Pusat Kebudayaan

Situs Budaya Smong

di Simeulue, Aceh

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Menjaga Warisan Pesisir: Situs Budaya Smong sebagai Episentrum Peradaban Simeulue

Di gugusan Kepulauan Simeulue, Aceh, berdiri sebuah institusi yang bukan sekadar bangunan fisik, melainkan wadah bagi memori kolektif sebuah bangsa. Situs Budaya Smong merupakan pusat kebudayaan yang didedikasikan untuk melestarikan kearifan lokal yang telah menyelamatkan ribuan nyawa selama berabad-abad. Nama "Smong" sendiri merujuk pada istilah lokal untuk tsunami, yang menjadi landasan filosofis bagi keberadaan situs ini sebagai penjaga sejarah, seni, dan ketahanan masyarakat kepulauan.

#

Filosofi Smong: Dari Mitigasi ke Ekspresi Budaya

Situs Budaya Smong tidak lahir dari ruang hampa. Ia adalah manifestasi dari peristiwa gempa dan tsunami 1907 yang terekam dalam syair-syair lisan masyarakat Simeulue. Sebagai pusat kebudayaan, situs ini mengemban misi unik: mengintegrasikan kearifan mitigasi bencana ke dalam ekspresi seni kontemporer. Di sini, pengunjung tidak hanya melihat artefak, tetapi merasakan bagaimana tradisi lisan Nafi-Nafi (cerita tutur) bertransformasi menjadi kekuatan budaya yang dinamis.

Peran utama situs ini adalah memastikan bahwa identitas khas Simeulue—yang merupakan perpaduan unik antara pengaruh Aceh, Minangkabau, dan budaya asli kepulauan—tetap terjaga di tengah arus modernisasi. Situs ini menjadi jembatan antara generasi tua yang memegang kunci tradisi dan generasi muda yang mencari jati diri di era digital.

#

Ragam Kesenian Tradisional dan Pertunjukan

Di pelataran dan panggung utama Situs Budaya Smong, denyut kesenian Simeulue dihidupkan kembali melalui berbagai program rutin. Salah satu daya tarik utamanya adalah revitalisasi Seni Nandong. Nandong adalah tradisi seni tutur yang diiringi oleh tabuhan gendang dan petikan gitar, di mana syair-syairnya mengandung petuah hidup, sejarah, dan pengingat akan fenomena alam (Smong).

Situs ini secara berkala menyelenggarakan:

1. Pagelaran Tari Debus Simeulue: Berbeda dengan debus di daerah lain, debus di sini lebih kental dengan nuansa sufistik dan ketangkasan fisik yang diiringi zikir.

2. Tari Buai: Sebuah tarian komunal yang menggambarkan kebersamaan masyarakat pesisir saat menjala ikan atau merayakan hasil panen cengkeh.

3. Workshop Angklung Simeulue: Meskipun jarang diketahui, Simeulue memiliki variasi musik bambu yang khas, dan situs ini menjadi tempat pelatihan bagi anak-anak sekolah untuk mempelajarinya.

#

Kerajinan Tangan dan Ekonomi Kreatif

Situs Budaya Smong juga berfungsi sebagai inkubator bagi pengrajin lokal. Program unggulan di bidang kerajinan adalah pengembangan Anyaman Pandan Simeulue. Para ibu dari berbagai desa diundang ke pusat kebudayaan ini untuk memamerkan teknik Menganyam yang menghasilkan tikar bermotif geometris rumit serta tas tradisional yang kini mulai dipadukan dengan desain modern.

Selain itu, terdapat lokakarya pembuatan Gerabah Tradisional dan pengolahan kayu untuk pembuatan miniatur perahu Capa. Situs ini menyediakan galeri permanen yang memungkinkan wisatawan dan kolektor melihat langsung proses pembuatan produk budaya ini, sekaligus memastikan para pengrajin mendapatkan akses pasar yang lebih luas melalui program kemitraan.

#

Program Edukasi dan Keterlibatan Masyarakat

Pendidikan adalah pilar terkuat di Situs Budaya Smong. Pengelola menyadari bahwa pelestarian budaya harus dimulai dari bangku sekolah. Oleh karena itu, dikembangkanlah program "Smong Goes to School" dan kelas sore di situs yang mencakup:

  • Kelas Literasi Bahasa Devayan dan Sigulai: Mengingat Simeulue memiliki bahasa daerah yang berbeda dari bahasa Aceh daratan, kelas ini krusial untuk mencegah kepunahan bahasa ibu.
  • Sekolah Alam Mitigasi: Mengajarkan anak-anak cara membaca tanda-tanda alam melalui lagu dan permainan tradisional, sebuah kurikulum berbasis kearifan lokal yang menarik perhatian peneliti internasional.
  • Program Magang Budaya: Memberikan kesempatan bagi pemuda setempat untuk belajar manajemen seni dan pemanduan wisata budaya, sehingga mereka dapat menjadi duta bagi daerahnya sendiri.

#

Festival Budaya dan Peristiwa Penting

Setiap tahunnya, Situs Budaya Smong menjadi pusat pelaksanaan Festival Pesona Simeulue. Dalam festival ini, ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan perlombaan Nandong antar-kecamatan, kompetisi kuliner berbahan dasar Tabaha (sagu) dan Memek (kuliner khas Simeulue dari beras ketan dan pisang yang telah menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia).

Puncak dari kalender kegiatan adalah Peringatan Hari Smong. Acara ini bukan sekadar seremoni duka, melainkan perayaan kehidupan di mana seluruh elemen masyarakat melakukan doa bersama, diikuti dengan pembacaan syair-syair kuno yang mengingatkan akan pentingnya menjaga alam. Situs ini menjadi titik temu bagi para tetua adat (Majelis Adat Aceh perwakilan Simeulue) untuk memberikan penghargaan kepada individu yang berjasa dalam pelestarian budaya.

#

Pelestarian Warisan Material dan Takbenda

Situs Budaya Smong mengelola sebuah museum kecil yang menyimpan koleksi peralatan rumah tangga kuno, alat musik tradisional yang sudah langka, serta arsip foto-foto Simeulue tempo dulu. Namun, fokus utamanya tetap pada pelestarian "Warisan Takbenda".

Melalui program digitalisasi, situs ini merekam suara para maestro Nandong yang sudah sepuh dan mendokumentasikan naskah-naskah lama yang ditulis dalam aksara Jawi. Inventarisasi ini dilakukan agar pengetahuan tentang obat-obatan tradisional (herbal pesisir) dan teknik navigasi bintang para nelayan Simeulue tidak hilang ditelan zaman.

#

Peran dalam Pembangunan Budaya Lokal

Sebagai Pusat Kebudayaan, Situs Budaya Smong memainkan peran strategis dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Simeulue. Ia menjadi lembaga konsultatif bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang berbasis identitas lokal. Misalnya, dalam arsitektur bangunan publik di Simeulue, situs ini mendorong penggunaan ornamen khas Pucok Rebung versi lokal dan struktur panggung yang adaptif terhadap gempa.

Situs ini juga berhasil mengubah persepsi masyarakat bahwa budaya bukanlah sesuatu yang statis atau hanya milik masa lalu. Dengan mengintegrasikan teknologi dalam pamerannya dan memanfaatkan media sosial untuk promosi, Situs Budaya Smong telah menjadikan kebudayaan sebagai kebanggaan (identity pride) bagi kaum milenial Simeulue.

#

Penutup: Harapan dari Garis Depan Samudra

Situs Budaya Smong adalah simbol ketangguhan. Ia membuktikan bahwa sebuah komunitas yang menghargai akarnya tidak akan mudah terombang-ambing oleh perubahan zaman. Di bawah atap situs ini, melodi Nandong akan terus mengalun, anyaman pandan akan terus terjalin, dan cerita tentang Smong akan terus diceritakan—bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memastikan bahwa kehidupan di pulau ini akan terus berlanjut dalam harmoni dengan alam dan sejarahnya.

Melalui keberadaan Situs Budaya Smong, Simeulue tidak hanya dikenal sebagai destinasi selancar kelas dunia, tetapi juga sebagai mercusuar kebudayaan pesisir yang menawarkan pelajaran berharga bagi dunia tentang cara menghormati masa lalu demi membangun masa depan yang lebih aman dan bermartabat.

📋 Informasi Kunjungan

address
Kabupaten Simeulue (Tersebar di berbagai desa)
entrance fee
Gratis
opening hours
Tergantung lokasi

Tempat Menarik Lainnya di Simeulue

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Simeulue

Pelajari lebih lanjut tentang Simeulue dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Simeulue