Daya tarik utama Labura terletak pada kekayaan airnya. Salah satu destinasi ikonik adalah Aek Sijorni dan Air Terjun London di perkebunan Membang Muda yang menawarkan suasana asri dengan arsitektur peninggalan kolonial di sekitarnya. Namun, primadona sesungguhnya adalah Pemandian Alam Aek Buru, di mana pengunjung dapat menikmati kesegaran air sungai yang jernih di antara formasi bebatuan alami. Bagi pecinta pantai, kawasan pesisir di Kualuh Hilir menyajikan pemandangan hutan mangrove yang luas dan eksotis, menjadi habitat bagi berbagai biota laut yang terjaga kelestariannya.
##
Jejak Sejarah dan Budaya Lokal
Labura memiliki akar sejarah Melayu yang kuat, yang tercermin dalam keramah-tamahan penduduknya. Wisatawan dapat mengunjungi situs bersejarah seperti Masjid Raya Sultan Ahmadsyah di Tanjung Pasir yang menjadi saksi bisu kejayaan Kesultanan Kualuh di masa lampau. Arsitektur masjid ini memadukan corak Melayu dan kolonial, memberikan wawasan mendalam tentang perkembangan Islam dan struktur sosial di wilayah ini.
##
Petualangan dan Pengalaman Unik
Bagi pencinta tantangan, menyusuri Sungai Kualuh dengan perahu tradisional atau *speedboat* adalah pengalaman wajib. Sungai ini merupakan urat nadi kehidupan masyarakat setempat. Selain itu, trekking di kawasan hutan tropis menuju air terjun tersembunyi seperti Air Terjun Padang Nabidang menawarkan sensasi petualangan membelah rimba yang menantang adrenalin. Menjelajahi perkebunan kelapa sawit dan karet yang membentang luas juga memberikan perspektif unik tentang lanskap ekonomi daerah ini.
##
Wisata Kuliner dan Keramah-tamahan
Perjalanan ke Labura tidak lengkap tanpa mencicipi Sate Labura yang bumbunya meresap hingga ke dalam daging, atau menikmati olahan ikan sungai segar seperti Ikan Baung dan Sale. Di malam hari, pusat kota Aek Kanopan bertransformasi menjadi pusat kuliner yang menyajikan berbagai jajanan lokal. Untuk akomodasi, tersedia berbagai pilihan hotel melati hingga penginapan yang nyaman di pusat kota, dengan pelayanan khas masyarakat Sumatera Utara yang hangat dan terbuka kepada pendatang.
##
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu terbaik untuk menyambangi Labuhanbatu Utara adalah pada musim kemarau, antara bulan Mei hingga September. Pada periode ini, debit air sungai cenderung stabil dan jernih, sangat ideal untuk aktivitas berenang atau menyusuri sungai. Selain itu, akses jalan menuju destinasi wisata alam di pedalaman akan lebih mudah dilalui, memastikan pengalaman wisata Anda di "Bumi Basimpul Kuat Babontuk Elok" ini berjalan maksimal.
Economy
#
Profil Ekonomi Kabupaten Labuhanbatu Utara
Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), yang terletak di posisi kardinal utara Provinsi Sumatera Utara, merupakan wilayah strategis dengan luas mencapai 3718,8 km². Berbatasan langsung dengan tujuh wilayah administratif termasuk Kabupaten Asahan, Labuhanbatu, hingga Provinsi Riau, Labura memiliki karakteristik geografis yang unik karena menggabungkan dataran tinggi, dataran rendah, hingga wilayah pesisir yang membentang di sepanjang Selat Malaka.
##
Sektor Pertanian dan Perkebunan Sawit
Pilar utama perekonomian Labuhanbatu Utara bertumpu pada sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit dan karet. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu lumbung CPO (Crude Palm Oil) di Sumatera Utara. Keberadaan perusahaan besar seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan berbagai perusahaan swasta nasional telah menciptakan ekosistem industri hulu yang kuat. Selain perkebunan besar, perkebunan rakyat juga mendominasi penggunaan lahan, yang secara langsung memengaruhi daya beli masyarakat lokal. Di sektor pertanian pangan, Kecamatan Kualuh Selatan dan Kualuh Hilir menjadi sentra produksi padi yang mendukung ketahanan pangan daerah.
##
Ekonomi Maritim dan Pesisir
Memiliki garis pantai yang membentang di sepanjang Laut Indonesia (Selat Malaka), Labuhanbatu Utara memiliki potensi ekonomi maritim yang signifikan. Wilayah Kualuh Leidong menjadi pusat aktivitas perikanan tangkap. Selain ekspor komoditas laut mentah, masyarakat pesisir mulai mengembangkan pengolahan hasil laut seperti ikan asin dan terasi berkualitas tinggi yang dipasarkan ke luar daerah. Pelabuhan-pelabuhan kecil di wilayah ini juga berfungsi sebagai jalur distribusi logistik dan perdagangan antar pulau.
##
Industri, UMKM, dan Kerajinan Lokal
Sektor industri di Labura didominasi oleh pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Namun, pemerintah daerah kini tengah mendorong diversifikasi melalui pengembangan UMKM. Produk lokal yang menjadi ciri khas ekonomi kreatif Labura antara lain adalah kerajinan anyaman lidi sawit dan pemanfaatan limbah perkebunan menjadi produk bernilai tambah. Selain itu, potensi kuliner spesifik seperti keripik dan olahan berbasis hasil kebun menjadi komoditas oleh-oleh yang mendukung sektor perdagangan.
##
Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah
Pertumbuhan ekonomi Labura didukung secara masif oleh keberadaan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang membelah kabupaten ini, menjadikannya titik transit vital bagi distribusi barang dari Medan menuju Riau dan Jakarta. Pembangunan infrastruktur jalan menuju wilayah pesisir dan peningkatan fasilitas pelabuhan menjadi prioritas untuk menekan biaya logistik. Di sektor pariwisata, pengembangan objek wisata alam seperti Pemandian Alam Aek Buru dan air terjun di kawasan perbukitan mulai memberikan kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD) serta membuka lapangan kerja baru di sektor jasa dan perhotelan.
Secara keseluruhan, ekonomi Labuhanbatu Utara sedang bertransisi dari ketergantungan penuh pada komoditas mentah menuju penguatan sektor jasa dan pengolahan, dengan memanfaatkan posisi geografisnya sebagai hub transportasi di pantai timur Sumatera.
Demographics
#
Demografi Kabupaten Labuhanbatu Utara
Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) merupakan daerah pemekaran yang terletak di pesisir timur Provinsi Sumatera Utara dengan luas wilayah mencapai 3.718,8 km². Secara geografis, kabupaten ini berbatasan langsung dengan tujuh wilayah administratif, termasuk Selat Malaka di sisi timur dan Kabupaten Asahan di utara, yang membentuk karakteristik kependudukan unik sebagai titik transit dan wilayah agraris-maritim.
Pertumbuhan dan Kepadatan Penduduk
Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk Labuhanbatu Utara telah melampaui angka 380.000 jiwa. Dengan luas wilayah yang cukup besar, kepadatan penduduk rata-rata berkisar di angka 100-110 jiwa/km². Namun, distribusi penduduk tidak merata; konsentrasi tertinggi berada di Kecamatan Kualuh Hulu yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi (Aek Kanopan), sementara wilayah pesisir seperti Kualuh Leidong memiliki densitas yang lebih rendah namun dinamis secara ekonomi karena sektor perikanan.
Komposisi Etnis dan Budaya
Labura adalah cermin keberagaman Sumatera Utara. Suku Jawa merupakan kelompok etnis terbesar, hasil dari sejarah panjang perkebunan di wilayah ini, disusul erat oleh suku Batak (terutama Batak Toba, Angkola, dan Mandailing) serta suku Melayu sebagai penduduk asli pesisir. Keberadaan suku Minangkabau dan Tionghoa di pusat pertokoan menambah struktur sosial yang heterogen. Harmonisasi ini terlihat dalam penggunaan bahasa sehari-hari yang mencampurkan dialek Melayu pesisir dengan bahasa Indonesia yang kental dengan logat Medan.
Struktur Usia dan Pendidikan
Piramida penduduk Labuhanbatu Utara tergolong ekspansif, didominasi oleh kelompok usia produktif (15-64 tahun) dan usia muda. Fenomena "bonus demografi" ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pasar kerja lokal. Dalam sektor pendidikan, angka melek huruf telah mencapai lebih dari 98%. Meski demikian, terdapat disparitas akses pendidikan antara wilayah pusat kota dengan desa-desa terpencil di pelosok perkebunan dan garis pantai yang masih memerlukan perhatian infrastruktur.
Dinamika Urbanisasi dan Migrasi
Pola migrasi di Labura sangat dipengaruhi oleh sektor perkebunan kelapa sawit dan karet. Terdapat arus migrasi musiman pekerja perkebunan dari wilayah luar daerah. Sementara itu, urbanisasi terkonsentrasi di sepanjang lintas sumatera, mengubah desa-desa agraris menjadi kawasan semi-perkotaan yang didorong oleh sektor perdagangan dan jasa. Sebagai daerah pesisir, mobilitas penduduk melalui jalur laut di Tanjung Leidong juga memperkuat interaksi ekonomi dengan wilayah Kepulauan Riau dan Malaysia, menjadikannya gerbang demografi yang strategis di pesisir timur Sumatera.
💡 Fakta Unik
- 1.Wilayah ini pernah menjadi pusat pemerintahan Karesidenan Sumatera Timur pada masa kolonial Belanda sebelum akhirnya ibu kota dipindahkan ke Medan.
- 2.Tradisi memukul bedug raksasa yang disebut 'Gerebeg Sahur' menjadi warisan budaya Kesultanan Deli yang masih dilestarikan masyarakat pesisir di sini hingga sekarang.
- 3.Secara geografis, wilayah ini unik karena mengelilingi seluruh wilayah administratif Kota Tebing Tinggi dan berbatasan langsung dengan Selat Malaka.
- 4.Kawasan ini sangat terkenal sebagai penghasil beras utama di Sumatera Utara dan memiliki objek wisata Pantai Cermin yang populer bagi wisatawan lokal.
Destinasi di Labuhanbatu Utara
Semua Destinasi→Pemandian Alam Aek Buru
Destinasi wisata favorit keluarga di Labuhanbatu Utara yang menyuguhkan kesegaran air sungai jernih ...
Wisata AlamAir Terjun Pantai Monyet
Meskipun bernama 'Pantai', destinasi ini sebenarnya adalah aliran sungai berbatu dengan air terjun r...
Bangunan IkonikMasjid Raya Al-Aman Aek Kanopan
Masjid megah ini merupakan ikon religi sekaligus pusat kegiatan ibadah utama di ibu kota Labuhanbatu...
Wisata AlamHadabuan Hill
Surga bagi para pecinta trekking dan petualangan, Hadabuan Hill menawarkan pemandangan panorama huta...
Wisata AlamPemandian Alam Goa Kaca
Goa Kaca menawarkan sensasi berenang di kolam alami yang dikelilingi oleh formasi batuan karst yang ...
Situs SejarahSitus Sejarah Kesultanan Kualuh
Menelusuri jejak kejayaan masa lalu, situs ini merupakan peninggalan dari Kesultanan Kualuh yang per...
Tempat Lainnya di Sumatera Utara
Lokasi Serupa
Panduan Perjalanan Terkait
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiUji Pengetahuanmu!
Apakah kamu bisa menebak Labuhanbatu Utara dari siluet petanya?