Situs Sejarah

Monumen Masamba Affair

di Luwu Utara, Sulawesi Selatan

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Jejak Perjuangan Rakyat Luwu: Menelusuri Sejarah Monumen Masamba Affair

Monumen Masamba Affair bukan sekadar bangunan beton yang berdiri kaku di pusat Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Situs sejarah ini merupakan representasi fisik dari salah satu fragmen paling heroik sekaligus berdarah dalam lembaran revolusi kemerdekaan Indonesia di tanah Sulawesi. Terletak strategis di jantung kota Masamba, monumen ini menjadi saksi bisu atas peristiwa yang dikenal luas sebagai "Masamba Affair" atau Peristiwa Masamba, sebuah pergolakan bersenjata melawan hegemoni kembalinya kolonialisme Belanda pasca-Proklamasi 1945.

#

Latar Belakang Sejarah dan Peristiwa Masamba Affair 1946

Akar sejarah Monumen Masamba Affair bermuara pada ketegangan politik dan militer yang memuncak di awal tahun 1946. Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, tentara Sekutu yang diboncengi oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration) mencoba kembali menanamkan kekuasaannya di wilayah Celebes (Sulawesi). Luwu, yang saat itu merupakan kerajaan (kedatuan) yang sangat berpengaruh, menyatakan kesetiaannya kepada Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Andi Djemma.

Puncak dari ketegangan ini meletus pada tanggal 23 Januari 1946, yang kemudian dikenal sebagai Hari Perlawanan Rakyat Luwu. Namun, peristiwa spesifik yang diabadikan oleh monumen ini adalah rentetan serangan gerilya dan sabotase yang dilakukan oleh para pemuda setempat terhadap pos-pos militer NICA di Masamba. Peristiwa "Masamba Affair" merujuk pada keberanian para pejuang yang tergabung dalam Pemuda Republik Indonesia (PRI) dan kelak menjadi bagian dari kelaskaran dalam merebut senjata dan melumpuhkan kekuatan Belanda di wilayah Luwu Utara. Serangan ini sangat krusial karena Masamba merupakan titik strategis yang menghubungkan wilayah pesisir Luwu dengan daerah pegunungan dan akses menuju Sulawesi Tengah.

#

Arsitektur dan Detail Konstruksi Monumen

Monumen Masamba Affair dirancang dengan gaya arsitektur memorial yang sarat akan simbolisme nasionalisme. Struktur utamanya berdiri di atas landasan berundak yang melambangkan tangga perjuangan. Ciri khas yang paling menonjol dari monumen ini adalah keberadaan relief yang memahat adegan-adegan pertempuran dan konsolidasi kekuatan rakyat.

Secara visual, monumen ini menampilkan patung pejuang yang memegang senjata tradisional dan bambu runcing, serta bendera merah putih yang berkibar. Penggunaan material semen dan beton cor pada masanya menunjukkan upaya pembangunan yang kokoh guna memastikan pesan sejarah ini tidak lekang oleh waktu. Tata letak monumen yang dikelilingi oleh ruang terbuka hijau menjadikannya sebagai centerpoint kota, yang secara arsitektural berfungsi sebagai pengingat visual harian bagi masyarakat yang melintas. Di sekitar kaki monumen, terdapat prasasti yang mencantumkan nama-nama pejuang lokal yang gugur dalam pertempuran tersebut, memberikan sentuhan personal pada situs kolektif ini.

#

Tokoh-Tokoh Sentral di Balik Perlawanan

Berbicara tentang Monumen Masamba Affair tidak dapat dilepaskan dari peran Datu Luwu, Andi Djemma, yang telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Meskipun beliau berpusat di Palopo, restu dan komandonya membakar semangat para pejuang di Masamba. Di tingkat lokal Masamba, tokoh-tokoh seperti M. Jusuf, Andi Attas, dan sejumlah pemuda pemberani lainnya menjadi motor penggerak serangan terhadap tangsi Belanda.

Keunikan sejarah dari peristiwa ini adalah keterlibatan lintas elemen masyarakat. Tidak hanya dari kalangan bangsawan (Andi), tetapi juga para petani dan santri yang menyatu dalam satu komando perlawanan. Mereka menggunakan taktik gerilya "tabrak lari" (hit and run) yang sangat menyulitkan serdadu Belanda yang memiliki persenjataan lebih modern. Nama-nama pejuang yang terukir di monumen ini adalah bukti nyata bahwa kemerdekaan di Luwu Utara ditebus dengan pengorbanan nyawa yang tidak sedikit.

#

Signifikansi Historis dan Nilai Strategis

Monumen ini memiliki signifikansi yang luar biasa dalam konteks sejarah militer di Sulawesi Selatan. Masamba Affair membuktikan bahwa perlawanan terhadap Belanda tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Makassar, tetapi juga merata hingga ke distrik-distrik terpencil. Peristiwa ini memaksa Belanda untuk menambah kekuatan militernya di wilayah utara Luwu, yang secara tidak langsung memecah konsentrasi pasukan mereka dalam menghadapi perlawanan di wilayah lain.

Secara sosiopolitik, monumen ini menandai transisi kekuasaan dari sistem feodal kedatuan menuju sistem republikan. Perjuangan di Masamba menunjukkan bagaimana rakyat Luwu lebih memilih menjadi bagian dari negara kesatuan yang baru lahir daripada kembali di bawah naungan kolonialisme Belanda, meskipun risikonya adalah kehancuran infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa.

#

Upaya Pelestarian dan Status Saat Ini

Saat ini, Monumen Masamba Affair berada di bawah pengawasan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Sebagai situs sejarah (Historical Site), monumen ini telah mengalami beberapa kali renovasi untuk menjaga integritas strukturnya. Area di sekitar monumen kini ditata menjadi taman kota yang berfungsi sebagai ruang publik (public space), tanpa menghilangkan esensi sakralnya.

Setiap tanggal 23 Januari, monumen ini menjadi pusat peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu. Upacara tabur bunga dan pembacaan lintasan sejarah dilakukan di sini untuk memastikan generasi muda Masamba tidak melupakan akar perjuangan leluhur mereka. Kelestarian monumen ini sangat terjaga berkat kesadaran kolektif masyarakat Masamba yang memandang situs ini sebagai identitas kultural dan kebanggaan daerah.

#

Makna Budaya dan Warisan Bagi Generasi Muda

Bagi masyarakat lokal, Monumen Masamba Affair bukan hanya objek sejarah, melainkan simbol harga diri (Siri’). Nilai-nilai keberanian, kesetiaan pada tanah air, dan persatuan dalam perbedaan sangat kental terasa saat menatap relief-relief yang ada. Dalam perspektif budaya Luwu yang menjunjung tinggi falsafah "Pabbulo Sibatang" (bersatu seperti serumpun bambu), monumen ini adalah manifestasi fisik dari filosofi tersebut.

Keberadaan monumen ini di tengah dinamika pembangunan modern Luwu Utara berfungsi sebagai jangkar moral. Di tengah arus globalisasi, Monumen Masamba Affair tetap berdiri tegak, mengingatkan setiap orang yang memandangnya bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini adalah buah dari keberanian para pendahulu yang menolak tunduk pada penindasan di bumi Masamba. Situs ini tetap menjadi destinasi edukasi sejarah yang vital bagi pelajar dan peneliti yang ingin mendalami dinamika revolusi fisik di jazirah Sulawesi.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Pusat Kota Masamba, Kabupaten Luwu Utara
entrance fee
Gratis
opening hours
24 Jam

Tempat Menarik Lainnya di Luwu Utara

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Luwu Utara

Pelajari lebih lanjut tentang Luwu Utara dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Luwu Utara