Bukit Kaba
di Rejang Lebong, Bengkulu
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Menjelajahi Pesona Bukit Kaba: Permata Vulkanik di Jantung Rejang Lebong
Provinsi Bengkulu tidak hanya menawarkan keindahan pesisir pantai yang membentang sepanjang Samudra Hindia, tetapi juga menyimpan kekayaan dataran tinggi yang memukau. Salah satu destinasi wisata alam yang paling ikonik dan menjadi primadona bagi para pencinta petualangan adalah Bukit Kaba. Terletak di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Bukit Kaba merupakan sebuah gunung api aktif yang menawarkan lanskap dramatis, udara pegunungan yang menusuk tulang, serta fenomena geologi yang jarang ditemukan di tempat lain.
#
Karakteristik Geologi dan Keajaiban Kawah Ganda
Secara teknis, Bukit Kaba adalah sebuah gunung api tipe A (aktif) dengan ketinggian sekitar 1.938 meter di atas permukaan laut (mdpl). Meskipun puncaknya tidak setinggi Gunung Dempo atau Gunung Kerinci, daya tarik utama Bukit Kaba terletak pada morfologi puncaknya yang memiliki delapan kawah gunung api, di mana tiga di antaranya merupakan kawah utama yang sangat aktif.
Pengunjung akan disuguhi pemandangan kawah yang kontras. Ada kawah yang berwarna hijau toska karena kandungan belerang yang pekat, dan ada pula kawah yang berwarna putih kecokelatan. Bau belerang yang khas dan kepulan asap putih yang keluar dari celah-celah bebatuan memberikan atmosfer murni dari kekuatan vulkanik bumi. Keunikan lainnya adalah "Kawah Mati" yang sudah tidak aktif lagi, di mana dasarnya ditumbuhi oleh vegetasi perintis, menciptakan pemandangan yang surealis bagi siapa saja yang berdiri di tepian kawah.
#
Biodiversitas dan Ekosistem Hutan Hujan Tropis
Perjalanan menuju puncak Bukit Kaba adalah sebuah ekspedisi melintasi zona ekosistem yang beragam. Di kaki bukit, pengunjung akan melewati perkebunan sayur milik warga setempat yang subur berkat tanah vulkanik. Semakin mendaki, vegetasi berubah menjadi hutan hujan tropis yang lebat.
Kawasan ini merupakan bagian dari Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba yang diawasi oleh BKSDA Bengkulu. Hutan di sini menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna endemik. Jika beruntung, pendaki dapat mendengar suara lengkingan Siamang (Symphalangus syndactylus) atau melihat sekilas burung-burung hutan berwarna cerah. Tanaman seperti kantong semar dan berbagai jenis pakis purba juga dapat ditemukan di sepanjang jalur pendakian, menambah nilai edukasi botani bagi para pengunjung.
#
Aktivitas Luar Ruangan dan Pengalaman Pendakian
Bukit Kaba dikenal sebagai "gunung ramah pemula" karena aksesibilitasnya yang relatif mudah dibandingkan gunung api lainnya di Sumatra. Namun, hal ini tidak mengurangi keseruan aktivitas yang bisa dilakukan:
1. Pendakian Jalur Hutan dan Jalur Aspal: Terdapat dua pilihan jalur menuju puncak. Jalur hutan menawarkan tantangan bagi para pendaki yang ingin merasakan sensasi menerobos semak dan akar pohon. Sementara itu, terdapat jalur jalan aspal (yang kini sebagian besar sudah rusak namun masih bisa dilalui motor atau jalan kaki) yang lebih landai bagi mereka yang ingin mencapai puncak dengan lebih santai.
2. Berkemah di Puncak: Area camping ground terletak sedikit di bawah bibir kawah utama. Berkemah di sini memberikan pengalaman luar biasa, terutama saat cuaca cerah. Pengunjung dapat menikmati taburan bintang (milky way) yang terlihat jelas karena minimnya polusi cahaya.
3. Menikmati Matahari Terbit (Sunrise): Momen matahari terbit di Bukit Kaba adalah salah satu yang terbaik di Bengkulu. Saat fajar menyingsing, hamparan awan putih seringkali menutupi kota Curup di kejauhan, menciptakan ilusi "negeri di atas awan". Cahaya keemasan yang memantul di permukaan kawah memberikan pemandangan yang magis.
#
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu terbaik untuk mengunjungi Bukit Kaba adalah pada musim kemarau, antara bulan Mei hingga September. Pada periode ini, jalur pendakian cenderung kering dan tidak licin, serta kemungkinan besar pengunjung akan mendapatkan langit yang cerah untuk melihat kawah secara utuh.
Sebaliknya, pada musim penghujan (Oktober - Maret), jalur hutan bisa menjadi sangat becek dan lintah seringkali muncul. Selain itu, kabut tebal sering menutupi kawah pada musim hujan, sehingga jarak pandang menjadi terbatas. Suhu di puncak bisa turun hingga 10-15 derajat Celcius pada malam hari, sehingga penggunaan pakaian hangat sangat diwajibkan sepanjang tahun.
#
Upaya Konservasi dan Perlindungan Lingkungan
Sebagai kawasan Taman Wisata Alam, perlindungan terhadap ekosistem Bukit Kaba sangat krusial. Masalah utama yang sering dihadapi adalah sampah plastik dari para pendaki dan vandalisme di bebatuan kawah. Saat ini, komunitas lokal dan pihak pengelola (BKSDA dan Pokdarwis Desa Sumber Urip) menerapkan aturan ketat.
Setiap pendaki wajib melakukan registrasi di pos pendakian dan melaporkan barang bawaan yang berpotensi menjadi sampah. Prinsip "Leave No Trace" (Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak) sangat ditekankan. Selain itu, statusnya sebagai gunung api aktif membuat pihak pengelola terus berkoordinasi dengan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) untuk memantau aktivitas vulkanik demi keselamatan wisatawan.
#
Aksesibilitas dan Fasilitas Pendukung
Bukit Kaba terletak sekitar 90 kilometer dari Kota Bengkulu, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam perjalanan darat menuju Kota Curup, ibu kota Rejang Lebong. Dari pusat Kota Curup, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Sumber Urip selama sekitar 30 menit.
Fasilitas di kaki Bukit Kaba (Desa Sumber Urip) sudah cukup memadai, antara lain:
- Pos Pendakian: Tempat registrasi dan penyediaan informasi.
- Home Stay: Banyak warga lokal yang menyewakan rumah mereka bagi wisatawan yang ingin beristirahat sebelum mendaki.
- Pemandu Lokal: Tersedia jasa pemandu bagi mereka yang belum pernah mendaki sebelumnya.
- Ojek Puncak: Bagi yang memiliki keterbatasan fisik atau waktu, tersedia objek motor yang siap mengantar hingga dekat area kawah melalui jalur aspal yang menanjak.
- Warung Makan: Di desa wisata Sumber Urip, pengunjung dapat mencicipi hidangan lokal dan kopi khas Rejang Lebong yang terkenal dengan aroma kuatnya.
Bukit Kaba bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah laboratorium alam yang menawarkan harmoni antara kekuatan geologi dan keanekaragaman hayati. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan kesadaran lingkungan dari para pengunjung, Bukit Kaba akan terus menjadi warisan alam yang membanggakan bagi masyarakat Rejang Lebong dan destinasi wajib bagi para petualang yang menginjakkan kaki di Bumi Rafflesia.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Rejang Lebong
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Rejang Lebong
Pelajari lebih lanjut tentang Rejang Lebong dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Rejang Lebong