Bangunan Ikonik

Masjid Agung Jawa Tengah

di Semarang, Jawa Tengah

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Kemegahan Arsitektur Masjid Agung Jawa Tengah: Simfoni Akulturasi Tiga Budaya

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) bukan sekadar tempat peribadatan bagi umat Muslim di Semarang; ia adalah monumen arsitektural yang melambangkan kejayaan peradaban Islam di tanah Jawa. Berdiri tegak di atas lahan seluas 10 hektar di Jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, masjid ini menjadi ikon kebanggaan Jawa Tengah yang memadukan estetika Timur Tengah, keanggunan Eropa, dan kearifan lokal Jawa dalam satu kesatuan struktur yang monumental.

#

Konteks Historis dan Filosofi Pembangunan

Pembangunan MAJT dimulai pada tanggal 6 September 2002 yang ditandai dengan pemasangan tiang pancang pertama oleh Menteri Agama RI saat itu, Said Agil Husin Al Munawar. Proyek ambisius ini dirancang untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradaban, ilmu pengetahuan, dan ekonomi, sebagaimana peran Masjid Nabawi di masa Rasulullah.

Masjid ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 November 2006. Kehadirannya tidak terlepas dari sejarah kembalinya tanah wakaf milik Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman) yang sempat terlepas. Sebagai bentuk syukur atas kembalinya aset tersebut, dibangunlah sebuah kompleks religi modern yang mampu menampung hingga 15.000 jemaah.

#

Arsitek dan Visi Desain: Harmonisasi Elektisitas

Perancang utama Masjid Agung Jawa Tengah adalah Ir. H. Ahmad Fanani dari firma PT. Atelier Enam Jakarta. Visi desain Fanani adalah menciptakan bangunan yang "berbicara" tentang identitas Jawa namun tetap memiliki napas universalitas Islam.

Gaya arsitektur MAJT sering disebut sebagai gaya eklentik. Hal ini terlihat dari pembagian massa bangunan yang sangat terukur. Struktur utama masjid mengadopsi bentuk atap limasan yang khas pada rumah tradisional Jawa (Joglo), namun pada bagian puncaknya tidak menggunakan mustaka tradisional, melainkan kubah besar berdiameter 20 meter yang mencerminkan gaya arsitektur Arab-Persia.

#

Struktur Utama dan Detail Interior

Badan bangunan utama masjid memperlihatkan ketegasan struktur beton yang dilapisi dengan ornamen yang detail. Di bagian dalam (ruang utama shalat), pengunjung akan disambut oleh kemegahan interior yang didominasi oleh motif geometris islami dan kaligrafi yang dipahat halus.

Salah satu elemen paling mencolok adalah mihrab yang megah. Mihrab ini memiliki tinggi yang menjulang dengan lapisan marmer dan aksen emas. Di sisi lain, penggunaan material lokal seperti batu alam dan kayu jati pada beberapa bagian interior memberikan sentuhan hangat yang mengingatkan pada nuansa keraton-keraton di Jawa.

#

Inovasi Struktural: Payung Hidrolik Raksasa

Fitur paling ikonik dan unik dari MAJT adalah keberadaan enam buah payung elektrik raksasa di pelataran masjid. Terinspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah, payung-payung ini memiliki tinggi 20 meter dengan bentangan mencapai 14 meter.

Secara teknis, payung-payung ini berfungsi sebagai peneduh otomatis saat jamaah membludak di luar ruang utama, terutama saat shalat Jumat atau hari raya Idul Fitri. Keberadaan payung hidrolik ini merupakan inovasi teknologi pertama di Indonesia pada masanya, yang berhasil memadukan fungsi utilitas dengan estetika ruang luar (outdoor space) yang dramatis.

#

Menara Asmaul Husna: Vertikalitas dan Simbolisme

Di sisi barat daya kompleks masjid, berdiri Menara Al-Husna (Asmaul Husna Tower) setinggi 99 meter. Angka 99 merujuk pada jumlah nama-nama baik Allah dalam Al-Qur'an. Secara arsitektural, menara ini berfungsi sebagai landmark visual yang dapat dilihat dari berbagai sudut kota Semarang.

Menara ini tidak hanya berfungsi sebagai menara adzan, tetapi juga sebagai pusat kegiatan multifungsi. Di lantai dasar terdapat Studio Radio Dais (Dakwah Islam), sementara di lantai 2 dan 3 terdapat Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah yang menyimpan berbagai artefak sejarah seperti replika naskah kuno dan peralatan dakwah tradisional. Di bagian puncak (lantai 19), terdapat teropong pandang yang memungkinkan pengunjung melihat lanskap kota Semarang hingga garis pantai Laut Jawa, menjadikan menara ini sebagai destinasi wisata religi yang komprehensif.

#

Akulturasi Budaya dalam Detail Visual

Detail arsitektur MAJT sangat sarat akan simbolisme. Di gerbang masuk menuju pelataran, terdapat 25 pilar bergaya Romawi (Colosseum) yang melambangkan 25 Nabi dan Rasul. Pilar-pilar ini dihiasi dengan kaligrafi Arab yang indah, menciptakan perpaduan visual antara kemegahan arsitektur klasik Eropa dengan pesan-pesan teologis Islam.

Pada bagian depan masjid, terdapat prasasti batu alam setinggi 3,2 meter yang berbentuk gunungan wayang. Penggunaan simbol gunungan ini adalah bentuk penghormatan terhadap budaya Jawa, melambangkan alam semesta dan kehidupan manusia yang harus selalu menuju ke atas (Tuhan).

#

Signifikansi Sosial dan Pengalaman Pengunjung

Saat ini, Masjid Agung Jawa Tengah telah berkembang menjadi pusat kegiatan sosial dan ekonomi. Kompleks ini dilengkapi dengan ruang pertemuan (convention hall) yang luas, perpustakaan modern, hingga penginapan (wisma tamu). Hal ini menunjukkan bahwa arsitektur masjid dirancang untuk mendukung konsep pentahelix di mana agama, budaya, pendidikan, dan ekonomi saling berinteraksi.

Bagi pengunjung, pengalaman berada di MAJT menawarkan ketenangan spiritual sekaligus kekaguman intelektual. Berjalan di antara pilar-pilar raksasa, melihat payung yang perlahan terbuka, atau memandang kota dari ketinggian Menara Asmaul Husna memberikan perspektif baru tentang bagaimana arsitektur dapat menyatukan berbagai elemen identitas yang berbeda.

Sebagai penutup, Masjid Agung Jawa Tengah adalah bukti nyata bahwa arsitektur Islam tidak bersifat kaku. Ia mampu beradaptasi dengan konteks lokal dan teknologi modern tanpa kehilangan esensi religiusitasnya. MAJT bukan hanya sebuah bangunan, melainkan sebuah narasi visual tentang toleransi, sejarah, dan masa depan peradaban Islam di Jawa Tengah.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Gajah Raya, Sambirejo, Kec. Gayamsari, Kota Semarang
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, 24 Jam

Tempat Menarik Lainnya di Semarang

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Semarang

Pelajari lebih lanjut tentang Semarang dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Semarang