Bangunan Ikonik

Gereja Katolik Santo Petrus Long Hubung

di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Kemegahan Arsitektur Gereja Katolik Santo Petrus Long Hubung: Landmark Spiritual di Jantung Mahakam Ulu

Gereja Katolik Santo Petrus Long Hubung bukan sekadar tempat ibadah; ia adalah manifestasi fisik dari pertemuan antara iman Kristiani yang mendalam dengan kekayaan budaya suku Dayak di Kalimantan Timur. Terletak di Kecamatan Long Hubung, Kabupaten Mahakam Ulu, gereja ini berdiri sebagai ikon arsitektur yang mendominasi cakrawala kawasan hulu Sungai Mahakam. Bangunan ini mencerminkan ambisi artistik sekaligus penghormatan terhadap tradisi lokal yang telah mengakar selama berabad-abad.

#

Filosofi Desain dan Gaya Arsitektur

Secara visual, Gereja Santo Petrus Long Hubung mengadopsi gaya arsitektur Neo-Gothik yang dimodifikasi dengan elemen lokal (inkulturasi). Struktur utamanya menonjolkan vertikalitas yang kuat, sebuah prinsip dasar arsitektur gereja Katolik yang melambangkan hubungan antara manusia dan Tuhan. Namun, yang membuat bangunan ini unik adalah integrasi motif Dayak Bahau dan Dayak Kenyah pada fasad dan interiornya.

Atap gereja dirancang dengan kemiringan yang sangat tajam, mengadaptasi bentuk atap Lamin (rumah panjang) namun dalam skala yang jauh lebih monumental. Penggunaan material sirap pada masa awal konstruksinya memberikan tekstur organik yang menyatu dengan alam sekitar, meskipun dalam renovasi modern, material yang lebih tahan cuaca mulai digunakan tanpa menghilangkan siluet aslinya yang ikonik.

#

Narasi Sejarah dan Proses Pembangunan

Sejarah berdirinya Gereja Santo Petrus Long Hubung tidak lepas dari misi Katolik di pedalaman Kalimantan yang dimulai sejak era Ordo Kapusin dan kemudian dilanjutkan oleh misionaris OMI (Oblat Maria Imakulata). Pembangunan gedung gereja yang ada saat ini merupakan hasil dari gotong royong masyarakat lokal yang luar biasa.

Konstruksi gereja ini melibatkan tenaga ahli lokal yang memahami karakteristik tanah di pinggiran Sungai Mahakam yang labil. Fondasinya diperkuat sedemikian rupa untuk menahan beban bangunan yang masif. Pembangunannya memakan waktu bertahun-tahun, di mana setiap ukiran kayu yang menghiasi pintu masuk dan altar dikerjakan secara manual oleh pemahat-pemahat terbaik dari desa-desa sekitar Long Hubung. Ini menjadikan gedung gereja sebagai portofolio hidup dari keahlian pertukangan kayu masyarakat Mahakam Ulu.

#

Inovasi Struktural dan Detail Unik

Salah satu elemen arsitektur yang paling menonjol adalah menara loncengnya. Menara ini dirancang sedemikian rupa sehingga suaranya dapat menjangkau desa-desa di seberang sungai. Struktur interior gereja menggunakan sistem clear span yang luas, menciptakan ruang tanpa kolom di tengah (nave), sehingga memberikan pandangan tak terhalang bagi umat menuju altar.

Ukiran "Paku" dan motif "Burung Enggang" yang menjadi simbol sakral bagi masyarakat Dayak disematkan secara strategis pada kolom-kolom penyangga interior. Plafon gereja dibuat tinggi dengan eksposur struktur kayu yang rumit, menciptakan efek akustik alami yang megah saat paduan suara menyanyikan lagu-lagu liturgi. Jendela-jendela kaca patri (stained glass) pada gereja ini juga unik; alih-alih hanya menampilkan orang suci dari Eropa, beberapa panel menggambarkan narasi biblis dengan latar belakang flora dan fauna khas Kalimantan.

#

Signifikansi Budaya dan Inkulturasi

Gereja Santo Petrus Long Hubung merupakan contoh terbaik dari inkulturasi Gereja Katolik di Indonesia. Arsitekturnya mengakomodasi nilai-nilai lokal tanpa mengabaikan kanon liturgi Katolik Roma. Altar utamanya dibuat dari kayu ulin (kayu besi) yang sangat masif, diukir dengan detail motif asang yang melambangkan perlindungan dan keberanian.

Bagi masyarakat Mahakam Ulu, gereja ini adalah simbol identitas. Keberadaannya menandai transformasi sosial dari masyarakat yang memegang teguh tradisi leluhur menjadi masyarakat yang mampu menyelaraskan tradisi tersebut dengan ajaran agama modern. Ruang di dalam gereja sering kali menjadi tempat di mana tarian Hudoq ditampilkan dalam acara-acara keagamaan tertentu, menunjukkan bahwa arsitektur gereja ini memang dirancang sebagai wadah budaya.

#

Peran Arsitek dan Pengrajin Lokal

Meskipun desain dasarnya sering kali mendapat arahan dari arsitek profesional yang ditunjuk oleh Keuskupan Agung Samarinda, keberhasilan estetika Gereja Long Hubung sangat bergantung pada para pengrajin lokal. Mereka adalah "arsitek anonim" yang menerjemahkan konsep teologis ke dalam bentuk visual Dayak. Detail pada pintu gerbang atau portal gereja menunjukkan tingkat presisi yang tinggi, menggabungkan teknik pertukangan kayu tradisional dengan kebutuhan fungsional bangunan publik modern.

#

Pengalaman Pengunjung dan Pemanfaatan Saat Ini

Saat ini, Gereja Katolik Santo Petrus Long Hubung menjadi daya tarik wisata religi utama di Mahakam Ulu. Pengunjung yang datang melalui jalur sungai akan disambut oleh penampakan megah bangunan ini dari kejauhan, berdiri kokoh di atas bukit kecil atau lahan yang ditinggikan di tepi Mahakam.

Memasuki area gereja, pengunjung akan merasakan atmosfer yang tenang dan sejuk, hasil dari ventilasi silang yang dirancang dengan cerdas untuk mengatasi iklim tropis Kalimantan yang lembap. Pengalaman ruang di dalamnya memberikan kesan sakral sekaligus akrab. Setiap sudut bangunan, mulai dari tempat duduk umat (pews) hingga ruang sakristi, menunjukkan dedikasi terhadap kualitas material kayu lokal yang tahan lama.

#

Kesimpulan: Warisan Arsitektur untuk Masa Depan

Gereja Katolik Santo Petrus Long Hubung tetap menjadi pusat aktivitas sosial dan spiritual masyarakat. Sebagai bangunan ikonik, ia memikul tanggung jawab untuk melestarikan memori kolektif warga Long Hubung. Dengan struktur yang kokoh dan desain yang melampaui zaman, gereja ini bukan hanya sekadar tempat ibadah, melainkan monumen peradaban di hulu sungai yang terus menginspirasi siapa pun yang memandangnya. Keberadaannya membuktikan bahwa arsitektur dapat menjadi jembatan yang kuat antara iman, tradisi, dan kemajuan zaman di tanah Kalimantan Timur.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Kecamatan Long Hubung, Kabupaten Mahakam Ulu
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari (Waktu ibadah bervariasi)

Tempat Menarik Lainnya di Mahakam Ulu

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Mahakam Ulu

Pelajari lebih lanjut tentang Mahakam Ulu dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Mahakam Ulu