Toko Oen Malang
di Malang, Jawa Timur
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Menelusuri Jejak Rasa di Toko Oen Malang: Warisan Kolonial dalam Setiap Suapan
Kota Malang tidak hanya dikenal dengan udaranya yang sejuk dan apelnya yang manis, tetapi juga sebagai penjaga memori sejarah melalui deretan bangunan kolonialnya. Di jantung kota, tepatnya di Jalan Jenderal Basuki Rahmat No. 5, berdiri sebuah institusi kuliner yang telah menjadi ikon lintas generasi: Toko Oen Malang. Lebih dari sekadar restoran, Toko Oen adalah mesin waktu yang membawa pengunjungnya kembali ke era Tempo Doeloe, di mana harmoni antara budaya Eropa dan lokal berpadu dalam kelezatan yang tak lekang oleh waktu.
#
Sejarah dan Filosofi: "Welkom in Malang, Toko Oen Die Sinds 1930 Aan de Gasten Gezelligheid Geeft"
Toko Oen memiliki sejarah yang membentang jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Nama "Oen" diambil dari pendirinya, Ny. Liem Gien Nio (istri dari Bapak Oen Tjoen Hok), yang pertama kali membuka toko kue di Yogyakarta pada tahun 1910. Ekspansi ke Malang dilakukan pada tahun 1930, dan sejak saat itu, Toko Oen menjadi tempat berkumpul favorit kaum elit Belanda, pejabat kolonial, hingga kaum intelektual masa itu.
Slogan terkenalnya, "Welkom in Malang, Toko Oen Die Sinds 1930 Aan de Gasten Gezelligheid Geeft" (Selamat datang di Malang, Toko Oen yang sejak 1930 menyajikan keramahan bagi para tamu), bukan sekadar kata-kata. Desain interiornya tetap dipertahankan dengan kursi-kursi rotan rendah yang nyaman, jendela kaca besar yang menghadap ke jalanan (Kajoetangan), serta lantai ubin tua yang memberikan atmosfer nostalgia yang kental.
#
Mahakarya Es Krim Tradisional: Tanpa Pengawet, Penuh Karakter
Salah satu daya tarik utama yang membuat Toko Oen tetap relevan selama hampir satu abad adalah es krimnya. Berbeda dengan es krim modern yang diproduksi massal, es krim Toko Oen diproduksi menggunakan resep asli dari tahun 1930-an.
Oen’s Special adalah menu wajib bagi para pelancong kuliner. Es krim ini terdiri dari tiga scoop dengan rasa yang berbeda—biasanya cokelat, vanila, dan stroberi—yang disajikan dengan whipped cream, buah ceri, dan sepotong wafer renyah. Keunikan es krim di sini terletak pada teksturnya yang sedikit "kasar" atau berpasir, yang merupakan ciri khas es krim buatan tangan tanpa bahan pengemulsi kimia (emulsifier). Bahan bakunya murni menggunakan susu sapi segar, gula asli, dan ekstrak buah atau rempah alami.
Metode pembuatannya masih mengandalkan teknik lama yang menjaga suhu secara konsisten agar tidak membentuk kristal es yang terlalu besar. Rasa Tutti Frutti di Toko Oen juga sangat legendaris, menyajikan potongan buah kering di dalam es krim yang lembut, memberikan sensasi tekstur yang kontras.
#
Bistik dan Hidangan Utama: Cita Rasa Indische Keuken
Dapur Toko Oen adalah laboratorium di mana resep-resep *Indische Keuken* (masakan Hindia Belanda) dilestarikan. Hidangan utama yang paling dicari adalah Bistik Lidah (Ox Tongue Steak). Lidah sapi diolah melalui proses perebusan yang sangat lama dengan rempah-rempah hingga mencapai tingkat keempukan yang sempurna. Setelah itu, lidah diiris tipis dan disiram dengan saus cokelat (gravy) yang kaya akan rasa pala dan lada hitam.
Selain Bistik Lidah, terdapat Huzarensla, sebuah salad khas Belanda yang terdiri dari campuran kentang, wortel, bit, telur rebus, dan potongan daging, semuanya disiram dengan mayones buatan sendiri yang memiliki rasa asam segar yang unik. Penggunaan bit memberikan warna merah muda yang cantik pada salad ini, sebuah detail yang jarang ditemukan di restoran modern.
Teknik memasak tradisional seperti slow cooking untuk daging dan penggunaan panggangan arang untuk beberapa menu tertentu memastikan bahwa aroma asap dan kedalaman rasa tetap terjaga, persis seperti yang dinikmati para opsir Belanda puluhan tahun silam.
#
Etalase Pastry dan Kue Kering: Resep Rahasia Keluarga
Melangkah ke bagian depan toko, pengunjung akan disambut oleh deretan stoples kaca besar berisi aneka kue kering (koekjes). Pilihan favorit yang tidak boleh dilewatkan adalah Kaasstengels (kue keju) dan Kattetongen (lidah kucing). Rahasia kelezatannya terletak pada penggunaan mentega (butter) berkualitas tinggi dalam jumlah besar, tanpa campuran margarin, sehingga kue-kue tersebut langsung lumer di mulut.
Ada juga Gevulde Koek, kue almond khas Belanda yang padat namun lembut di tengah. Setiap resep diwariskan secara turun-temurun di dalam keluarga Oen, dengan pengawasan ketat terhadap kualitas bahan. Penggunaan rempah seperti kayu manis, cengkih, dan kenari dalam kue-kue mereka menciptakan profil rasa yang sangat khas Eropa Utara namun dengan sentuhan bahan lokal Indonesia.
#
Konteks Budaya dan Tradisi Makan Lokal
Toko Oen bukan sekadar tempat makan; ia adalah penjaga tradisi Gezelligheid—sebuah konsep Belanda yang merujuk pada suasana yang nyaman, santai, dan penuh keakraban. Di sini, waktu seolah melambat. Tidak ada musik keras atau pencahayaan neon yang menyilaukan; hanya suara gemericik percakapan antar tamu dan denting sendok yang beradu dengan gelas kaca.
Bagi masyarakat Malang, Toko Oen adalah tempat di mana sejarah keluarga ditulis. Banyak keluarga yang menjadikannya tradisi untuk merayakan ulang tahun atau pertemuan keluarga di sini, memastikan bahwa generasi muda tetap mengenal rasa asli dari masa lalu. Bagi para wisatawan mancanegara, terutama dari Belanda, mengunjungi Toko Oen sering kali menjadi perjalanan nostalgia untuk mencari jejak leluhur mereka.
#
Keunikan Arsitektur dan Pelayanan
Keunikan Toko Oen juga terpancar dari para pelayannya. Beberapa di antaranya telah bekerja selama puluhan tahun, mengenakan seragam putih bersih yang rapi—mengingatkan kita pada gaya pelayanan pelayan restoran formal di masa lalu. Bangunannya sendiri merupakan contoh arsitektur kolonial yang dipertahankan dengan baik, dengan langit-langit tinggi yang memungkinkan sirkulasi udara alami, membuat ruangan tetap sejuk meskipun tanpa pendingin udara yang berlebihan.
#
Penutup: Menjaga Warisan di Tengah Modernitas
Di tengah gempuran kafe kekinian dan makanan cepat saji di Malang, Toko Oen tetap berdiri kokoh sebagai benteng kuliner legendaris. Konsistensi mereka dalam mempertahankan resep asli, metode persiapan tradisional, dan atmosfer historis adalah kunci utama keberlangsungannya.
Menikmati sepiring Bistik Lidah diikuti dengan segelas es krim Oen’s Special di bawah naungan bangunan bersejarah ini adalah cara terbaik untuk mengapresiasi kekayaan budaya Jawa Timur. Toko Oen Malang bukan sekadar tentang rasa di lidah, melainkan tentang menghargai sejarah, menghormati tradisi, dan merayakan kebersamaan dalam kesederhanaan yang autentik. Bagi siapa pun yang menginjakkan kaki di Malang, Toko Oen adalah destinasi yang wajib dikunjungi untuk merasakan "rasa sejarah" yang sesungguhnya.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Malang
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Malang
Pelajari lebih lanjut tentang Malang dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Malang