Wisata Alam

Bendungan Way Sekampung

di Pringsewu, Lampung

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Pesona Bendungan Way Sekampung: Permata Wisata Alam dan Ekosistem Perairan di Pringsewu

Bendungan Way Sekampung bukan sekadar proyek infrastruktur strategis nasional yang berfungsi untuk irigasi dan penyediaan air baku. Terletak di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, bendungan ini telah bertransformasi menjadi destinasi wisata alam unggulan yang menawarkan perpaduan harmonis antara rekayasa teknologi manusia dengan keasrian bentang alam tropis. Dengan luas genangan yang mencapai ratusan hektar, tempat ini menyajikan pemandangan perairan yang tenang dengan latar belakang perbukitan hijau yang menyegarkan mata.

#

Panorama Alam dan Karakteristik Geografis

Secara visual, Bendungan Way Sekampung didominasi oleh hamparan air yang menyerupai danau raksasa. Keunikan utamanya terletak pada topografi sekitarnya yang berbukit-bukit. Saat cuaca cerah, permukaan air yang biru memantulkan bayangan langit dan vegetasi hijau di sekelilingnya, menciptakan gradasi warna yang fotogenik.

Berbeda dengan bendungan pada umumnya yang terkesan gersang, kawasan ini dikelilingi oleh sabuk hijau (greenbelt) yang terdiri dari hutan rakyat dan perkebunan penduduk. Di kejauhan, pengunjung dapat melihat siluet perbukitan Pringsewu yang seringkali diselimuti kabut tipis pada pagi hari. Keberadaan aliran sungai Way Sekampung yang dibendung ini menciptakan ekosistem perairan darat yang tenang, sangat kontras dengan arus sungai aslinya yang lebih dinamis.

#

Ekosistem dan Biodiversitas Lokal

Pembangunan bendungan ini telah menciptakan ceruk ekosistem baru di Pringsewu. Area perairan ini kini menjadi rumah bagi berbagai spesies ikan air tawar seperti ikan nila, mas, dan patin. Keberadaan sumber air yang melimpah juga mengundang berbagai jenis burung air untuk mencari makan di tepian waduk.

Di sekitar area genangan, vegetasi lokal tetap dipertahankan untuk menjaga stabilitas tanah dan mencegah erosi. Pohon-pohon peneduh dan tanaman endemik Lampung mulai tumbuh subur di sepanjang jalur hijau, memberikan perlindungan bagi fauna kecil seperti capung, kupu-kupu, dan berbagai jenis serangga yang menjadi indikator kesehatan lingkungan. Upaya penanaman pohon secara berkala oleh pengelola dan komunitas pecinta alam memastikan bahwa kualitas udara di sekitar bendungan tetap segar dan bebas polusi.

#

Pengalaman Wisata dan Aktivitas Luar Ruangan

Bendungan Way Sekampung menawarkan berbagai aktivitas yang dirancang untuk mendekatkan pengunjung dengan alam:

1. Wisata Air dan Susur Bendungan: Salah satu aktivitas favorit adalah menyewa perahu wisata atau speedboat untuk berkeliling area genangan. Pengunjung dapat melihat lebih dekat struktur megah bendungan serta mengeksplorasi sudut-sudut tersembunyi di tepian waduk yang hanya bisa dijangkau dari air.

2. Fotografi Lanskap: Dengan jembatan panjang yang melintasi bendungan dan menara pandang, para fotografer dapat mengabadikan momen matahari terbit (sunrise) yang muncul dari balik perbukitan. Keindahan arsitektur bendungan yang dipadukan dengan elemen alami menjadikannya salah satu titik swafoto terbaik di Lampung.

3. Wisata Memancing: Bagi para pehobi, beberapa titik di pinggiran bendungan menjadi lokasi memancing yang ideal. Ketenangan suasana dan melimpahnya stok ikan memberikan pengalaman relaksasi yang maksimal.

4. Olahraga Ringan: Jalur inspeksi yang luas dan mulus di sepanjang bendungan sering dimanfaatkan pengunjung untuk joging atau bersepeda sore sambil menikmati semilir angin waduk.

#

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Untuk mendapatkan pengalaman visual yang optimal, waktu terbaik mengunjungi Bendungan Way Sekampung adalah pada pagi hari antara pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Pada jam-jam ini, udara masih sangat sejuk dan cahaya matahari belum terlalu terik, menciptakan suasana yang tenang.

Sore hari menjelang matahari terbenam juga menjadi waktu yang populer. Langit yang berubah warna menjadi jingga keunguan terpantul di permukaan air waduk, menciptakan suasana romantis dan menenangkan. Secara musiman, kunjungan pada akhir musim penghujan atau awal musim kemarau sangat disarankan karena debit air berada pada level maksimal, sehingga pemandangan "danau" tampak lebih penuh dan megah.

#

Konservasi dan Perlindungan Lingkungan

Sebagai objek vital nasional, aspek konservasi di Bendungan Way Sekampung sangat diperhatikan. Pengelola menerapkan aturan ketat mengenai pembuangan sampah untuk menjaga kualitas air yang akan dialirkan ke lahan pertanian masyarakat. Program greenbelt atau sabuk hijau terus digalakkan dengan menanam pohon-pohon yang memiliki fungsi ekologis sekaligus nilai ekonomi, seperti pohon buah-buahan.

Kesadaran lingkungan juga terus ditingkatkan di kalangan wisatawan. Pengunjung dilarang melakukan aktivitas yang dapat mencemari air atau merusak vegetasi di sekitar tanggul. Perlindungan terhadap daerah tangkapan air (catchment area) di hulu sungai Way Sekampung menjadi kunci keberlanjutan destinasi wisata ini agar tetap asri hingga generasi mendatang.

#

Aksesibilitas dan Fasilitas Pendukung

Akses menuju Bendungan Way Sekampung tergolong sangat baik. Dari pusat kota Pringsewu, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 15-20 menit dengan kendaraan bermotor. Jalan menuju lokasi sudah teraspal mulus dengan petunjuk arah yang jelas. Lokasinya yang strategis membuat destinasi ini mudah dijangkau baik oleh wisatawan lokal maupun dari luar daerah seperti Bandar Lampung.

Fasilitas yang tersedia sudah cukup mumpuni untuk kenyamanan pengunjung, di antaranya:

  • Area parkir kendaraan yang luas dan tertata.
  • Pusat kuliner yang menyajikan hidangan lokal, terutama olahan ikan air tawar segar.
  • Toilet bersih dan mushola untuk keperluan ibadah.
  • Taman-taman kecil dan tempat duduk di sepanjang tepian bendungan untuk bersantai.
  • Jembatan layang yang ikonik sebagai akses utama sekaligus tempat menikmati pemandangan secara panoramik.

Bendungan Way Sekampung adalah bukti nyata bagaimana sebuah proyek infrastruktur bisa bersinergi dengan alam dan pariwisata. Dengan menjaga keseimbangan antara fungsi teknis dan kelestarian ekosistem, destinasi ini akan terus menjadi paru-paru sekaligus magnet wisata bagi Kabupaten Pringsewu. Kunjungan ke sini bukan hanya sekadar rekreasi, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap kekayaan air dan keindahan bentang alam Lampung.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Bumi Ratu, Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung
entrance fee
Rp 5.000 - Rp 10.000
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 18:00

Tempat Menarik Lainnya di Pringsewu

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Pringsewu

Pelajari lebih lanjut tentang Pringsewu dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Pringsewu