Situs Sejarah

Situs Megalitikum Tegur Wangi

di Pagar Alam, Sumatera Selatan

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Jejak Peradaban Tinggi di Kaki Gunung Dempo: Situs Megalitikum Tegur Wangi

Situs Megalitikum Tegur Wangi merupakan salah satu bukti paling autentik dan megah dari peradaban prasejarah yang pernah berkembang di dataran tinggi Basemah, Pagar Alam, Sumatera Selatan. Terletak di Kelurahan Pagar Wangi, Kecamatan Dempo Utara, situs ini bukan sekadar tumpukan batu kuno, melainkan sebuah kompleks pemukiman dan pemujaan yang mencerminkan kecerdasan teknik serta kedalaman spiritual manusia pada masa lampau.

#

Asal-Usul Historis dan Periodisasi Era Megalitikum Basemah

Secara kronologis, Situs Tegur Wangi diyakini berasal dari Zaman Logam atau masa Megalitikum Muda, sekitar 2.000 hingga 3.000 tahun yang lalu. Meskipun dinamakan zaman megalitikum (batu besar), peradaban di Tegur Wangi menunjukkan transisi yang menarik, di mana masyarakatnya sudah mengenal teknologi perunggu dan besi untuk memahat batu andesit yang sangat keras dengan tingkat presisi yang tinggi.

Pembangunan situs ini berkaitan erat dengan budaya agraris yang berkembang subur di lembah Gunung Dempo. Para leluhur masyarakat Basemah membangun monumen-monumen ini sebagai bagian dari sistem kepercayaan animisme dan dinamisme, di mana penghormatan kepada roh nenek moyang menjadi poros utama kehidupan sosial dan religius mereka.

#

Arsitektur dan Detail Konstruksi: Estetika di Atas Batu Andesit

Kekhasan utama Situs Tegur Wangi terletak pada gaya arsitekturnya yang dinamis dan ekspresif, berbeda dengan gaya megalitik statis di daerah lain. Di situs ini, pengunjung dapat menemukan berbagai jenis artefak batu yang tersebar di area persawahan dan perkebunan penduduk.

1. Arca Manusia Dililit Ular: Ini adalah ikon paling terkenal dari Tegur Wangi. Arca ini menggambarkan sosok manusia dengan fitur wajah yang kuat—mata melotot, bibir tebal, dan tubuh yang kekar—sedang bergelut atau dililit oleh seekor ular besar. Detail pahatan ini menunjukkan bahwa seniman masa itu memiliki pemahaman anatomi yang luar biasa.

2. Bilik Batu (Stone Cist): Tegur Wangi memiliki beberapa bilik batu yang terkubur di dalam tanah. Berbeda dengan peti mati batu biasa, bilik batu di sini seringkali memiliki lukisan dinding (polikrom) di bagian dalamnya, menggunakan pigmen warna alami seperti merah dan hitam untuk menggambarkan pola-pola geometris atau figuratif.

3. Dolmen dan Menhir: Terdapat meja batu (dolmen) berukuran besar yang ditopang oleh beberapa batu penyangga. Struktur ini difungsikan sebagai tempat meletakkan sesaji atau sebagai tempat duduk ketua adat dalam upacara ritual.

4. Tetralit: Susunan empat batu tegak yang membentuk formasi persegi, yang diyakini sebagai fondasi rumah panggung kuno atau area sakral untuk inisiasi tertentu.

#

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Terkait

Situs Tegur Wangi memberikan gambaran spesifik mengenai stratifikasi sosial masyarakat purba di Sumatera Selatan. Keberadaan arca dengan atribut tertentu menunjukkan adanya sistem kepemimpinan (chiefdom) yang mapan. Salah satu fakta unik adalah penggambaran pakaian dan perhiasan pada arca, seperti gelang kaki dan penutup kepala, yang membuktikan bahwa masyarakat Tegur Wangi sudah memiliki budaya berbusana yang kompleks.

Secara historis, wilayah Pagar Alam merupakan titik temu jalur migrasi manusia purba di daratan Sumatera. Tegur Wangi menjadi bukti bahwa wilayah ini bukan sekadar tempat perlintasan, melainkan pusat kebudayaan di mana teknik pemahatan batu mencapai puncaknya (High Megalithic Culture).

#

Keterkaitan dengan Tokoh dan Periode Penting

Meskipun tidak mencatat nama tokoh secara individual dalam teks tertulis (karena merupakan masa prasejarah), Situs Tegur Wangi sering dikaitkan dengan legenda "Sipahit Lidah" atau Serunting Sakti dalam tradisi lisan lokal. Masyarakat setempat percaya bahwa batu-batu tersebut adalah manusia atau hewan yang dikutuk menjadi batu. Secara akademis, situs ini pertama kali menarik perhatian dunia internasional melalui penelitian Van der Hoop pada tahun 1932 dalam bukunya "Megalithic Remains in South Sumatra". Penelitian ini menempatkan Tegur Wangi dan kawasan Basemah sebagai salah satu situs megalitik terbaik di dunia berdampingan dengan situs di Pulau Paskah atau Stonehenge.

#

Kepentingan Budaya dan Religi

Bagi masyarakat Basemah modern, Tegur Wangi adalah simbol identitas "Jeme Pasemah". Secara religi, situs ini adalah manifestasi dari konsep pemujaan arwah leluhur. Peletakan arca yang selalu menghadap ke arah puncak Gunung Dempo bukan tanpa alasan; gunung tersebut dianggap sebagai tempat suci bersemayamnya para dewa dan roh nenek moyang. Ritual-ritual kesuburan dan tolak bala pada masa lalu dilakukan di sekitar dolmen-dolmen yang ada di situs ini, menciptakan ikatan batin antara manusia, alam, dan pencipta.

#

Status Preservasi dan Upaya Restorasi

Saat ini, Situs Megalitikum Tegur Wangi berada di bawah perlindungan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI. Statusnya sebagai Cagar Budaya Nasional menjamin bahwa setiap artefak di area ini dilindungi oleh undang-undang.

Upaya restorasi telah dilakukan beberapa kali, terutama dalam pembersihan lumut yang dapat merusak pori-pori batu andesit serta pemagaran area untuk menghindari vandalisme. Tantangan utama dalam preservasi situs ini adalah lokasinya yang berada di tengah lahan milik warga. Namun, pemerintah daerah Pagar Alam kini mulai mengintegrasikan Situs Tegur Wangi ke dalam konsep wisata edukasi dan sejarah guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan dunia ini.

#

Fakta Unik Situs Tegur Wangi

Satu hal yang jarang diketahui adalah bahwa arca-arca di Tegur Wangi memiliki kemiripan gaya seni dengan kebudayaan Dong Son dari Vietnam Utara, terutama dalam penggambaran prajurit dan penggunaan senjata. Hal ini mengindikasikan bahwa ribuan tahun lalu, penduduk Tegur Wangi sudah terlibat dalam jaringan perdagangan dan pertukaran budaya lintas samudera yang sangat luas.

Situs Megalitikum Tegur Wangi bukan sekadar artefak bisu. Ia adalah narasi visual tentang kejayaan masa lalu, tentang tangan-tangan terampil yang menaklukkan batu, dan tentang jiwa-jiwa yang senantiasa menghormati akar leluhurnya di bawah bayang-bayang Gunung Dempo yang agung.

📋 Informasi Kunjungan

address
Desa Tegur Wangi, Kelurahan Pagar Wangi, Kecamatan Dempo Utara
entrance fee
Sukarela / Gratis
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 16:00

Tempat Menarik Lainnya di Pagar Alam

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Pagar Alam

Pelajari lebih lanjut tentang Pagar Alam dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Pagar Alam