Tugu Soekarno
di Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Tugu Soekarno: Tiang Pancang Peradaban di Jantung Kalimantan Tengah
Tugu Soekarno bukan sekadar monumen beton yang berdiri di tepian Sungai Kahayan, Palangka Raya. Situs sejarah ini merupakan simbol keberanian, visi geopolitik, dan titik nol dari pembangunan salah satu provinsi terbesar di Indonesia, Kalimantan Tengah. Sebagai saksi bisu peristiwa penting pada masa pasca-kemerdekaan, tugu ini menyimpan narasi besar tentang ambisi Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dalam menata masa depan bangsa melalui konsep pemerataan pembangunan dan pertahanan nasional.
#
Asal-Usul Historis dan Periode Pendirian
Sejarah Tugu Soekarno bermula pada pertengahan tahun 1950-an, ketika wilayah Kalimantan Tengah masih merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan (dengan pusat pemerintahan di Banjarmasin). Aspirasi masyarakat Dayak untuk memiliki provinsi sendiri semakin menguat, yang kemudian direspons positif oleh pemerintah pusat.
Pada tanggal 17 Juli 1957, Presiden Soekarno melakukan kunjungan bersejarah ke hutan belantara yang kelak menjadi kota Palangka Raya. Di lokasi yang saat ini menjadi kompleks Tugu Soekarno, Sang Proklamator melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kota Palangka Raya. Peristiwa ini menandai lahirnya kota yang dirancang dari nol (planned city) di atas lahan gambut dan hutan rimba, sebuah proyek ambisius yang belum pernah dilakukan sebelumnya dalam skala sebesar itu di Indonesia.
#
Arsitektur dan Detail Konstruksi
Secara arsitektural, Tugu Soekarno memiliki desain yang sarat akan simbolisme nasionalisme dan kearifan lokal. Tugu ini terdiri dari sebuah tiang utama yang dikelilingi oleh pilar-pilar pelindung. Salah satu fitur yang paling unik adalah adanya 17 tiang pancang yang melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia.
Struktur tugu ini memiliki angka-angka sakral yang merujuk pada proklamasi: angka 17, 8, dan 45. Angka 17 direpresentasikan melalui jumlah tiang, angka 8 melalui tinggi atau elemen tertentu, dan angka 45 yang tercermin dalam totalitas luas atau elemen dekoratif lainnya. Di tengah tugu, terdapat prasasti yang menandakan peresmian pembangunan kota. Meskipun desainnya terlihat sederhana dibandingkan monumen modern, kekuatannya terletak pada filosofi "Tiang Pancang" yang bermakna bahwa dari titik inilah kemajuan Kalimantan Tengah dimulai.
#
Signifikansi Sejarah: Visi Ibu Kota Negara
Salah satu fakta sejarah yang paling menarik dan spesifik mengenai Tugu Soekarno adalah kaitannya dengan wacana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Pada saat meletakkan batu pertama, Soekarno tidak hanya berniat membangun pusat pemerintahan provinsi, tetapi juga memiliki visi jangka panjang menjadikan Palangka Raya sebagai Ibu Kota Indonesia menggantikan Jakarta.
Pemilihan lokasi di dekat Sungai Kahayan bukan tanpa alasan. Soekarno menginginkan ibu kota yang berada tepat di tengah-tengah kepulauan Indonesia secara geografis, jauh dari jangkauan serangan laut negara asing (konsep pertahanan daratan), serta bebas dari warisan tata kota kolonial. Tugu Soekarno adalah "titik nol" dari grand design tersebut. Pembangunan jalan-jalan di Palangka Raya yang sangat lebar jika dibandingkan dengan kota-kota lain pada masanya adalah bukti nyata dari perencanaan matang yang diinstruksikan Soekarno melalui tugu ini.
#
Tokoh dan Peristiwa Terkait
Selain Ir. Soekarno, sosok penting yang tak terpisahkan dari situs ini adalah Tjilik Riwut, pahlawan nasional asal Kalimantan Tengah yang saat itu menjabat sebagai tokoh kunci dalam pembentukan provinsi. Kerjasama antara visi besar Soekarno dan semangat kedaerahan Tjilik Riwut menjadikan lokasi tugu ini sebagai pusat pergerakan politik dan pembangunan di Kalimantan.
Peristiwa "Pahandut" juga menjadi bagian dari sejarah tugu ini. Sebelum dinamai Palangka Raya (yang berarti tempat yang suci, besar, dan mulia), daerah ini adalah desa kecil bernama Pahandut. Di sekitar area tugu inilah musyawarah-musyawarah besar dilakukan untuk meyakinkan masyarakat lokal akan pentingnya pembangunan kota modern di tengah hutan.
#
Status Pelestarian dan Restoran
Saat ini, Tugu Soekarno telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya di bawah pengawasan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Balai Pelestarian Cagar Budaya. Pemerintah daerah telah melakukan beberapa kali upaya revitalisasi untuk mempercantik kawasan tersebut tanpa mengubah struktur asli tugu.
Kini, kawasan di sekitar tugu telah dikembangkan menjadi ruang publik yang representatif. Terdapat taman yang tertata rapi, lampu-lampu dekoratif, dan akses yang memudahkan wisatawan serta sejarawan untuk berkunjung. Letaknya yang strategis di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dan berseberangan dengan Sungai Kahayan menjadikan situs ini sebagai ikon wisata sejarah utama di Palangka Raya.
#
Makna Budaya dan Sosial
Bagi masyarakat Dayak dan penduduk Kalimantan Tengah secara umum, Tugu Soekarno adalah simbol kehormatan. Tugu ini membuktikan bahwa identitas Kalimantan Tengah diakui secara resmi oleh negara. Secara budaya, tugu ini sering menjadi lokasi upacara adat atau peringatan hari jadi provinsi, menegaskan posisinya sebagai "hulu" dari peradaban modern di Bumi Tambun Bungai.
Keberadaan tugu ini juga mengajarkan tentang harmoni antara pembangunan manusia dan alam. Meskipun dibangun dengan menebang hutan pada masa itu, Soekarno berpesan agar pembangunan tetap menghormati aliran sungai dan keberadaan hutan di sekitarnya, sebuah konsep yang kini dikenal sebagai pembangunan berkelanjutan.
#
Penutup: Warisan untuk Masa Depan
Tugu Soekarno di Palangka Raya bukan sekadar tumpukan semen dan batu. Ia adalah manifestasi dari mimpi besar sebuah bangsa yang baru merdeka untuk berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari). Setiap jengkal tanah di sekitar tugu ini menyimpan memori tentang bagaimana seorang pemimpin besar dan masyarakat lokal bersatu untuk menaklukkan tantangan alam demi masa depan yang lebih baik.
Sebagai situs sejarah, Tugu Soekarno terus mengingatkan generasi muda Kalimantan Tengah bahwa provinsi mereka lahir dari visi yang melampaui zaman. Di tengah dinamika pembangunan Indonesia saat ini, Tugu Soekarno tetap berdiri tegak, memandang ke arah Sungai Kahayan, menjaga amanah sejarah sebagai titik awal dari kejayaan peradaban di jantung Kalimantan.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Palangka Raya
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Palangka Raya
Pelajari lebih lanjut tentang Palangka Raya dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Palangka Raya