Monumen Soerjo
di Ngawi, Jawa Timur
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Latar Belakang Sejarah dan Peristiwa Kelam 1948
Asal-usul berdirinya Monumen Soerjo berakar pada peristiwa kelam yang terjadi pada tanggal 10 September 1948. Saat itu, RMTA Soerjo baru saja menyelesaikan tugasnya di Yogyakarta dan bermaksud kembali ke Surabaya. Dalam perjalanan melalui jalur darat, mobil yang ditumpangi sang Gubernur bersama dua ajudannya, yaitu Komisaris Polisi M. Doerjat dan Kompol Soeroko, dihentikan paksa oleh sekelompok orang bersenjata di tengah hutan Kedunggalar, Ngawi.
Kelompok tersebut merupakan bagian dari simpatisan Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang terafiliasi dengan pemberontakan PKI di Madiun. Ketiga tokoh tersebut diculik ke dalam hutan, disiksa, dan akhirnya dibunuh dengan keji. Jenazah sang Gubernur ditemukan beberapa hari kemudian di dalam hutan jati dalam kondisi yang mengenaskan. Peristiwa ini mengguncang stabilitas nasional yang saat itu sedang berjuang menghadapi agresi militer Belanda, sekaligus menandai titik puncak ketegangan ideologi di tanah Jawa.
Pembangunan dan Arsitektur Monumen
Monumen Soerjo diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1975 oleh Pangdam V/Brawijaya saat itu, Mayjen TNI Witarmin. Pemilihan lokasi di pinggir jalan raya utama Ngawi-Solo bukan tanpa alasan; titik tersebut merupakan area yang paling dekat dengan lokasi penemuan jenazah sang Gubernur.
Secara arsitektural, monumen ini mengusung gaya realisme heroik yang khas dengan monumen-monumen era Orde Baru. Struktur utamanya terdiri dari sebuah patung perunggu setinggi sekitar 4 meter yang menggambarkan sosok RMTA Soerjo berdiri tegak dengan pakaian dinas lengkap, memandang ke arah jalan raya. Tatapan mata patung tersebut digambarkan tegas namun tenang, menyimbolkan keteguhan seorang pemimpin dalam menghadapi maut demi mempertahankan kedaulatan negara.
Di belakang patung utama, terdapat relief besar yang terbuat dari semen keras. Relief ini secara kronologis menceritakan pengabdian RMTA Soerjo sejak menjabat sebagai Bupati Magetan hingga detik-detik terakhir hidupnya. Detail arsitektur juga mencakup elemen-elemen simbolis seperti anak tangga yang berjumlah tertentu untuk memperingati tanggal-tanggal penting, serta pelataran luas yang sering digunakan untuk upacara kenegaraan.
Signifikansi Tokoh RMTA Soerjo
RMTA Soerjo bukanlah sosok sembarangan dalam sejarah Indonesia. Sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur, ia adalah Bupati Magetan yang dikenal sangat dekat dengan rakyat. Namun, namanya meledak di panggung nasional berkat keberaniannya selama Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
Sebagai Gubernur, ia adalah tokoh yang memberikan pidato legendaris melalui radio yang membakar semangat "Arek-arek Suroboyo" untuk menolak ultimatum Inggris. Keputusannya untuk tetap tinggal di Surabaya saat kota tersebut dibombardir menunjukkan integritas moral yang luar biasa. Oleh karena itu, pembunuhan dirinya di Ngawi dianggap sebagai kehilangan besar bagi bangsa, dan Monumen Soerjo menjadi simbol perlawanan terhadap segala bentuk pengkhianatan terhadap negara.
Upaya Konservasi dan Status Pelestarian
Saat ini, Monumen Soerjo dikelola di bawah pengawasan Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, bekerja sama dengan Perum Perhutani karena lokasinya yang berada di kawasan hutan negara. Status pelestariannya tetap terjaga dengan baik melalui serangkaian renovasi berkala.
Pada tahun-tahun terakhir, area sekitar monumen telah dikembangkan menjadi kawasan wisata sejarah dan ekowisata. Pemugaran dilakukan pada bagian pelataran dan pengecatan ulang patung serta relief tanpa mengubah bentuk aslinya untuk menjaga nilai historis. Pemerintah daerah juga rutin mengadakan upacara peringatan setiap tanggal 10 November dan hari jadi Provinsi Jawa Timur di lokasi ini sebagai bentuk penghormatan berkelanjutan.
Nilai Budaya dan Edukasi
Selain nilai sejarahnya yang kental, Monumen Soerjo memiliki fungsi budaya dan edukasi bagi masyarakat sekitar dan wisatawan. Hutan jati yang mengelilingi monumen, yang dikenal dengan sebutan "Hutan Soerjo", kini menjadi tempat penelitian bagi mahasiswa kehutanan dan sejarah.
Bagi masyarakat lokal, monumen ini adalah pengingat akan pentingnya persatuan. Ada sebuah tradisi tak tertulis di mana para pengemudi yang melintasi jalur tersebut sering membunyikan klakson atau sejenak memberikan penghormatan saat melewati monumen, sebuah bentuk kearifan lokal untuk menghargai arwah pahlawan yang gugur di jalan tersebut. Situs ini juga berfungsi sebagai laboratorium sejarah hidup bagi sekolah-sekolah di Jawa Timur yang melakukan studi lapangan untuk memahami dampak dari pemberontakan 1948 secara lebih mendalam daripada sekadar membaca buku teks.
Fakta Unik dan Keistimewaan
Salah satu fakta unik dari monumen ini adalah keberadaan prasasti yang mencantumkan nama-nama prajurit dan warga sipil yang turut menjadi korban dalam peristiwa yang sama. Selain itu, di sekitar area monumen terdapat beberapa pohon langka yang sengaja ditanam untuk menjaga ekosistem hutan jati Kedunggalar tetap asri.
Monumen Soerjo juga menjadi satu-satunya monumen gubernur di Indonesia yang dibangun di lokasi tempat beliau dibunuh secara tragis, bukan di pusat kota atau ibu kota provinsi. Hal ini memberikan aura spiritual dan emosional yang kuat bagi setiap pengunjung yang datang. Pengunjung tidak hanya disuguhi pemandangan patung, tetapi juga suasana hening hutan jati yang seolah membawa kembali memori pada atmosfer mencekam tahun 1948.
Dengan keberadaannya yang sudah mencapai usia hampir setengah abad sejak peresmiannya, Monumen Soerjo tetap berdiri sebagai pilar ingatan kolektif bangsa. Ia mengingatkan setiap generasi bahwa kemerdekaan dan stabilitas yang dinikmati hari ini dibayar dengan harga yang sangat mahal oleh para pendahulu, termasuk oleh darah sang Gubernur Pertama Jawa Timur, RMTA Soerjo.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Ngawi
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Ngawi
Pelajari lebih lanjut tentang Ngawi dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Ngawi