Bangunan Ikonik

Bandara Internasional Kertajati

di Majalengka, Jawa Barat

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Kemegahan Arsitektur Bandara Internasional Kertajati: Gerbang Langit Jawa Barat

Bandara Internasional Kertajati (KJT), yang secara resmi dikenal sebagai Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB), bukan sekadar infrastruktur transportasi udara biasa. Terletak di lahan seluas 1.800 hektar di Kabupaten Majalengka, bangunan ini berdiri sebagai monumen arsitektur modern yang merayakan persilangan antara kemajuan teknologi penerbangan dan kekayaan budaya Tatar Sunda. Sebagai bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Soekarno-Hatta, Kertajati merepresentasikan ambisi Jawa Barat untuk memiliki gerbang global yang ikonik.

#

Filosofi Desain: Reinterpretasi Merak dan Kekayaan Alam

Secara visual, elemen paling mencolok dari Bandara Kertajati adalah desain atap terminal penumpang yang menyerupai bentangan sayap burung Merak. Pemilihan motif ini bukan tanpa alasan; burung Merak merupakan simbol keindahan, keagungan, dan kebanggaan dalam budaya Jawa Barat, yang juga diabadikan dalam Tari Merak.

Arsitektur Kertajati mengadopsi gaya Neo-Vernakular, di mana prinsip-prinsip desain modern dipadukan dengan elemen lokal. Struktur atap yang melengkung dinamis tidak hanya berfungsi sebagai estetika, tetapi juga dirancang untuk mengalirkan aerodinamika udara dan mengelola limpasan air hujan dengan efisien di iklim tropis. Bentuk bergelombang ini menciptakan siluet yang dramatis jika dilihat dari udara, seolah-olah seekor burung raksasa sedang bersiap untuk lepas landas dari hamparan sawah Majalengka.

#

Konteks Sejarah dan Visi Pembangunan

Pembangunan Kertajati merupakan proyek strategis nasional yang digagas untuk memecah kepadatan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, yang secara geografis terkendala oleh bentang alam pegunungan. Proyek ini mulai dikerjakan secara intensif pada tahun 2015 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Mei 2018.

Dibalik kemegahannya, terdapat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui PT BIJB dengan berbagai konsultan arsitektur dan konstruksi nasional. Kehadiran bandara ini dirancang sebagai jangkar utama dari kawasan "Rebana Metropolitan", sebuah visi pengembangan ekonomi baru di koridor timur Jawa Barat. Pembangunannya melibatkan rekayasa sipil yang masif, termasuk pengurukan lahan dan pembangunan landas pacu (runway) sepanjang 3.000 meter yang mampu menampung pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 atau Airbus A380.

#

Inovasi Struktural dan Material

Secara struktural, Bandara Kertajati menggunakan sistem rangka baja bentang lebar untuk menciptakan ruang interior yang luas tanpa banyak kolom penyangga (column-free space). Hal ini memberikan fleksibilitas tinggi dalam pengaturan alur penumpang dan area komersial.

Penggunaan material kaca transparan (curtain wall) mendominasi fasad bangunan, yang memungkinkan cahaya alami masuk secara maksimal ke dalam terminal. Strategi pencahayaan alami ini merupakan bagian dari konsep Green Airport, yang bertujuan mengurangi konsumsi energi listrik pada siang hari. Selain itu, panel-panel komposit aluminium dengan warna metalik memberikan kesan futuristik yang kontras namun harmonis dengan lanskap hijau di sekitarnya.

#

Representasi Budaya dalam Interior

Memasuki area interior, pengunjung akan disambut oleh suasana yang kental dengan nuansa Jawa Barat. Salah satu elemen unik adalah penggunaan ornamen "Mega Mendung"—motif batik khas Cirebonan—yang diaplikasikan pada beberapa titik strategis seperti plafon dan partisi ruangan. Penggunaan motif ini memberikan identitas lokal yang kuat, mengingatkan penumpang bahwa mereka berada di jantung kebudayaan Cirebon-Dharmasraya.

Langit-langit terminal dirancang tinggi untuk menciptakan sirkulasi udara yang baik dan kesan megah. Pola-pola geometris pada plafon tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga sebagai sistem peredam suara (acoustic treatment) untuk meminimalisir kebisingan di dalam area tunggu.

#

Pengalaman Pengunjung dan Fasilitas Modern

Sebagai bandara kelas dunia, Kertajati menawarkan pengalaman pengguna yang intuitif. Alur keberangkatan dan kedatangan dipisahkan secara tegas untuk menghindari bottleneck. Fasilitas boarding lounge dirancang dengan kenyamanan maksimal, dilengkapi dengan furnitur ergonomis dan area ritel yang mengusung produk UMKM lokal Jawa Barat.

Salah satu fitur unik yang jarang ditemukan di bandara lain adalah integrasi fasilitas untuk penerbangan Haji dan Umroh. Mengingat Jawa Barat memiliki basis jamaah terbesar di Indonesia, Kertajati dirancang dengan area tunggu khusus dan fasilitas pendukung yang memudahkan proses keberangkatan jamaah dalam jumlah besar secara simultan.

#

Signifikansi Sosial dan Ekonomi

Kehadiran Bandara Kertajati telah mengubah wajah Majalengka dari daerah agraris menjadi pusat konektivitas internasional. Secara sosial, bangunan ini menjadi simbol kebanggaan warga Jawa Barat. Secara arsitektural, ia menjadi preseden bagaimana bangunan publik skala besar dapat tetap mempertahankan jiwa lokal di tengah arus modernisasi global.

Meskipun sempat menghadapi tantangan okupansi di tahun-tahun awal operasionalnya, aktivasi penuh Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) kini menjadi urat nadi yang menghidupkan bandara ini. Aksesibilitas yang membaik membuat keindahan arsitektur Kertajati kini semakin mudah dinikmati oleh masyarakat luas, bukan hanya sebagai tempat transit, tetapi sebagai destinasi wisata arsitektur.

#

Kesimpulan

Bandara Internasional Kertajati adalah perpaduan antara keberanian teknik sipil dan kehalusan seni budaya Sunda. Dengan atap "Sayap Merak" yang ikonik, struktur baja yang kokoh, dan detail interior yang sarat makna, bangunan ini bukan sekadar tempat naik-turun pesawat. Ia adalah pernyataan visi Jawa Barat untuk masa depan—sebuah gerbang yang lebar, modern, namun tetap berpijak teguh pada akar tradisi lokasl. Kertajati berdiri sebagai bukti bahwa kemajuan infrastruktur dapat berjalan beriringan dengan pelestarian identitas budaya.

📋 Informasi Kunjungan

address
Jl. Kertajati Utama, Kertajati, Kabupaten Majalengka
entrance fee
Gratis (Akses Publik)
opening hours
24 Jam

Tempat Menarik Lainnya di Majalengka

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Majalengka

Pelajari lebih lanjut tentang Majalengka dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Majalengka