BJBR (Bee Jay Bakau Resort)
di Probolinggo, Jawa Timur
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Menjelajahi Pesona BJBR (Bee Jay Bakau Resort): Ekowisata Mangrove Ikonik di Probolinggo
Provinsi Jawa Timur memiliki segudang destinasi wisata unik, namun sedikit yang menawarkan kombinasi harmonis antara pelestarian alam dan kemewahan modern seperti Bee Jay Bakau Resort, atau yang lebih dikenal dengan sebutan BJBR. Terletak strategis di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Kota Probolinggo, BJBR telah bertransformasi dari sebuah kawasan pesisir yang terbengkalai menjadi salah satu destinasi ekowisata mangrove paling bergengsi di Indonesia.
#
Evolusi dari Lahan Terbengkalai Menjadi Primadona Wisata
Sejarah berdirinya BJBR merupakan kisah inspiratif mengenai restorasi lingkungan. Sebelum tahun 2011, kawasan ini merupakan area hutan bakau yang dipenuhi sampah dan tidak terawat. Namun, melalui visi kreatif para pendirinya—Benjamin Mangitung, Justinus, dan Rudy (yang inisial namanya membentuk "Bee Jay")—kawasan seluas kurang lebih 5 hektar ini disulap menjadi resor eksklusif.
Pembangunan BJBR dilakukan dengan prinsip tetap menjaga kelestarian pohon bakau yang sudah ada. Alih-alih menebang, pengelola membangun infrastruktur di atas air dan di sela-sela akar mangrove. Sejak resmi dibuka pada tahun 2013, tempat ini terus berevolusi, menambah fasilitas baru setiap tahunnya, dan kini menjadi ikon pariwisata yang mengangkat nama Probolinggo di kancah nasional maupun internasional.
#
Pengalaman Rekreasi dan Aktivitas Utama
BJBR menawarkan pengalaman rekreasi yang komprehensif, mulai dari wisata edukasi hingga petualangan ringan. Salah satu aktivitas utama yang menjadi favorit pengunjung adalah menyusuri wooden deck atau jembatan kayu yang membentang membelah hutan bakau yang rimbun. Berjalan di atas jembatan ini memberikan sensasi ketenangan, di mana pengunjung dapat menghirup udara laut yang segar sambil melihat ekosistem pesisir dari dekat.
Bagi mereka yang menyukai aktivitas air, BJBR menyediakan fasilitas seperti sepeda air dan perahu untuk berkeliling di kanal-kanal yang membelah hutan mangrove. Selain itu, terdapat kolam renang air laut yang unik, memberikan sensasi berenang yang berbeda dari kolam renang konvensional. Pengunjung juga dapat mencoba keberuntungan dengan memancing di area yang telah ditentukan, atau sekadar bersantai menikmati angin laut di gazebo-gazebo yang tersebar di sepanjang dermaga.
#
Fasilitas dan Hiburan yang Memanjakan Pengunjung
Fasilitas di BJBR dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi wisatawan. Salah satu daya tarik utamanya adalah ketersediaan penginapan berupa bungalow eksklusif yang dibangun tepat di atas air. Menginap di sini memberikan pengalaman bangun tidur dengan pemandangan matahari terbit (sunrise) yang memukau langsung dari jendela kamar.
Untuk urusan kuliner, BJBR memiliki restoran seafood yang terkenal, yaitu Restoran Bee Jay Bakau. Di sini, pengunjung dapat menikmati hidangan laut segar khas Probolinggo sambil menikmati pemandangan laut lepas. Selain itu, terdapat fasilitas hiburan seperti:
- BJBR Cinema 7D: Memberikan pengalaman menonton film dengan efek sensorik yang nyata.
- Flying Fox: Jalur luncur yang melintasi kawasan mangrove, memberikan sudut pandang dari ketinggian bagi para pencari adrenalin.
- Teater Seni: Seringkali menjadi tempat pertunjukan musik live atau tarian tradisional pada akhir pekan.
#
Destinasi Ramah Keluarga dan Spot Fotografi
BJBR sangat populer sebagai destinasi keluarga. Area bermain anak (playground) tersedia untuk memastikan pengunjung kecil tidak bosan. Salah satu fitur yang paling dicari adalah keberadaan berbagai monumen dan instalasi seni yang sangat instagrammable.
Beberapa spot foto ikonik di BJBR antara lain:
1. Patung Kuda Cipta Wilaha: Patung kuda raksasa yang terbuat dari susunan kayu palet, yang sempat diklaim sebagai salah satu patung kuda kayu terbesar di dunia.
2. Gembok Cinta: Terinspirasi dari Pont des Arts di Paris, tempat ini menjadi lokasi favorit bagi pasangan untuk mengabadikan kenangan.
3. Globe BJBR: Sebuah monumen bola dunia yang menjadi penanda titik tengah resort.
4. Jembatan Kaca: Memberikan tantangan visual bagi pengunjung yang ingin berfoto dengan latar bawah air atau akar mangrove yang terlihat jelas di bawah kaki mereka.
#
Signifikansi Budaya dan Peran bagi Komunitas
BJBR bukan sekadar tempat rekreasi; ia memainkan peran penting dalam ekosistem sosial dan budaya Probolinggo. Keberadaan resort ini telah menciptakan ratusan lapangan kerja bagi warga lokal, mulai dari pengelola lingkungan, staf hotel, hingga pengrajin suvenir.
Secara budaya, BJBR sering menjadi tuan rumah bagi festival kebudayaan dan pameran UMKM lokal. Tempat ini juga menjadi pusat edukasi lingkungan bagi sekolah-sekolah di Jawa Timur. Melalui program penanaman kembali mangrove yang melibatkan pengunjung, BJBR menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga benteng alami pesisir dari abrasi. Bagi masyarakat Probolinggo, BJBR adalah simbol modernitas yang tetap menjunjung tinggi akar lingkungan setempat.
#
Informasi Pengunjung dan Waktu Terbaik untuk Datang
Untuk menikmati pengalaman maksimal di BJBR, pemilihan waktu kunjungan sangatlah penting. Waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini adalah pada sore hari, sekitar pukul 15.30 WIB. Pada waktu tersebut, cuaca tidak terlalu terik, dan pengunjung dapat menyaksikan transisi langit menuju matahari terbenam (sunset) yang sangat dramatis di ufuk barat.
Saat malam hari, BJBR bertransformasi menjadi taman cahaya. Lampu-lampu hias warna-warni mulai menyala di sepanjang jembatan kayu, menciptakan suasana romantis dan magis. Bagi wisatawan yang datang dari luar kota, akses menuju BJBR sangat mudah karena letaknya hanya sekitar 10-15 menit dari pusat Kota Probolinggo dan stasiun kereta api setempat.
Harga tiket masuk ke BJBR cukup terjangkau bagi wisatawan domestik, dengan biaya tambahan untuk beberapa wahana tertentu. Pengelola juga menyediakan fasilitas transportasi internal berupa shuttle atau mobil golf bagi pengunjung yang ingin berkeliling kawasan tanpa harus berjalan kaki jauh.
Dengan perpaduan apik antara pelestarian alam, fasilitas mewah, dan beragam aktivitas rekreasi, Bee Jay Bakau Resort telah membuktikan bahwa pariwisata berkelanjutan dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang kuat. Kunjungan ke Probolinggo tidak akan lengkap tanpa menginjakkan kaki di jembatan kayu BJBR dan merasakan harmoni antara manusia dan hutan bakau.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Probolinggo
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Probolinggo
Pelajari lebih lanjut tentang Probolinggo dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Probolinggo