Situs Makam Batu (Lung) Dayak Bahau
di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Asal-Usul Historis dan Periode Pembentukan
Situs Makam Batu (Lung) merupakan peninggalan dari periode transisi antara akhir zaman megalitik menuju era klasik di Kalimantan. Masyarakat Dayak Bahau, yang merupakan bagian dari kelompok besar Kayanic, telah mendiami wilayah Mahakam Ulu sejak berabad-abad silam setelah bermigrasi dari wilayah Apo Kayan.
Penggunaan batu sebagai media pemakaman (Lung) diperkirakan telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu, jauh sebelum pengaruh agama-agama samawi masuk ke pedalaman Kalimantan. Lung diciptakan sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada para pemimpin adat, bangsawan (Hipun), atau pahlawan perang. Pembangunan satu buah Lung membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, yang melibatkan koordinasi seluruh warga kampung, menunjukkan adanya struktur sosial yang sangat terorganisir pada masa itu.
Arsitektur dan Detail Konstruksi Lung
Secara arsitektural, Lung Dayak Bahau memiliki karakteristik yang sangat spesifik yang membedakannya dengan peti mati kayu biasa (Raung). Lung terbuat dari batu pasir (sandstone) keras atau batu gunung yang dipahat secara manual.
1. Struktur Utama: Lung biasanya terdiri dari dua bagian utama: wadah (badan) dan tutup. Wadah batu dipahat hingga membentuk rongga di bagian tengah untuk menempatkan jenazah yang telah melalui prosesi adat tertentu.
2. Seni Ukir (Pahat): Ciri khas yang paling menonjol adalah ukiran pada permukaan batu. Motif yang umum ditemukan adalah Aso (naga-anjing), Lulung, dan motif antropomorfik (figur manusia). Ukiran ini tidak hanya berfungsi sebagai estetika, tetapi juga sebagai proteksi spiritual bagi mendiang dalam perjalanannya menuju Teluang Kaya (negeri arwah).
3. Penempatan: Lung seringkali diletakkan di tempat-tempat yang tinggi, seperti di atas tebing batu kapur atau di atas tiang-tiang kayu ulin yang sangat kuat (Kelirieng). Penempatan di ketinggian ini melambangkan kedekatan arwah dengan langit dan menjaga jenazah dari gangguan binatang buas maupun musuh.
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Terkait
Situs Makam Batu ini menjadi saksi bisu masa kejayaan sistem pemerintahan adat Dayak Bahau. Pada masa lalu, prosesi pemakaman di Lung melibatkan ritual Mamat, sebuah upacara besar yang berkaitan dengan keberanian dan status sosial.
Keberadaan Lung di Mahakam Ulu juga menandai batas-batas wilayah kekuasaan sub-suku Dayak Bahau, seperti Bahau Saβ (Hulu) dan Bahau Busang. Setiap situs Makam Batu menceritakan silsilah keluarga besar yang memegang peranan penting dalam diplomasi antar-suku di sepanjang aliran Sungai Mahakam. Salah satu fakta unik adalah bahwa batu-batu besar ini seringkali diangkut dari jarak yang sangat jauh melalui jalur sungai dan ditarik secara manual ke atas bukit, menunjukkan penguasaan teknik logistik yang luar biasa oleh masyarakat tradisional.
Tokoh dan Periode Penting
Makam-makam batu ini umumnya diperuntukkan bagi para Hipun (Bangsawan). Di Mahakam Ulu, khususnya di area sekitar Kecamatan Long Hubung hingga Long Bagun, situs-situs Lung sering dikaitkan dengan para pemimpin legendaris yang memimpin perpindahan besar suku Bahau.
Meskipun banyak nama tokoh yang kini hanya tersimpan dalam tradisi lisan (oral history), keberadaan Lung membuktikan adanya periodisasi kepemimpinan yang stabil. Pada abad ke-18 dan ke-19, saat perdagangan komoditas hutan mulai marak, Lung juga menjadi simbol kekayaan bagi keluarga yang mampu membiayai pembuatan makam batu yang megah tersebut.
Kepentingan Budaya dan Religi
Bagi masyarakat Dayak Bahau kontemporer, Situs Makam Batu tetap dianggap sebagai tempat yang sakral (Kramat). Dalam kepercayaan asli Dayak Bahau (sebelum konversi massal ke agama Kristen atau Katolik), kematian adalah sebuah perjalanan panjang. Lung berfungsi sebagai "kendaraan" fisik bagi jiwa.
Peti batu ini juga mencerminkan konsep kosmologi Dayak, di mana dunia atas dan dunia bawah harus diseimbangkan. Motif-motif pada Lung berfungsi sebagai identitas agar leluhur di alam sana dapat mengenali asal-usul sang arwah. Hingga saat ini, meskipun praktik pemakaman batu sudah jarang dilakukan karena perubahan keyakinan dan kepraktisan, situs-situs ini tetap menjadi pusat ritual penghormatan leluhur dalam festival adat seperti Dangai.
Status Pelestarian dan Upaya Restorasi
Saat ini, Situs Makam Batu (Lung) di Mahakam Ulu menghadapi tantangan serius. Faktor alam seperti pelapukan akibat cuaca ekstrem di Kalimantan, tumbuhnya lumut, serta ancaman vandalisme menjadi masalah utama. Beberapa situs juga terancam oleh aktivitas pembukaan lahan.
Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah XIV telah mulai melakukan pendataan dan inventarisasi terhadap situs-situs Lung. Upaya pelestarian yang dilakukan meliputi:
- Zonasi: Menetapkan area sekitar makam sebagai kawasan cagar budaya yang dilindungi.
- Edukasi Masyarakat: Melibatkan pemuda adat untuk menjadi pemandu wisata sejarah sekaligus penjaga situs.
- Dokumentasi Digital: Mengingat banyak ukiran batu yang mulai terkikis, dokumentasi foto dan pemetaan digital dilakukan untuk menjaga detail arsitektur agar tidak hilang ditelan zaman.
Fakta Unik Situs Lung Dayak Bahau
Satu hal yang membedakan Lung Dayak Bahau dengan makam batu di Toraja atau Sumba adalah integrasi ukirannya yang sangat organik dengan bentuk batu aslinya. Seringkali, bentuk batu tidak diubah secara total menjadi kotak sempurna, melainkan mengikuti lekuk alami batu namun tetap fungsional sebagai peti. Selain itu, di dalam beberapa Lung yang telah diteliti, ditemukan artefak berupa porselen dari masa Dinasti Ming dan Qing, yang membuktikan bahwa masyarakat Dayak Bahau di pedalaman Mahakam sudah memiliki jaringan perdagangan global sejak berabad-abad lalu.
Sebagai kesimpulan, Situs Makam Batu (Lung) Dayak Bahau di Mahakam Ulu adalah monumen sejarah yang sangat berharga. Ia bukan hanya peninggalan arkeologis, melainkan buku sejarah terbuka yang menceritakan tentang seni, struktur sosial, dan spiritualitas tinggi masyarakat Kalimantan Timur. Menjaga kelestarian Lung berarti menjaga identitas dan akar budaya Dayak Bahau agar tetap dikenal oleh generasi mendatang di tengah arus modernisasi.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Mahakam Ulu
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Mahakam Ulu
Pelajari lebih lanjut tentang Mahakam Ulu dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Mahakam Ulu