Bangunan Ikonik

Masjid Besar Al-Ikhlas Pekkabata

di Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Kemegahan Arsitektur Masjid Besar Al-Ikhlas Pekkabata: Simbol Religiusitas dan Modernitas Polewali Mandar

Masjid Besar Al-Ikhlas Pekkabata bukan sekadar tempat ibadah; ia adalah manifestasi fisik dari perkembangan peradaban Islam di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Berdiri kokoh di lokasi strategis pusat kota, masjid ini menjadi tengara (landmark) yang memadukan estetika modern dengan filosofi lokal Mandar, menjadikannya salah satu struktur paling ikonik di provinsi ke-33 Indonesia ini.

#

Konteks Historis dan Evolusi Pembangunan

Pembangunan Masjid Besar Al-Ikhlas Pekkabata memiliki akar sejarah yang panjang yang berkaitan erat dengan perkembangan kawasan Pekkabata sebagai pusat administrasi dan perdagangan. Sebelum mencapai kemegahannya saat ini, masjid ini bermula dari bangunan sederhana yang melayani komunitas lokal. Seiring dengan pemekaran wilayah dan pertumbuhan populasi di Polewali Mandar, kebutuhan akan pusat kegiatan Islam yang representatif menjadi urgensi bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Renovasi besar-besaran yang dilakukan dalam beberapa dekade terakhir mengubah total wajah masjid ini. Transformasi tersebut tidak hanya memperluas kapasitas tampung jamaah, tetapi juga mengangkat standar arsitektural bangunan publik di Sulawesi Barat. Pembangunannya melibatkan kolaborasi antara arsitek lokal, ahli struktur, dan dukungan swadaya masyarakat yang kuat, mencerminkan nilai Sipakatuo, Sipakatau, Sipakainge (saling menghidupkan, saling menghormati, dan saling mengingatkan) yang dijunjung tinggi oleh suku Mandar.

#

Filosofi Desain dan Gaya Arsitektur

Masjid Besar Al-Ikhlas Pekkabata mengusung gaya arsitektur Timur Tengah modern yang diadaptasi dengan iklim tropis Sulawesi. Ciri khas paling mencolok adalah penggunaan kubah besar berwarna keemasan yang mendominasi cakrawala kota. Warna emas ini bukan sekadar pilihan estetika, melainkan simbol kemuliaan dan keikhlasan, sesuai dengan nama masjid itu sendiri.

Struktur bangunan ini dirancang dengan prinsip simetris yang memberikan kesan stabil dan agung. Pada fasad luar, terdapat perpaduan antara garis-garis tegas minimalis dengan aksen lengkungan (arch) khas arsitektur Islam klasik. Penggunaan pilar-pilar tinggi di bagian teras menciptakan ruang transisi yang megah sebelum pengunjung memasuki ruang utama salat. Arsitekturnya mengedepankan keterbukaan, yang memungkinkan sirkulasi udara alami berjalan optimal, sebuah pertimbangan penting mengingat suhu udara Polewali Mandar yang cukup lembap.

#

Detail Struktural dan Inovasi Visual

Salah satu elemen arsitektural yang paling unik dari Masjid Besar Al-Ikhlas adalah desain menaranya. Menara ini menjulang tinggi dengan bentuk yang ramping namun kokoh, berfungsi sebagai penanda visual jarak jauh sekaligus tempat mengumandangkan azan. Detail pada ujung menara sering kali mengadopsi elemen dekoratif yang senada dengan kubah utama, menciptakan harmoni visual yang utuh.

Di bagian dalam, interior masjid menyuguhkan kemewahan yang tenang. Langit-langit di bawah kubah utama biasanya dihiasi dengan kaligrafi Arab yang dikerjakan dengan presisi tinggi, sering kali menggunakan teknik hand-painting langsung pada permukaan beton atau menggunakan panel komposit modern. Mihrab masjid—niche yang menunjukkan arah kiblat—menjadi titik fokus (focal point) interior dengan ukiran yang lebih rumit, sering kali memadukan motif geometris Islam dengan sentuhan ukiran lokal Mandar yang halus.

Lantai masjid menggunakan material marmer berkualitas tinggi yang memberikan efek sejuk. Pencahayaan alami dimaksimalkan melalui jendela-jendela tinggi dengan kaca patri atau grille bermotif bintang segi delapan (rub el hizb), yang membiarkan cahaya matahari masuk dan menciptakan permainan bayangan yang puitis di atas karpet saf.

#

Signifikansi Budaya dan Sosial

Bagi masyarakat Polewali Mandar, Masjid Besar Al-Ikhlas Pekkabata adalah "Jantung Kota". Fungsinya melampaui batas-batas ritual keagamaan. Masjid ini merupakan pusat gravitasi sosial di mana tradisi budaya Mandar bertemu dengan nilai-nilai universal Islam. Pada hari-hari besar seperti Idul Fitri atau Maulid Nabi, kawasan masjid ini menjadi pusat konsentrasi massa, di mana tradisi lokal seperti penyajian tumpeng atau dekorasi telur (maulid) sering terlihat di pelataran luarnya.

Keberadaannya juga memperkuat identitas Polewali Mandar sebagai daerah yang religius namun terbuka terhadap kemajuan. Arsitektur masjid yang modern mencerminkan aspirasi masyarakat Mandar untuk terus maju tanpa meninggalkan akar spiritualitas mereka.

#

Pengalaman Pengunjung dan Fungsi Saat Ini

Saat ini, Masjid Besar Al-Ikhlas Pekkabata menjadi destinasi wisata religi utama di Sulawesi Barat. Pengunjung yang datang tidak hanya bertujuan untuk beribadah, tetapi juga untuk mengagumi keindahan arsitekturnya. Area parkir yang luas dan taman yang tertata di sekeliling masjid memberikan ruang publik bagi warga untuk sekadar duduk bersantai di sore hari, menciptakan interaksi sosial yang sehat.

Fasilitas pendukung seperti tempat wudu yang bersih, ruang pertemuan, dan perpustakaan mini menjadikan masjid ini sebagai pusat pendidikan non-formal bagi anak-anak melalui Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Tata cahaya pada malam hari juga menjadi daya tarik tersendiri; lampu-lampu sorot yang diarahkan ke kubah dan menara memberikan efek dramatis yang mempercantik estetika kota Polewali Mandar saat gelap menyelimuti.

#

Penutup: Warisan Arsitektur untuk Masa Depan

Masjid Besar Al-Ikhlas Pekkabata adalah bukti nyata bagaimana arsitektur dapat menjadi jembatan antara manusia, penciptanya, dan budayanya. Dengan struktur yang megah dan detail yang penuh makna, masjid ini akan terus berdiri sebagai ikon kebanggaan masyarakat Sulawesi Barat. Ia bukan hanya sekadar tumpukan semen dan baja, melainkan sebuah narasi visual tentang keikhlasan, kekuatan komunitas, dan keindahan Islam di tanah Mandar yang akan terus diwariskan kepada generasi mendatang.

📋 Informasi Kunjungan

address
Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, 24 Jam

Tempat Menarik Lainnya di Polewali Mandar

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Polewali Mandar

Pelajari lebih lanjut tentang Polewali Mandar dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Polewali Mandar