Situs Sejarah

Keraton Kesultanan Sekadau

di Sekadau, Kalimantan Barat

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Jejak Kejayaan Islam di Sungai Kapuas: Sejarah Lengkap Keraton Kesultanan Sekadau

Keraton Kesultanan Sekadau merupakan salah satu peninggalan sejarah paling bernilai di Provinsi Kalimantan Barat. Berdiri tegak di pesisir Sungai Kapuas, bangunan ini bukan sekadar struktur fisik, melainkan simbol kedaulatan, penyebaran agama Islam, dan pusat peradaban masyarakat Melayu di wilayah pedalaman Kalimantan. Sebagai sebuah situs sejarah, Keraton Sekadau menyimpan narasi panjang tentang pasang surut kekuasaan tradisional di tengah arus kolonialisme dan perubahan zaman.

#

Asal-Usul dan Periode Pembentukan

Sejarah Kesultanan Sekadau tidak dapat dipisahkan dari silsilah kerajaan-kerajaan di Kalimantan Barat. Berdasarkan catatan sejarah lokal dan tradisi lisan, asal-usul penguasa Sekadau berkaitan erat dengan Kerajaan Lawai. Kesultanan Sekadau didirikan oleh Pangeran Engkong, yang merupakan keturunan dari Dayak Sekadau yang telah memeluk agama Islam. Transisi dari kepercayaan lokal ke Islam menandai babak baru dalam struktur pemerintahan, di mana gelar raja berubah menjadi Sultan.

Masa keemasan kesultanan ini mulai terlihat pada abad ke-18 dan ke-19. Lokasinya yang strategis di pertemuan sungai-sungai besar menjadikan Sekadau sebagai bandar perdagangan yang penting. Keraton yang berdiri saat ini merupakan rekonstruksi dan pengembangan dari struktur-struktur sebelumnya yang pernah hancur akibat konflik internal maupun tekanan politik dari pihak luar, termasuk persaingan dengan kesultanan tetangga seperti Sintang dan Pontianak.

#

Arsitektur dan Detail Konstruksi

Keraton Kesultanan Sekadau menampilkan gaya arsitektur khas Melayu Kalimantan yang berpadu dengan fungsi praktis bangunan tropis. Struktur bangunan didominasi oleh penggunaan kayu ulin (kayu besi) yang terkenal sangat kuat dan tahan terhadap cuaca ekstrem serta air sungai.

1. Konsep Rumah Panggung: Seperti kebanyakan bangunan di pesisir sungai Kalimantan, keraton ini dibangun dengan konsep panggung. Hal ini berfungsi untuk menghindari luapan air Sungai Kapuas serta sebagai sistem keamanan alami.

2. Ornamen dan Ukiran: Pada bagian jendela dan pintu, terdapat ukiran khas Melayu yang bermotif sulur tanaman dan geometri, yang mencerminkan pengaruh seni Islam yang menghindari penggambaran makhluk hidup secara realistis.

3. Warna Dominan: Warna kuning yang melambangkan kemuliaan dan kebesaran keluarga kerajaan mendominasi eksterior bangunan, dipadukan dengan aksen hijau yang identik dengan nafas Islam.

4. Tata Ruang: Bagian dalam keraton terbagi menjadi beberapa area utama, termasuk Balairung (aula pertemuan) yang digunakan untuk menerima tamu negara dan mengadakan upacara adat, serta ruang persemayaman sultan dan keluarga kerajaan.

#

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting

Keraton Sekadau menjadi saksi bisu berbagai peristiwa politik penting di Kalimantan Barat. Salah satu momen krusial adalah masa kepemimpinan Sultan Gusti Akhmad Sri Negara. Pada masa ini, Sekadau harus berhadapan dengan taktik adu domba Pemerintah Kolonial Belanda yang ingin menguasai jalur perdagangan di sepanjang Sungai Kapuas.

Kesultanan Sekadau juga dikenal karena perannya dalam mempertahankan otonomi daerah di tengah tekanan kontrak-kontrak politik dengan VOC dan kemudian Pemerintah Hindia Belanda. Keberadaan keraton ini menjadi titik kumpul para bangsawan dan rakyat untuk merumuskan strategi pertahanan serta menjaga stabilitas sosial di wilayah pedalaman.

#

Tokoh Penting dan Silsilah

Beberapa tokoh kunci yang namanya terukir dalam sejarah Keraton Sekadau antara lain:

  • Pangeran Engkong: Sosok perintis yang meletakkan dasar-dasar pemerintahan Islam di Sekadau.
  • Sultan Anum: Pemimpin yang memperkuat struktur birokrasi kesultanan.
  • Sultan Gusti Akhmad Sri Negara: Dikenal sebagai pemimpin yang teguh dan dihormati, yang makamnya kini menjadi salah satu situs religi yang sering diziarahi masyarakat.

Gelar-gelar kebangsawanan di Sekadau seperti "Gusti", "Pangeran", dan "Ratu" masih tetap terjaga hingga kini di kalangan keturunan sultan, meskipun secara politik kekuasaan administratif telah beralih ke Pemerintah Republik Indonesia.

#

Fungsi Budaya dan Keagamaan

Bagi masyarakat Sekadau, keraton bukan sekadar museum. Bangunan ini adalah pusat kebudayaan. Setiap tahunnya, lingkungan keraton menjadi pusat perayaan hari-hari besar Islam serta upacara adat Melayu. Salah satu tradisi yang masih melekat adalah ritual yang berkaitan dengan penghormatan terhadap leluhur dan doa bersama untuk keselamatan negeri.

Nilai religius sangat kental terasa di sini. Keberadaan keraton yang berdekatan dengan masjid jami’ menunjukkan konsep "Manunggalnya Ulama dan Umara" (bersatunya pemimpin agama dan pemimpin pemerintahan), sebuah konsep ketatanegaraan Islam tradisional yang diterapkan di nusantara.

#

Status Preservasi dan Restorasi

Sebagai situs sejarah, Keraton Kesultanan Sekadau telah mengalami beberapa kali renovasi untuk menjaga keasliannya. Pada tahun-tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Sekadau bersama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan telah memberikan perhatian khusus pada pemeliharaan fisik bangunan.

Tantangan utama dalam preservasi ini adalah material kayu yang rentan terhadap pelapukan serta ancaman abrasi sungai. Namun, melalui upaya restorasi yang berkelanjutan, keraton ini kini berdiri megah dan berfungsi sebagai destinasi wisata sejarah (heritage tourism). Koleksi di dalam keraton, seperti singgasana, foto-foto lama, pakaian adat, dan meriam kuno, ditata sedemikian rupa untuk memberikan edukasi bagi generasi muda.

#

Fakta Unik dan Warisan

Salah satu fakta unik dari Keraton Sekadau adalah keberadaan meriam-meriam kuno yang diletakkan di halaman depan. Meriam ini bukan hanya alat pertahanan, tetapi juga simbol status dan pemberian dari kerajaan lain sebagai tanda persahabatan. Selain itu, letak keraton yang berada di semenanjung kecil memberikan pemandangan panorama Sungai Kapuas yang memukau, menjadikannya salah satu titik ikonik di Kalimantan Barat.

Secara keseluruhan, Keraton Kesultanan Sekadau adalah simbol identitas. Ia mengingatkan warga Kalimantan Barat bahwa jauh sebelum administrasi modern terbentuk, telah ada sistem pemerintahan yang tertata, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, dan menghargai keberagaman budaya. Merawat keraton ini berarti merawat memori kolektif bangsa agar tidak hilang ditelan zaman.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Desa Seberang Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau
entrance fee
Sukarela
opening hours
Setiap hari, 09:00 - 15:00

Tempat Menarik Lainnya di Sekadau

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Sekadau

Pelajari lebih lanjut tentang Sekadau dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Sekadau