Keraton Surya Negara
di Sanggau, Kalimantan Barat
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Jejak Agung Kesultanan Sanggau: Menelusuri Sejarah dan Kemegahan Keraton Surya Negara
Keraton Surya Negara bukan sekadar bangunan kayu yang berdiri kokoh di tepian Sungai Kapuas dan Sungai Sekayam; ia adalah simbol kedaulatan, identitas budaya, dan saksi bisu perjalanan panjang masyarakat Sanggau di Kalimantan Barat. Sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Sanggau di masa lampau, keraton ini menyimpan narasi tentang akulturasi budaya, diplomasi antarkerajaan, hingga perlawanan terhadap kolonialisme.
#
Asal-Usul dan Fondasi Sejarah
Cikal bakal Kesultanan Sanggau bermula pada abad ke-14, tepatnya sekitar tahun 1310 Masehi. Berdasarkan silsilah lisan dan catatan sejarah lokal, kerajaan ini didirikan oleh Dara Nante, seorang tokoh wanita bangsawan dari Kerajaan Sintang. Namun, nama "Surya Negara" sendiri baru melekat kuat pada periode pemerintahan yang lebih kemudian, sebagai gelar bagi para penguasa yang memimpin wilayah ini.
Nama Surya Negara secara etimologis mencerminkan harapan akan kejayaan yang tak kunjung padam, layaknya matahari (Surya) yang menyinari negeri (Negara). Lokasi keraton yang berada di pertemuan dua sungai besar (Sungai Kapuas dan Sungai Sekayam) dipilih secara strategis untuk kepentingan pertahanan dan ekonomi, mengingat jalur sungai adalah urat nadi perdagangan utama di pedalaman Kalimantan pada masa itu.
#
Arsitektur: Harmoni Kayu Belian dan Estetika Melayu
Keraton Surya Negara menampilkan gaya arsitektur khas rumah panggung Melayu Kalimantan dengan sentuhan pengaruh Islam dan lokal Dayak. Keunikan utama bangunan ini terletak pada penggunaan material kayu belian (kayu besi) yang dikenal sangat kuat dan tahan lama, bahkan mampu bertahan ratusan tahun meski berada di lingkungan tropis yang lembap.
Penyusunan ruang dalam keraton mengikuti hierarki tradisional. Bagian depan disebut Balairung atau Pendopo, tempat sultan menerima tamu atau menjalankan sidang pemerintahan. Bagian tengah atau Rumah Induk berfungsi sebagai ruang keluarga kesultanan, sementara bagian belakang digunakan untuk area domestik.
Satu detail konstruksi yang spesifik adalah penggunaan atap limasan dengan ukiran ornamen pucuk rebung pada bagian lisplang, yang melambangkan pertumbuhan dan harapan. Selain itu, warna kuning yang mendominasi dinding luar keraton merupakan lambang kebesaran dan kemuliaan dalam tradisi Melayu, sementara warna hijau sering digunakan pada detail jendela sebagai simbol keislaman kesultanan.
#
Tokoh Penting dan Dinamika Kekuasaan
Salah satu tokoh paling berpengaruh yang namanya tidak bisa dipisahkan dari Keraton Surya Negara adalah Panembahan Haji Sulaiman Paku Negara. Di bawah kepemimpinannya, Sanggau mengalami masa keemasan dalam hal stabilitas politik dan penyebaran agama Islam. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dalam bernegosiasi dengan pihak Hindia Belanda, namun tetap teguh menjaga kedaulatan adat.
Selain itu, terdapat nama Sultan Muhammad Jamaluddin yang memerintah di awal abad ke-19. Pada masa ini, keraton menjadi pusat diplomasi yang menghubungkan pedalaman Kalimantan dengan kesultanan-kesultanan pesisir seperti Pontianak dan Sambas. Hubungan ini diperkuat melalui pernikahan politik dan perdagangan komoditas hasil hutan serta emas yang melimpah di wilayah Sanggau.
#
Signifikansi Budaya dan Religi
Keraton Surya Negara bukan hanya pusat administrasi, tetapi juga episentrum penyebaran Islam di wilayah hulu Kapuas. Masjid Jami' Syuhada yang terletak tidak jauh dari kompleks keraton merupakan bukti nyata integrasi antara kekuasaan politik dan spiritual. Sultan-sultan Sanggau memegang peran ganda sebagai kepala pemerintahan sekaligus pelindung agama (Khalifatullah).
Setiap tahunnya, keraton menjadi pusat perayaan adat seperti Paradje’ Pasaka Negeri. Ritual ini merupakan tradisi pembersihan negeri dari segala marabahaya dan penyakit. Dalam acara ini, seluruh lapisan masyarakat, baik dari etnis Melayu, Dayak, maupun Tionghoa, berkumpul di sekitar keraton, menunjukkan betapa situs ini menjadi simbol persatuan dan toleransi antar-etnis di Kabupaten Sanggau.
#
Peristiwa Bersejarah: Masa Pendudukan Jepang
Catatan unik dalam sejarah Keraton Surya Negara adalah ketahanannya melewati masa-masa kelam pendudukan Jepang di Kalimantan Barat. Ketika banyak raja dan sultan di Kalimantan Barat menjadi korban dalam peristiwa Mandor (Pontianak Incident), Kesultanan Sanggau berhasil mempertahankan keberlangsungan garis keturunannya meskipun dengan tekanan politik yang sangat berat. Keraton sempat mengalami masa vakum kekuasaan fungsional, namun fisik bangunannya tetap dijaga oleh masyarakat sebagai simbol harga diri bangsa.
#
Upaya Konservasi dan Restorasi
Seiring berjalannya waktu, struktur kayu belian pada keraton sempat mengalami pelapukan. Menyadari nilai sejarahnya yang tak ternilai, Pemerintah Kabupaten Sanggau bersama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) telah melakukan serangkaian upaya pemugaran. Restorasi dilakukan dengan sangat hati-hati untuk mempertahankan keaslian material dan bentuk aslinya.
Saat ini, Keraton Surya Negara telah ditetapkan sebagai salah satu Cagar Budaya nasional. Kawasan keraton ditata ulang sehingga menjadi destinasi wisata sejarah yang edukatif. Pengunjung dapat melihat berbagai artefak peninggalan sultan, seperti singgasana, pakaian kebesaran, keris pusaka, hingga naskah-naskah kuno yang ditulis di atas kulit kayu dan kertas tua.
#
Penutup: Warisan untuk Masa Depan
Berdiri tegak di Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Keraton Surya Negara saat ini berfungsi sebagai museum hidup. Keberadaannya mengingatkan generasi muda Sanggau bahwa mereka memiliki akar sejarah yang kuat dan mulia. Keraton ini adalah monumen yang menceritakan bagaimana sebuah peradaban dibangun di atas tepian sungai, dikelola dengan kebijaksanaan, dan dipertahankan dengan keberanian.
Bagi para peneliti sejarah dan wisatawan, mengunjungi Keraton Surya Negara bukan sekadar melihat bangunan kayu tua, melainkan merasakan napas sejarah Kalimantan yang autentik. Kekuatan struktur kayu beliannya melambangkan kekuatan karakter masyarakat Sanggau yang tetap kokoh meski diterjang arus zaman yang terus berubah.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Sanggau
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Sanggau
Pelajari lebih lanjut tentang Sanggau dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Sanggau