Pemalang
CommonDipublikasikan: Januari 2025
History
#
Sejarah dan Perkembangan Kabupaten Pemalang: Dari Simpul Mataram hingga Era Modern
Kabupaten Pemalang, yang terletak di bagian tengah pesisir utara Jawa Tengah, memiliki akar sejarah yang membentang jauh sebelum era kolonial. Dengan luas wilayah mencapai 1.144,86 km², Pemalang secara geografis berbatasan dengan Laut Jawa di utara (meskipun pusat pemerintahannya berada di pedalaman), Kabupaten Pekalongan di timur, Kabupaten Purbalingga di selatan, serta Kabupaten Tegal di barat.
Asal-Usul dan Masa Pra-Kolonial
Nama "Pemalang" diyakini berasal dari kata "Malang," yang merujuk pada letak geografisnya yang melintang. Sejarah formal daerah ini sering dikaitkan dengan tokoh legendaris Pangeran Benawa, putra Sultan Adiwijaya dari Kerajaan Pajang, yang menjadi penguasa Pemalang pada abad ke-16. Berdasarkan Peraturan Daerah No. 9 Tahun 1996, hari jadi Pemalang ditetapkan pada 24 Januari 1575. Tanggal ini merujuk pada masa ketika Pemalang mulai memiliki struktur pemerintahan yang mapan di bawah kepemimpinan lokal yang diakui oleh otoritas pusat Jawa saat itu.
Masa Kolonial dan Perlawanan Rakyat
Pada masa pendudukan VOC dan kemudian Pemerintah Hindia Belanda, Pemalang menjadi daerah strategis di jalur Pantura. Pada tahun 1820, di bawah pemerintahan Bupati Raden Tumenggung Sumonegoro, Pemalang mulai menata infrastruktur birokrasinya. Peran Pemalang sangat signifikan selama Perang Diponegoro (1825-1830). Tercatat tokoh lokal seperti Kyai Makdum memimpin perlawanan gerilya melawan Belanda di wilayah selatan Pemalang. Pada akhir abad ke-19, Pemalang bertransformasi menjadi pusat industri gula dengan berdirinya Pabrik Gula (PG) Comal dan PG Banjaratma, yang membawa perubahan sosial-ekonomi besar bagi masyarakat agraris setempat.
Era Kemerdekaan dan Peristiwa Tiga Daerah
Pasca proklamasi 17 Agustus 1945, Pemalang menjadi panggung peristiwa sejarah yang unik namun kelam, yakni "Peristiwa Tiga Daerah" (Pemalang, Tegal, Brebes). Gerakan massa ini merupakan aksi revolusi sosial melawan elit birokrasi lama yang dianggap kolaborator Belanda. Di Pemalang, gerakan ini dipimpin oleh tokoh-tokoh lokal yang menuntut perombakan total struktur pemerintahan. Hubungan sejarah ini menghubungkan Pemalang secara erat dengan narasi perjuangan kemerdekaan Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan dari agresi militer Belanda I dan II.
Warisan Budaya dan Situs Bersejarah
Pemalang memiliki kekayaan budaya yang spesifik, seperti kesenian Sintren dan tari Lais. Salah satu peninggalan sejarah yang paling menonjol adalah Situs Makam Syeikh Maulana Maghribi di Comal, yang menunjukkan jejak penyebaran Islam awal di tanah Jawa. Selain itu, Monumen Juang di pusat kota berdiri sebagai pengingat keberanian rakyat Pemalang dalam menghadapi penjajah. Secara kuliner, sejarah panjang interaksi budaya di Pemalang melahirkan identitas khas seperti Nasi Gandulan dan Grombyang, yang resepnya telah diwariskan secara turun-temurun sejak era kolonial.
Pembangunan Modern
Kini, Pemalang terus berkembang sebagai daerah agraris-industri yang strategis. Pembangunan jalan tol Trans-Jawa yang melintasi wilayah ini semakin memperkuat posisi Pemalang sebagai simpul distribusi ekonomi di Jawa Tengah bagian tengah. Meskipun modernisasi terus berjalan, pelestarian situs sejarah dan nilai-nilai lokal tetap menjadi fondasi utama dalam identitas masyarakat Pemalang.
Geography
#
Profil Geografis Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah
Kabupaten Pemalang merupakan salah satu wilayah strategis yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Tengah. Memiliki luas wilayah mencapai 1.144,86 km², kabupaten ini menyajikan bentang alam yang variatif, mulai dari dataran rendah di utara hingga dataran tinggi bergelombang di bagian selatan. Secara astronomis, wilayah ini terletak pada koordinat 109°17'30" – 109°40'30" Bujur Timur dan 6°52'30" – 7°20'11" Lintang Selatan. Meskipun secara administratif memiliki garis pantai di Laut Jawa, konsentrasi geografis utama kabupaten ini berada di pedalaman daratan yang berbatasan langsung dengan empat wilayah tetangga: Kabupaten Tegal di barat, Kabupaten Pekalongan di timur, Kabupaten Purbalingga di selatan, serta Laut Jawa di utara.
##
Topografi dan Bentang Alam
Topografi Pemalang terbagi menjadi tiga zona utama. Bagian utara merupakan dataran rendah alluvial yang landai, sementara bagian tengah merupakan wilayah transisi dengan perbukitan rendah. Di bagian selatan, lanskap didominasi oleh lereng utara Gunung Slamet yang megah. Kehadiran Gunung Slamet sebagai gunung api tertinggi di Jawa Tengah memberikan pengaruh besar terhadap geomorfologi wilayah, menciptakan lembah-lembah subur dan tanah vulkanik yang kaya nutrisi. Beberapa sungai besar mengalir membelah kelerengan ini, seperti Sungai Comal yang merupakan sungai terpanjang di kabupaten ini, serta Sungai Waluh dan Sungai Rambut yang berfungsi sebagai drainase alami sekaligus sumber irigasi vital bagi pertanian lokal.
##
Iklim dan Pola Cuaca
Pemalang memiliki iklim tropis monsun dengan variasi curah hujan yang dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Di wilayah pesisir dan dataran rendah, suhu udara cenderung panas berkisar antara 24°C hingga 33°C. Sebaliknya, wilayah selatan seperti Kecamatan Pulosari dan Moga memiliki iklim pegunungan yang sejuk dengan suhu yang bisa mencapai 15°C pada malam hari. Musim hujan biasanya berlangsung antara Oktober hingga April, dipengaruhi oleh angin monsun barat, sementara musim kemarau terjadi pada Mei hingga September. Curah hujan tertinggi terkonsentrasi di area lereng gunung, yang juga berfungsi sebagai daerah tangkapan air bagi wilayah di bawahnya.
##
Sumber Daya Alam dan Keanekaragaman Hayati
Kekayaan alam Pemalang bertumpu pada sektor agraris dan kehutanan. Tanah vulkanik di bagian selatan sangat mendukung perkebunan teh, cengkeh, dan sayur-sayuran dataran tinggi. Di sektor kehutanan, wilayah selatan didominasi oleh hutan pinus dan hutan lindung yang menjadi habitat bagi fauna endemik seperti elang jawa dan beberapa spesies primata. Dalam hal mineral, Pemalang memiliki potensi batuan non-logam seperti batu tras, pasir, dan batu kali yang melimpah di aliran sungai-sungai besarnya. Selain itu, potensi geotermal yang terkait dengan aktivitas vulkanik Gunung Slamet menjadi cadangan energi masa depan yang sedang dikembangkan di wilayah ini.
##
Zona Ekologis Unik
Salah satu fitur geografis unik di Pemalang adalah keberadaan mata air alami yang melimpah di wilayah Moga. Zona ekologis ini bertindak sebagai reservoir bawah tanah yang jernih, menciptakan ekosistem perairan tawar yang unik di tengah daratan Jawa Tengah. Keberagaman hayati di sini mencakup flora riparian yang terjaga, menjadikannya paru-paru hijau penting bagi provinsi ini. Dengan posisi sentralnya, Pemalang menjadi jembatan ekologis yang menghubungkan ekosistem pesisir utara dengan kompleks pegunungan vulkanik di jantung Pulau Jawa.
Culture
#
Pesona Budaya Pemalang: Harmoni Tradisi di Jantung Jawa Tengah
Pemalang merupakan sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki karakteristik budaya unik karena letaknya yang strategis, berbatasan dengan Kabupaten Tegal, Pekalongan, Purbalingga, dan Banyumas. Dengan luas wilayah mencapai 1.144,86 km², Pemalang menjadi titik temu berbagai pengaruh budaya yang melahirkan identitas lokal yang kuat dan khas.
##
Tradisi dan Upacara Adat
Salah satu tradisi yang paling ikonik di Pemalang adalah Baritan. Ritual ini merupakan bentuk syukur para nelayan dan petani atas hasil bumi. Keunikan Baritan di Pemalang terletak pada prosesi pelarungan sesaji yang disertai dengan doa bersama lintas agama. Di wilayah pegunungan seperti Pulosari, terdapat tradisi Suroan yang biasanya dirayakan dengan kirab gunungan hasil bumi. Masyarakat Pemalang juga masih memegang teguh adat Nyadran sebelum bulan Ramadan, yaitu kegiatan membersihkan makam leluhur yang diakhiri dengan makan bersama di pelataran makam.
##
Kesenian dan Seni Pertunjukan
Seni pertunjukan Pemalang didominasi oleh Seni Kuntulan, sebuah tarian yang menggabungkan unsur bela diri pencak silat dengan iringan musik rebana dan selawat. Gerakannya yang dinamis mencerminkan religiositas sekaligus ketangkasan masyarakat setempat. Selain itu, terdapat Sintren, tarian mistis khas pesisir utara yang melibatkan seorang penari wanita yang "dirasuki" roh setelah masuk ke dalam kurungan ayam. Pemalang juga memiliki varian Wayang Golek yang khas, yang sering dipentaskan dalam acara hajatan warga.
##
Kuliner dan Warisan Gastronomi
Identitas Pemalang tidak lengkap tanpa menyebut Nasi Grombyang. Kuliner ini terdiri dari nasi dengan kuah daging sapi yang melimpah (hingga "grombyang-grombyang" atau bergoyang dalam mangkuk) dengan bumbu kluwek yang pekat. Selain itu, terdapat Sate Loso, sate daging kerbau atau sapi yang disajikan dengan bumbu kacang halus dan sup berisi tauge. Untuk buah tangan, Ogut (kerupuk khas) dan Nanas Madu Belik menjadi komoditas unggulan yang sudah dikenal hingga kancah nasional karena rasa manisnya yang luar biasa.
##
Bahasa dan Dialek
Masyarakat Pemalang menggunakan Bahasa Jawa dialek Pekalongan-Tegal, namun memiliki kekhasan tersendiri yang disebut Basa Pemalangan. Ciri khasnya adalah penggunaan partikel atau imbuhan "leh" atau "ra" di akhir kalimat. Terdapat perbedaan intonasi antara wilayah pesisir (utara) yang cenderung lugas dan tegas, dengan wilayah pegunungan (selatan) yang lebih halus karena pengaruh dialek Banyumasan.
##
Tekstil dan Pakaian Tradisional
Pemalang memiliki warisan wastra berupa Batik Pemalangan. Motifnya cenderung terinspirasi dari alam, seperti motif Sawat Rantai dan Parang Curigo. Berbeda dengan batik Solo atau Jogja, batik Pemalang menggunakan warna-warna yang lebih berani seperti cokelat tua, biru tua, dan hijau botol. Pakaian tradisional yang sering dikenakan dalam acara resmi adalah beskap dengan kain jarik bermotif lokal, sementara kaum wanita mengenakan kebaya kutubaru.
##
Praktik Keagamaan dan Festival Budaya
Kehidupan beragama di Pemalang sangat harmonis, didominasi oleh nilai-nilai Islam tradisional yang berpadu dengan kearifan lokal. Festival Nanas Madu di Kecamatan Belik merupakan acara tahunan yang menarik perhatian wisatawan, di mana ribuan nanas disusun menjadi gunungan raksasa. Selain itu, perayaan Maulid Nabi biasanya dirayakan dengan meriah melalui festival rebana dan kirab budaya yang memadukan simbol-simbol agama dan nasionalisme.
Tourism
#
Pesona Tersembunyi Pemalang: Harmoni Alam dan Budaya di Jantung Jawa Tengah
Pemalang merupakan sebuah kabupaten strategis di Jawa Tengah dengan luas wilayah mencapai 1.144,86 km². Terletak di posisi tengah jalur pantura, wilayah ini berbatasan langsung dengan Laut Jawa di utara, serta dikelilingi oleh empat wilayah tetangga yaitu Kabupaten Tegal, Purbalingga, Banyumas, dan Pekalongan. Keunikan geografisnya yang membentang dari pesisir hingga kaki Gunung Slamet menciptakan variasi destinasi wisata yang luar biasa.
##
Keajaiban Alam dari Pesisir hingga Puncak
Meski dikenal melalui jalur darat utama, Pemalang menyimpan permata alam yang kontras. Di bagian utara, Pantai Widuri menjadi ikon wisata keluarga dengan deretan pohon cemara yang rindang dan legenda lokal yang kuat. Beranjak ke dataran tinggi di wilayah selatan, tepatnya di Kecamatan Pulosari, pengunjung akan disambut oleh Bukit Tangkeban. Dari sini, megahnya Gunung Slamet terlihat jelas sebagai latar belakang foto yang spektakuler.
Bagi pencinta air, Pemalang memiliki Curug Sibedil yang unik. Air terjun ini dinamakan demikian karena salah satu bebatuan di sana menyerupai moncong senapan (bedil). Selain itu, terdapat Telaga Silating yang menawarkan ketenangan air danau di tengah perbukitan hijau, memberikan suasana magis yang jarang ditemukan di kota besar.
##
Penjelajahan Budaya dan Sejarah
Warisan budaya Pemalang tercermin melalui tradisi dan situs bersejarahnya. Salah satu pengalaman unik adalah mengunjungi Desa Wisata Cikadu yang terkenal dengan kerajinan tenun sarung goyornya yang mendunia. Di sini, wisatawan dapat melihat langsung proses menenun tradisional yang presisi. Untuk wisata religi dan sejarah, Pemalang memiliki kompleks makam Syekh Maulana Syamsudin di pesisir Pantai Widuri yang selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
##
Petualangan dan Aktivitas Luar Ruangan
Bagi pencari adrenalin, Rainbow Rafting di Sungai Comal menawarkan pengalaman mengarungi jeram yang menantang dengan pemandangan tebing batu yang eksotis. Selain itu, pendakian menuju Gunung Gajah memberikan tantangan tersendiri; sebuah bukit batu raksasa yang menyerupai gajah tidur, menawarkan pemandangan 360 derajat ke seluruh wilayah Pemalang dari ketinggian.
##
Wisata Kuliner Khas
Perjalanan ke Pemalang belum lengkap tanpa mencicipi Nasi Grombyang. Kuliner berkuah daging kerbau atau sapi ini disajikan dalam mangkuk kecil dengan kuah hitam pekat yang kaya rempah. Jangan lewatkan pula Sate Loso, sate daging sapi dengan bumbu kacang merah yang halus dan pedas, serta Krupuk Usek yang digoreng menggunakan pasir, memberikan cita rasa autentik tradisional.
##
Akomodasi dan Waktu Kunjungan Terbaik
Masyarakat Pemalang dikenal dengan keramahannya yang hangat, tercermin dari menjamurnya *homestay* berbasis komunitas di desa wisata serta hotel berbintang di pusat kota. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara bulan Mei hingga September saat musim kemarau, guna mendapatkan pandangan jernih ke arah Gunung Slamet dan kondisi ombak pantai yang tenang. Kunjungi Pemalang untuk merasakan perpaduan harmoni antara kenyamanan modern dan ketulusan tradisi Jawa Tengah.
Economy
#
Profil Ekonomi Kabupaten Pemalang: Sinergi Agraris dan Industri Di Jantung Jawa Tengah
Kabupaten Pemalang, dengan luas wilayah mencapai 1.144,86 km², memegang peranan strategis sebagai titik penghubung di jalur utama Pantura. Meskipun secara geografis terletak di bagian tengah pesisir utara Jawa Tengah, struktur ekonominya sangat dipengaruhi oleh keberagaman topografi, mulai dari dataran rendah di utara hingga wilayah pegunungan di selatan yang berbatasan langsung dengan kaki Gunung Slamet.
##
Sektor Pertanian dan Perkebunan
Sebagai wilayah yang didominasi oleh lahan agraris, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi Pemalang. Komoditas unggulan yang menjadi ikon daerah ini adalah Nanas Madu Belik. Budidaya nanas di lereng Gunung Slamet ini tidak hanya memenuhi pasar domestik tetapi juga telah merambah pasar ekspor. Selain itu, Pemalang dikenal sebagai produsen padi yang signifikan bagi ketahanan pangan Jawa Tengah. Di dataran tinggi, komoditas sayur-mayur dan tembakau menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan, sementara di wilayah pesisir, tambak udang vaname dan bandeng memberikan kontribusi besar pada Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB).
##
Industri Pengolahan dan Kerajinan Tradisional
Sektor industri di Pemalang didominasi oleh industri tekstil dan pengolahan kayu. Salah satu keunikan ekonomi daerah ini adalah keberadaan industri Sarung Goyor (ATBM - Alat Tenun Bukan Mesin) di wilayah Wanarejan. Produk ini memiliki nilai ekspor tinggi, terutama ke negara-negara di Timur Tengah. Selain itu, industri konveksi rumahan di Ulujami dan Comal telah menciptakan ekosistem lapangan kerja yang masif bagi penduduk lokal, mengurangi ketergantungan pada sektor formal.
##
Sektor Jasa, Perdagangan, dan Kuliner
Pertumbuhan ekonomi di kawasan perkotaan didorong oleh sektor jasa dan perdagangan. Kuliner khas Pemalang, seperti Grombyang dan Sate Loso, telah berkembang dari sekadar hidangan tradisional menjadi komoditas ekonomi kreatif yang menarik wisatawan. Keberadaan UMKM yang terorganisir dengan baik dalam memproduksi makanan olahan seperti kerupuk ikan dan manisan nanas memperkuat daya saing ekonomi lokal di tingkat regional.
##
Infrastruktur dan Konektivitas
Pembangunan Jalan Tol Trans-Jawa yang melintasi Pemalang (Exit Tol Gandulan) telah mengubah peta logistik daerah. Aksesibilitas yang semakin mudah mempercepat distribusi barang dari sentra produksi ke kota-kota besar seperti Jakarta dan Semarang. Hal ini memicu pertumbuhan kawasan industri baru dan pusat pergudangan di sekitar jalur utama, yang pada gilirannya menyerap banyak tenaga kerja lokal dari sektor agraris ke sektor industri dan jasa.
##
Tantangan dan Pengembangan Ekonomi
Pemerintah Kabupaten Pemalang kini fokus pada hilirisasi produk pertanian dan pengembangan pariwisata berbasis alam (seperti Desa Wisata Nyalembeng). Dengan mengoptimalkan empat wilayah perbatasan yang mengelilinginya—Tegal, Pekalongan, Purbalingga, dan Banyumas—Pemalang berupaya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah bagian tengah melalui penguatan ekonomi digital bagi UMKM dan perbaikan iklim investasi.
Demographics
#
Profil Demografis Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah
Kabupaten Pemalang merupakan wilayah strategis di bagian tengah pesisir utara Jawa Tengah dengan luas wilayah mencapai 1.144,86 km². Secara administratif, wilayah ini berbatasan langsung dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Pekalongan di timur, Kabupaten Purbalingga di selatan, serta Kabupaten Tegal di sisi barat. Karakteristik demografisnya mencerminkan perpaduan antara masyarakat agraris pedalaman dan masyarakat pesisir yang dinamis.
Populasi dan Kepadatan Penduduk
Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk Kabupaten Pemalang telah melampaui angka 1,5 juta jiwa. Dengan luas wilayah yang ada, kepadatan penduduk rata-rata mencapai sekitar 1.300 jiwa per km². Konsentrasi penduduk tertinggi berada di wilayah utara (Kecamatan Pemalang, Taman, dan Comal) yang menjadi pusat ekonomi, sementara wilayah selatan yang didominasi perbukitan seperti Pulosari dan Belik memiliki kepadatan yang lebih rendah namun menunjukkan pertumbuhan yang stabil.
Komposisi Etnis dan Budaya
Masyarakat Pemalang didominasi oleh etnis Jawa, namun memiliki kekhasan dialek yang dikenal sebagai "Jawa Ngapak" versi Pemalangan. Dialek ini menjadi identitas pembeda yang kuat di antara wilayah tetangganya. Selain etnis Jawa, terdapat komunitas Tionghoa dan Arab yang terkonsentrasi di kawasan perkotaan, berkontribusi pada keragaman budaya dalam sektor perdagangan dan kuliner, seperti tradisi kesenian Sintren dan tarian khas lokal yang masih terjaga.
Struktur Usia dan Piramida Penduduk
Struktur kependudukan Pemalang menunjukkan karakteristik piramida ekspansif, di mana kelompok usia produktif (15–64 tahun) mendominasi lebih dari 65% total populasi. Fenomena bonus demografi ini terlihat jelas dengan banyaknya penduduk usia muda. Namun, tantangan utama terletak pada penyediaan lapangan kerja lokal agar angka ketergantungan (dependency ratio) tetap terkendali.
Pendidikan dan Literasi
Angka melek huruf di Pemalang telah mencapai lebih dari 95%. Pemerintah daerah secara konsisten meningkatkan akses pendidikan melalui program beasiswa dan pembangunan infrastruktur sekolah hingga ke pelosok desa di lereng Gunung Slamet. Meskipun tingkat pendidikan dasar dan menengah sudah merata, peningkatan partisipasi pendidikan tinggi terus didorong untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dinamika Urbanisasi dan Migrasi
Salah satu ciri unik demografi Pemalang adalah pola migrasi sirkuler atau merantau. Banyak warga Pemalang, khususnya dari wilayah selatan, bermigrasi ke kota besar seperti Jakarta untuk bekerja di sektor informal (seperti pedagang nasi goreng atau kuliner khas Pemalang). Hal ini menciptakan arus remitansi yang signifikan bagi ekonomi desa, namun juga menyebabkan fluktuasi jumlah penduduk yang nyata antara hari biasa dan musim mudik lebaran. Pertumbuhan kawasan perkotaan baru di sepanjang koridor Jalan Tol Trans Jawa juga mulai mengubah pola pemukiman dari agraris murni menuju sub-urban.
💡 Fakta Unik
- 1.Wilayah ini merupakan lokasi penandatanganan Perjanjian Salatiga pada tahun 1757 yang secara resmi membagi kekuasaan Mataram Islam menjadi tiga bagian kekuasaan.
- 2.Kesenian rakyat Tari Rodat yang menggabungkan unsur bela diri dengan selawat merupakan tradisi khas yang masih lestari di desa-desa lereng gunung wilayah ini.
- 3.Wilayah daratan ini dikelilingi oleh pemandangan lima gunung besar sekaligus, yaitu Merapi, Merbabu, Telomoyo, Andong, dan Sumbing.
- 4.Kabupaten ini dikenal luas sebagai pusat penghasil susu sapi perah terbesar di Jawa Tengah dan populer dengan julukan Selandia Baru dari Jawa.
Destinasi di Pemalang
Semua Destinasi→Pantai Widuri
Pantai ikonik yang menjadi kebanggaan masyarakat Pemalang ini menawarkan panorama pesisir utara Jawa...
Tempat RekreasiBukit Tangkeban
Terletak di kaki Gunung Slamet, destinasi ini menawarkan udara pegunungan yang sejuk dengan berbagai...
Kuliner LegendarisNasi Grombyang H. Warso
Kuliner khas Pemalang yang wajib dicicipi ini menyajikan nasi dengan kuah kaldu sapi yang gurih, pek...
Wisata AlamCurug Sibedil
Air terjun tersembunyi ini memiliki keunikan berupa aliran air yang keluar dari celah-celah tebing b...
Bangunan IkonikAlun-Alun Pemalang
Pusat denyut nadi kota yang dikelilingi oleh bangunan pemerintahan penting dan Masjid Agung Pemalang...
Situs SejarahSitus Candi Batur
Merupakan situs purbakala yang dipercaya sebagai peninggalan masa klasik di Jawa Tengah, terletak di...
Tempat Lainnya di Jawa Tengah
Lokasi Serupa
Panduan Perjalanan Terkait
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiUji Pengetahuanmu!
Apakah kamu bisa menebak Pemalang dari siluet petanya?