Pusat Kebudayaan

Desa Tradisional Segenter

di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Arsitektur Berugak dan Filosofi Hunian Sasak

Karakteristik visual yang paling menonjol dari Desa Tradisional Segenter adalah tata letak bangunan yang simetris dan seragam. Di pusat kebudayaan ini, rumah-rumah tradisional (Gubuk) dibangun saling berhadapan dengan pola yang sangat teratur. Setiap unit hunian terdiri dari rumah utama dan sebuah Berugak (balai-balai tiang empat atau enam) di depannya.

Keunikan arsitektur Segenter terletak pada penggunaan material alami yang sepenuhnya diambil dari alam sekitar. Atap rumah terbuat dari tumpukan rumput ilalang yang tebal, dinding dari anyaman bambu (bedek), dan lantai yang uniknya dibersihkan secara berkala menggunakan kotoran sapi atau kerbau yang dicampur tanah liat. Praktik ini bukan tanpa alasan; secara tradisional, campuran ini dipercaya dapat memperkuat lantai, mengusir nyamuk, dan memberikan rasa sejuk di dalam rumah. Struktur bangunan ini merupakan materi edukasi langsung bagi pengunjung mengenai cara masyarakat Sasak beradaptasi dengan iklim tropis Lombok Utara yang cenderung kering.

Program Pelestarian Adat dan Ritual Keagamaan

Sebagai pusat kebudayaan, Segenter menjalankan program pelestarian adat yang ketat. Salah satu aspek yang paling menonjol adalah praktik Wetu Telu, sebuah sinkretisme unik yang menggabungkan ajaran Islam dengan tradisi lokal dan kepercayaan leluhur. Meskipun mayoritas penduduk kini telah menjalankan Islam secara normatif, sisa-sisa filosofi Wetu Telu masih tercermin dalam berbagai ritual komunal.

Kegiatan rutin yang menjadi daya tarik adalah ritual doa bersama di rumah adat setiap kali memasuki musim tanam atau setelah panen. Masyarakat Segenter percaya bahwa keseimbangan alam harus dijaga melalui penghormatan kepada roh leluhur dan Tuhan Yang Maha Esa. Program kebudayaan di sini juga mencakup upacara Maulid Adat, yang dirayakan dengan skala besar dan melibatkan seluruh warga desa dalam penyajian hidangan tradisional di atas tampah kayu yang disebut Dulangan.

Kesenian Tradisional dan Pertunjukan Budaya

Desa Tradisional Segenter menjadi wadah bagi berbagai kesenian khas Lombok Utara yang hampir punah. Salah satu pertunjukan yang sering ditampilkan untuk menyambut tamu atau dalam acara festival adalah Gasing. Permainan tradisional gasing di Segenter bukan sekadar mainan anak-anak, melainkan kompetisi ketangkasan orang dewasa yang penuh dengan nilai sportivitas dan kebersamaan.

Selain itu, pertunjukan Presean—pertarungan antara dua lelaki menggunakan rotan dan perisai kulit sapi—sering diadakan sebagai simbol kejantanan dan keberanian pemuda Sasak. Di sisi musikal, dentuman Gendang Beleq sering menggema di lorong-lorong desa, mengiringi prosesi adat atau menyambut tamu kehormatan. Musik ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat pemanggil semangat dan pemersatu warga.

Kerajinan Tangan dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif

Pusat kebudayaan Segenter juga berfokus pada pengembangan ekonomi melalui kerajinan tangan. Kaum perempuan di Segenter dikenal mahir dalam seni menenun Kain Sesek. Berbeda dengan tenun dari daerah lain di Lombok, motif tenun di Segenter cenderung lebih sederhana namun kaya akan simbolisme alam, seperti motif bunga dan hewan yang ada di sekitar kaki Gunung Rinjani.

Selain tenun, masyarakat juga memproduksi berbagai anyaman bambu untuk peralatan rumah tangga dan dekorasi. Program edukasi bagi pengunjung seringkali mencakup lokakarya singkat di mana wisatawan dapat mencoba menenun atau menganyam bersama para pengrajin lokal. Ini adalah bentuk keterlibatan komunitas yang bertujuan untuk mentransfer pengetahuan tradisional kepada generasi muda dan masyarakat luas agar tidak tergerus zaman.

Pendidikan Berbasis Komunitas dan Keterlibatan Pemuda

Salah satu tantangan terbesar desa adat adalah migrasi pemuda ke kota. Namun, Desa Tradisional Segenter memiliki program keterlibatan komunitas yang kuat untuk memastikan regenerasi budaya. Melalui wadah organisasi pemuda desa, mereka dididik untuk menjadi pemandu wisata budaya (storytellers) yang mampu menjelaskan sejarah dan nilai-nilai filosofis desa kepada pengunjung.

Pendidikan informal ini mencakup pengajaran bahasa Sasak halus, tata cara berpakaian adat yang benar (seperti penggunaan Sapuk atau ikat kepala bagi pria), dan pemahaman tentang hukum adat yang mengatur kehidupan sehari-hari. Dengan menjadikan pemuda sebagai garda terdepan dalam pengelolaan pariwisata budaya, Segenter berhasil menanamkan rasa bangga akan identitas lokal di hati generasi penerusnya.

Festival Budaya dan Acara Tahunan

Segenter menjadi pusat perhatian saat digelarnya festival kebudayaan tahunan yang biasanya bertepatan dengan perayaan hari besar atau siklus pertanian. Festival ini seringkali melibatkan desa-desa adat sekitarnya di Lombok Utara. Dalam acara ini, pengunjung dapat menyaksikan prosesi Beleban, yaitu tradisi makan bersama secara massal dengan menu tradisional seperti Ayam Taliwang versi otentik desa dan Placing Kangkung.

Keberadaan festival ini sangat penting bagi ekosistem kebudayaan di Lombok Utara karena menjadi ajang unjuk kabisa bagi para seniman lokal dan pengusaha mikro. Ini juga menjadi momen di mana nilai-nilai gotong royong (kerja sama) dipraktikkan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Peran Segenter dalam Pelestarian Warisan Budaya Nasional

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menempatkan Desa Tradisional Segenter sebagai aset vital dalam peta kebudayaan daerah. Peran desa ini bukan hanya sebagai objek wisata, tetapi sebagai "laboratorium sosial" untuk mempelajari ketahanan budaya. Di tengah gempuran teknologi dan perubahan gaya hidup, Segenter membuktikan bahwa kearifan lokal dapat bertahan jika didukung oleh struktur sosial yang solid.

Upaya pelestarian di Segenter juga mencakup konservasi lingkungan. Aturan adat melarang penebangan pohon tertentu di sekitar desa dan mewajibkan pengelolaan sampah secara mandiri agar lingkungan desa tetap asri dan sesuai dengan gambaran masa lalu. Hal ini menunjukkan bahwa pusat kebudayaan ini tidak hanya menjaga benda mati, tetapi juga menjaga ekosistem yang menghidupi kebudayaan tersebut.

Kesimpulan

Desa Tradisional Segenter adalah mercusuar kebudayaan Sasak di Lombok Utara. Melalui arsitektur yang ikonik, ritual yang mendalam, kesenian yang energetik, dan komitmen komunitas yang luar biasa, Segenter berhasil menjaga api tradisi tetap menyala. Bagi siapa pun yang ingin memahami esensi kemanusiaan dan keharmonisan antara manusia, alam, dan pencipta, Segenter menawarkan ruang belajar yang tak ternilai harganya. Sebagai pusat kebudayaan, ia tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga memberikan arah bagi masa depan pengembangan budaya yang berkelanjutan di Indonesia.

Tempat Menarik Lainnya di Lombok Utara

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Lombok Utara

Pelajari lebih lanjut tentang Lombok Utara dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Lombok Utara