Tangerang Selatan

Rare
Banten
Luas
165,86 km²
Posisi
tengah
Jumlah Tetangga
6 wilayah
Pesisir
Tidak

Dipublikasikan: Januari 2025

History

#

Sejarah dan Perkembangan Kota Tangerang Selatan

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merupakan entitas administratif di Provinsi Banten yang memiliki narasi sejarah panjang, membentang dari era kesultanan hingga transformasinya menjadi pusat hunian modern. Dengan luas wilayah 165,86 km², wilayah yang terletak di posisi tengah antara Jakarta dan Bogor ini tidak memiliki garis pantai, namun dialiri oleh sungai-sungai penting seperti Cisadane dan Angke yang menjadi urat nadi kehidupan sejak masa lampau.

##

Akar Kolonial dan Perlawanan Rakyat

Secara historis, wilayah yang kini menjadi Tangerang Selatan merupakan bagian integral dari sejarah Kesultanan Banten. Pada abad ke-17, wilayah ini menjadi zona penyangga (buffer zone) antara kekuasaan Banten dan VOC di Batavia. Salah satu tokoh kunci dalam sejarah lokal adalah Raden Aria Wangsakara, seorang bangsawan dari Sumedang Larang yang mengungsi ke wilayah ini dan mendirikan pemukiman di Lengkong Kulon. Bersama Aria Santika dan Aria Yudhanegara, ia membangun pertahanan melawan kompeni. Peristiwa perlawanan ini menjadi cikal bakal penamaan "Tangerang" yang berasal dari kata "Tanggeran" (tanda atau batas).

Pada masa kolonial Belanda, wilayah seperti Serpong dan Ciputat didominasi oleh tanah-tanah partikelir (landrechten) yang dikuasai tuan tanah. Praktis, kehidupan masyarakat saat itu berpusat pada sektor agraris dan perkebunan karet. Sisa-sisa kejayaan perkebunan ini masih dapat ditelusuri melalui nama-nama tempat dan keberadaan bangunan tua di kawasan PTPN.

##

Era Kemerdekaan dan Peristiwa Lengkong

Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, Tangerang Selatan mencatatkan peristiwa heroik yang dikenal sebagai "Peristiwa Lengkong" pada 25 Januari 1946. Mayor Daan Mogot bersama puluhan taruna Akademi Militer Tangerang gugur dalam upaya melucuti senjata tentara Jepang di Desa Lengkong. Monumen Lengkong yang berdiri megah di BSD City menjadi bukti bisu pengorbanan mereka dalam mempertahankan kedaulatan Republik yang masih muda.

##

Pembentukan Administratif dan Modernisasi

Secara administratif, Tangerang Selatan awalnya merupakan bagian dari Kabupaten Tangerang. Namun, seiring dengan pesatnya urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi, muncul aspirasi untuk membentuk daerah otonom baru. Melalui Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008 yang disahkan pada 26 November 2008, Kota Tangerang Selatan resmi berdiri dengan tujuh kecamatan: Serpong, Serpong Utara, Ciputat, Ciputat Timur, Pondok Aren, Pamulang, dan Setu. Ibu kota kabupaten ditetapkan di Kecamatan Ciputat.

##

Warisan Budaya dan Identitas Lokal

Meskipun kini dikenal sebagai kota satelit yang modern, Tangerang Selatan tetap menjaga warisan budaya "Betawi Ora" yang unik. Tradisi seperti Palang Pintu dan kuliner khas seperti Sayur Besan tetap lestari di tengah kepungan gedung pencakar langit. Keberadaan etnis Tionghoa peranakan (Cina Benteng) juga memberikan warna tersendiri pada sejarah perdagangan dan arsitektur di wilayah utara Tangsel.

Kini, Tangerang Selatan berbatasan dengan enam wilayah strategis: Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor. Transformasi dari rawa dan perkebunan menjadi kota mandiri seperti BSD City dan Bintaro Jaya menjadikan Tangsel sebagai model pembangunan urban yang mengintegrasikan sejarah kolonial dengan visi masa depan Indonesia.

Geography

#

Geografi dan Lanskap Teritorial Tangerang Selatan

Tangerang Selatan, yang secara administratif terletak di Provinsi Banten, merupakan wilayah daratan murni tanpa garis pantai (landlocked) yang memiliki luas wilayah sebesar 165,86 km². Secara astronomis, kota ini terletak pada koordinat 6°17′20″ LS dan 106°43′05″ BT. Sebagai entitas yang berada di bagian tengah Provinsi Banten, wilayah ini memiliki karakteristik geografis yang unik karena menjadi titik temu antara aglomerasi megapolitan Jakarta dengan zona penyangga Jawa Barat.

##

Topografi dan bentang Alam

Topografi Tangerang Selatan didominasi oleh dataran rendah dengan kemiringan lereng yang relatif landai, berkisar antara 0 hingga 3 persen. Ketinggian wilayahnya bervariasi antara 0 hingga 44 meter di atas permukaan laut. Meskipun tidak memiliki pegunungan atau lembah yang curam, struktur tanahnya merupakan bagian dari Formasi Genteng dan Aluvium Muda. Wilayah ini dialiri oleh beberapa sungai utama yang menjadi urat nadi hidrologis, yaitu Sungai Angke, Sungai Pesanggrahan, dan Sungai Cisadane yang membatasi wilayah ini di sisi barat. Keberadaan situ-situ alami seperti Situ Gintung, Situ Ciputat, dan Situ Pamulang merupakan fitur geografis langka yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan pengatur debit hidrologis di tengah padatnya pemukiman.

##

Iklim dan Variasi Musiman

Tangerang Selatan memiliki iklim tropis tipe Af (klasifikasi Köppen) dengan tingkat kelembapan udara yang tinggi, berkisar antara 70% hingga 80%. Suhu udara rata-rata harian berada pada rentang 24°C hingga 34°C. Variasi musiman ditandai oleh musim penghujan yang dipengaruhi oleh angin muson barat (November–April) dan musim kemarau (Mei–Oktober). Fenomena "pulau panas perkotaan" (urban heat island) sering terjadi di pusat-pusat pertumbuhan seperti BSD City dan Bintaro Jaya, yang menciptakan mikroklimat tersendiri dibandingkan wilayah pinggirannya.

##

Sumber Daya Alam dan Ekologi

Sebagai wilayah yang didominasi oleh kawasan urban, sumber daya mineral di Tangerang Selatan sangat terbatas, kecuali deposit pasir dan tanah lempung dalam jumlah kecil. Fokus sumber daya alam lebih tertuju pada pengelolaan air tanah dan pemanfaatan lahan untuk pertanian perkotaan (urban farming). Secara ekologis, wilayah ini merupakan zona transisi yang masih menyisakan keanekaragaman hayati di ruang terbuka hijau dan sempadan sungai. Vegetasi didominasi oleh tanaman keras perkotaan dan sisa-sisa perkebunan karet yang dahulu luas. Hewan-hewan yang ditemukan umumnya adalah spesies yang mampu beradaptasi dengan lingkungan urban, serta berbagai jenis burung air yang menghuni kawasan situ.

##

Batas Wilayah dan Konektivitas

Tangerang Selatan memiliki posisi strategis karena dikelilingi oleh enam wilayah administratif yang berbeda. Di sebelah utara, ia berbatasan dengan Kota Tangerang dan Provinsi DKI Jakarta (Jakarta Selatan). Di sisi timur, wilayah ini bersinggungan langsung dengan Kota Depok dan Jakarta Selatan. Sementara itu, di sebelah selatan dan barat, Tangerang Selatan berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang. Posisi sentral ini menjadikan Tangerang Selatan sebagai hub geografis penting di koridor ekonomi Banten-Jakarta.

Culture

#

Harmoni Budaya di Jantung Kota Satelit: Tangerang Selatan

Tangerang Selatan (Tangsel), sebuah kota seluas 165,86 km² di Provinsi Banten, merupakan titik temu unik antara modernitas perkotaan dan akar budaya yang kuat. Meskipun tidak memiliki garis pantai, kekayaan budayanya mengalir melalui percampuran etnis Betawi, Sunda, dan peranakan Tionghoa yang menciptakan identitas khas "Tangselan".

##

Tradisi, Upacara, dan Kehidupan Sosial

Salah satu tradisi yang masih terjaga dengan kuat di Tangerang Selatan adalah Lebaran Betawi. Berbeda dengan perayaan Idul Fitri pada umumnya, Lebaran Betawi di Tangsel menjadi ajang silaturahmi akbar antar-kecamatan yang menampilkan prosesi *hantaran* atau membawa makanan khas dari yang muda kepada yang tua. Selain itu, tradisi Nyorog tetap dilestarikan, di mana warga saling berbagi bingkisan makanan menjelang bulan Ramadan sebagai bentuk penghormatan dan pengikat tali persaudaraan.

##

Kesenian: Irama Cokek dan Tari Anggrek

Dalam bidang seni pertunjukan, Tangerang Selatan memiliki Tari Anggrek yang menjadi ikon daerah, terinspirasi dari keindahan bunga anggrek yang banyak dibudidayakan di wilayah ini. Musik Gambang Kromong juga menjadi denyut nadi dalam setiap perayaan warga, seringkali mengiringi Tari Cokek. Keunikan kesenian di Tangsel juga terlihat pada seni bela diri Silat Beksi, yang memiliki aliran khas di daerah Ciputat dan Pamulang, menekankan pada kecepatan tangan dan pertahanan jarak dekat.

##

Kuliner Khas: Cita Rasa Akulturasi

Kuliner Tangerang Selatan mencerminkan perpaduan budaya yang kaya. Sayur Besan adalah hidangan wajib dalam upacara pernikahan adat, menggunakan bahan langka berupa tebu telur (terubus). Selain itu, Soto Betawi H. Mamat yang melegenda di wilayah ini menunjukkan dominasi rasa santan dan susu yang gurih. Ada pula Kacang Sangrai Kerigan dan Bir Pletok yang sering dijadikan buah tangan. Pengaruh Tionghoa juga kuat terasa pada kudapan seperti Kue Keranjang yang diproduksi di wilayah Setu saat menjelang Imlek.

##

Dialek dan Ekspresi Lokal

Secara linguistik, masyarakat Tangsel menggunakan bahasa Indonesia dengan pengaruh Dialek Betawi Ora dan Betawi Pinggiran. Penggunaan akhiran "e" (seperti pada kata mane, siape) serta kosakata unik seperti "kagak" atau "bagen" (biarkan saja) menjadi ciri khas komunikasi sehari-hari. Meski berada di Banten, pengaruh bahasa Sunda lebih halus dan biasanya ditemukan di wilayah perbatasan seperti Serpong dan Setu.

##

Tekstil dan Busana Tradisional

Tangerang Selatan mempopulerkan Batik Tangsel dengan motif-motif yang merepresentasikan identitas lokal, seperti motif Bunga Anggrek, Monumen Lengkong, dan motif Sungai Cisadane. Dalam acara resmi, kaum pria mengenakan Baju Sadariah lengkap dengan sarung yang dikalungkan di leher, sementara kaum wanita mengenakan Kebaya Encim yang mencerminkan pengaruh peranakan, seringkali dipadukan dengan kain batik bermotif cerah.

##

Praktik Religius dan Festival Budaya

Kehidupan religius di Tangsel sangat dinamis. Selain peringatan hari besar Islam yang meriah, terdapat ritual Ciam Si di Kelenteng Boen Hay Bio (Serpong), salah satu kelenteng tertua di wilayah ini. Festival tahunan seperti Tangsel Sejiwa dan perayaan HUT Kota menjadi panggung di mana seluruh elemen budaya, dari barongsai hingga marawis, tampil harmonis dalam satu panggung, membuktikan bahwa Tangerang Selatan adalah rumah bagi keberagaman yang inklusif.

Tourism

Menjelajahi Pesona Modernitas dan Budaya di Tangerang Selatan

Terletak di jantung Provinsi Banten, Tangerang Selatan (Tangsel) berdiri sebagai kota penyangga Jakarta yang menawarkan perpaduan unik antara kemajuan urban dan ruang terbuka hijau yang asri. Dengan luas wilayah 165,86 km², kota ini secara geografis berada di posisi tengah yang strategis, berbatasan langsung dengan enam wilayah administratif: Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor. Meski tidak memiliki garis pantai, Tangsel menyimpan daya tarik wisata yang langka dan modern.

#

Ruang Terbuka Hijau dan Rekreasi Alam

Meskipun didominasi oleh lanskap perkotaan, Tangerang Selatan memiliki oase hijau yang menyegarkan. Taman Kota 2 BSD di Setu menjadi destinasi utama bagi mereka yang mencari suasana hutan kota dengan jembatan merah ikoniknya. Pengunjung juga dapat menikmati ketenangan di Lubana Sengkol, sebuah kawasan ekowisata yang menawarkan pengalaman memancing di tepi sungai serta taman edukasi yang luas. Keunikan lainnya adalah Tandon Ciater, sebuah area konservasi air yang disulap menjadi ruang publik estetik untuk joging santai di sore hari.

#

Jejak Budaya dan Sejarah

Sisi kultural Tangsel tercermin kuat melalui keberadaan Vihara Boen Hay Bio di Serpong, salah satu klenteng tertua di wilayah Banten yang memancarkan nuansa sejarah Tionghoa yang kental. Untuk pecinta literasi dan arsitektur, Pustaka Katulistiwa menawarkan pengalaman unik menjelajahi arsip sejarah dalam bangunan modern. Kota ini juga menjadi rumah bagi komunitas kreatif; pengunjung dapat melihat proses pembuatan batik khas Tangsel yang bermotif bunga anggrek dan bangunan ikonik lokal di sanggar-sanggar batik sekitar Ciputat.

#

Petualangan Urban dan Aktivitas Luar Ruangan

Bagi pencari adrenalin, Tangsel menawarkan pengalaman *outdoor* yang spesifik. Branchsto BSD memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mencoba olahraga berkuda dan memanah dalam lingkungan yang ramah keluarga. Sementara itu, bagi pecinta sepeda, trek di Hutan Kota Jombang dan jalur sepeda BSD City menawarkan tantangan teknis di tengah rimbunnya pepohonan, sebuah pengalaman yang jarang ditemukan di kota metropolitan lainnya.

#

Surga Kuliner dan Akomodasi Bintang Lima

Wisata kuliner di Tangsel adalah perpaduan antara makanan tradisional dan kafe kontemporer. Kawasan Pasar Modern BSD adalah destinasi wajib untuk mencicipi jajanan pasar autentik hingga kopi kekinian. Jangan lewatkan hidangan lokal seperti Sayur Besan, kuliner khas Betawi-Tangerang yang kini mulai langka. Untuk kenyamanan menginap, Tangsel menyediakan berbagai opsi hotel butik dan bintang lima seperti Hotel Santika Teraskota atau JHL Solitaire yang menawarkan keramahan lokal dengan standar internasional.

#

Waktu Kunjungan Terbaik

Waktu terbaik untuk mengunjungi Tangerang Selatan adalah pada musim kemarau antara bulan Mei hingga September. Pada periode ini, langit cerah mendukung aktivitas luar ruangan dan eksplorasi taman-taman kota. Tangsel bukan sekadar kota transit; ia adalah destinasi yang menawarkan kenyamanan hunian modern dengan sentuhan hangat budaya lokal yang tetap terjaga.

Economy

#

Profil Ekonomi Kota Tangerang Selatan: Pusat Jasa dan Perdagangan Modern di Jantung Banten

Tangerang Selatan (Tangsel) merupakan kota otonom di Provinsi Banten yang memiliki karakteristik ekonomi unik. Dengan luas wilayah 165,86 km², kota ini secara geografis terletak di bagian tengah konurbasi Jabodetabek dan sepenuhnya dikelilingi oleh daratan (landlocked) tanpa garis pantai. Meskipun tidak memiliki ekonomi maritim, lokasinya yang strategis menjadikannya penghubung vital antara Jakarta dan wilayah penyangga lainnya, berbatasan langsung dengan enam wilayah administratif termasuk Jakarta Selatan, Tangerang, dan Bogor.

Transformasi Sektor Jasa dan Perdagangan

Perekonomian Tangerang Selatan didominasi oleh sektor tersier, terutama jasa, perdagangan, dan real estat. Berbeda dengan daerah tetangganya yang mengandalkan manufaktur berat, Tangsel berkembang sebagai pusat pendidikan tinggi dan layanan kesehatan bertaraf internasional. Kehadiran kawasan terpadu seperti BSD City dan Bintaro Jaya telah mengubah lanskap ekonomi lokal menjadi hub ekonomi digital dan kreatif. Sektor informasi dan komunikasi menunjukkan pertumbuhan pesat, didorong oleh banyaknya startup dan perusahaan teknologi yang berkantor di kawasan Green Office Park.

Industri dan Produk Lokal Unggulan

Sektor industri di Tangsel lebih terfokus pada industri pengolahan ringan dan teknologi tinggi yang ramah lingkungan. Di sisi lain, kota ini tetap mempertahankan identitas budayanya melalui kerajinan tradisional. Batik Tangsel, dengan motif khas seperti bunga anggrek vanda douglas dan kekayaan lokal lainnya, menjadi produk unggulan yang menembus pasar nasional. Selain itu, industri kuliner kreatif dan pengolahan hasil pertanian perkotaan (urban farming) menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, menggantikan sektor pertanian konvensional yang kian menyusut akibat alih fungsi lahan.

Infrastruktur dan Konektivitas Wilayah

Pertumbuhan ekonomi Tangsel didukung oleh infrastruktur transportasi yang masif. Keberadaan jalan tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) dan Tol Serpong-Cinere mempercepat arus logistik dan mobilitas penduduk. Selain itu, sistem transportasi publik berbasis rel (KRL Commuter Line) dan pengintegrasian bus trans-anggota menjadi tulang punggung pergerakan tenaga kerja terampil. Konektivitas ini menjadikan Tangsel sebagai destinasi investasi properti dan ritel yang sangat menarik di Indonesia.

Tren Ketenagakerjaan dan Pembangunan

Tren ketenagakerjaan di Tangerang Selatan menunjukkan dominasi tenaga kerja profesional dan sektor formal. Tingkat IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kota ini secara konsisten merupakan salah satu yang tertinggi di Provinsi Banten dan nasional. Pemerintah kota fokus pada pengembangan ekonomi sirkular dan digitalisasi UMKM untuk memastikan pertumbuhan yang inklusif. Meskipun langka karena keterbatasan lahan, pengembangan konsep "Smart City" di Tangsel menjadi tolok ukur pembangunan ekonomi perkotaan modern di Indonesia, menciptakan ekosistem yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing global.

Demographics

#

Profil Demografis Kota Tangerang Selatan

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merupakan sebuah anomali demografis di Provinsi Banten. Dengan luas wilayah 165,86 km², kota ini menempati posisi kardinal tengah yang strategis, berbatasan langsung dengan enam wilayah administratif: Kota Tangerang dan Kota Jakarta Barat di utara, Kota Jakarta Selatan di timur, Kota Depok di selatan, serta Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang di barat. Sebagai wilayah non-pesisir, Tangsel bertransformasi dari kawasan penyangga menjadi pusat pertumbuhan mandiri yang memiliki karakteristik sosial-ekonomi unik.

##

Kepadatan dan Distribusi Penduduk

Berdasarkan data terbaru, populasi Tangerang Selatan telah melampaui 1,3 juta jiwa. Hal ini menciptakan tingkat kepadatan yang sangat tinggi, mencapai lebih dari 8.000 jiwa/km². Distribusi penduduk tidak merata secara tradisional; konsentrasi tertinggi ditemukan di Kecamatan Pamulang dan Ciputat yang bersifat padat organik, sementara Kecamatan Serpong dan Pondok Aren didominasi oleh kawasan hunian terencana (real estate) berskala besar seperti BSD City dan Bintaro Jaya.

##

Komposisi Etnis dan Keberagaman Budaya

Meskipun secara administratif berada di Banten, komposisi etnis Tangsel sangat heterogen. Suku Betawi dan Jawa merupakan kelompok mayoritas, diikuti oleh Sunda, Minangkabau, dan Tionghoa. Keberagaman ini menciptakan dinamika budaya "metropolitan sub-urban" di mana tradisi lokal Betawi Ora bersinggungan dengan gaya hidup kosmopolitan. Fenomena ini dianggap langka karena intensitas asimilasi budaya yang terjadi dalam waktu singkat akibat ekspansi urban Jakarta.

##

Struktur Usia dan Pendidikan

Piramida penduduk Tangerang Selatan menunjukkan tren ekspansif menuju stasioner dengan dominasi usia produktif (15-64 tahun). Kota ini menikmati bonus demografi yang signifikan dengan angka beban ketergantungan yang rendah. Tingkat literasi di Tangsel mencapai hampir 100%, didukung oleh konsentrasi institusi pendidikan tinggi ternama. Penduduknya memiliki profil pendidikan yang jauh di atas rata-rata nasional, dengan persentase lulusan perguruan tinggi yang sangat signifikan, menjadikannya kota dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Provinsi Banten.

##

Migrasi dan Dinamika Urban

Pola migrasi di Tangsel bersifat sirkuler dan menetap. Sebagai magnet ekonomi, kota ini menarik migran kelas menengah profesional yang bekerja di Jakarta namun memilih tinggal di hunian berkualitas di Tangsel. Sebaliknya, wilayah ini juga menjadi tujuan urbanisasi bagi pekerja sektor jasa dari wilayah luar Jabodetabek. Pergerakan penduduk harian melintasi enam batas wilayah tetangganya menciptakan arus komuter yang masif, yang mendefinisikan jati diri Tangsel sebagai kota jasa yang dinamis dan modern.

💡 Fakta Unik

  • 1.Wilayah ini pernah menjadi pusat pemerintahan Karesidenan Banten pada masa kolonial Belanda sebelum akhirnya fungsi administratif tersebut dipindahkan ke wilayah tetangganya.
  • 2.Kesenian bela diri tradisional bernama Penca Silat Bandrong merupakan warisan budaya lokal yang sangat dijaga kelestariannya oleh masyarakat di pemukiman padat penduduknya.
  • 3.Meskipun berada di Provinsi Banten yang dikenal dengan garis pantainya, wilayah seluas 165 kilometer persegi ini sepenuhnya dikelilingi daratan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Serang di segala penjuru mata angin.
  • 4.Sebagai ibu kota provinsi, wilayah ini menjadi pusat ekonomi utama yang menghubungkan jalur perdagangan antara Jakarta dan Pelabuhan Merak melalui gerbang tol timur dan baratnya.

Destinasi di Tangerang Selatan

Semua Destinasi

Tempat Lainnya di Banten

Lokasi Serupa

Panduan Perjalanan Terkait

Memuat panduan terkait...

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Uji Pengetahuanmu!

Apakah kamu bisa menebak Tangerang Selatan dari siluet petanya?